Isu Yogya Kontraproduktif


Pascapernyataan yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengenai monarki di Yogyakarta, kepercayaan masyarakat Yogyakarta terhadap SBY telah hilang.
Demikian dikemukakan Ketua Paguyuban Dukuh se-Propinsi DI Yogyakarta, Sukiman. Pernyataan Presiden SBY mengenai monarki di Yogyakarta, menghilangkan kepercayaan masyarakat Yogyakarta terhadap SBY. “Rasa kepercayaan masyarakat Yogya sudah hilang sama sekali terhadap SBY,” katanyanya.
Menurut Sukiman, pernyataan SBY yang mengatakan sistem monarki bertabrakan dengan demokrasi benar-benar melukai perasaan rakyat. “Karena rakyat Yogya sepenuhnya tahu monarkhi itu hanya di lingkungan keraton saja dan bagian dari budaya, namun dalam pelaksanaannya sehari-hari rakyat Yogya tetap menjalankan demokrasi dengan pemerintahan umum,” jelasnya.
Terlepas dari benar-tidaknya penilaian Sukiman itu, kelihatannya pernyataan SBY itu, tidak terlepas dari kiprah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan HB X, selama ini yang cenderung sangat kritis terhadap pemerintahan SBY.
Dengan kata lain, sepak terjang Sultan HB X sepertinya memang selalu berbeda haluan dengan SBY. Sultan, belakangan ini banyak melakukan road show bersama Surya Paloh, melalui wadah ormas Nasional Demokrat. Pada Pilpres 2009 lalu, Sultan juga tidak memberi dukungan kepada SBY-Boediono.
Berbagai pernyataan yang dilontarkan Sultan HB X, juga lebih sering melakukan koreksi terhadap kebijakan SBY. Padahal, selain sebagai tokoh nasional, sejatinya Sultan masih menjabat sebagai seorang Gubernur. Dalam sistem pemerintahan kita, memang kurang lazim seorang Gubernur berbeda haluan dan mengeritik Presiden. Karenanya, agak wajar juga jika SBY, kemudian meradang dan kurang sreg dengan berbagai langkah dan manuver politik, yang dilakoni Sultan HB X selama ini.
Kendati sering berbeda pendapat, tetapi tidak sepatutnya pula, hal itu kemudian melatari pemikiran SBY, mengutak-atik monarki atau posisi Yogyakarta sebagai sebuah daerah istimewa. Kepentingan politis sesaat, tidak selayaknya mengorbankan kepentingan prinsipil.
Terkait dengan gonjang-ganjing seputar pendapat Presiden SBY seputar penerapan demokrasi di Yogyakarta, hendaknya segera dicegah, agar tidak sampai melebar menjadi sebuah perdebatan yang destruktif. Ancaman referendum tidak perlu disuarakan menyikapi wacana Presiden SBY itu.
Di sisi lain, Pemerintah pun sepatutnya bisa menahan diri dan tidak perlu mengutak-atik, berbagai isu yang tidak terlalu prinsipil alias bukan skala prioritas saat ini.
Yang lebih penting dan ditunggu rakyat sekarang adalah, optimalisasi kinerja jajaran pemerintah untuk secepatnya mengenyahkan kemiskinan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat. Polemik seputar perlu tidaknya pemilihan langsung di Yogyakarta, cenderung kontraproduktif dan sejatinya cuma buang-buang energi saja.Macam tak ada kerjaan lain saja.

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 2 Desember 2010, in Budaya, Kehidupan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. nampaknya memang sby ingin dilengserkan segera.

  2. Sebagai warga Yogya, sejujurnya saya dulu kurang tertarik pada masalah keistimewaan DIY, dimana Sultan otomatis menjadi Gubernur. Mungkin karena sekian lama berada di bawah Sultan HB IX yang tidak pernah ada masalah, dilanjutkan dengan Sultan HB X yang juga tidak bermasalah, jadi semua terasa baik-baik saja. Baru ketika SBY membuat pernyataan yang menyengat, kemudian mempelajari sejarah keistimewaan DIY, ditambah melihat pemilihan gubernur dimana-mana yang seringkali ricuh dan hanya menghambur-hamburkan uang sekian besar, baru saya tersadar bahwa apa yang seama ini diberlakukan di DIY dengan penetapan otomatis Sultan Jogja sebagai gubernur adalah hal yang sangat baik …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: