Century dan Masa Depan Parpol


Akbar Faisal

Penantian panjang seputar hasil Pansus Hak Angket Century akhirnya berakhir juga, walau cenderung antiklimaks. Pendapat akhir yang disampaikan sejumlah fraksi beberapa hari lalu, bisa disebut mengecewakan.
Yang paling mengecewakan sudah barang tentu pendapat akhir Fraksi PAN, yang sama sekali tak menyinggung sedikit pun peran Boediono dan Sri Mulyani Indrawati, sehingga dedengkot PAN Amien Rais, disebut-sebut merasa sangat kecewa dengan kesimpulan FPAN.
Namun kekecewaan Amien ini pun sejatinya tidak beralasan. Mestinya sejak awal Amien sadar, bahwa mendukung Hatta Radjasa sebagai Ketua Umum PAN, konsekuensinya akan membawa PAN sebagai partai yang tidak akan mungkin bersikap frontal terhadap SBY.
Sebab, siapa pun tahu, Hatta Radjasa merupakan salah satu sosok anggota kabinet yang paling dekat dengan Presiden SBY. Karenanya, patut dipertanyakan juga, apakah Amien benar-benar kecewa atau tengah menyesali pilihan sikapnya mendukung Hatta pada Kongres PAN kemarin.
Selain pandangan akhir PAN yang mengecawakan, pandangan akhir Gerindra juga kurang memikat, karena tidak berani menyebut nama siapa saja yang bertanggung jawab dalam kasus Bank Century itu.
Kalau Fraksi PKB memilih sikap yang hampir relatif sama dengan Fraksi Demokrat, hal itu memang sudah bisa ditebak sejak awal. PKB, dalam berbagai momen penting, memang kerapkali menampilkan sikap safety, sehingga acap mengecewakan konstituennya. PKB, utamanya selama berada di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar, nyaris kurang terdengar gregetnya melakukan kritisi terhadap pemerintah. PKB, kelihatannya lebih mengutamakan kepentingan elite-nya.
Dalam perspektif suara rakyat, bintang utama dalam panggung penyampaian pandangan akhir itu, adalah Fraksi Hanura alias Akbar Faisal. Menyusul Fraksi Golkar, PDI Perjuangan dan PKS. Sebab, hanya keempat fraksi ini berani bicara terang benderang menyebut nama-nama yang patut diduga harus bertanggung jawab dalam merger dan bail-out Bank Century itu.
Jika saja pada minggu-minggu ini digelar Pemilu, kita meyakini dukungan suara kepada empat partai di atas (Hanura, Golkar, PDIP, dan PKS) akan meraih suara signifikan mengalahkan partai-partai yang cenderung kurang ‘keras’ itu, semisal Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Demokrat.
Diakui atau tidak, kesimpulan fraksi-fraksi itu dalam menyikapi kasus Bank Century tersebut, akan mengandung implikasi (positif dan negatif) terhadap masa depan 9 parpol yang berkiprah di senayan sekarang.
Kita haqqul yakin, rakyat akan menjadikan hal itu sebagai salah satu indikator dan tolok ukur, untuk melakukan penilaian, mana parpol yang benar-benar menyuarakan kebenaran dan mana pula parpol yang sekadar mengikuti kehendak sesaat (mempertahankan kekuasaan dan kepentingan para elite-nya).
Parpol yang menafikan apirasi rakyat itu hampir dapat dipastikan telah kehilangan momentum,  selanjutnya akan sulit meraih simpati rakyat di masa mendatang…!

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 28 Februari 2010, in Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Sulit dimengerti jika kebenaran tenggelam dalam lumpur politik.

    @mikekono : untunglah abanganda tak pernah masuk ke
    dalam lumpur itu, thanks bro🙂

  2. capek ju9a ban9 n9ikutin kasus ini😦

    yan9 benar jadi salah,yan9 salah jadi benar.

    ckckck…

    @mikekono : iya, capek….mending
    nonton film My Name is Khan aja….🙂

  3. Salam super-
    Salam hangat dari pulau Bali-
    memang dunia ini panggung sandiwara…

  4. Kadang logika politik kita nggak nyambung dengan logika politik rakyat. Bisa jadi, rakyat nggak peduli dengan kasus century. Yang penting mereka masih bisa makan. Jadi, dalam hal ini hitung2an belumjelas juga. Pengalaman JK yang kalah mutlak di Pilpres padahal tampil meyakinkan dalam debat2 menunjukkan bahwa suara elit perkotaan berbeda dengan suara mayoritas rakyat.

    Salam

    @mikekono : bener bro, bagi rakyat yang
    penting, dapur bisa ngebul dan anak
    bisa sekolah…..,tq bro🙂

  5. Tentang Amien Rais, bisa jadi sebenarnya dia sudah punya deal politik sendiri dengan SBY, sehingga ia mendukung Hatta sebagai Ketua PAN. Semua orang tahu kedekatan HAtta dengan SBY, kan. Nah, soal ‘ungkapan kekecewaan’nya akan sikap Fraksi PAN, jangan-jangan cuma ‘kedok’ saja, untuk menjaga citra dia sebagai tokoh reformasi. Memang kedengarannya hipokrit, di belakang setuju, di depan pura-pura mengecam, biar masih kelihatan sebagai pahlawan. Tapi yang namanya politik, apa yang nggak mungkin? (ah, Bang Mike pasti lebih tahu … )

    Sidang pleno dan paripurna DPR yang membahas kasus Bank Century semakin heboh Bang. Kok belum ditulis? Politikus-politikus dari PD, aduh … *geleng-geleng kepala dengan prihatin* 😦

    @mikekono : apa yang menjadi sikap PAN sekarang,
    semestinya juga telah mendapat ‘restu’ dari Amien
    dalam kapasitasnya selaku Ketua Majelis Pertimbangan,
    kelihatannya dia menggunakan standar ganda
    btw, soal paripurna….memang bikin terpana
    thanks mbak tuti🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: