Menang Saja, belum Tentu Juara….!


Dalam setiap kompetisi, setiap peserta pasti ingin meraih kemenangan. Tapi harus diingat, menang pun belum tentu juara. So, yang lebih penting juaranya, bukan menangnya.

Pada lomba Formula one tahun lalu, Felippe Massa (Ferrari) lebih sering menang dari Lewis Hamilton (McLaren)…..,tetapi yang meraih predikat juara justru Hamilton.

Liverpool juga selalu menang melawan Manchester United pada tahun lalu, tetapi yang meraih juara adalah tim yang dibesut Sir Alex Ferguson itu.

Juara sudah pasti adalah seorang pemenang, tetapi meraih kemenangan saja, belum tentu akan menghantarkan seseorang menjadi juara.

Hillary Clinton, boleh-boleh saja kalah melawan Barack Obama, tetapi istri Bill itu tetap merupakan seorang ‘Juara’ di mata masyarakat negeri Paman Sam itu.

Sedangkan seseorang yang tampil sebagai pemenang, bisa jadi akan sangat mengecewakan, sebab kemenangannya ternyata telah membuatnya menjadi sosok yang arogan dan begitu mudahnya menebar isu untuk menghabisi lawan-lawan politiknya.

Sosok Hillary Clinton disebut Juara, karena dia dengan legowo mengakui kekalahannya dan memberikan dukungan kepada sang pemenang. So, ibunda Chelsea ini memiliki sikap gentlemen dan mentalitas seorang juara.

Karenanya Juara atau tidaknya seseorang, bukan cuma ditentukan dari kemenangannya. Tetapi bagaimana dia menyikapi kemenangan itu plus menjadikannya sebagai sarana untuk berbuat kebaikan bagi semua orang serta memberi teladan bagi pihak yang kalah……!

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 31 Juli 2009, in Budaya, Kehidupan, Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. ingin jadi Juara? Bergaulah dengan sang JUARA🙂

    @mikekono : ya….,saya dah bergaul sama Pakde sang JUARA🙂

  2. Mental juara adalah kepribadian, yang melekat pada sosok pemiliknya. Adapun kemenangan, bisa diperoleh karena berbagai faktor. Dalam sebuah kompetisi olahraga, kondisi dan situasi pada saat berlomba bisa berpengaruh pada prestasi seorang atlet. Pada olahraga dimana teknologi memegang peranan (misalnya balap mobil), maka teknologi bisa jadi lebih besar andilnya daripada si olahragawan sendiri (sekarang jenis pakaian renang pun bisa membuat seorang atlet melesat prestasinya). Nah, kalau dalam kompetisi yang penilaiannya mengandung unsur relatif dan subyektif (tari, nyanyi, silat, dsb), unsur obyektivitas juri akan sangat berpengaruh.

    Kemenangan memang selalu menjadi harapan setiap orang yang mengikuti kompetisi. Dan, mau tidak mau, menjadi ukuran prestasi. Tetapi memiliki mental juara adalah yang terpenting.

    Setuju, Bang …

    @mikekono : saya yakin Mbak Tuti adalah seseorang yang
    bermental juara…..,dan tlah memperoleh berbagai kemenangan
    dlm hidupnya. Mbak Tuti disebut bermental juara, krn slalu happy
    dalam menjalani kehidupan apa adanya………
    Thanks sista🙂

  3. iyah stuja ban9🙂

    @mikekono : hmmmmm…..
    thanks 🙂

  4. yang penting punya mental juara😀

  5. mungkin itu bedanya antara the winner and the champion…
    bukan pada raihan prestasi… tapi pada mentalitas juaranya…

  6. salam,
    tulisan yang menarik nih…

    sepertinya para petinggi negeri ini harus banyak belajar dari Hillary Clinton deh…

    nana

  7. Menjadi juara adalah yang punya jiwa besar, betul gak bang?

  8. saya ngerti maksudnya abang, dan juga sedikit terkejut kenapa juga sang pemenang itu jadi ‘berubah’ dan tampak arogan..? *geleng-geleng*

    setuju bang, menang saja belum tentu juara..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: