Kinerja Wakil Rakyat belum Optimal


Brilian Moktar, satu di antara sedikit wakil rakyat yang peduli pada rakyatnya

Brilian Moktar, satu di antara sedikit wakil rakyat yang peduli pada rakyatnya

Sudah sekitar setahun, anggota DPR periode 2009-2014 menduduki kursi empuk sebagai representasi rakyat di legislatif. Namun, sejauh ini kita melihat kinerja para wakil rakyat tersebut, kurang optimal alias belum sepenuhnya mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai wakilnya rakyat.

Tiga fungsi anggota dewan itu yakni fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan. Ketiga fungsi pokok ini, bisa disebut belum berjalan dengan baik di DPR. Pasalnya, aktivitas anggota dewan cenderung lebih mengarah pada rutinitas.

Rutinitas itu lebih banyak berupa rapat-rapat di internal dewan, rapat antara pimpinan dewan dengan pimpinan fraksi, rapat dengan berbagai mitra kerja serta sejumlah rapat-rapat lainnya. Sayangnya, berbagai rapat yang digelar itu seringkali lebih kental nuansa politisnya dan lebih cenderung membahas seputar kebutuhan para wakil rakyat itu, serta kurang menyentuh pada kepentingan rakyat.

Bahkan tidak jarang gedung DPR dalam waktu-waktu tertentu, yang notabene bukan libur umum, kelihatan sunyi senyap, terkesan seperti gedung tak berpenghuni. Akibatnya, tidak jarang sejumlah komponen masyarakat yang menggelar aksi unjukrasa ke rumah rakyat itu, kemudian harus rela menelan pil pahit kekecewaan, karena para wakilnya sedang tidak berada di tempat.

Sebagai contoh di DPRD Sumatera Utara,  hampir dalam rentang waktu dua kali dalam sebulan, selalu saja terdapat agenda perjalanan kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Sumut ke luar provinsi. Dari Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara, hampir seluruhnya sudah dijalani anggota DPRD Sumut yang baru menduduki kursi empuknya sekitar enam bulan itu.

Baru enam bulan saja, sudah demikian jauh perjalanan kunjungan anggota DPRD Sumut. Bila sampai waktunya hingga ke ujung periode selama lima tahun, tidak mustahil akan terjadi kekurangan pulau/ kota, yang akan dikunjungi, karena sudah hampir seluruhnya didatangi mereka.

Anehnya, selama melakukan kunjungan ke luar provinsi itu, pilihan daerah yang disambangi cenderung lebih berorientasi pada daerah-daerah empuk semisal Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan. Kenapa misalnya mereka tidak pernah terpikir berkunjung ke daerah-daerah yang selama ini rawan konflik seperti Aceh, Maluku atau Papua ?

Dari sini kita mencium gelagat kurang sehat, betapa tujuan kunjungan dewan itu tidak semata-mata bertujuan untuk melakukan comparative study, melainkan juga dalam rangka berdarmawisata alias sambil menyelam minum air. Sejatinya, program comparative study para wakil rakyat itu sah-sah saja dan dibenarkan perangkat perundangan.

Selanjutnya bisa berubah menjadi tidak wajar dan patut dipertanyakan, karena kuantitas kunjungannya sudah cenderung over. Karenanya, tidak mengherankan bila anggota DPRD Sumut saat ini beberapa di antaranya mulai ‘asing’ dengan keluarganya, karena kebanyakan tugas luar. Di sisi lain manfaat dan follow-up kunjungan itu sendiri, hingga kini tidak terlalu jelas juntrungannya.

Dalam konteks demikian, kita berharap kiranya pimpinan DPRD Sumut dapat mengevaluasi kembali frekuensi kunker DPRD Sumut yang sudah cenderung over-capacity itu. Sebab, diakui atau tidak, hal itu turut mempengaruhi melempemnya kinerja DPRD Sumut. Para wakil rakyat sudah seharusnya lebih banyak berdiam di rumahnya, bekerja keras memikirkan sekaligus mencari solusi berbagai permasalahan yang dihadapi rakyat. (**)

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 24 Agustus 2010, in Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. hahaha beginilah potret negri kita yang sesunguhnya… padahal apabila ditinjau dari segi sdm, banyak sekali sdm yang berkualitas dari segi pendidikan formal yang menghuni negeri kita tercinta ini, sayang seribu sayang tidak didukung dengan loyalitas kerja yang baik…

    salam kenal🙂

    @mikekono : memang banyak SDM berkualitas,
    tp entah kenapa setelah berumah di gedung rakyat,
    terkadang kualitas SDMnya ikutan hilang
    met kenal juga bro🙂

  2. Saya senyum-senyum baca tulisan bang Mike ini. Bukan senyum senang, tapi senyum sedih, gemes campur geli, karena apa yang ditulis Bang Mike tentang kinerja DPRD Sumut itu sama saja dengan DPR dan DPRD di provinsi-provinsi lain.

    Anggota DPR memang senang jalan-jalan. Gimana nggak senang, wong dibiayai, dapat uang saku pula, dan nggak harus mempertanggungjawabkan apa-apa dari kunjungannya. Bisa jadi, sebelum ini mereka nggak pernah jalan-jalan, jadi mumpung ada kesempatan, dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bahkan sudah dikritik dan dicegahpun mereka masih nekad pergi, sampai-sampai masuk bandaranya sembunyi-sembunyi lewat pintu khusus, takut kepergok wartawan …

    Giliran jadwal rapat, mereka bolos, tidur di ruang rapat, ngobrol sendiri, atau sms-an. Yah, begitulah potret (sebagian) anggota dewan kita yang terhormat ….

    Mau bilang apa Bang?

    @mikekono : saya juga senyum2 membaca komen
    mbak Tuti, senyum karena senang🙂
    sebab komennya selalu menarik dan tepat sasaran
    untunglah Mbak Tuti gak pernah kepikiran
    jadi anggota DPR, kalau sempat jadi,
    pasti gak bakalan betah…hmmmmmm😦

  3. Kenapa potret ini seperti sudah jadi stereotype anggota DPR di negara kita ya bang? harusnya kan tidak dibudayakan, tapi kok kenyataannya…di propinsi manapun hampir serupa ceritanya….

    @mikekono : ya, begitulah faktanya
    ntah sampai kapan ?
    kalau di Australi, pasti gak begitu kalee ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: