PSSI Melambung, PSMS Terhuyung


Para penggemar sepakbola di Sumatera Utara, pastilah sama-sama menginginkan timnas (PSSI) dan PSMS menorehkan prestasi gemilang dalam setiap event yang diikuti. Namun, kedua tim ini sekarang mencatatkan prestasi bertolak belakang alias kontradiktif.
PSSI tengah melambung, sedangkan PSMS terhuyung. Timnas kita memang belum mengamankan gelar juara AFF. Tapi, raihan prestasi sebagai juara grup tanpa pernah mengalami seri dan kalah serta barusan membekap Filipina, merupakan catatan prestasi yang lumayan gemilang dan wajar jika diberi acungan jempol.
Dari sisi permainan tim besutan Alfred Riedl itu, sangat banyak memperlihatkan kemajuan baik dari segi teknis maupun kerja sama tim. karenanya terbersit secercah harapan, timnas akan mampu memenuhi ekspektasi ratusan juta rakyat Indonesia, yang sudah lama merindukan gelar juara diraih PSSI.
Setelah sukses menunddukkan Filipina di semi final leg pertama, kita berkeyakinan Christian ‘El Loco’ Gonzales dkk akan sukses meraih kemenangan dan melangkah ke partai final menghadapi pemenang pertandingan antara Malaysia dengan Vietnam. Lazimnya, secara psikologis timnas, tidak terlalu memendam perasaan khawatir menghadapi mereka.
Selama ini negara yang selalu mencemaskan dan menghantui kita adalah Thailand. Untunglah negerinya Raja Bhumidol Abduyadej itu sudah dikandaskan Bambang Pamungkas di babak penyisihan. Begitupun, kita berharap Firman Utina dkk, tidak lengah dan terlena oleh kucuran bonus, sehingga lalai mempersiapkan diri dengan optimal.
Prestasi sebaliknya justru dialami tim kesayangan warga Kota Medan, PSMS. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu, awalnya sempat memberi harapan, karena mencatat dua kemenangan di partai kandang.
Namun, pada tiga pertandingan di luar kandang, Gaston castano dkk hancur lebur, dipecundangi lawan-lawannya. Alhasil, PSMS hanya berada di papan tengah klasemen sementara Tim Divisi Utama.
Dari performa yang ditampilkan PSMS Medan itu, kelihatannya tim asuhan Zulkarnaen Pasaribu itu (kini digantikan Rudy W Keltjes), sulit untuk bangkit dan memuaskan harapan pecinta sepakbola di kota ini. Mengapa prestasi PSMS, tak kunjung membaik ?
Hal ini bisa jadi karena rekrutmen pemain sejak awal, tidak dilakukan dengan baik. Seorang Kurniawan Dwi Julianto, yang sudah berusia senja dan habis masa kejayaannya, tidak selayaknya direkrut. Mestinya, manajemen PSMS merekrut pemain-pemain muda berkualitas, bukan sebaliknya masih mengandalkan pemain tua yang sudah kehilangan tajinya.
Ya, begitulah faktanya, di saat timnas Indonesia tengah melambung, PSMS Medan justru kesandung dan terhuyung-huyung. Harapan untuk promosi ke Liga Super Indonesia, kelihatannya kini hanya sebatas fatamorgana. Sungguh ironis…..!

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 17 Desember 2010, in Budaya, sport and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. jon parlin simbolon

    PSMS terhuyung
    karena para pengurusnya
    tak becus

  2. Prestasi Timnas sungguh membanggakan. Saya nggak nonton langsung, tapi mengikuti beritanya lewat teve dan koran. Sayangnya masih banyak saja wanita Indonesia yang berperilaku ‘naif’, mengagumi Irfan Bachdim hanya karena kegantengannya. Padahal dari dua kemenangan melawan Philipina, pahlawannya adalah Gonzales. Semoga pada pertandingan melawan Malaysia besok Timnas tidak kehilangan performanya dan bisa tampil lebih baik.
    Mau nonton ke Kuala Lumpur Bang? Dekat kan?🙂

  3. semoga PSMS bisa bangkit kembali🙂

  4. Pemain hebat di SUMUT banyak, dan sebagian dari mereka terpaksa pergi ke klub lain. sayang.seribu sayang. Kita mulai memberi semangat dari pendukung saja bang.

  5. @Jon : bener itu…bung Jon

    @Tutinonka : itulah anehnya kita, kehebatan Irfan belum seberapa
    sudah begitu diagungkan. Tapi, begitupun prestasi tim nasional kita
    memang mengalami peningkatan……
    sudah sepatutnya Mbak Tuti nonton babak final….monggo🙂

    @Em Fajar : ya…semoga demikian adanya

    @Singal : botul lae, sangat disayangkan pemain potensial Sumut
    hebat di daerah lain, karena pengurus sepak bola di Sumut kurang profesional
    horassss…..njuah-njuah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: