Ketika Rhoma Kalahkan Ical dan JK


GambarPopularitas Raja Dangdut Rhoma Irama semakin terdongkrak. Elektabilitas Rhoma Irama di ajang Pemilihan Presiden 2014, bahkan mengalahkan politisi-politisi terkemuka.
Politisi senior yang harus mengakui keunggulan Bang Haji adalah, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, Wiranto dan Hatta Rajasa. Elektabilitas Rhoma Irama berada di urutan keempat hasil survei Pusat Data Bersatu (PDB), yang dirilis Rabu (6/2) lalu.
Lembaga survei yang dipimpin Didik J Rachbini itu memilih 13 kandidat capres potensial.  Survei yang dilakukan sejak 3 Januari-18 Januari 2013 itu melibatkan 1.200 responden di 30 provinsi di Indonesia secara acak.
Dalam hasil survei itu, Gubernur DKI Jakarta, Jokowi menempati urutan teratas, dengan dukungan 21,2 persen suara responden. Urutan kedua ditempati Prabowo Subianto (18,4 persen). Berturut-turut disusul Megawati Soekarnoputri (13), Rhoma Irama (10,4), Aburizal Bakrie (9,3), Jusuf Kalla (7,8), Wiranto (3,5), Mahfud MD (2,8), Dahlan Iskan (2,0), Surya Paloh (1,3), Hatta Rajasa (1,2), Chairul Tanjung (0,4) dan Djoko Suyanto (0,3 persen suara).

Melihat hasil survei tersebut, mungkin banyak yang terkejut dan sedikit kurang percaya. Namun, menimbang sosok Didik J Rachbini, yang berada di balik lembaga survei tersebut, mau tidak mau, kita harus percaya, bahwa hasil survei itu sangat objektif.
Pasalnya, selama ini Didik J Rachbini dikenal sebagai sosok intelektual yang kritis, cerdas dan lugas. Dapat dipastikan, yang bersangkutan tidak akan mau mengorbankan integritasnya, dan menjadikan wadah dipimpinnya sebagai lembaga survei pesanan.
Pertanyaannya, mengapa elektabilitas seorang Rhoma Irama bisa mengalahkan tokoh sekaliber Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla (JK), Wiranto, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Surya Paloh, dan Hatta Rajasa ?
Hal ini tiada lain, karena sosok Rhoma Irama sejatinya bukan sekadar raja dangdut atau musisi biasa. Lebih dari itu, ayah penyanyi Ridho Rhoma ini juga dianugerahi kelebihan, sebagai cendekiawan dan seorang da’i.
Dan, hanya sedikit artis/ seniman di pentas musik tanah air, yang talentanya bisa disejajarkan dengan Rhoma Irama, sebutlah misalnya Iwan Fals, Ebiet G Ade, Deddy Mizwar, Eros Djarot, dan Ahmad Dhani.
Sosok Rhoma memiliki kharisma yang membuatnya memiliki pengaruh kuat, tidak saja di dunia keartisan, tetapi juga merambah ke dunia politik.
Lagi pula, kiprah Rhoma di bidang politik bukanlah hal baru. Dia sudah pernah tercatat sebagai politisi PPP, dan menjadi anggota DPR-RI melalui Golongan Karya. Dengan segudang pengalaman yang dimilikinya, sangat wajar, jika dia merasa mampu menjadi Presiden RI.

Di sisi lain, hampir seluruh rakyat Indonesia, tidak ada yang tak tahu dengan nama Rhoma Irama. Sejumlah lagu-lagunya hingga kini masih tetap populer dan menjadi lagu wajib di setiap acara kondangan, seperti Syahdu, Malam Terakhir, Kehilangan, Pantun Cinta, Cuma Kamu, Menunggu, Kerinduan, Keramat dan lainnya.
Dengan kata lain, sebagai seorang raja dangdut, Rhoma sudah memiliki modal dasar (basis pendukung) para penggemar fanatik lagu-lagunya. Karenanya, sangat masuk akal, jika survei membuktikan, elektabilitasnya mengalahkan Ical dan JK.(**)

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 8 Februari 2013, in Budaya, Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. saat pertama berkunjung dan berbeda dengan blog yang pernah saya kunjungi blog di sini memberikan banyak info yang terbaru toko jaket kulit jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: