Simeone, Antara Guardiola dan Mourinho


diego-simeone.jpgAtletico Madrid memang belum dipastikan lolos ke final Liga Champions 2016. Namun, kemenangan 1-0 atas Bayern Muenchen dinihari kemarin, kembali mempertegas sosok Diego Simeone sebagai pelatih jempolan. Sebab, sebelumnya di perempat final anak didiknya juga sukses menaklukkan juara bertahan Barcelona.
Keberhasilan Atletico menggebuk dua tim bertabur bintang dan kaya raya sekelas Barcelona dan Bayern Muenchen, sekali lagi memperlihatkan, betapa sebuah klub sepak bola juga bisa meraih kesuksesan tanpa harus memiliki pemain bintang bergaji super mahal. Seperti lazim dilakoni Real Madrid, Bayern Muenchen, PSG, dan Manchester United, jika klub itu berada di tangan pelatih ‘bertangan dingin’ sekelas Simeone.
Agaknya hal itu pulalah yang membedakan level kepelatihan antara Simeone dengan Pep Guardiola dan Jose Mourinho. Dari segi raihan trofi, Simeone memang masih sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan torehan gelar yang berhasil dicatatkan Guardiola dan Mourinho.
Namun, keberhasilan Atletico Madrid terus menjadi pesaing utama dua klub raksasa Spanyol (Barcelona dan Real Madrid), sejak berada di bawah didikan Simeone dan puncaknya sukses meraih Juara La Liga pada musim 2013-2014, di tengah kedigdayaan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, jelas merupakan prestasi sangat mencengangkan dan spektakuler.
Padahal, sebelum berada di bawah binaan Diego Simeone, Atletico Madrid selalu menjadi bulan-bulanan Barcelona dan Real Madrid. Bahkan, dalam derby antara Atletico dengan Real, kekalahan hampir selalu berada di pihak Atletico dengan skor yang selalu lumayan telak.Tetapi, setelah mendapatkan sentuhan magis Simeone, semuanya berbalik 180 derajat, Atletico hampir selalu keluar sebagai pemenang dalam derby Madrid.
Riwayat kepelatihan Simeone tak hanya sukses saat menukangi Atletico, melainkan juga pernah mencatatkan kegemilangan saat melatih klub Argentina, San Lorenzo, Estudiantes dan River Plate. San Lorenzo dan Estudiantes bukan termasuk klub kaya di negaranya, namun berkat Simeone, berhasil meraih sukses.
Nah, coba bandingkan dengan Mourinho yang banyak meraih gelar. Namun, semua prestasi diperolehnya saat melatih klub besar bertabur bintang. Guardiola sama saja. Gelar juara diraihnya hanya bersama klub hebat yang diperkuat para pemain kelas satu (Barcelona dan Muenchen).
Banyak kalangan meyakini, tanpa dilatih Guardiola pun, Barca yang diperkuat Messi akan mudah meraih gelar. Begitu juga Muenchen dengan segudang pemain hebat, dipastikan sangat mudah meraih gelar Bundesliga. Dengan kata lain, kalau sekadar mendapatkan gelar juara Bundesliga, tanpa Guardiola pun mudah dilakukan.
Dari fakta-fakta ini, tak berlebihan jika disimpulkan Diego Simeone jauh lebih piawai dan jenius dibanding Guardiola dan Mourinho. Sebab, dalam menjalankan tugasnya sebagai pelatih, Simeone mampu memoles pemain ‘antah berantah’ menjadi sangat terkenal atau pemain yang sudah dianggap ‘habis’ seperti Torres, kembali bersinar. Dengan kata lain, Simeone lah ‘the real special one’ sejati. Begitulah…(**)

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 28 April 2016, in Kehidupan, sport and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. semoga Atletico bisa mempermalukan Real di final

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: