Monthly Archives: Oktober 2009

Trauma……….!


TraumaBencana tsunami, gempa, banjir, kebakaran, yang seakan bertubi-tubi melanda negeri ini, tak ayal telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Ada trauma di mana-mana.

Mereka yang belum terkena bencana, juga dilanda trauma. Lebih-lebih lagi mereka yang mengalami kehilangan rumah, anak, dan kaum kerabatnya. Seorang teman menuturkan, cuma tempat tidurnya saja bergoyang,  dia merasa takut, membayangkan seolah terjadi gempa.

Hujan deras yang melanda kota Medan hampir setiap sore hingga malam selama sebulan terakhir ini, juga menimbulkan trauma. Ada ketakutan mendengar bunyi petir yang menggelegar, apalagi hujan deras itu hampir selalu disertai angin kencang.

Ya, kini trauma ada di mana-mana. Trauma karena terancam PHK, trauma karena korupsi belum juga bisa diberantas tuntas, trauma karena dizhalimi penguasa, trauma karena para politisi tak kunjung bisa dipercaya, trauma karena fitnah, juga trauma karena dikhianati pacar, istri dan suami.

Munculnya rasa trauma itu, di satu sisi memang bisa jadi disebabkan oleh masih lemahnya kualitas iman seseorang. Sebab, sesungguhnya kematian, jodoh, rezeki, sudah diatur oleh Sang Khaliq, Allah azza wa jalla.

Tetapi trauma itu juga bisa jadi disebabkan kelemahan kita bersama. Pemerintah kita lemah dalam hal antisipasi. Sudah begitu banyak terjadi bencana, tetapi selalu saja terlambat memberi bantuan. Penggalangan dana sangat cepat dilakukan, tapi penyaluran bantuan sangat lamban dan bertele-tele.

Ancaman banjir misalnya, bisa dicegah dengan semakin menggalakkan reboisasi dan memberangus illegal logging serta mencegah penumpukan sampah secara sembarangan. Ternyata hal itu juga belum maksimal dilakukan.

Entah sampai kapan rasa trauma itu terus menghantui banyak orang di negeri ini. Semoga para hambaNya tidak terus larut dalam kealpaan dan bangga terhadap dosa-dosanya, agar DIA bisa memaafkan dosa-dosa kita, dan tidak lagi memberi ‘jeweran’ berupa bencana yang mengerikan. Allahu A’lam bish-shawab !

Iklan

Wanita Memang Materialis ?


Clint Eastwood & wife SMALL“Ada uang abang sayang, tak ada uang, abang ditendang”.Ungkapan ini sering diucapkan, dan kelihatan memang ada benarnya.

Coba perhatikan acara Take Him Out di televisi swasta, ketika seorang pria memperkenalkan diri sebagai seorang pengusaha sukses, dipastikan akan sangat banyak lampu menyala. Sebaliknya jika yang tampil cuma seorang guru atau seniman, hampir selalu tidak ada wanita yang mau menjadi calon pasangan mereka. Alaaamak….!

Dalam kehidupan rumah tangga juga demikian, saat suami tengah berjaya dan bisa memberi kemewahan, sang istri biasanya selalu happy dan memberi pelayanan terbaik bagi suaminya. Ketika suami terpuruk bangkrut, tak jarang sang istri mengajukan gugatan cerai. Nauzu billah min dzalik.

Ya, wanita memang materialistik atawa matre. Lihatlah misalnya di profil-profil fesbuk, sangat banyak kaum wanita yang sengaja bergaya di dalam mobil dengan mengenakan kaca mata hitam. Sejatinya itu memang tidak salah, tetapi fenomena itu memperlihatkan, kaum wanita memang selalu lebih nyaman dan merasa happy jika hidup bergelimang kemewahan.

Menyukai pria karena status kepangkatan dan hartanya, memang sah-sah saja. Tetapi, jangan sampai perasaan sayang itu, mendadak sontak pudar seketika, saat suami terpuruk atau tidak lagi berpenghasilan sebesar sebelumnya.

Cinta sejati adalah mencintai dalam keadaan apa pun. Mencintai saat kaya, dan tetap sayang saat tak lagi bergelimang harta. Sebab cinta yang sesungguhnya adalah selalu bersama sehidup semati, apapun konsekuensi yang dihadapi.

Dalam hal ini, kaum wanita perlu meneladani Tami, istri Pepeng, yang tetap setia merawat suaminya yang sudah hampir empat tahun dan hingga kini tetap dalam keadaan lumpuh.

Istri yang baik adalah mereka yang selalu tersenyum saat menyambut kepulangan suaminya, dan tak terlalu banyak menuntut dan membanding-bandingkannya dengan suami tetangga yang lebih makmur kehidupannya. Terimalah suami dan pacar Anda, apa adanya….!