Monthly Archives: Maret 2017

Klopp dan Anomali Liverpool


kmlopppPerforma The Reds Liverpool sejak ditangani Jurgen Klopp khususnya pada musim 2016/2017, layak disebut bak sebuah anomali. Betapa tidak, ketika diragukan bakal tampil menang, Sadio Mane dkk justru tampil ‘menggila’ dan mampu memutarbalikkan prediksi para pengamat sepak bola, seperti dibuktikan, saat sukses menggebuk tim tangguh Arsenal dengan meyakinkan, 3-1, Minggu dinihari.
Padahal sebelum pertandingan digelar, hampir semua pemerhati sepak bola di seantero jagad, meragukan Jordan Henderson dkk akan mampu memetik kemenangan. Pemain legendaris Arsenal, Paul Merson misalnya hanya berani memprediksi, pertandingan yang digelar di Stadion Anfield itu, akan berakhir seri.
Pertandingan ini berarti sangat penting bagi kedua tim tersebut. Mereka akan ngotot untuk mecari kemenangan demi memuluskan misi masing-masing.”Karena itulah, saya memprediksi pertandingan ini akan berakhir imbang, dengan skor 1-1,”kata Merson sesaat sebelum pertandingan berlangsung.
Beberapa pekan sebelumnya saat menjamu Chelsea yang sedang onfire, para pengamat sepak bola juga memperkirakan Liverpool akan kesulitan dan diprediksi akan menerima kekalahan dari tim besutan Antonio Conte. Tapi, lagi-lagi prediksi itu melesat. Hasilnya memang seri 1-1, tapi dalam bentrok di lapangan, terlihat The Reds lebih mendominasi permainan.
Hasil-hasil pertandingan yang dilakoni Liverpool musim memang seperti sebuah anomali. Saat berhadapan dengan sesama tim penghuni papan atas, Philipe Coutinho dkk selalu berhasil menorehkan hasil positif. Bahkan, Liverpool merupakan satu-satunya tim di Primer League musim ini yang belum pernah menelan kekalahan saat menghadapi tim papan atas.
Pada pekan pertama misalnya, Liverpool sukses memecundangi Arsenal di Emirates Stadium dengan skor 4-3, lalu mempermalukan Chelsea di Stamford Bridge 2-1, menundukkan Manchester City 1-0, dan terakhir melibas Tottenham Hotspurs 2-0. Sejauh ini hanya Manchester United yang bisa menahahan gempuran Mane dkk, dan kedua tim sama-sama bermain seri, kandang dan tandang.
Hal yang bertolak belakang justru dilakoni tim besutan Jose Mourinho. Tim berjuluk The Red Devils pada musim ini tercatat lebih banyak mengalami kekalahan melawan tim papan atas, di antaranya dipermalukan Chelsea 4-0, ditundukkan Manchester City di Old Trafford 1-2, dan bermain imbang melawan Arsenal.
Hasil-hasil pertandingan yang dicatatkan tim asuhan Jurgen Klopp musim ini menjadi sebuah anomali, karena selain tidak sejalan dengan ekspektasi para Liverpudlian, juga kerap menorehkan hasil-hasil yang sama sekali di luar akal sehat dan tak pernah diperkirakan para pengamat sepak bola di negerinya Ratu Elizabeth tersebut.
Misalnya, ketika dianggap akan memetik kemenangan dengan mudah, karena lawan yang dihadapi tim papan bawah, Liverpool justru tampil melempem dan bahkan kerap mengalami kekalahan. Terbukti, musim ini harus takluk dan dipermalukan tim ‘ampas-ampas kelapa’ sekaliber Burnley, Swansea City, atau Hull City.
Sukses dan tampil ciamik saat menghadapi tim papan atas memang sangat membanggakan. Namun, ketika melawan tim semenjana juga kerap mengalami kekalahan, berarti masih banyak PR yang harus dikerjakan Jurgen Klopp, agar performa yang inkonsisten itu tidak berkelanjutan.
Musim ini kelihatannya akan menjadi milik Chelsea. Tetapi, apa pun hasilnya, Klopp tetap merupakan pilihan terbaik menangani Liverpool saat ini. Agar anomali Liverpool musim ini tidak terulang lagi, manajemen The Reds harus menyiapkan dana yang memadai kepada Klopp untuk mendatangkan beberapa pemain baru, utamanya untuk membenahi sektor pertahanan, yang menjadi kelemahan utama Liverpool musim ini. You’ll never walk alone…(**)

Iklan