Fesbuk Menyesatkan, Jika……


fbTerus terang mandegnya kreativitas saya menulis di blog plus mulai jarang blogwalking belakangan ini, antara lain dipengaruhi keberadaan facebook/ fesbuk.

Kendati begitu, saya belum sepenuhnya merasakan kenikmatan berfesbuk-ria itu. Blog tetap saya anggap sebagai media paling pas menuangkan ide dan gagasan, walaupun harus saya akui bakat menulis saya tidak sehebat Tutinonka, Jeunglala, Ratna Siti Respati, Jumria Rahman, Yessy Muchtar, Dyah Suminar, Toga Nesia, Nirwan Panjaitan, Mas Goenoeng, Om Trainer, Syawali Tuhusetya dan lainnya).

Cuma satu kelebihan yang mungkin bisa saya rasakan dari fb. Lewat fesbuk, kita bisa berkomunikasi lebih intens dengan teman-teman serta bisa pula berinteraksi dengan rekan-rekan yang kebetulan kurang piawai menuangkan pemikirannya dalam tulisan panjang dan sistematis.

Tetapi, lama kelamaan, saya tiba pada kesimpulan : fesbuk akan menyesatkan seseorang, jika berfesbuk tak lagi peduli waktu serta dimanfaatkan sebagai sarana promosi diri dan say hello dengan teman-teman fb yang kebetulan lagi online.

Kalau tujuan chatting, sekadar berinteraksi antar teman, tak ada masalah. Kalau chatting-nya sudah mengarah pada rayuan gombal dan transaksi cinta, tentu akan menuai masalah.

Jika hal itu terjadi di antara dua anak manusia yang masih sorangan wae, tentu tidak akan menjadi soal. Akan menjadi problema besar, bila fesbuk kemudian membuat ibu-ibu dan bapak-bapak menjadi suka bergenit-ria lewat chatting.

Fesbuk juga akan menyesatkan, bila dijadikan sebagai sarana untuk mendiskreditkan orang lain. Untuk itu, fesbuk seharusnya hanya dijadikan sebagai sarana mempererat silaturrahmi, bukan sebagai alat mencari mangsa.

Fesbuk mesti dimanfaatkan seoptimal mungkin sebagai media berbagi rasa, pengalaman, serta berbagi ilmu. Boleh saja melontarkan kritik lewat fesbuk, asal bertanggung jawab dan disertai data-data akurat dan konkrit. Bukan kritik, karena didasari faktor like or dislike dan sentimen kepentingan.

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 28 Agustus 2009, in Budaya, Kehidupan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 24 Komentar.

  1. Betul Bro …
    Apapun itu …
    jika sudah melenceng dari peruntukannya …
    jika sudah membuat “lupa” pada segala …
    jika sudah berbuat berlebihan yang tidak semestinya
    akan tidak baik hasilnya …
    demikian juga dengan Pis Buk …

    Salam saya

    (yang masih lebih suka Blog daripada FB)
    (soalnya aku orangnya pemalu sih …)(hahahaha)

    @mikekono : betul bro, seharusnya
    disesuaikan dengan maqam-nya…..
    btw, setuju bro, saya juga pemalu
    dan lebih suka ngeblog🙂

  2. observ n riset memang membuktikan ulasan bang mike ada bnar nya..kembali yg menggunakan fb tsb niatnya apa.. bnyk yg sambil menyelam minum air..sambil fb cari jodoh,tebar pesona sana-sini,rayu sana-sini, dapet syukur.. ga dpt cari lagi.. ye nggak bang.? trus abang sendiri golongan yg mana..?

    @mikekono : kalau saya seh
    termasuk golongan tengah aja (ummatan wasathan)
    bisa ngeblog…..,ngefesbuk pun oke
    sekadar nambah temen, gitu loh….🙂

  3. Saya punya akun fesbuk, tapi nggak pernah saya apdet. Buka fesbuk juga cuma kalau ada teman menyapa di wall atau nulis di inbox. Saya sempat buka fesbuk beberapa teman, tapi cepet jadi bosen. Apa yang ditulis di wall sering kali ‘nggak penting banget’.

    Blog adalah media ekspresi paling pas untuk saya. Tidak kalah dengan fesbuk, di blog pun kita bisa bersapa (juga berdiskusi) dengan teman, tetapi dalam frame suatu topik tertentu. Bagi saya, menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer haruslah ada manfaatnya, ada nilai tambahnya, bukan sekedar ngobrol nggak keruan.

    Saya juga males chatting. Kalau bertukar pikiran lewat e-mail, oke.

    Rayuan lewat dunia maya? Halah, jangan percaya. Belum pernah lihat orangnya, nggak tahu kepribadian aslinya seperti apa, jangan-jangan sudah beranak isteri mengaku perjaka …😦

    Hehehe … komentarnya ‘pedes’ ya Bang. Ma’aap … 🙂

    @mikekono : itulah enaknya membaca
    komen Mbak Tuti
    selalu cerdas, seger, dan kritis…..
    btw, bener banget…,rayuan lewat dunia
    maya tak perlu dipercaya….
    (untunglah saya blom sempat
    melakukan rayuan sejenis itu)
    hehehe 😆

  4. Tambah dikit Bang …. saya pernah buka fesbuk Bang Mike, wooo w … temennya cewek cewek cantik semua ….. 😀 😀

    @mikekono : oalah…ada-ada saja
    Mbak Tuti ini……,itu kan temen-temen aja
    lagi pula kebanyakan sih ibu-ibu…..
    hmmmm 😦

  5. Saya gak punya facebook, sejauh ini masih belum nyaman kalau harus memperlihatkan diri didepan banyak orang …. hahahha, parno ya De? he eh🙂

  6. sesuatu yang berlebihan memang nggak baik ya bang..
    termasuk fesbuk itu…kadang ada sedikit ketakutan ketika hal-hal pribadi dipampang di sana, batas yang privat dan umum jadi semakin nggak jelas…

    pokoknya dimanfaatkan sedewasa mungkin saja.

  7. Banyak yang saya temukan juga di FB yang mengeluh yang sentimen terhadap org lain,… setiap kali terlihat statusnya nggak inspiring. ya aku remove bang… habisssss marah2 koq depan publik. Aku kan orangnya nggak bisa diajak melihat aura negatif bang.

    (bang mike, pantesan selama ini ndak keliatan.. biasanya muncul dihalaman si bubun hihihii)

  8. stuja ban9…
    se9ala sesuatunya jika suda berlebihan meman9 nda baik.
    liat status2na ajah kadan9kala cuma nyen9ir da kaya absen ajah,harus ditulis se9alana mule dari ban9un tidur-mu tidur la9i ckckck….. H E B R A T !!

    aku lebih nyaman den9an blo9🙂

    ** sedih neeh dibilan9 sombon9 ma ban9 mike😦

    maaf ya ban9…….

    cman9aaad ban9 ma puasana🙂

  9. setuju bang,lagi mabok pesbuk nich jadi blog jadi terlantar😀

  10. Ehm..saya biasa ajah hahaha
    komen ga mutu..

    Yaa blog jalan, fesbuk juga..
    Soalnya lewat fb, kita bisa dengan mudah ketemu temen lama..
    Hasilnya > jadi tau kabar temen2 yg lost contact..
    Ada undangan reuni, pernikahan, dll.

    Lain lagi kalo ada orang yg nge add dan dia ga dikenal, ya tinggal ignore aja..ga usah menuh2in list friend, ga penting juga.

    Kalo untuk posting tulisan, di fb juga bisa lewat notes (bisa panjang ko), hanya punya kelemahan, yaitu hanya bisa dibaca sama temennya aja..
    Ga bisa lewat googling..

    Tapi tetep aja kalo buat saya sendiri lewat blog atau fb, saya sulit menghasilkan tulisan yg bagus..😆
    Cenderung impulsif dan semau saya..

    Semua kembali ke sudut pandang masing2 bagaimana memanfaatkan media dan fasilitas yang ada.

    Hehe maaf ya kalo komennya salah..

    Piss ah..😀

  11. Oiyah lupa..
    Biar temen2 juga bisa baca tulisan blog kita, bisa ko di link atau pake application mirror blog.
    Jd kemungkinan yg baca tulisan diblog semakin banyak termasuk temen2 di fb.

    Urusan jodoh..
    Buat saya lewat fb ga ada salahnya..
    Contoh: teman saya ketemu teman sma nya lewat fb..ada komunikasi, trus jodoh..ga ada yg salah kan?

    Ya saya sama gak setuju untuk rayu sana rayu sini.
    Untuk mewaspadai hal ini, ya tadi itu, kalo ga kenal >>ignore saja.
    Atau kalo yg sudah jd teman tp nyebelin..
    Tinggal remove friend..

    Sekali lagi maaf ah kalo salah..hihi..

  12. Saya membuat akun Fesbuk dengan maksud agar bisa komunikasi dengan anak anak nun jauh disana.
    Eh….yang masuk inbox dan sekedar baca punya teman teman kok banyak yang nggak penting. maka Fb saya tidak pernah saya update…pilih Ngeblog….bisa baca tulisan orang orang yang pinter nulis yang baik.

  13. Saya juga bukan jamaah fesbukiyah, yang sering update status. Saya hanya buka FB kalo ada yang penting, makanya gak gitu updated ama status teman2… minta maaf untuk kealpaan ini, hehehe…

    Meskipun demikian, saya juga tidak anti FB karena dari sini kita justru bisa menjalin komunikasi dan networking dengan relasi, teman dan kerabat, meskipun kita berjauhan. ada juga yang akhirnya ketemu sahabat yang bertahun2 dah gak bernah ketemu lagi. Jadi rasanya sih yang namanya teknology, selalu ada plus dan minusnya untuk kehidupan kita.

    Salam

    Silly

  14. wa kkk😆

    kirain gw doang yg mabok fesbuk, ternyata ada juga blojer2 laen yg mengalami nasib serupa. So mulai awal puasa ini sy akan coba2 murtad kecil2an ke blok lagi setelah 7 bulan hiatus total dr ngeblok. Yay!

  15. dari awal saya memang tidak appreciate dengan facebook… saya tak lihat manfaatnya…

    bahkan bukan mendekatkan malah menjauhkan hubungan…

    bayangkan…, yang terjadi 2-3 orang atau lebih yang saling kenal sedang ngumpul bareng tapi gak saling ngobrol malah asyik fesbukan dgn HPnya masing2…

  16. Setuju bang, kalau sudah melenceng dari tujuan utama, pasti udah nggak berguna, waste time. Lebih baik baca tulisan yang bermanfa’at. Saya sendiri sich belum punya akun Facebook, belum berniat buat akun juga. Malas. Hanya sering perhatiin “misua” terkadang asyik sendiri berfacebook ria. Hem, lama2 sepertinya hal yang nggak penting dibuat sibuk. Mungkin itu yang disebut keranjingan sama facebook. Hem, biarin dech paling nanti bosan sendiri, hihihi.

    best regard,
    Bintang

  17. yang enak sich, terus FBan dan bekerja juga terus….semangat bang!!!!!

  18. Maqomnya begini Bang.
    FB sebagai pintu masuk untuk sekadar kenal.
    Blog sebagai pendalaman kalau kita ingin serius membaca tulisan atau pemikiran seseorang.

  19. Tur..
    rajin maen FB kayaknya nih..🙂

  20. Lala pecinta FB sejati! Hehehe…
    Sempat terbuai karena akhirnya lebih sering nulis di notes FB ketimbang di blog. Dan parahnya, malas blogwalking pula. Duh, penyakit!

    Sekarang berusaha terlepas dari adiksi ini. Doakan saja, ya, Bang, biar aku cepet-cepet berhasil..🙂

    Soal ceting yang rayuan gombal?
    Hahaha.. masih ada juga ya, yang begituan jaman sekarang…😀

  21. satu lagi yang merasakan efek buruk dari pesbuk. Kalo aku sudah ada beberapa bulan ini jarang online di pesbuk. gak tahu kenapa akhirnya sampe juga aku di titik jenuh di social networking (mending social living yang nyata:mrgreen: ). sekarang rajin blogwalking karena lebih banyak manfaatnya dari sekedar pesbukan. tapi aku gak sampe meng’haram”kan pesbuk

  22. Salam….
    kunjungan perdanaku.. smg nanti bisa bolak balik mampir ksn…😀 nice blog
    salam kenal ya. met bulan Ramadhan. mg qt smua diberi kemudahan. lg sibuk apa nih sakarang?
    semangat yuk…tukeran link yuk…!!!
    http://www.ahmadfarisi.wordpress.com

  23. Saya sekarang lebih banyak ‘mejeng’ di fesbuk daripada ngeblog. Aktivitas saya di rumah belakangan sangat menguras waktu dan tenaga, hingga pada saat online saya sudah malas untuk berserius-serius ria. Fesbuk yang lebih ringan, santai dan menghibur, saya rasa pas untuk sekedar melepas penat dan jenuh seharian🙂

    Oh, ya. Saya sempat merasa bukan blogger lagi karena tidak pernah bikin tulisan dan blogwalking lagi. Tapi saya selalu berharap, saat ini saya sedang ‘berselingkuh’ dengan Facebook dan suatu hari nanti akan kembali pada ‘pasangan sah’ saya, yaitu blog. Do’akan saja🙂

  24. semua hal selalu ada hal negatif maupun positive nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: