Pelajaran dari Oegroseno


Kasus salah tangkap yang dilakukan lima anggota Sat Reskrim Polsek Medan Baru terhadap Hadi Yanti alias Nindi (30), atas sangkaan kepemilikan sabu-sabu, berbuntut pada pencopotan mendadak Kapolsek Medan Baru Kompol Saptono SIK.
Pencopotan ini sejalan dengan keluarnya perintah Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno, yang memerintahkan Kapolresta Medan mengambil tindakan terhadap Kapolsekta Medan Baru beserta jajarannya yang terlibat dalam kasus yang mencoreng citra polisi itu.
Menindaklanjuti perintah itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga segera tanggap dan segera mencopot Kapolsek Medan Baru dan Kanit Reskrim AKP Muhdi Hasibuan. Sedangkan lima anggota Sat Reskrim Polsek Medan Baru tengah diperiksa Propam Poldasu.
Terhadap kesalahan anggotanya, Kapoldasu Oegroseno meminta maaf kepada masyarakat melalui media massa. “Kesalahan penangkapan Nindi sudah melanggar hak azasi manusia (HAM). Karenanya, saya usulkan pemecatan tidak dengan hormat (PDTH) kepada kelimanya bila hasil penyelidikan Unit P3D membuktikan mereka melakukan kesalahan,”tegasnya, Rabu (9/3).
Kita dan seluruh pejabat sipil, TNI/ Polri sudah sepatutnya dapat memetik hikmah dari kasus tersebut. Dalam konteks itu pula, Irjen Pol Oegroseno telah memberikan pelajaran berharga kepada jajarannya, serta seluruh aparat di manapun berada, bahwa setiap orang tidak dibenarkan menggunakan jabatan dan kekuasaannya dengan sewenang-wenang.
Sementara, bagi internal kepolisian, terlihat dengan jelas betapa seorang petinggi institusi Polri seperti Oegroseno, tidak ingin sekadar bermain dengan wacana, dalam hal perbaikan citra dan upaya mereformasi jajaran kepolisian. Dalam menegakkan disiplin, Pak Oegro serius dan tidak pandang bulu. Siapa pun (anak buahnya) yang terbukti, telah menyalahgunakan tugas dan wewenangnya, harus diberikan sanksi yang tegas. Sebaliknya, mereka yang berprestasi diberi apresiasi.
Dengan kata lain, prinsip reward and punishment, benar-benar diimplementasikan dengan baik. Tidak seperti banyak terjadi di berbagai instansi pemerintah maupun swasta di negeri ini, yang kerap pilih kasih dalam menjatuhkan sanksi. Dan, kerap melakukan promosi jabatan tidak didasari pertimbangan kompetensi.
Harus diakui, selama menjalankan tugas sebagai orang nomor satu di Polda Sumut, Oegroseno memang sukses dalam menjalankan tugasnya dengan baik. Pak Oegro juga telah meninggalkan sejumlah kesan positif bagi warga Sumatera Utara, termasuk pelajaran berharga seputar konsistensi dalam menegakkan disiplin serta keseriusan melakukan reformasi di internal Polri.
Semoga sejumlah pelajaran berharga yang diberikan jenderal polisi nan handsome dan ramah ini, bisa dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya oleh Kapoldasu yang baru. Selamat Pak Oegroseno, semoga sukses di tempat tugas yang baru.

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 10 Maret 2011, in Budaya, Kehidupan, Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. harus diakui, pak oegroseno
    memang sukses selama
    menjabat Kapoldasu
    sebenarnya, beliau layak jd Kapolri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: