Angelina Sondakh Tak Berakhir Indah…


Angelina Sondakh tidak sekadar cantik, tapi juga intelek. Paduan kecantikan dan intelektualitasnya itu pula yang menyebabkan wanita kelahiran Australia 28 Desember 1977 ini, terpilih sebagai Putri Indonesia pada tahun 2011 lalu.   
Nama Angie, begitu dia biasa disapa semakin mentereng, setelah sukses menjadi anggota DPR-RI melalui Partai Demokrat, sejak tahun 2004. Dengan kata lain, kini dia sudah memasuki periode kedua duduk di Senayan.
Angie juga semakin dikagumi banyak kalangan, karena pilihannya untuk menerima lamaran Adjie Massaid (juga anggota DPR) tahun 2009, dinilai sebagai pilihan sangat tepat, dan menjadikan pasangan ini sebagai the best couple yang mengundang kekaguman plus ‘kecemburuan’.
Namun, Adjie Massaid kemudian mendadak dipanggil Sang Khaliq, 5 Februari 2011 lalu. Tangis dan duka berkepanjangan Angie meratapi kepergian suaminya, juga mengundang simpati banyak kalangan.
Tapi, pada perkembangan selanjutnya, banyak kalangan mulai kecewa dengan sikap Angie, yang dinilai terlalu cepat menggandeng calon pengganti almarhum Adjie, yakni Kompol Brotoseno. Sebagai seorang wanita yang penuh gizi, wajar memang Angie butuh pendamping. Namun, kurang elok jika pencarian pengganti dilakukan terlalu cepat.
Ya, akhirnya Angelina Sondakh memang tak berakhir indah. Kemarin, Ketua KPK Abraham Samad telah mengumumkan statusnya sebagai tersangka dalam kasus Wisma Atlet.
Angie dijerat dengan pasal penyuapan terkait kasus Wisma Atlet. Bahkan, dia dijuga dikenakan pasal alternatif bila suap itu tidak terbukti. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara.
“Pasal dikenakan kepada yang bersangkutan adalah Pasal 5 ayat dua, atau Pasal 11, atau Pasal 12 huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Abraham Samad, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (3/2).
Ancaman hukuman dalam pasal tersebut adalah, “Setiap orang yang melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 209 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp 250.000.000,00.”
Berbicara soal Angelina Sondakh sejatinya berkaitan dengan keindahan. Tak cuma keindahan dari segi fisiknya, melainkan juga keindahan dari berbagai prestasi yang pernah ditorehkannya.
Dia misalnya pernah tercatat sebagai Juara I Favorit & Busana Terbaik, Putri Cempaka Manado 1995, Juara I Noni Sulut 1996, Juara I lomba Pidato Bahasa Inggris se-Sulut 1996, Juara I Lomba Debat Ilmiah se-Sulut 1996, Juara I Penataran P-4 Unika Atmajaya 1996, Juara I Lomba Pemandu Wisata Sulawesi Utara 1997, Miss Novotel Indonesia 2000, dan penghargaan Satya Karya Kemerdekaan dari Mensos RI 2002.
Begitulah kehidupan, perjalanan karier Angelina Sondakh (untuk sementara) tak berakhir indah. Agaknya, itu merupakan konsekuensi pilihan kariernya yang banting setir ke politik. Tentang ini, Angie sendiri mengakui : ‘politics never fair play‘. Akhir yang miris, sungguh ironis….

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 3 Februari 2012, in Kehidupan, Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: