Monthly Archives: Juni 2010

Veronica Ojeda, Kunci Sukses Maradona


Maradona dan Veronica Ojeda

Tak banyak orang tahu, ternyata bagi pelatih Argentina Diego Maradona, salah satu kunci suksesnya dalam menangani Lionel Messi dkk, hingga meraih hasil sempurna dan masih terus melaju hingga babak Perempat Final Piala Dunia 2010 Afsel, ada di dalam diri sang kekasih, Veronica Ojeda.

“Di balik kesuksesan setiap pria, di belakangnya terdapat seorang wanita yang hebat,” kata Pahlawan Tim Tango Argentina pada Piala Dunia 1986 Meksiko ini, sembari melirik wanita muda berambut pirang kelahiran Kuba, yang sepintas mirip dengan mantan istrinya, Claudia Villafane itu.

Wanita muda yang usianya terpaut jauh dengan mertua Sergio ‘Kun’ Aguero ini, mulai berpacaran dengan Diego Armando Maradona sejak tahun 2005 lalu. Bahkan, sang kekasih tercinta pesepakbola terbaik sepanjang masa itu, pernah mengandung calon bayinya Maradona pada Januari 2010 lalu.
Namun sang jabang bayi tidak sempat nongol ke dunia, karena Veronica Ojeda mengalami keguguran. “Dia jatuh di rumahnya dan ketika datang ke klinik, sudah mengalami keguguran,”kata dokter yang merawatnya ketika itu.
Maradona yang sangat mencintai pacarnya itu, juga langsung menjenguk Ojeda, padahal saat kejadian pemain terbaik dunia 1986 ini tengah menemani anak asuhannya, Lionel Messi dkk melakukan ujicoba melawan Kostarika.
Pada pernikahan sebelumnya dengan Claudia Villafane, Diego Armando Maradona telah dikaruniai dua orang putri, Dalma Nerea (23 tahun) dan Giannina Dinorah (21). Giannina menikah dengan striker handal Atletico Madrid & timnas Argentina Sergio Aguero, dan telah memiliki seorang putra berusia setahun.
Tidak seperti karier sepakbolanya yang sangat cemerlang, kehidupan rumah tangga Maradona dengan Claudia Villafane, yang dibangun sejak 1989, gagal di tengah jalan. Setelah mengarungi biduk rumah tangga selama puluhan tahun, keduanya sepakat bercerai pada 2003. Kendati sudah berpisah, hubungan keduanya tetap baik, dan masih sering tampil bersama kedua anak mereka di depan publik.
Ketika masih menjadi suami Claudia, Maradona juga sempat terlibat affair dengan Cristina Sinagra, saat merumput di klub Napoli Italia, yang dilambungkannya dari tim kacangan menjadi peraih sucedutto. Hubungan ini membuahkan seorang pemuda diberi nama Diego Maradona Jr, yang juga menekuni karier sebagai pesepakbola di Italia. Namun bakatnya tak sekinclong ayahnya, Maradona Sr.
Maradona kelihatannya sangat mencintai sang kekasihnya itu. Begitu juga Veronica selalu siap berkorban apa saja demi sang kekasih tercinta. Pertanyaannya, apakah Veronica Ojeda, akan menjadi pelabuhan cinta terakhir Maradona ?
Bisa jadi ya, bisa juga sebaliknya. Jika sukses membawa Argentina menjadi juara dunia, bisa jadi Maradona yang kaya raya penuh kharisma itu, akan semakin digilai wanita-wanita cantik sejagad sekaligus membuatnya tergoda meninggalkan Veronica.(**)

Kita dan Piala Dunia


Perhelatan akbar Piala Dunia 2010 tengah berlangsung di Afrika Selatan. Seperti biasanya kita tetap setia hanya sebagai penonton, pemerhati dan menjadi pengamat. Komentar para pengamat pertandingan di negeri ini, terkadang lebih ciamik dibanding analisis para komentator di televisi mancanegara.
Berbicara seputar keterlibatan Indonesia di Piala Dunia, banyak orang tidak mengetahui, ternyata Indonesia merupakan negara Asia pertama yang berlaga di ajang Piala Dunia. Yakni pada Piala Dunia 1938 di Prancis. Namun saat itu kita belum memakai nama Indonesia, melainkan Nederlandsche Indiesche atau Netherland East Indies (Hindia Belanda).
Saat itu Jepang ogah ikut ke Piala Dunia, akhirnya kesempatan diberikan kepada Indonesia alias Hindia Belanda untuk menjadi wakil untuk zona Asia kualifikasi grup 12. Sayangnya pada keikutsertaan itu, Hindia Belanda dibabat Hungaria 6-0, dan langsung angkat koper.
Itu sudah lama berlalu, dan keikutsertaan itu juga belum layak disebut sebagai sebuah prestasi. Sebab, proses keikutsertaan tidak melalui tahapan kualifikasi. Tampilnya Hindia Belanda kala itu, lebih dipengaruhi oleh situasi politik, bukan karena prestasi.
Karenanya tidak terlalu mengherankan, pasca 1938, cita-cita Indonesia untuk tampil berlaga pentas bergengsi Piala Dunia bisa disebut masih sebatas mimpi. Sepertinya hal itu hanya mungkin terjadi, jika Indonesia diberi kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia.
Dan Indonesia secara resmi sudah mengajukan proposal kepada FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Indonesia menantang Inggris, Jepang, Qatar, Rusia, Portugal, dan Spanyol. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mendaftarkan diri pada Januari 2009 lalu atau sehari sebelum batas waktu penutupan pendaftaran.
Indonesia sudah memenuhi salah satu syarat FIFA, yakni memiliki stadion berkapasitas lebih dari 80.000 penonton untuk pertandingan pembuka dan final. Stadion utama Gelora Bung Karno saat ini dapat menampung 88.000 suporter dan telah digunakan untuk turnamen internasional antara lain final Piala Asia 2007.
“Ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang PSSI untuk kejuaraan Piala Dunia,”kata PSSI dalam pernyataannya. “Kami masih punya waktu 13 tahun mendatang, jadi mengapa kami tidak memberanikan diri mencalonkan diri sebagai tuan rumah?” kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes, kala itu.
Keinginan kita menjadi tuan rumah Piala Dunia, merupakan hal yang wajar. Namun jika kita berkaca pada prestasi sepakbola Indonesia, kita juga perlu melakukan introspeksi lebih jauh. Berbekal prestasi yang sangat mengecewakan itu, sejatinya Indonesia belum pantas berkompetisi pada kompetisi seakbar Piala Dunia.
Jika kita ingin mewujudkan mimpi menjadi peserta dan atau tuan rumah Piala Dunia, mestinya yang harus segera dibenahi adalah standar kompetisi dan kualitas permainan para pesepakbola kita. Jika kompetisi dan kualitas pesepakbola kita masih begini-begini juga, kita harus rela tetap hanya sekadar menjadi penonton yang baik ketika musim Piala Dunia tiba.

Prediksi Piala Dunia 2010 : Argentina Juara !


Tak terasa penantian perhelatan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, turnamen terakbar sepakbola sejagad, sudah di ambang mata. Jumat (11/6) ini akan dilakukan pembukaan sekaligus pertandingan perdana mempertemukan tuan

Messi berpeluang bawa Argentina Juara Dunia 2010

rumah Afrika Selatan melawan Meksiko di Soccer City.
Jauh-jauh hari sebelum perhelatan World Cup digelar, sejumlah pengamat sepakbola di mancanegara dan Indonesia, menggunggulkan Spanyol dan Brasil sebagai negara yang paling berpeluang menggondol predikat juara. Unggulan berikutnya adalah Italia, Inggris, dan Jerman.
Jika berpedoman kepada hasil-hasil pertandingan kualifikasi Piala Dunia, prediksi tersebut cukup masuk akal. Pasalnya, Spanyol merupakan Juara Piala Eropa 2008, sedangkan Brasil seperti biasanya selalu tak pernah kekurangan sejumlah talenta pesepakbola berbakat, sehingga pemain sekaliber Ronaldinho pun, tidak masuk hitungan pelatih Carlos Dunga.
Adapun Italia sebagai juara bertahan memang layak diunggulkan. Namun dalam sejarah Piala Dunia, sejak era 70-an, tidak pernah ada sebuah negara yang mampu mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan. Karenanya, hampir mustahil Italia akan kembali tampil sebagai juara. Apalagi beberapa ujicoba yang dilakukan Tim Azzuri ini hasilnya juga tidak meyakinkan.
Dalam beberapa penyelenggaraan Piala Dunia selama ini, justru yang kerap tampil sebagai kampiun adalah tim yang diragukan dan kurang diunggulkan. Karena itu, tidak berlebihan jika saya memprediksi salah satu tim yang diragukan bisa berbicara banyak, yakni Argentina, bakal tampil mengejutkan dan kemungkinan besar akan tampil sebagai Juara Piala Dunia 2010 kali ini.
Banyak kalangan menilai, titik lemah Argentina kali ini berada pada sosok sang pelatih Diego Armando Maradona. Hasil racikannya yang membuat tim Tango ini terseok-seok di kualifikasi dan baru lolos di menit-menit terakhir, membuat banyak pihak meyakini, Maradona cuma jenius sebagai pemain dan tidak cukup piawai sebagai pelatih.
Namun saya meyakini Maradona sudah banyak memetik pelajaran dari hasil-hasil kurang memuaskan itu. Dengan materi pemain yang dimiliki, diyakini Argentina akan melangkah mulus dari hadangan lawan-lawannya di Group B, Nigeria, Korea Selatan dan Yunani.
Amunisi yang dimiliki Maradona di dalam timnya bisa disebut sangat mumpuni. Tentu yang paling mentereng di sektor depan, di sana terdapat striker terhebat di dunia, Lionel Messi. Plus sejumlah pemain haus gol Gonzalo Higuain, Carlos Tevez, Diego Milito, Sergio Aguero dan Martin Palermo.
Di sektor tengah juga terdapat nama-nama handal Javier Mascherano, Juan Sebastian Veron, Maxi Rodriguez, Javier Pastore. Lalu di belakang juga diisi bek-bek tangguh di antaranya Walter Samuel, Martin Demichelis, Gariel Heinze, dan Nicolas Burdisso. Titik lemah tim Juara Dunia 1978 dan 1986, mungkin berada di sektor kiper. Nama Mario Andujar, Sergio Romero, Diego Pozo, bisa disebut kualitasnya masih jauh dibanding dengan Casillas (Spanyol), Buffon (Italia), Julio Cesar (Brasil).
Tentu hampir semua tim memiliki kelemahan. Namun Argentina punya keuntungan, sebab hampir semua pemain inti yang dipanggil, tidak ada yang mengalami cedera seperti dialami Ferdinand (Inggris), Ballack, Adler (Jerman), Drogba (Pantai Gading), Robben (Belanda), dan Pirlo (Italia).
Keuntungan lain yang dimiliki Argentina adalah Messi. Pemain terbaik dunia 2009 ini dipastikan sangat bergairah ingin memberikan yang terbaik buat negaranya. Sebab, Messi menyadari sepenuhnya tanpa pernah merengkuh gelar Piala Dunia, seorang pesepakbola belum layak disebut legenda. Hanya dengan titel Piala Dunia di tangan, Messi akan mampu keluar dari bayang-bayang maestro dan pesepakbola terhebat sepanjang masa, Diego Maradona.