Tergerus Kasus Gayus….!


Terdakwa kasus mafia pajak, Gayus Halomoan Tambunan, memenuhi janjinya untuk buka-bukaan. Apa saja yang diungkapnya ? Gayus mengatakan beberapa hal yang mengejutkan, termasuk peran Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana.
Pernyataan Gayus itu disampaikan usai vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/1). Ketua Majelis Hakim, Albertina Ho memutuskan, Gayus divonis 7 tahun penjara.
Usai sidang, Gayus menegaskan, Denny memojokkan dirinya terus-menerus dan menjadikan kasusnya sebagai alat politik. Khususnya tiga perusahaan Grup Bakrie yang disuruhnya untuk diungkap.
Menurut Gayus, Denny pula yang menjanjikan akan memastikannya aman dan nyaman selama proses hukum berlangsung terhadap dirinya jika mau balik ke Indonesia dan kooperatif.
Terlepas, apakah benar atau tidak pernyataan Gayus tersebut. Namun yang pasti, kasus Gayus benar-benar telah membuat wajah hukum dan politik kita tergerus. Energi kita benar-benar terkuras untuk mengurusi Gayus dan implikasi politiknya.
Seperti halnya perseteruan PSSI vs LPI, yang dikesankan seperti arena rebutan pengaruh antara Golkar dengan Demokrat, kasus Gayus pun sepertinya masih melibatkan pertarungan antara dua partai paling berpengaruh di tanah ir tersebut.
Dan, yang bikin tidak habis pikir, kedua partai ini justru sama-sama tergabung dalam koalisi pemerintahan. Sangat aneh, dua partai yang notabene berkoalisi, justru terlibat cakar-cakaran. Ini seperti dua suami istri, yang tidak pernah akur. Karenanya, tidak berlebihan jika disimpulkan, koalisi yang dibina selama ini, ternyata cuma koalisi semu.
Kasus Gayus pada akhirnya tak cuma menggerus kekompakan partai koalisi, melainkan juga menggerus semangat kebersamaan kita untuk memperbaiki kondisi bangsa kita, yang tengah karut marut ini.
Mestinya, selain kasus Gayus, masih banyak kasus lain yang patut untuk dibongkar. Misalnya, kasus Bank Century serta berbagai kasus dugaan korupsi lainnya. Kalaupun ingin membongkar kasus Gayus, mestinya yang diburu adalah keterlibatan para mafia pajak, dan bukan malah dibelokkan ke persoalan lain, yang kental dengan nuansa politis.
Kasus Gayus memang telah menggerus, tak cuma energi kita, tetapi juga menggerus idealisme sejumlah tokoh yang namanya disebutkan Gayus di atas.
Alhasil, saat ini rakyat Indonesia cenderung dan semakin sulit untuk percaya kepada figur atau institusi mana pun. Sebab, akhlak mereka ternyata telah ikut tergerus kasus Gayus dan berperilaku : ‘Maling teriak maling’.(**)

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 20 Januari 2011, in Budaya, Kehidupan, Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. rakyat kecewa dan tak bisa berbuat apa-apa

  2. Kasus ‘Supergayus’ memang telah menguras energi sangat banyak dari bangsa Indonesia. Dan yang lebih mengecewakan lagi, endingnya ternyata membuat kita semakin bingung, sebenarnya duduk persoalan kasus ini bagaimana? Mengapa hanya Gayus sendiri yang muncul di pengadilan? Bagaimana dengan para atasan Gayus, yang mustahil tidak tahu menahu dan tidak ikut terlibat? Bagaimana dengan para pemilik perusahaan yang pajaknya ‘diatur’ Gayus?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: