Arsip Blog

Klopp dan Anomali Liverpool


kmlopppPerforma The Reds Liverpool sejak ditangani Jurgen Klopp khususnya pada musim 2016/2017, layak disebut bak sebuah anomali. Betapa tidak, ketika diragukan bakal tampil menang, Sadio Mane dkk justru tampil ‘menggila’ dan mampu memutarbalikkan prediksi para pengamat sepak bola, seperti dibuktikan, saat sukses menggebuk tim tangguh Arsenal dengan meyakinkan, 3-1, Minggu dinihari.
Padahal sebelum pertandingan digelar, hampir semua pemerhati sepak bola di seantero jagad, meragukan Jordan Henderson dkk akan mampu memetik kemenangan. Pemain legendaris Arsenal, Paul Merson misalnya hanya berani memprediksi, pertandingan yang digelar di Stadion Anfield itu, akan berakhir seri.
Pertandingan ini berarti sangat penting bagi kedua tim tersebut. Mereka akan ngotot untuk mecari kemenangan demi memuluskan misi masing-masing.”Karena itulah, saya memprediksi pertandingan ini akan berakhir imbang, dengan skor 1-1,”kata Merson sesaat sebelum pertandingan berlangsung.
Beberapa pekan sebelumnya saat menjamu Chelsea yang sedang onfire, para pengamat sepak bola juga memperkirakan Liverpool akan kesulitan dan diprediksi akan menerima kekalahan dari tim besutan Antonio Conte. Tapi, lagi-lagi prediksi itu melesat. Hasilnya memang seri 1-1, tapi dalam bentrok di lapangan, terlihat The Reds lebih mendominasi permainan.
Hasil-hasil pertandingan yang dilakoni Liverpool musim memang seperti sebuah anomali. Saat berhadapan dengan sesama tim penghuni papan atas, Philipe Coutinho dkk selalu berhasil menorehkan hasil positif. Bahkan, Liverpool merupakan satu-satunya tim di Primer League musim ini yang belum pernah menelan kekalahan saat menghadapi tim papan atas.
Pada pekan pertama misalnya, Liverpool sukses memecundangi Arsenal di Emirates Stadium dengan skor 4-3, lalu mempermalukan Chelsea di Stamford Bridge 2-1, menundukkan Manchester City 1-0, dan terakhir melibas Tottenham Hotspurs 2-0. Sejauh ini hanya Manchester United yang bisa menahahan gempuran Mane dkk, dan kedua tim sama-sama bermain seri, kandang dan tandang.
Hal yang bertolak belakang justru dilakoni tim besutan Jose Mourinho. Tim berjuluk The Red Devils pada musim ini tercatat lebih banyak mengalami kekalahan melawan tim papan atas, di antaranya dipermalukan Chelsea 4-0, ditundukkan Manchester City di Old Trafford 1-2, dan bermain imbang melawan Arsenal.
Hasil-hasil pertandingan yang dicatatkan tim asuhan Jurgen Klopp musim ini menjadi sebuah anomali, karena selain tidak sejalan dengan ekspektasi para Liverpudlian, juga kerap menorehkan hasil-hasil yang sama sekali di luar akal sehat dan tak pernah diperkirakan para pengamat sepak bola di negerinya Ratu Elizabeth tersebut.
Misalnya, ketika dianggap akan memetik kemenangan dengan mudah, karena lawan yang dihadapi tim papan bawah, Liverpool justru tampil melempem dan bahkan kerap mengalami kekalahan. Terbukti, musim ini harus takluk dan dipermalukan tim ‘ampas-ampas kelapa’ sekaliber Burnley, Swansea City, atau Hull City.
Sukses dan tampil ciamik saat menghadapi tim papan atas memang sangat membanggakan. Namun, ketika melawan tim semenjana juga kerap mengalami kekalahan, berarti masih banyak PR yang harus dikerjakan Jurgen Klopp, agar performa yang inkonsisten itu tidak berkelanjutan.
Musim ini kelihatannya akan menjadi milik Chelsea. Tetapi, apa pun hasilnya, Klopp tetap merupakan pilihan terbaik menangani Liverpool saat ini. Agar anomali Liverpool musim ini tidak terulang lagi, manajemen The Reds harus menyiapkan dana yang memadai kepada Klopp untuk mendatangkan beberapa pemain baru, utamanya untuk membenahi sektor pertahanan, yang menjadi kelemahan utama Liverpool musim ini. You’ll never walk alone…(**)

Iklan

Semoga Klopp, Klop untuk The Kop


Seperti yang sudah ramai diberitakan selama sepekan ini, Liverpool akhirnya meresmikan pengangkatan Juergen Klopp sebagai manajer barunya menggantikan Brendan Rodgers.
“Liverpool Football Club dengan bangga mengumumkan Juergen Klopp telah ditunjuk sebagai manajer baru klub ini,” demikian pernyataan resmi The Reds di Anfield, Jumat (9/10).juergen-klopp-fc-liverpool
Tidak disebutkan durasi kontrak yang diberikan oleh Manajemen Liverpool, namun media-media Inggris menyebut Klopp akan berada di Anfield selama tiga tahun.
Penunjukan Juergen Klopp memang sejalan dengan harapan banyak kalangan, terutama para Liverpudlian serta pesepakbola legendaris yang pernah membela The Reds, semisal Dietmar Hamann, Robbie Fowler, Michael Owen, Jamie Carragher, dan lainnya.
Harus diakui catatan prestasi ditorehkan Klopp selama menjadi pelatih, luamayan menjanjikan. Klopp misalnya mampu membawa klub semenjana, Mainz promosi ke Bundesliga Jerman.
Sementara, selama menukangi Borussia Dortmund, Klopp sukses meruntuhkan dominasi Bayern Muenchen dan berhasil meraih dua trofi Bundesliga, satu trofi DFB-Pokal, dua Piala Super Jerman, dan finalis Liga Champions 2013.
Mencermati curriculum vitae-nya tersebut, wajar memang muncul harapan besar para penggemar Liverpool, di bawah racikan taktik dan strategi Juergen Klopp, The Reds akan kembali menorehkan prestasi gemilang seperti era keemasannya, pada 70 hingga 80-an.
Begitupun, tetap saja harus dimunculkan pertanyaan, benarkah Klopp akan klop untuk menangani The Reds. Benarkah di tangannya, tim legendaris Liverpool itu akan kembali berjaya di Inggris dan Eropa ?
Melihat pengalaman melatih Klopp yang hanya berkutat di tanah kelahirannya, Jerman, memang wajar pula jika terdapat sebahagian kalangan, yang meragukan Klopp bakal benar-benar klop untuk membangkitkan kejayaan The Reds.
Seharusnya, jika petinggi Liverpool ingin memperoleh prestasi instan, pilihan mestinya tertuju pada sosok Carlo Ancelotti, yang dalam karier kepelatihannya selalu sukses memberikan trofi kepada klub besutannya, termasuk saat melatih klub Inggris yang kini tengah terpuruk, Chelsea.
Tetapi, jika pemilik dan manajemen Liverpool ingin meraih kesuksesan by process serta mengasah potensi para pemain muda, maka pilihan terhadap Juergen Klopp memang sudah klop. Artinya, para Liverpudlian haruslah memiliki kesabaran, dan jangan berharap Klopp akan segera memberikan trofi pada tahun pertama kepelatihannya.
Namun, melihat durasi kontrak yang cuma tiga tahun. Hal itu bermakna, pada tahun kedua dan ketiga, Klopp sudah harus membuktikan kinerjanya, dengan adanya raihan trofi kepada para fans dan pemilik Liverpool.
Waktu yang dimiliki Juergen Klopp untuk membenahi Liverpool, memang tidaklah lama. Tetapi, jika dia benar-benar piawai dalam meramu taktik, tiga tahun merupakan waktu yang cukup baginya untuk memperlihatkan bukti kepiawaiannya.
Semoga pilihan terhadap Klopp, benar-benar klop untuk The Kop (nama julukan markas Liverpool di Anfield). Jika sampai Klopp tak juga klop, berarti bukan pelatihnya yang salah. Bisa jadi, Liverpool-nya yang tengah dilanda kesialan berkepanjangan atau tidak lagi dilindungi Dewi Fortuna.(**)

Award dan Weekend yang Menyebalkan


Sejak akhir Agustus 2008 kemarin, saya merasa weekend  sepanjang tahun ini, akan selalu sangat menyebalkan.  Sebal, bukan karena tiada perempuan ayu dan baik budi yang mendampingi. Bukan, bukan karena itu.

liverpoolWeekend  terasa membosankan dan menyebalkan karena saya tak lagi bisa menyaksikan tayangan  bigmatch Premier League, utamanya yang menyajikan clash antara klub kesayanganku The Reds Liverpool versus The Blues Chelsea, atau Liverpool vs The Red Devils MU atau The Gunners Arsenal.

Untunglah Liverpool kini bertengger di puncak klasemen bersama Chelsea, sama-sama mendulang 29 poin. Semoga tim besutan Rafael Benitez ini bisa meraih gelar jawara tahun ini. Liverpool, you’ll never walk alone

Tahun lalu, semua pertandingan penting itu masih bisa kusaksikan berkat berlangganan tv pra bayar. Sayangnya, tv berlangganan ini mendadak modar. Dan tayangan Liga Inggris pun beralih ke perusahaan lain. Sebetulnya saya bisa saja berlangganan, tetapi sudah kadung kecewa dengan polah tv berlangganan yang tak konsisten dan kerap mengecewakan konsumen.

So, apa boleh buat, terpaksalah pasrah menerima sajian salah satu televisi swasta kita, yang saban Sabtu malam menayangkan live Premier League. Sayangnya, yang disajikan selalu pertandingan antara klub-klub semenjana melulu seperti Sunderland, Stoke City, Wigan Athletic, West Brom Albion, atau paling banter klub big four versus klub kecil. Tak pernah menyajikan bigmatch. Sungguh menyebalkan.

Lalu, apa kaitannya dengan award ? Hmmm. Pada pekan ini saya merasa bersyukur karena ‘kebanjiran’ award. Mungkin ini berkah ‘November Rain’, mengutip postingan mas Ariefdj, yang menyinggung soal bulan November yang ditandai dengan hujan melulu. Mungkin karena lagi musim penghujan, saya pun ‘kebanjiran’ award.

Award pertama (dua sekaligus) saya terima dari turangku Indah Sitepu, seorang putri Karo yang Njawani, pintar dan kini tengah mereguk hari hari indah bersama pacarnya, seolah dunia milik mereka berdua. Ehem. Award berikutnya datang dari Anny, seorang gadis bersahaja, akunting mandiri nan suka bertualang ke seluruh negeri, lumayan ayu dan baik budi.

Award berikutnya berasal dari saudaraku yang intelek, humoris, arif wicaksono dan piawai berbahasa France and English, Mr Ariefdj. Entah apa alasan mereka memberi award itu, akupun tak tahu pasti. Tapi yang namanya pemberian, mestilah selalu disyukuri. Kepada mereka bertiga saya sampaikan penghargaan dan terimakasih tiada terhingga.

Sesuai dengan aturan yang berlaku di jagad perbloggeran, maka award tersebut, katanya mesti disalurkan kepada blogger yang berhak. Mereka yang beruntung mendapatkan award itu (awardnya bisa diambil di sinidi sini dan di sana tanpa dikenai pajak) adalah sebagai berikut : 1. Bunda Dyah Suminar 2. Ayu Ratna Sensei 3. Sillystupidlife  4. Mbak Tutinonka 5. Mas NH 18, 6. Yessy Muchtar 7. Mbak Yulism 8. Mbak Ind1r4, 9. Pakde (Inspirasi Pakde) dan 10. Ida Wahyuni ‘Pimbem’ Yanuarti.