Evaluasi Kabinet Sebuah Keharusan


Rencana evaluasi koalisi menjelang berakhirnya program 100 hari pemerintahan SBY memunculkan dorongan agar ada keputusan tegas terkait etika dan komitmen koalisi. Sikap Golkar dan PKS yang dianggap publik keluar dari etika koalisi harus mendapat perhatian serius SBY.

Evaluasi akan menjadi warning. Ketegasan dengan segala risiko harus diambil. Jangan dibiarkan mengambang, karena ini terkait dengan kepentingan bangsa yang lebih besar,” kata pengamat politik dari UGM Arie Sudjito, kemarin.

Apa yang dikemukakan Arie Sudjito itu memang benar adanya. Bahwa evaluasi terhadap koalisi sudah sepatutnya dilakukan SBY terkait dengan tidak kokohnya implementasi koalisi dalam kebijakan partai-partai, dalam mengamankan kepentingan Pemerintahan SBY.

Namun perlu pula ditekankan di sini, bahwa yang lebih penting dan mendesak saat ini adalah keharusan melakukan evaluasi kabinet, terkait dengan kinerja anggota kabinet. Dengan kata lain evaluasi koalisi, tidak semata-mata didasari kepentingan politis.

Yang perlu dicermati SBY dalam menjalankan roda pemerintahannya ialah melakukan evaluasi terhadap raport para menteri setelah melewati program 100 hari kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Siapapun menteri, yang dalam 100 hari menjabat sebagai menteri, ternyata terbukti tidak becus dalam menjalankan tugas sesuai arahan Presiden, sudah sepatutnya diberi ganjaran sesuai dengan prinsip reward and punishment.

Sebaliknya, mereka yang terbukti berprestasi, selain mesti dipertahankan, bahkan kalau perlu dipromosikan menduduki jabatan lebih tinggi. Dengan demikian, pertimbangannya bukanlah mengacu pada komitmen koalisi, melainkan lebih pada pertimbangan prestasi.

Sebab, jika hanya mendasarkan pada kepentingan koalisi, dikhawatirkan evaluasi itu akan mengorbankan seseorang, yang notabene sejatinya memiliki kapasitas andal dalam mengemban jabatan menteri di kabinet.

Atas dasar itu pula, kita merasa sedikit kecewa dengan pernyataan Presiden SBY, yang menyebutkan dirinya terkesan diadu domba, terkait dengan munculnya sinyalemen Menteri Keuangan Sri Mulyani akan diganti, berkenaan dengan semakin derasnya pengusutan kasus Bank Century oleh Pansus Angket DPR-RI.

Kalau Menteri Keuangan Sri Mulyani memang terbukti bersalah dalam bail-out Century yang menguras uang negara Rp 6,7 Triliun, merupakan hal yang lumrah dan sangat logis, bila yang bersangkutan dimintai pertanggungjawabannya.

Lagi pula semakin gencarnya pengusutan kasus Bank Century itu, betapapun telah menyita waktu dan menguras pikiran sang ibu menteri. Jadi, bisa dipastikan hal itu potensial akan dapat mengganggu konsentrasi Menkeu dalam menjalankan tugasnya.

Karenanya bila evaluasi kabinet berhubungan dengan program 100 hari itu dilakukan, tidak terlalu keliru bila Menkeu Sri Mulyani, termasuk di dalamnya. Evaluasi serupa tentu harus pula dilakukan terhadap anggota kabinet lainnya, yang terbukti tidak optimal dalam menjalankan tugasnya.

karikatur dari sini

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 22 Januari 2010, in Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Sepertinya tugas itu ada yang menangani khusus tiap bagiannya jadi tidak mengganggu tugas pokok, dan kabinet harus berasal dari SDM yg berkualitas dari pendidikan, moral, kejujuran dan komitmen, kalo semua berkasus kapan mau bangun negri ini?

  2. Evaluasi itu penting, bukan hanya untuk mengetahui sejauh mana progress, tapi juga mengntisipasi kalau ada program yg mandeg atau bermasalah…sebelum jadi lebih rumit masalahnya…

  3. Semoga evaluasi yang bakal dilakukan itu tidak sekedar bumbu penyedap saja, tapi benar-benar dijadikan sebagai titik tolak pembenahan kepemerintahan untuk menjadi lebih baik..

  4. moga pemerintahan makin baik ^_^

  5. sebelum evaluasi kabinet…, yang pertama harus dievaluasi dulu adalah Presidennya…

    jangan sampai evaluasi kabinet berakhir dengan munculnya kambing hitam atas kesalahan yang dilakukan oleh Presidennya…

  6. yan9 terpentin9 jan9an merasa bahwa suda melakukan yan9 terbaik dans uda sesuai,karea kenyataannya tidaklah demikian..

    semo9a om bamban9 ech SBY bisa lebih bijak dan te9as….

  7. Salam Super-
    Salam Hangat dari pulau Bali-
    saya percaya kalau pemimpin itu cerminan yang dipimpin,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: