Kita dan Piala Dunia


Perhelatan akbar Piala Dunia 2010 tengah berlangsung di Afrika Selatan. Seperti biasanya kita tetap setia hanya sebagai penonton, pemerhati dan menjadi pengamat. Komentar para pengamat pertandingan di negeri ini, terkadang lebih ciamik dibanding analisis para komentator di televisi mancanegara.
Berbicara seputar keterlibatan Indonesia di Piala Dunia, banyak orang tidak mengetahui, ternyata Indonesia merupakan negara Asia pertama yang berlaga di ajang Piala Dunia. Yakni pada Piala Dunia 1938 di Prancis. Namun saat itu kita belum memakai nama Indonesia, melainkan Nederlandsche Indiesche atau Netherland East Indies (Hindia Belanda).
Saat itu Jepang ogah ikut ke Piala Dunia, akhirnya kesempatan diberikan kepada Indonesia alias Hindia Belanda untuk menjadi wakil untuk zona Asia kualifikasi grup 12. Sayangnya pada keikutsertaan itu, Hindia Belanda dibabat Hungaria 6-0, dan langsung angkat koper.
Itu sudah lama berlalu, dan keikutsertaan itu juga belum layak disebut sebagai sebuah prestasi. Sebab, proses keikutsertaan tidak melalui tahapan kualifikasi. Tampilnya Hindia Belanda kala itu, lebih dipengaruhi oleh situasi politik, bukan karena prestasi.
Karenanya tidak terlalu mengherankan, pasca 1938, cita-cita Indonesia untuk tampil berlaga pentas bergengsi Piala Dunia bisa disebut masih sebatas mimpi. Sepertinya hal itu hanya mungkin terjadi, jika Indonesia diberi kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia.
Dan Indonesia secara resmi sudah mengajukan proposal kepada FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Indonesia menantang Inggris, Jepang, Qatar, Rusia, Portugal, dan Spanyol. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mendaftarkan diri pada Januari 2009 lalu atau sehari sebelum batas waktu penutupan pendaftaran.
Indonesia sudah memenuhi salah satu syarat FIFA, yakni memiliki stadion berkapasitas lebih dari 80.000 penonton untuk pertandingan pembuka dan final. Stadion utama Gelora Bung Karno saat ini dapat menampung 88.000 suporter dan telah digunakan untuk turnamen internasional antara lain final Piala Asia 2007.
“Ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang PSSI untuk kejuaraan Piala Dunia,”kata PSSI dalam pernyataannya. “Kami masih punya waktu 13 tahun mendatang, jadi mengapa kami tidak memberanikan diri mencalonkan diri sebagai tuan rumah?” kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes, kala itu.
Keinginan kita menjadi tuan rumah Piala Dunia, merupakan hal yang wajar. Namun jika kita berkaca pada prestasi sepakbola Indonesia, kita juga perlu melakukan introspeksi lebih jauh. Berbekal prestasi yang sangat mengecewakan itu, sejatinya Indonesia belum pantas berkompetisi pada kompetisi seakbar Piala Dunia.
Jika kita ingin mewujudkan mimpi menjadi peserta dan atau tuan rumah Piala Dunia, mestinya yang harus segera dibenahi adalah standar kompetisi dan kualitas permainan para pesepakbola kita. Jika kompetisi dan kualitas pesepakbola kita masih begini-begini juga, kita harus rela tetap hanya sekadar menjadi penonton yang baik ketika musim Piala Dunia tiba.

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 14 Juni 2010, in sport and tagged , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. top banget dah postingannya…

    salam kenal mas….

  2. dan memang mimpi untuk jadi tuan rumah piala dunia 2022 sudah pupus buat Indonesia.
    nama Indonesia sudah dicoret FIFA sebagai calon tuan rumah, konon karena dinilai kurangnya dukungan pemerintah. *kasian negara kita*.
    PSSI musti bny membenahi persepakbolaan dlm negeri dulu, berjaya di Asia, baru bisa pede mengajukan diri lagi.
    padahal kalo kemarin disetujui FIFA, ini satu kesempatan kita melenggang ke ajang world cup tanpa perlu berkeringat.
    ah.. tapi sudahlah.. *back to reality*😀

    jadi dukung siapa nih bang Mike?🙂

  3. dan lagi sportifitas yang masih di pertanyakan dari pemain hingga supporter….wuuuihhh moga indonesia ikut piala dunia bukan hanya mimpi

  4. yah mungkin Indonesia cuma bisa jadi penonton piala dunia, menggilai pemain-pemain luar untuk kurun waktu yang gak bisa ditentukan selama kualitas pemain,sportifitas pemain dan penonton tidak dibenahi😦
    makasih kunjungannya bang mike🙂

  5. Kayaknya seluruh dunia lagi demam bola …😀

    Persepakbolaan Indonesia mah masih jauh banget dibanding persepakbolaan dunia ya Bang. Ya sudahlah, sementara ini kita ikut berpesta bola lewat layar teve aja dulu … :0

    Selamat nonton Bang (tapi jangan lupa yang lain-lain ya …🙂 )

  6. Lupakan aja, boro-boro ke Piala Dunia!. Juara Sea Games aja kagak bisa, Sepakbola aja ada KKNnya, jadi apa negeri ini? Coba tiap Provinsi ambil/pilih 2 org dgn syarat tinggi badan minimal 180 cm dgn kemampuan teknis minimal, dibiayai masings Prov dan dikumpul di Jakarta dan masukkan di kompetisi ISL, kagak usah ke LN cukup cari pelatih sekelas JOSE MAURINHO

  7. saya dukung………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: