Kegelisahan pun Menggurita…!


  Sedikitnya terdapat dua peristiwa menonjol yang cukup menyita perhatian hampir seluruh rakyat Indonesia, beberapa hari lalu. Pertama, seorang penonton sepakbola di Stadion Senayan, tiba-tiba nekad masuk ke lapangan saat Indonesia tengah bertanding dengan Oman, yang berakhir dengan kekalahan para pesepakbola kita.
          Kedua, anggota DPR-RI Ruhut Sitompul dan Gayuus Lumbun bersitegang urat leher dalam rapat Pansus Bank Century, sampai mengeluarkan kata-kata yang cuma pantas diucapkan orang-orang tidak terhormat dan kurang bermoral.  
          Apa yang dilakukan penonton sepakbola itu, tiada lain merupakan potret dan fenomena merebaknya kegelisahan. Gelisah dan kecewa karena ekspektasi berlebihan (ingin melihat Indonesia menang), berujung pada kekecewaan. Sebab faktanya Indonesia justru dipecundangi Oman 1-2.  
         Sebaliknya, apa yang dipertontonkan Ruhut Sitompul dan Gayuus Lumbun, juga diakibatkan kegelisahan, karena merasa kepentingan (politiknya) terganggu. Alhasil mereka juga sukses membuat rakyat gelisah atas perilaku memalukan yang mereka pertontonkan.
          Kegelisahan memang tengah menggurita di negeri ini. Kegelisahan ada di mana-mana. Para karyawan gelisah karena ancaman PHK, sementara kalangan industriawan juga gelisah karena khawatir tak bisa eksis akibat tekanan perdagangan bebas.   Dan kegelisahan juga melanda orangtua, yang semakin khawatir dengan masa depan anak-anaknya di negeri ini.             

Gelisah, resah, dan ketidakpastian memang sepertinya tengah melanda negeri kita. Simpang siur di seputar kasus Bank Century, serta tidak jelasnya apa skala prioritas Pemerintah saat ini, mendorong munculnya sikap apatis di tengah rakyat kita.                  

Ketidakpastian hukum, ketidakpastian masa depan, serta semakin tidak jelasnya arah kebijakan Pemerintah dalam menyikapi berbagai persoalan krusial yang melanda negeri kita belakangan ini, telah semakin memperkuat perasaan gelisah itu.
         Gelisah pun menggurita…..,apatisme melanda. Perasaan yang menggelayuti rakyat tersebut, bisa jadi akan semakin menggurita, bila eksekutif, legislatif, yudikatif, tetap abai mengoptimalkan tugasnya di bidangnya masing-masing.
        Eksekutif sudah sepatutnya lebih giat merealisir program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat, legislatif selayaknya bekerja serius memperjuangkan aspirasi rakyat, dan yudikatif konsisten memberikan rasa keadilan bagi rakyat. Bila hal ini tak dapat diwujudkan, dipastikan kegelisahan akan tetap menggurita dan melahirkan derita….!

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 8 Januari 2010, in Budaya, Kehidupan, Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Ternyata gurita bukan cuma ada di Cikeas ya Bang, tapi juga di seluruh hati rakyat Indonesia … 😦

    Kalau saya bukan gelisah lagi Bang, tapi sudah mendekati ke putus asa. Putus asa melihat perilaku para penguasa. Begitu enaknya mereka mendahulukan kepentingan sendiri tanpa memikirkan kepentingan rakyat. Mobil menteri yang harganya 1,3 milyar itu bikin sesak di dada. Bahkan Perdana Menteri Jepang, negara yang jauh lebih kaya dari Indonesia, dan produsen mobil pula, memakai mobil yang harganya cuma separuh harga mobil menteri di Indonesia.

    Tapi perilaku penonton sepakbola yang menggiring bola sendirian ke gawang Oman itu benar-benar menghibur dan membuat kita tertawa terpingkal-pingkal ya Bang. Cepet juga loh larinya, nggak terkejar oleh petugas keamanan. Bolanya juga nggak lepas dari kaki. Lucunya lagi, kiper Oman serius banget mempertahankan gawangnya …. padahal dibiarkan pun golnya pasti akan dianulir to? Hehe .. 😀

    @mikekono : berarti kita sama dong ;
    sama-sama gelisah….,melihat polah penguasa
    yang tak jua berubah, dan lebih banyak
    bertingkah……,tak ingat rakyat yang
    semakin susah….. 😦

  2. Sangat memprihatinkan, dan lucu banget ya jadinya fenomena fenomena itu 😀

    @mikekono : lucu….
    ironis….dan memprihatinkan 😦

  3. Sayang tak melihat pertandingan sepak bola.

    Namun saya melihat kegelisahan di sekitar kita, dan rasa putus asa menghadapi ketidakpastian.
    Namun kita sendiri harus tetap semangat, karena diantara rasa gelisah itu, harus meningkatkan potensi diri guna mengatasi tantangan. Tanpa semangat, kita akan terkena arus gelisah ….yang tidak produktif.
    Semoga kita bisa mengatsi dan berbuat baik…

    @mikekono : betul sekali mbak,
    walau sedang gelisah, kita harus
    tetap semangat dan harus bertindak sendiri
    meningkatkan kesejahteraan pribadi…..

  4. indonesia saat ini sedang parodi..
    masyarakat yg jadi penontonnya..
    ada yg buat kesel.. tapi juga ada yg buat tersenyum…

    mereka adalah saudara2 kita…
    hehe…

    mengenai pembangunan, saya sudah capek dengan kata-kata pembangunan. pembangunan di indonesia (maaf) terlalu sentralistik.. lihat bagaimana tertinggalnya papua yang konon freeport perusahaan tambang besar di dunia ada di sana…

    lihat aceh yg gasnya dikeruk habis2an..tapi saat saya ke salah satu kota di sana 1 atau 10 tahun yg akan datang akan sama saja…
    tapi lihat jakarta.. yg tidak menyumbangkan apa2..hanya kebetulan orang-orang elite ada di sana.. pembangunan berjalan bak kereta cepat di jepang…
    ‘hanya melihat faktor ekonominya saja…hufff….capeee dehhh 😀

    @mikekono : betul bro,
    Indonesia ibarat parodi…
    tapi lebih sering bikin penontonnya
    kesel dan sebel……

  5. Itu mencerminkan, kalau emosi yang didahulukan.. hilang sudah akal sehat.

    @mikekono : kl akal sehat hilang,
    yang muncul adalah kecenderungan
    menghalalkan segala cara….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: