Politisasi Sepak Bola ?


Dua pertandingan semi final Indonesia di Piala AFF, keduanya disaksikan langsung Presiden SBY dan Ibu Ani. Tak cuma SBY, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie pun, merasa perlu meluangkan waktu, menyaksikan pertandingan tersebut.

Sebegitu pentingkah pertandingan itu, sehingga para petinggi negara dan elite politik, seakan mendadak sontak menjadi pecandu sepak bola ? Demi menyaksikan pertandingan itu pula, hampir dapat dipastikan beberapa agenda mereka, terpaksa dijadwal ulang.

Tak cuma menyaksikan pertandingan saja. Sebelum pertandingan pun Presiden SBY menyempatkan diri bertandang ke tempat latihan Firman Utina dkk. Sementara itu, seakan tak mau ketinggalan, Aburizal Bakrie mengundang seluruh punggawa timnas ke kediamannya, selanjutnya menghibahkan 25 hektare tanah miliknya ke PSSI.

Begitu hebatnya pesona dan pengaruh sepak bola. Jadi, tidak mengherankan bila kemudian terjadi politisasi sepak bola dan atau sepak bola pun menjelma menjadi komoditi politik, yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Dari ajang Piala AFF kali ini, bisa disebut Partai Demokrat (SBY & Anas) serta Partai Golkar (Ical dan Nurdin Halid), sama meraih pole position dalam konteks kemampuan memanfaatkan perhelatan sepak bola yang sangat diminati seluruh rakyat itu, sebagai salah satu ajang penguatan image building alias politik pencitraan.

Politisasi sepak bola sejatinya tak hanya terjadi di negara kita, melainkan juga di banyak negara. PM Italia saat ini, Silvio Berlusconi, sukses di ranah politik bukan melulu karena kepiawaiannya dalam berpolitik, tetapi juga terangkat citranya berkat kesuksesannya sebagai Presiden AC Milan, yang di masa kepemimpinannya selain mampu mengoleksi beberapa gelar scudetto, juga sukses menjadi jawara Liga Champions dan Juara Antarklub dunia.

Terkait dengan bakal digelarnya pertandingan pusingan akhir antara Indonesia versus Malaysia, ini juga sarat dengan muatan politis. Kedua negara bertetangga selama ini sering sekali terlibat dalam persaingan yang sehat dan potensial memicu terjadinya bentrok bersenjata.

Situasi ini dipastikan akan turut mewarnai partai puncak itu. Apalagi pada babak sebelumnya, timnas sukses mempermalukan Malaysia, 5-1. Begitupun, kita berharap suasana panas di luar lapangan tidak terbawa ke arena pertandingan.

Di sisi lain, kita berharap kehadiran para petinggi negara dan elite politik menyaksikan pertandingan, hendaknya tak sebatas politisasi semata. Lebih dari itu, ikut pula memberi kontribusi nyata meningkatkan prestasi olah raga kita melalui pembinaan yang terprogram dan berkesinambungan.

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 23 Desember 2010, in Kehidupan, Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. numpang wajah doank, bis itu langsung hilang semua..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: