Trauma……….!


TraumaBencana tsunami, gempa, banjir, kebakaran, yang seakan bertubi-tubi melanda negeri ini, tak ayal telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Ada trauma di mana-mana.

Mereka yang belum terkena bencana, juga dilanda trauma. Lebih-lebih lagi mereka yang mengalami kehilangan rumah, anak, dan kaum kerabatnya. Seorang teman menuturkan, cuma tempat tidurnya saja bergoyang,  dia merasa takut, membayangkan seolah terjadi gempa.

Hujan deras yang melanda kota Medan hampir setiap sore hingga malam selama sebulan terakhir ini, juga menimbulkan trauma. Ada ketakutan mendengar bunyi petir yang menggelegar, apalagi hujan deras itu hampir selalu disertai angin kencang.

Ya, kini trauma ada di mana-mana. Trauma karena terancam PHK, trauma karena korupsi belum juga bisa diberantas tuntas, trauma karena dizhalimi penguasa, trauma karena para politisi tak kunjung bisa dipercaya, trauma karena fitnah, juga trauma karena dikhianati pacar, istri dan suami.

Munculnya rasa trauma itu, di satu sisi memang bisa jadi disebabkan oleh masih lemahnya kualitas iman seseorang. Sebab, sesungguhnya kematian, jodoh, rezeki, sudah diatur oleh Sang Khaliq, Allah azza wa jalla.

Tetapi trauma itu juga bisa jadi disebabkan kelemahan kita bersama. Pemerintah kita lemah dalam hal antisipasi. Sudah begitu banyak terjadi bencana, tetapi selalu saja terlambat memberi bantuan. Penggalangan dana sangat cepat dilakukan, tapi penyaluran bantuan sangat lamban dan bertele-tele.

Ancaman banjir misalnya, bisa dicegah dengan semakin menggalakkan reboisasi dan memberangus illegal logging serta mencegah penumpukan sampah secara sembarangan. Ternyata hal itu juga belum maksimal dilakukan.

Entah sampai kapan rasa trauma itu terus menghantui banyak orang di negeri ini. Semoga para hambaNya tidak terus larut dalam kealpaan dan bangga terhadap dosa-dosanya, agar DIA bisa memaafkan dosa-dosa kita, dan tidak lagi memberi ‘jeweran’ berupa bencana yang mengerikan. Allahu A’lam bish-shawab !

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 12 Oktober 2009, in Budaya, Kehidupan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. waduh..semoga bagi orang2 yang tertimpa bencana bisa bangkit dari keterpurukan malah jangan trauma..nanti bangkit kembalinya susah…semoga doa saya menyertai mereka

  2. kita mesti nyiapin diri sbnrnya kapanpun dan dimanapun bgmn kondisi alam ini.. tapi memang ngebayanginnya aja tatut.. dan cuma berdoa dan berharap2 tdk terjadi..😦

    semoga.. saudara2 kita yg tertimpa bencana bisa bersabar (semoga kesabarannya bisa jd penebus dosa).. trauma memang penyakit yg mesti dilawan ya Bang.. biar kuat lagi menghadapi hari esok..😦

  3. saya baru terpikir dampak gempa juga menghilangkan lapangan kerja .. terima kasih infonya.

    silahkan berkunjung ke blog saya Richocean tentang Dini 9 Okt 2009 Lagi Sukabumi Tasikmalaya Gempa 5.2SR

    atau blog saya lainnya Richmountain

    salam …

  4. Trauma memang bisa menghinggapi siapa saja, oleh sebab apa saja. Bisa berupa trauma fisik, bisa pula berupa trauma psikis. Dua-duanya bisa dalam level berat maupun ringan. Trauma fisik berat akibat gempa misalnya, terjadi pada orang yang harus kehilangan anggota badan dan menderita cacat seumur hidup. Trauma psikis berat bisa sampai mengakibatkan seseorang terganggu jiwanya.

    Secara medis, pemulihan trauma dilakukan dengan memberikan pengobatan dan terapi-terapi fisik maupun mental. Secara psikologis, trauma bisa dihilangkan dengan sedikit demi sedikit menerima dan ‘berdamai’ dengan kondisi yang ada. Dalam hal ini, peran agama memang sangat penting. Orang yang memiliki iman kuat akan selalu bisa mengembalikan segala urusan kepada Yang Maha Kuasa, sementara orang yang tidak beriman akan mudah terjerumus dalam putus asa.

    (weew … komen saya kok serius banget …🙂 🙂 )

    Btw, semoga Bang Mike tidak pernah mengalami trauma apapun, selalu bahagia dan mensyukuri apa yang telah dikaruniakan Tuhan.

  5. Ini bukan karena trauma karena nggak jadi anggota dewan legislatif kan bang??:mrgreen: **ditabok bang Mike** Ampun bang, becanda kok!!:mrgreen:

    Tenang aja bang, semua orang pasti pernah punya pengalaman yang tidak mengenakan baik yang ringan maupun yang berat. Ketika kita keluar dari pengalaman yang tidak enak itu hanya dua alternatif di mana kita akan berada: menjadi seorang pecundang atau bisa menjadi orang yang lebih baik karena belajar dari pengalaman yang berharga. Mudah2an kita semua bukan termasuk kelompok yang pertama ya bang?

  6. Kita kayaknya memang harus selalu mempersiapkan diri, kehidupan semakin tidak mudah.
    Yang penting tetap semangat, dan tak menjadi depresi…kalau membayangkan terus yang serem2 ntar malah nggak bisa tidur.

    Berusaha yang lebih baik, dan berdoa…..

  7. Hmm…

    Aku juga trauma, Bang, dengan kondisi sekarang ini, terutama dengan terorisme. I sometimes sit in the food court, mengunyah makanan, hangout with friends… terus tiba-tiba kebayang gimana kalo seandainya ada ‘pengantin’ bom bunuh diri yang meledakkan isi tasnya di sebuah pusat keramaian…

    Jujur, aku takut banget, Bang..

    Memang benar seperti yang Abang bilang. Itu artinya kualitas keimananku dipertanyakan. Kalau aku memercayai Tuhan dan segala kehendakNya yang selalu baik buat semua umatNya, tidak sepantasnya aku merasa trauma…

    But hey… Aku masih seseorang yang musti belajar terus menerus dan mempertebal keimanan setiap harinya. Aku memang masih trauma sampai hari ini, tapi insyaAllah, dengan berjalannya waktu, sudah nggak trauma lagi…🙂

  8. trauma adalah wajar ban9,sifat alami dari manusia..
    tapi jika kita lebih merenun9 semua yan9 terjadi suda ada yan9 men9atur,setiap bencana yan9 terjadi,bukankah ulah manusia ju9a?karna mreka nda merawat lin9kun9an den9an baik….

    TUHAN pasti telah memperhitun9kan,semuanya…
    mari kita tin9katkan keyakinan diri padaNYA…

  9. Sudah menjadi takdinya negeri ini rawan bencana bang… yg penting sudah kah kita “siaga bencana”..
    Salam kenal
    Tukeran link yok…!
    Salam hangat
    C.U

  10. Kembali ke pola pikir kita… mau arif nggak dalam bertindak dan memperlakukan alam???
    Itu aja menurut saya.

  11. Ketahuilah bang, bahwa kasih sayang Allah terhadap hambanya itu lebih besar dari pada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

    Sama-sama berdoa ya bang🙂

  12. Aku trauma main arung jeram, Bang. Soalnya dulu pernah jatuh dan sedikit babak belur yang membuat heboh. Jadi sekarang agak sulit untuk memulainya.

  13. Dih! abang sekarang mainannya fesbuk! udah jarang main blog lagih! hihihihihi *padahal sendirinya juga gituh*

  14. Trauma itu saya pikir normal-normal saja …
    Dan yang lebih penting adalah bagaimana kita menanggulangi Trauma tersebut …

    Karena semua sudah ada yang mengatur …
    dan ikhtiar itu wajib hukumnya …

    Salam saya

  15. akibat ulah pemimpin, rakyat yang jadi korbannya…

  16. rasanya bencana yang datang bertubi-tubi tak lagi bisa disebut jeweran…
    terutama untuk umat yang sudah terlalu jauh larut dengan illah-illah yang lain…
    yang paling berat ketika agama justru dipertuhankan…
    tak lagi bernisbat pada ketauhidan…

  17. Salam bahagia!!! Apakah Anda Bapak / Ibu mengalami takut, trauma, depresi, KECANDUAN ROKOK, sulit tidur, mudah marah, KESULITAN BELAJAR, tidak percaya diri, sakit kepala, maag, kelebihan berat badan, sakit jantung, STRESS ??? atau ingin meningkatkan prestasi belajar, prestasi olahraga, SUKSES dalam BISNIS, KEHARMONISAN KELUARGA dengan GAYA HIDUP SEHAT tehnik pemberdayaan diri yang sangat mudah dan cepat ??? Dapatkan buku Inpirasional Spiritual Emotional Fredom Technique (SEFT) oleh Ahmad Faiz Zainuddin. – LANGSUNG BISA PRAKTEK- .- GRATIS BIAYA KIRIM*(syarat ketentuan berlaku) -.DISKON jika beli lebih dari 5 buku. KHUSUS 10 PEMBELI PERTAMA. HANYA UNTUK HARI INI SAJA. Buku SEFT @ Rp 200.000,- BELI – TRANSFER – KONFIRMASI – DAPAT BUKU SEFT. BCA 0900840012 an Sugeng Hariyanto Konfirmasi SMS 081703553601. BURUAN STOCK TERBATAS !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: