Kebanggaan Asia, Kebanggaan Kita ?


Ketika pertandingan digelar antara Manny ‘Pacman’ Pacquaio (Filipina) dengan Miguel Cotto dan disiarkan langsung salah satu televisi swasta kita, saya ikut deg-degan dan ikut berharap agar Manny memenangkan pertandingan itu.
Akhirnya Manny benar-benar hebat dan memang patut dibanggakan. Dia sukses mempecundangi Cotto dan membuat petinju yang bertubuh lebih tinggi dan besar itu, benar-benar tidak berdaya, dan mesti tunggang langgang menghadapi serbuannya. Alhasil Cotto dinyatakan kalah Technical Knock Out (TKO) di ronde terakhir (12).
Lalu apa pentingnya kemenangan itu buat kita (bangsa Indonesia) ? Sesama bangsa Asia, sudah sepatutnya kita ikutan bangga dengan prestasi gemilang Manny Pacquaio tersebut. Ternyata, bangsa Asia tak kalah hebat dibanding bangsa Amerika dan Eropa.
Bahkan petinju Asia (Manny Pacquaio) justru telah mencatat prestasi luar biasa, menciptakan sejarah baru sebagai petinju Asia pertama yang pernah meraih enam gelar juara dunia dalam kelas berbeda.
Memang Indonesia juga punya juara dunia dalam diri Chris John, yang baru beberapa waktu lalu mempertahankan gelarnya di Amerika Serikat. Tetapi tetap saja kehebatan Chris John kelihatannya belum ada apa-apanya dibandingkan dengan prestasi yang ditorehkan petinju Filipina tersebut.
Mengapa ? Pasalnya Manny Pacquaio mencatat prestasi gemilang mengalahkan lawan-lawannya di negeri Paman Sam (AS) dengan lawan yang benar-benar kelas satu, serta dengan kemenangan yang selalu meyakinkan, berhasil menjatuhkan lawan-lawannya (kemenangan KO dan TKO).
Sebaliknya kendati berstatus sebagai juara dunia dan belum pernah mengalami kekalahan, Chris John belum punya nama mentereng di Amerika, sebab mayoritas kemenangan yang ditorehkannya lebih banyak diraih di kandang sendiri, dan kebanyakan pula dengan kemenangan angka.
Chris John memang hebat, sayangnya dia tidak memiliki pukulan mematikan (killing punch) seperti halnya Pacquiao. Alhasil pertandingan Chris John kurang begitu memikat dan memiliki nilai jual di negeri pusatnya tinju, Amerika Serikat.
Manny Pacquiao adalah kebanggaan Asia. Lalu, apakah yang masih bisa dijadikan sebagai ikon kebanggaan kita ? Selama ini, bangsa Indonesia membanggakan prestasi olahraganya di dunia lewat bulutangkis. Sayangnya, sejak lima tahun terakhir ini, prestasi kita di bidang yang selalu diandalkan itu, kini telah meredup. Kita sudah terlalu jauh tertinggal dibanding China, bahkan melawan Malaysia pun sudah sering keteteran.
Begitu juga dengan prestasi di Sea Games, dalam beberapa dekade terakhir ini cenderung mengalami penurunan. Jangankan mengejar posisi Juara Umum, untuk meraih posisi tiga besar saja pun sulitnya bukan main.
Ke depan sudah seharusnya kita kembali memantapkan pembinaan dalam bidang olah raga atau bidang lainnya, yang potensial dijadikan sebagai kekuatan yang dapat memberi kebanggaan Indonesia di dunia internasional. Dalam hal ini sudah sepatutnya pembinaan olahraga kita harus benar-benar dikelola secara profesional.
Pembinaan dan pimpinan induk olahraga sudah sepatutnya dipercayakan kepada mereka yang benar-benar faham tetek-bengek olahraga, tidak lagi seperti selama ini acap campur aduk dengan kepentingan kekuasaan. Cuma dengan cara itu, kita akan mampu membangun jatidiri dan kebanggaan kita sebagai sebuah bangsa.

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 17 November 2009, in Budaya, sport and tagged , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. kalo negara memberikan perhatian lebih ya pasti akan ada dampaknya. kalo nggak ya kayak gini deh.

    @mikekono :
    sayangnya, perhatian lebih
    itu gak kelihatan smp sekarang😦

  2. Kalau kita baca soal kericuhan pimpinan di PBSI, PSSI, dan persatuan-persatuan olah raga lainnya, memang sulit mengharapkan olah raga kita bisa maju. Sistem pembinaan kayaknya harus dievaluasi dan direkonstruksi kembali.

    Di China, calon atlet sudah mulai masuk ke pelatnas pada usia yang masih sangat muda, 5-6 tahun. Mereka berlatih dengan sangat serius, karena persaingan untuk menjadi atlet nasional ketat sekali. Tapi kalau bisa lolos menjadi atlet nasional, kehormatan seluruh keluarga akan terangkat, dan masa depan mereka terjamin. Itulah sebabnya mereka all out berlatih, karena memiliki motivasi yang sangat kuat.

    Wah, pengamat tinju juga ya Bang? Suka bertinju juga? Waduuh …. nggak berani dekat-dekat nih 😀

    @mikekono :
    itulah kelemahan kita,
    seringkali pimpinan induk olahraganya
    lebih menonjol ketimbang prestasinya,
    jabatan di situ pun dikejar sekadar
    demi prestise belaka, akhirnya
    pembinaan jalan di tempat….
    btw, walau suka tinju,
    kl ninju Mbak Tuti, pasti gak berani lah…

  3. sayan9na diindonesia para olahra9awan/wati belum mendapat pen9har9aan yan9 layak yah ban9 mike..

    aku nda suka tinju ban9,kasian liatna..

    @mikekono :
    iya, sangat disayangkan itu
    so, sukanya apa wi3nd ?

  4. Lebih bangga lagi kalo petinju kita bisa berprestasi kayak si Pacman. Siapa menyusul Chris Jon?

    @mikekono :
    yesss…..bener buanget itu
    tq bro 🙂

  5. Berharap Indonesia yang menjadi juara🙂
    tapi Asia pun bagian dari kita, kita patut bangga pula

    @mikekono :
    ya…..kita berharap begitu,
    semoga anny jg bs membanggakan
    bagi bangsa…

  6. heheh blue juga bangga dengan atlet kita
    salam hangat selalu
    pa cabar bang

    @mikekono : bangga jugalah dikit..
    kabarnya masih biasa aja mas….

  7. lha..iya…heran ya…dari penduduk lebih dari 200 juta…apa ya..nggak ada yang baik?/…sehingga nasib dan posisi kita pada prestasi olah raga sangat lemah.
    Siapa yang slah ya…??

    @mikekono : ya, sangat mengherankan…
    yang pasti, salahnya para
    pembina olahraga kitalah itu….hmmmm

  8. Waduh … kalau komen teman-teman pada nggak dijawab (alias dianggap angin lalu), kayaknya bener-bener bakal pada berlalu deh Bang …😦

    @mikekono :
    alaaaaamak…….
    jangan sampai berlalulah…..
    please dehh….😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: