PAN, Tergantung Maunya Amien


Partai Amanat Nasional (PAN) kelihatannya masih terlalu tergantung pada apa maunya Amien Rais (AR). Apa pun yang menjadi kehendak mantan Ketua PP Muhammadiyah itu, pasti itu yang bakalan terjadi.

Bukti terbaru adalah hasil Kongres PAN di Batam, yang dijadwalkan berlangsung 8 hingga 10 Januari 2010, namun berakhir lebih cepat dari jadwal. Sebab pemilihan Ketua Umum dilakukan secara aklamasi alias berakhir dengan antiklimaks.

Berbekal dukungan Amien, Hatta Radjasa terpilih secara aklamasi dan pesaingnya Dradjat Wibowo, berkat campur tangan Amien pula, merasa puas duduk sebagai Wakil Ketua Umum. Selanjutnya, sang decision maker, kembali duduk sebagai Ketua MPP.

Harus diakui, Amien memang berada di balik lahirnya PAN. Partai berlambang matahari tengah bersinar dengan dasar warna biru itu dideklarasikan di Jakarta pada 23 Agustus 1998 dihadiri sekitar 50 tokoh nasional. Mereka yang hadir dalam deklarasi PAN itu antara lain Amien Rais, Goenawan Mohammad, Abdillah Toha, Rizal Ramli, Albert Hasibuan, Toety Heraty, Emil Salim, Faisal Basri, AM Fatwa, Zoemrotin, Alvin Lie Ling Piao, dan lainnya.

Setelah dideklarasikan, Amien kemudian dipercaya sebagai Ketua Umum dan Faisal Basri sebagai Sekjen. Di tengah jalan, Faisal Basri kemudian menyatakan mundur dan posisinya digantikan Hatta Radjasa. Itu artinya, Hatta sejak lama memang dekat dengan Amien Rais.

Kendati begitu pada Kongres PAN di Semarang tahun 2005, Hatta Radjasa yang kala itu mencalonkan diri sebagai Ketua Umum, tidak mendapat restu dari Amien. Sebab, saat itu dia lebih menginginkan Soetrisno Bachir (SB) sebagai pengganti dirinya. Dan benar saja, walaupun pesaing SB kala itu cukup kuat semisal Fuad Bawazier, Prof Didik J Rachbini, Hatta Radjasa, Afni Achmad, berkat dukungan penuh Amien, SB kemudian sukses meraih posisi sebagai Ketua Umum PAN.

Kendati pada awalnya kepiawaiannya berpolitik diragukan banyak kalangan, ternyata SB cukup sukses memimpin PAN. Terbukti perolehan suara PAN di masa kepemimpinannya mampu masuk ke dalam lima besar parpol hasil Pemilu 2009.

Namun pasca Pemilu legislatif dan menjelang Pilpres 2009, hubungan SB dan AR, cenderung merenggang. Kuat dugaan hal itu terjadi, karena SB sejatinya ingin melepas kan diri dari bayang-bayang AR, dan ingin lebih mandiri, tanpa terlalu banyak dipengaruhi AR, dalam menentukan dukungan pada Pilpres 2009.

Alhasil hubungan SB-AR kemudian terus menjauh dan tak lagi mesra seperti dulu. Buntutnya bisa dilihat dalam Kongres PAN di Batam, keberadaan SB selaku Ketua Umum, kelihatannya cenderung dipinggirkan. Ini sungguh ironis.

Begitulah politik. Amien memang hebat dan seorang tokoh reformis. Namun beberapa langkahnya dalam memenej PAN, agaknya perlu juga dikritisi. Kongres PAN Batam yang berakhir aklamasi itu, apapun pertimbangannya, tetap kurang menggembirakan dari perspektif demokrasi.

Kontribusi AR memang masih sangat dibutuhkan kader PAN, tetapi demi perkembangan organisasi ke depan, sudah saatnya Amien memposisikan diri sebatas figur di belakang layar, dan tidak perlu lagi berperan terlalu dominan dalam menentukan, siapa harus menjadi apa dalam struktur kepengurusan PAN.

foto dari sini

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 11 Januari 2010, in Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. Di organisasi manapun sudah seharusnya ada regenerasi dan kaderisasi, yg tua hrus mgalah dan mmberikan tongkat kpemimpinannya ke yg lebih muda..

  2. Saya juga membaca dari media masa …
    Bagaimana proses pemilihan itu berlangsung …
    Kok bisa aklamasi begitu ya Bro …

    Jika akan aklamasi …
    Mengapa Pak Hatta dan juga Mas Drajad aktif menggalang dukungan ya … ?

    Yang jelas …
    Apapun itu …
    Semoga kedepan partai ini akan menjadi lebih baik lagi

    Salam saya Bro …

  3. Kalau aklamasi begitu, mendingan tidak usah ada kongres. langsung tunjuk saja.
    dan apa jadinya kalau Amien Rais sudah tidak ada??
    Ah politik…… bingung saya :mrgreen:

  4. wah..pak amien masih menjadi ikon dan harga jual PAN..jadi masih harus eksis donk

  5. salam kang 🙂 apa kbrnya ? semoga selalu sehat ya 🙂

  6. jadi inget mbak wanda hamidah yg lagi giat2nya di politik 🙂

  7. iyah bener ju9a yah,klu akhirnya akLmasi knapa ada kon9res?

    mun9kin pak AR masih berat menin99alkan PAN secara utuh ya ban9 mike ..

  8. Padahal itu merugikan PAN…
    Dulu saya pernah suka PAN…
    Belakangan kok orang-orang yang baik, keluar dari sana…menjadi berpikir juga….

  9. mengucapkan selamat atas terpilihnya pak hatta rajasa sebg ketua umum pan. semoga pan makin eksis.

  10. tidak semua orang bisa degan legowo jadi figur dibelakang layar bang….apa kabar? lamo tak say hello 🙂

  11. reformis bergaya Soeharto…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: