Monthly Archives: Oktober 2010

Isu Penggulingan SBY


Menjelang satu tahun pemerintahan SBY-Boediono pada 20 Oktober mendatang, merebak isu penggulingan pemerintahan. Isu ini tidak mungkin muncul tanpa adanya latar belakang. Karena itu SBY diminta lapang dada menerima kritik.
Harus diakui, bahwa saat ini memang banyak muncul perasaan kurang puas terhadap kiprah pemerintahan SBY-Boediono. Ketidakpuasan itu dilatari oleh banyaknya kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada kepentingan rakyat.
Sejauh ini, pemerintah SBY dianggap masih tetap berkutat di seputar politik pencitraan (image building), yang pada realitasnya belum berimbas pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Rakyat masih tetap banyak yang melarat dan beberapa di antaranya nyaris sekarat.
Tak cuma di sektor peningkatan kesejahteraan rakyat saja, pemerintah terlihat belum maksimal. Upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (clean and gonernance) juga belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan harapan.
Sebagai contoh dalam kasus penanganan kasus cek pelawat pada pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang memenangkan Miranda S Goeltom. Sejumlah kalangan menilai, penetapan status tersangka kepada sejumlah politisi PDI Perjuangan, Golkar dan PPP itu, sarat dengan muatan politis.
Dengan kata lain muncul dugaan, penetapan status tersangka seperti dialamatkan kepada mantan Mensos Bachtiar Chamsyah, mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra, dan mantan Kepala Bappenas Paskah Suzetta, tidaklah semata-mata karena mereka bersalah, melainkan karena adanya kepentingan-kepentingan lain di baliknya.
Begitu anggapan sementara sejumlah pengamat politik di negeri kita.
Kendati banyak terdapat ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan SBY-Boediono. Namun di sisi lain, kita juga mencatat sejumlah prestasi pemerintah, utamanya pada periode pertama pemerintahan SBY (bersama JK), yang lumayan konsisten dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru serta pemberantasan korupsi.
Terkait dengan isu penggulingan SBY-Boediono, sejatinya hal itu merupakan hal yang lumrah terjadi di setiap negara.
Tetapi, kita juga tidak bisa menimpakan kesalahan hanya kepada mereka berdua saja. Para pembantunya (anggota kabinet) juga memiliki andil cukup besar berkenaan dengan belum optimalnya kinerja pemerintah.
Pada bahagian lain, tentu haruslah pula disadari, bahwa keinginan menggulingkan SBY, bukanlah perkara mudah. Pasalnya, naiknya SBY-Boediono ke tampuk kekuasaan melalui jalur konstitusional alias merupakan pilihan rakyat lewat Pemilu (Pilpres). Mustahil menggulingkan melalui MPR. Hanya dengan people power, hal itu memungkinkan dilakukan.
Karena itu, wajar jika dianggap isu penggulingan SBY hanya sebatas wacana belaka. Kendati demikian, isu ini harus disikapi sebagai sebuah ‘jeweran’ untuk pemerintah, agar bisa bekerja ekstra keras untuk memberikan kenyamanan dan rasa keadilan bagi rakyat dan mengurangi kebiasaan menyelesaikan persoalan lewat pidato belaka.