Menang tapi Kalah…..


lionel messi and his girl-friend, antonella

Puluhan juta pendukung atau fans Barcelona, pasti tengah uring-uringan, sebab tim besutan Josep ‘Pep’Guardiola itu, akhirnya tersungkur  dan gagal ke Final Liga Champions, setelah hanya bisa menang 1-0 saat berhadapan dengan Inter Milan di Nou Camp, Kamis dinihari lalu.

Menang tapi kalah…., itulah yang dialami tim berjuluk Azulgrana,  Barcelona. Kekalahan 1-3 ada leg pertama di kandang Inter, membuat kemenangan lewat gol semata wayang, Gerard Pique itu menjadi percuma belaka, sebab Barca kalah agregat 2-3.

Bagi pecinta sepakbola yang menyaksikan secara live pertandingan itu, tentunya tidak akan bisa membantah,bahwa Lionel Messi dkk memang menang di segala lini dalam pertandingan prestisius tersebut.

Hampir sepanjang pertandingan, anak-anak asuhan Guardiola mengurung barisan pertahanan Inter Milan. Tak heran, jika statistik ball possition sangat njomplang, 80 % berbanding 20 % untuk keunggulan Barcelona.

Namun kita juga mesti memberi apresiasi dan acungan jempol buat pelatih Inter Milan Jose ‘special one’Mourinho. Strategi pertahanan ala cattennacio yang diterapkannya mampu meredam gencarnya aliran serangan yang dilancarkan Xavi Hernandez dkk.

Lionel Messi yang biasanya gemar melakukan solo run membawa bola, nyaris tidak berkutik di bawahpengawalan ketat Esteban Cambiasso, Javier Zanetti dan Walter Samuel, yang notabene rekan senegara Messi (Argentina). Alhasil, hanya satu dua kali Messi memiliki peluang emas yang berhasil ditepis dengan jitu oleh kiper Inter, Julio Cesar.

FC Barcelona memang menang dalam pertandingan semi final kedua itu, tapi Inter Milan lah yang berhak melaju ke final dan akan berhadapan dengan Bayern Muenchen di Stadion Barnebeue Madrid, Mei mendatang. Inter menang karena memainkan negative football, menumpuk hampir semua pemainnya di jantung pertahanan, sehingga parapemain Barcelona kesulitan melepaskan tembakan ke mulut gawang.

Kemenangan memang tak selalu berarti keberhasilan, dan kekalahan juga tidak bermakna telah mengalami kegagalan. Hal ini tidak hanya berlaku dalam dunia olahraga, melainkan juga dalam berbagai dimensi kehidupan.Bahwa, semua yang kita alami dan rasakan harus senantiasa dijadikan pelajaran, agar semakin dewasa dan arif wicaksono melakoni hidup.

Kekalahan yang dialami hari ini, tidak boleh membuat patah arang dan meradang. Inter Milan boleh saja merasa senang telah sukses menyingkirkan Barcelona. Namun mayoritas penggemar sepakbola pasti sependapat, dari segi skill dan kepiawaian memainkan suguhan sepakbola nan menghibur, sejauh ini Barcelona masih tetap yang terbaik dibanding klub manapun di seantero jagad.

Jose Mourinho dengan strateginya yang brilian boleh saja telah sukses ‘mematikan’ pergerakan Lionel Messi, tetapi Messi tetaplah yang terbaik, dan jauh lebih baik dibanding pemain asuhan Mourinho, semisal Diego Milito dan Samuel Eto’o. Hari ini Mourinho boleh menepuk dada, tetapi bisa jadi esok, pasti akan terkena giliran, merana. Kalah dan menang, itu biasa. Yang penting, jangan menghalalkan segala cara meraih kemenangan.

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 30 April 2010, in Kehidupan, sport and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. hua….hua…hua…….. saya termasuk yg merana gara2 barca gagal masuk final… ini semua gara2 gunung yg meletus di eropa :((

    @mikekono : saya juga penggemar barca,
    so pasti sangat kecewa. bener bengat, perjalanan
    darat dari Barcelona ke Milan, pasti sangat melelahkan
    hingga mempengaruhi penampilan Barca 😦

  2. kalah dan menang itu biasa bang,
    barca boleh kalah
    tapi merekalah pemenang sesungguhnya
    maju terus messi 🙂

    @mikekono : setuju sekali,
    dari segi permainan, Barca lah
    pemenang sesungguhnya 🙂

  3. ..
    Roda selalu berputar ya bang..
    Kadang diatas kadang di bawah..
    Tahun kemaren barca dapat 6 gelar..
    Sekarang satu pun belum dapet..
    ..
    Kunjungan perdana, salam kenal bang..
    Kayaknya kita sering ketemu diblog bu Tuti ya.. 🙂
    ..

    @mikekono : walau belum dapat,
    saya yakin Barca akan keluarga sebagai
    juara liga Spanyol mengungguli Madrid 🙂
    salam kenal juga bro 🙂

  4. Kali ini saya benar-benar ‘mati gaya’ Bang, nggak bisa komentar …. hiks, hiks … 😥

    Sejak zaman prasejarah sampai tahun 2012 besok (kalau dunia bener-bener kiamat), sepak bola adalah dunia laki-laki. Saya kadang-kadang ngikutin sih, kalau ada piala dunia. Tapi selain World Cup … *geleng-geleng*

    Sebenarnya bisa sih, komen yang sok filosofis soal kalah menang, tapi …. nggak, ah. Nanti dibilang sok teu pula. Lagian toh sudah dibahas Bang Mike. Jadi kali ini saya nggelar tikar sambil keplok-keplok aja deh 😀

    Nah, itu Ata Septa … pasti karena ada nama Messi jadi kesasar kesini. Anak baik tuh Bang, suka ngasih kripik tempe ke semua orang (tapi minta dibalas pia keju … wakaka! 😀 )

    @mikekono : hehehe….dimaklumin dehhhh
    walau merasa gak bisa komen soal sepakbola,
    komen tutinonka tetap enak dibaca dan perlu 🙂
    btw, Si septa jadi anak baik, kan karena
    sering mendapat taushiyah dari Mbak Tuti
    🙂

  5. wahh kalo bolanya nggak ngerti lia..
    tapi suka banget dgn kata2 akhirnya.. karna menang atau kalah itu wajar….. dan ketika memakai cara yg salah,..
    kemenangan itu sudah tidak ada artinya

    salam

    @mikekono : sebetulnya sih, banyak juga
    perempuan yng suka sepakbola…..
    …..bener banget, kemenangan itu perlu
    tapi jangan dipaksakan 🙂

  6. memang sungguh kecewa saat nonton pertandingan itu, mas mike. barcelona memang benar, menang di segala lini, tapi strategi mourinho agaknya jauh lebih hebat ketimbang guadiolla. sayang, barcelona yang saya jagokan gagal ke final.

    @mikekono : wahhhh….ternyata mas sawali
    pria sejati, karena paham juga sepakbola,
    saya juga uring-uringan saat barcelona gagal
    btw, mourinho memang ‘special one’ 🙂

  7. aku ndak ikutan dech..

    soale yo ndak nonton

    tapi pemainnya cakep cakep yah :mrgreen:

  8. Masalah bola saya kurang paham bang 😀
    Tapi dalam postingan abang ini banyak filosofi yang bermanfaat ketika menyikapi saat menang dan kalah, bahwa saat menang bisa membuat kualifikasi meningkat, pada saat kalah bisa mendapat hikmah untuk bisa lapang dada untuk sportif dan semangat memacu lagi serta mengejar lagi ketinggalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: