Pelajaran dari DPR ‘Porno’


Akhirnya, anggota Fraksi PKS Arifinto, yang kepergok nonton video porno saat sidang paripurna, menyatakan mundur sebagai anggota DPR.
Arifinto mengatakan, terhadap pemberitaan terhadap diri saya dan dinamika media yang berkembang saat ini, saya meminta maaf kepada seluruh kader, simpatisan, konstituen PKS, serta kepada seluruh anggota DPR RI yang terhormat.

“Dengan seluruh kesadaran diri saya tanpa paksaan dari siapa pun dan pihak mana pun demi kehormatan diri dan partai saya, setelah pernyataan ini saya akan segera mengajukan kepada partai saya untuk mundur dari jabatan sebagai anggota DPR,” katanya, kemarin.

Kepergok menonton video saat rapat paripurna DPR, memang sebuah kesalahan yang sukar dimaafkan. Apalagi, jika yang melakukannya adalah kader PKS, yang notabene selama ini mengklaim sebagai partai yang mengedepankan akhlak Islam, dalam perjuangannya.

Arifinto memang telah melakukan kekeliruan. Namun, terdapat pelajaran yang bisa dipetik dari langkah yang ditempuh anggota DPR ‘porno’ itu. Setidaknya, dia telah melakukan tindakan gentlemen sebagai konsekuensi kesalahan yang telah diperbuatnya. Anggota DPR ‘porno’ itu, telah memberikan pelajaran berharga, seputar pentingnya memperlihatkan tanggung jawab atas kekeliruan yang telah dilakukan.

Pasalnya, selama ini sangat banyak oknum pejabat dan politisi kita, selalu lebih suka memilih berpantang mundur, walau sudah terbukti bersalah. Bahkan, tak jarang pula atasan dan pimpinan partainya memberikan proteksi terhadap anggotanya, yang sudah nyata-nyata terbukti bersalah.

Salah satu contoh, tatkala sejumlah politisi dinyatakan terlibat dalam kasus cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S Goeltom, para politisi yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu, ramai-ramai dibela pimpinan partainya. Karenanya, ke depan apa yang telah dilakukan politisi PKS Arifianto tersebut, patut dijadikan pelajaran berharga.

Bahwa, setiap kesalahan yang telah dilakukan, haruslah pula siap menghadapi konsekuensinya. Berani berbuat salah, harus berani pula menanggung risikonya. Kita meyakini, Arifinto mungkin hanya sedang apes atau tengah iseng mengintip tayangan porno itu.

Tapi, apa pun dalihnya, dia tetap bersalah karena statusnya sebagai anggota DPR terhormat. Kita juga meyakini, masih banyak anggota dewan lainnya, yang mungkin perilakunya lebih bejad, tetapi tidak terungkap ke publik, karena dia pintar menyembunyikannya. Untuk itu, sebelum kebusukan itu terendus, diharapkan mereka segera bertaubat dan bisa memetik pelajaran dari anggota DPR ‘porno’ tersebut.

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 13 April 2011, in Budaya, Kehidupan, Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. arifinto memang keliru
    tp memutuskan mundur
    membuat kekeliruannya tertutupi….
    nice bro

  2. Ini buat pelajaran para anggota DPR yang lain

  3. anggota DPR tidak akan pernah
    mampu pelajaran dari peristiwa itu
    ke depan hal serupa akan terjadi lg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: