Wakil Rakyat Memang Tak Merakyat



Anggota DPR-RI dari Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengaku, memiliki jam tangan Rolex yang selalu melekat di pergelangan tangannya, dengan harga yang sangat fantastis mencapai Rp 450 juta.
“Jam tanganku Rolex Yacht Master II, keluaran terbaru dong. Harganya Rp 450 juta. Itu kubeli waktu aku jadi lawyer tahun 2007 lalu, kalau sudah jadi anggota DPR sih berat,” kata Ruhut sambil tersenyum, Selasa (28/2).
Sementara, Wakil Ketua DPR dari PKS, Anis Matta juga pengguna jam tangan merek Rolex. Anis mengaku, tak begitu paham seri jam tangan Rolex yang dibelinya sekitar 5 tahun lalu tersebut. “Waktu beli sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu Rp 70 jutaan,” katanya.
Nah, omong-omong soal jam tangan, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso ternyata punya beberapa koleksi jam tangan. Jam tangan favoritnya merek Mont Blanc. Berapa harganya ? “Jam tangan favorit saya itu Mont Blanc warna hitam, dulu saya beli Rp 22 juta,” kata Priyo.
Ruhut, Anis, dan Priyo, sah-sah saja memiliki jam tangan dengan harga selangit itu. Namun, dalam kapasitasnya selaku wakil rakyat, tidak sepatutnya mereka memamerkan kemewahan dan gaya hidup mereka yang sangat trendy dan terkesan materialis itu.
Lagi pula mengoleksi dan mengenakan jam tangan yang serba mahal itu, juga potensial mengundang kecurigaan dan pertanyaan ; layakkah seorang anggota DPR-RI yang ‘hanya’ menerima honor resmi Rp 50 jutaan, mengoleksi jam tangan seharga puluhan hingga ratusan juta ?
Memang dengan honor beberapa bulan saja, jam tangan mewah itu sudah bisa dibeli. Tapi, dalam kapasitasnya sebagai wakilnya rakyat, tidak sepatutnya anggota DPR-RI mempertontonkan gaya hidup konsumerisme yang penuh dengan kemewahan dan sedikit arogan.
Selagi masih berstatus sebagai anggota dewan, yang diberi amanah sebagai pengemban aspirasi rakyat, akan lebih elegan dan terhormat, jika anggota DPR-RI mempertontonkan pola hidup yang sederhana dan tidak mengumbar kemewahan.
Memakai dan mengoleksi jam tangan berharga puluhan hingga ratusan juta, bermakna wakil rakyat tidak mampu berempati dengan penderitaan rakyat yang diwakilinya. Agaknya, mereka lebih suka mengikuti seleranya sendiri dan mengabaikan selera rakyat.
Sejatinya, rakyat pun sudah lama menyadari, bahwa para wakilnya di DPR/ D, memang tidak bisa diharapkan akan mampu berbuat optimal dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Cilakanya, selain tidak mampu memperjuangkan aspirasi rakyat, para wakil rakyat itu pun seolah ‘mengejek’ kemiskinan rakyat, dengan mempertontonkan gaya hidup serba glamour. Payahhh……

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 29 Februari 2012, in Kehidupan, Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. seharusnya nama lembaga tinggi ini diubah saja, tidak perlu memakai embel2 rakyat. karena rakyat pun merasa tidak terwakili dgn keberadaan mereka..

  2. Jam tangan pemberian kali, atau dapat dari kongkalikong, bukan hasil keringat. Hasil keringat sendiri beli jam semahal itu? Pasti mikirlah…

  3. Seandainya dibeli sendiri dengan uang pribadi pun secara kepantasan kurang pas ya Pak. Wong rakyatnya masih banyak yang miskin. Apalagi bagi politisi partai yang mengaku Islam. Tidak sepatutnya mempertontonkan kemewahan. Untuk jam tangan, cukuplah sebagai penunjuk waktu. Mungkin merk seperti Seiko, Citizen lebih pas. Harganya di bawah 5 juta masih okelah….

  4. waaahhh …ini sih bukan wakil rakyat yaaa…mending uangnya buat rakyat yag masih susah untuk makan…kok bisa yaaa…dimana hati nuraninya sebagai sesama manusia???

  5. jika mereka terus memamerkan kemewahan yang mereka miliki, pasti sebentar lagi banyak yang akan bertanya dari mana hasil uang pembelian tersebut…

  6. yah begitulah keadaanyya broo,,,😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: