2009 Mengecewakan, 2010 Mengkhawatirkan


Tahun 2009 telah berlalu, ditutup dengan kabar duka meninggalnya guru bangsa dan bapak pluralis Indonesia, Gus Dur. Tahun 2010 pun telah kita masuki. Bila menoleh ke belakang sejenak, harus diakui sepanjang tahun 2009 sangat banyak peristiwa yang patut dijadikan sebagai bahan refleksi dan kontemplasi.

Pada tahun 2009, bangsa Indonesia mengikuti perhelatan Pemilu Legislatif dan Pilpres. Pemilu legislatif di tahun itu dapat disebut sebagai tahun penegasan dominasi Partai Demokrat, yang sangat mendominasi hasil-hasil Pemilu di seluruh tanah air.

Pilpres 2009 juga tidak jauh berbeda, Demokrat dan sejumlah partai koalisi juga berhasil memenangkan kembali SBY sebagai Presiden RI untuk periode kedua. SBY dengan segala kelebihan dan kekurangannya ternyata masih dipercaya rakyat.

Sayangnya di tahun kedua kepemimpinannya, SBY kembali disambut dengan aneka macam bencana. Dan yang paling fenomenal tentunya gempa di Sumatera Barat. ‘Gempa’ lainnya adalah gonjang-ganjing seputar kriminilasasi KPK, yang menyebabkan Polri-Kejaksaan menjadi bulan-bulanan.

Lalu ‘gempa’ yang tak kalah dahsyat adalah terkuaknya dana talangan Bank Century Rp 6,7 Triliun, yang menyebabkan dua orang kepercayaan SBY (Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani), menjadi sasaran kecaman banyak kalangan, karena keduanya dianggap paling bertanggung jawab.

Tahun 2009, boleh disebut sebagai tahun mengecewakan dan kurang menggembirakan dari segi prestasi bangsa di berbagai bidang. Di bidang olahraga tak ada kemajuan, di bidang ekonomi jalan di tempat, di sektor penegakan hukum mengecewakan dan dalam aspek demokrasi pun tidak terlalu menggembirakan.

Disebut sebagai tahun mengecewakan, sebab sepanjang tahun 2009 ini tidak ada prestasi Indonesia yang bisa dibanggakan. Tertangkapnya Noordin M Top mungkin bisa disebut sebagai sebuah prestasi. Tapi hal itu seakan tertutupi oleh banyaknya kasus-kasus pengabaian rasa keadilan dan kemanusiaan yang melanda negeri.

Karena itu wajar bila banyak kalangan cukup was-was menyambut kedatangan tahun 2010. Tahun 2010 patut disebut sebagai tahun mengkhawatirkan. Kita khawatir karena kepemimpinan duet SBY-Boediono, kelihatannya mulai diragukan dan dianggap tidak secemerlang duet SBY-JK.

Boediono terkesan kurang mampu ‘menutupi’ kelemahan SBY. Wapres yang satu ini dinilai memiliki bargaining position sangat lemah di hadapan Presiden SBY, sehingga dia terlihat seperti ragu-ragu dalam berbuat sesuai dengan apa yang diinginkannya, sebab sudah pasti dia tidak akan ‘berani’ melangkah tanpa restu SBY.

Diakui atau tidak, duet SBY-JK masih lebih baik. Sebab JK memang manusia kerja yang selalu kreatif dan aktif dalam menggulirkan ide-ide brilian, blak-blakan, dan selalu bertindak cepat sesuai mottonya : lebih cepat, lebih baik. Tak berlebihan bila kini banyak yang merindukan JK.

Kendati kita memendam kekhawatiran menghadapi tahun 2010, namun sebagai anak bangsa, kita tetap berharap semoga duet SBY-Boediono, bisa lolos dari berbagai ganjalan politis terkait kasus Bank Century, selanjutnya segera membuat sejumlah gebrakan positif demi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Kepada segenap masyarakat di seluruh Indonesia, kita serukan agar mampu melakukan refleksi dan introspeksi demi kehidupan yang lebih baik di dunia dan kehidupan abadi di akhirat kelak. Amien….

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 30 Desember 2009, in Budaya, Kehidupan, Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. halo, bang. apa kabar? lama tak berkunjung. abis beberapa waktu yang lalu blog ini sempat mandeg. mudah-mudahan bang agus sehat walafiat.

    tahun 2009 memang lumayan mengecewakan dari segi prestasi bangsa. tapi sesungguhnya banyak yang belum selesai, yang insya allah akan dieksekusi pada tahun depan. jadi tetap optimis!

    malam tahun baru di depan laptop aja, bang? sama dong. hihi. *nyari teman*

  2. OPTIMISSS aja bang…OK?
    selamat tahun baru 2010
    willingness to do more!!!

  3. SELAMAT TAHUN BARU 2010…HIDUP BARU DAN SEMANGAT BARU BUAT KITA SEMUA…SALAM SUKSES SELALU…

    ***BABESAJABU***

  4. Terkadang…yang ditulis adalah hal yang hanya kekurangannya…mungkin jika semua ditulis, apa prestasi dan apa yang belum selesai akan lebih seimbang….

    Saya berharap, ke depan segenap masyarakat lebih memprioritaskan pada perkembangan bangsa, ekonomi dan kehidupan bermasyarakat…

  5. Saya setuju tulisan Bang Mike, bahwa Boediono tidak bisa dibandingkan dengan JK. Dari ‘sejarah’ pengangkatannya saja, kita bisa melihat bahwa jabatan Wapres itu adalah ‘pemberian’ SBY. Boediono tidak berkeringat untuk menduduki kursi Wapres. Ini sangat berbeda dengan JK, yang punya andil besar dalam kemenangan duet SBY – JK pada pilpres 2004.

    Menurut catatan saya (halah, emang mencatat? 😀 ), kekecewaan rakyat yang paling menonjol pada tahun 2009 adalah berkaitan dengan kasus hukum dan keadilan bagi masyarakat luas. Juga korupsi-korupsi besar yang masih belum tertangani secara tuntas.

    Bagaimana dengan tahun 2010? Saya tak tahu, mudah-mudahan saja ada perubahan sikap politik SBY menuju ke arah yang lebih baik.

  6. betul bang Mike….
    kok hanya sibuk Century dan saudara2 nya …kok tidak segera bergegas ngurusi rakyat yang susah…E..e..malahan pembagian mobil mewah….yang harganya luar biasa mahal.
    Thn 2010 harus lebih baik….para petinggi harus sensitif dengan permasalahan rakyat …yang masih banyak menderita….

  7. amiennn..

    tapi selalu ada harapan yan9 lebih baikkan ban9?

  8. Langkah yang meragukan dan menimbulkan berbagai penafsiran ganda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: