‘Sandiwara’ Manohara


ManoDunia Ini Panggung Sandiwara/ Ceritanya Mudah Berubah/Kisah Mahabrata atau Tragedi dari Yunani/Setiap Kita Dapat Satu Peranan/ Yang Harus Kita Mainkan/Ada Peran Wajar dan Ada Peran Berpura-pura

Mengapa Kita Bersandiwara
Mengapa Kita Bersandiwara (Godbless)

Saya tidak ingin mengatakan, Manohara yang kini bikin heboh dan membuat Indonesia-Malaysia terancam ‘perang’ itu, tengah bersandiwara. Tetapi apa yang sedang dilakoni Manohara dan ibunya ada kemiripan dengan lirik dan judul lagunya Godbless itu.

Seolah Manohara tengah memainkan ‘sandiwara’.  Sepertinya wanita lumayan cantik ini tengah berada di sebuah panggung sandiwara, memainkan peran yang wajar, dan mungkin saja peran…………

Manohara dan ibunya pasti bakal marah disebut tengah ‘bersandiwara’. Namun bukan hal yang mengada-ada pula, jika istri pewaris Kerajaan Kelantan itu (Tengku Fachry ), disebut sebagai memiliki bakat bersandiwara.

Bakat sandiwara itu misalnya bisa dilihat dari performance Mano, yang hampir selama sepekan ini menghiasi seluruh media elektronik kita. Mano dan ibunya sepertinya sangat menikmati bidikan kamera.

Berbagai tuduhan terhadap Tengku Fachry, soal perilakunya yang disebut melakukan KDRT terhadap Mano, memang patut menjadi keprihatinan kita bersama.

Tetapi perlu pula dipertanyakan, apakah Manohara pernah berusaha semaksimal mungkin, menjelma menjadi istri yang baik ? Apakah upaya yang dilakukannya sudah cukup untuk mengubah tabiat suaminya itu, supaya berubah menjadi suami yang baik ?

Terlepas dari benar tidaknya tudingan bahwa suaminya cenderung memposisikannya sebagai properti belaka, sosok Manohara Odila Pinot sendiri memang masih terlalu muda dan belum cukup matang mengemban posisi sebagai istri Pangeran.

Orang seperti Manohara lebih pas diberi kebebasan mengembangkan talentanya sebagai model, bintang sinetron, dan sejenisnya. Dia memang suka kebebasan. Kurang nyaman berada di lingkungan Kerajaan.

Namanya juga Kerajaan, di mana-manapun tidak akan pernah memberi kebebasan dan keleluasaan. Lady Diana juga tak pernah merasakan kebebasan saat menjadi istri Pangeran Charles.

gambar dari sini

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 3 Juni 2009, in Budaya, Kehidupan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 39 Komentar.

  1. yup mas, apalagi berita tai pagi jelas sekali bahwa pihak manohara membatalkan 2 kali untuk melakukan visum hanya semata-mata demi memenuhi permintaan media TV untuk diwawancara….aneh….

    saya sendiri menulis hal yang sama

    http://bungaliani.wordpress.com/2009/06/03/seharusnya-kebenaran-itu-cepat-dibuktikan/

  2. Setuju banget. mano sama ibunya cuma cari sensasi belaka. Dengan sombongnya mereke minta dubes RI untuk Malaysia diganti. Punya wewenang apa mereka ? Seolah mereka sudah menjadi orang penting di negeri ini. orang-orang seperti merekalah yang harus diwaspadai, mereka mencoba menambah keruh hubungan bilateral indonesia-malaysia. Bagai memancing diair keruh. selain mengadu domba mereka juga mendapatkan keuntungan yang disebut popularitas belaka. Go To Hell both

  3. Harusnya media juga jangan terlalu mengambil keuntungan dari kasus ini. Berikan kesempatan Manohara untuk visum et repertum.

  4. Kita memang harus mencari keadilan. Keadilan di sini adalah katakan siapa yang salah, dan jangan bertendensi untuk menjatuhkan martabat keluarga sultan kelantan apalagi hanya untuk mencari ketenaran semata. Tunjukan bahwa kita bangsa yang bermartabat…. Jadi sekali lagi, yang dicari adalah keadilan bukan balas dendam atau intrik2 lainnya….

  5. Hem, kita lihat saja mana yang benar nantinya yach bang Mika. Toch yang namanya kebenaran lambat laun pasti akan terungkap. Kalau saya sbg org awam & luar cukup jadi penonton aza dech, habis nggak tahu persis duduk perkaranya, hanya berita tentang hal ini cukup menyedot perhatian dari berbagai kalangan akhir2 ini. Hem…ada2 saja yach ?.
    Best regard,
    Bintang

  6. Manohara memang masih terlampau muda untuk menjadi seorang Istri Pangeran, Bang… Tapi untuk urusan KDRT (if such things did happen), biasanya orang yang melakukan KDRT tidak nampak ketika masih pacaran dulu. Aku pernah baca, kalau si lelaki nampak sempurna, kekasih yang sangat sangat sempurna, lalu berubah ketika mereka sudah menikah. Dan ya, seperti yang dibilang Manohara, setelah menyiksa, biasanya selalu menyesal dan berkata kalau dia mencintai istrinya.

    Well, terlepas dari semua itu, aku cuman berharap, kalau ini bakal nggak memperkeruh suasana saja. Biarlah kebenaran yang berbicara…

    Btw, apa kabar, Bang? Sehat?

  7. sudah sepekan inih semua media menampilkan manohara..
    memprihatinkan meman9,sejak kemunculan san9 ibu,yan9 menerut si wi3nd neeh cuma sensasi blaka,tapi semo9a saja kebenaRan akan se9era terun9kap,dan sepertina manohara akan menjadi artis terkenal neeh .. :)cantiks,muda asset pentin9 wat san9 ibu yan9 cukup matre..sory to say its

  8. Saya tidak berani berkomentar lebih lanjut …
    Saya hanya berani berkomentar … bahwa … ya … memang … manohara itu memang wajahnya cantik … seperti banyak dikatakan orang …

    udah gitu saja

    Salam saya Bro …

    (saya juga tersenyum membaca blognya Omiyan mengenai hal ini …)
    (lebih memilih bertemu wartawan dari pada visum …)

  9. Manohara sebelum kasus ini apa sudah jadi model bang? soalnya aku ga pernah dengar namanya. Heheeh…ketawa baca comment om NH, milih ketemu wartawan dariada di visum… 😆

  10. barangkali awalnya, ibu daisy memang benar2 ingin memperjuangkan anaknya. tapi, karena beritanya telah diblow-up sedemikian rupa, dan secara mengejutkan dia telah menjadi tenar, maka diapun menikmati ketenaran itu. saya rasa, manohara dan ibunya menyadari ketenaran ini dan menikmatinya serta memanfaatkannya…
    kalau saya hanya mau bilang: “cape deh” buat kasus manohara… 🙂

  11. kalo menurut saya… kasus Manohara memberi beberapa pelajaran buat kita :
    pertama, ketika Sultan Kelantan membawa Manohara ke malaysia saat itu Manohara baru melek soal cinta.. pubertas pertama kata orang sangat rawan. Belum pernah jatuh cinta tiba2 diminta oleh pria tajir, mana Sultan lagi.. alamak siapa yang nggak mau 🙂
    kedua,para lelaki Malaysia apalagi sekelas Sultan memang cenderung menganggap rendah kaum hawa…. perempuan disamakan saja dengan benda-benda yang dia miliki dan bisa diperlakukan apa saja.
    ketiga, kasus Manohara bagaimanapun juga membuktikan kebenaran pepatah “Lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas d negeri orang” Saat mano kawin dan tinggal di Malaysia dia mengkin tak pernah berpikir dan memikirkan saudara2nhya yang jadi TKI dan disiksa di sana. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Begitu dapat masalah ehhh dia minta bantuan Indonesia. Tak tahu diri benar…
    Trus terang saya tak terlalu simpati dengan manohara ini…
    Salam

  12. Hmmm saya tidak terlalu suka membaca berita tentang sebuah nama yang berkesan infotainment. Mending baca kasusnya Ibu Prita daripada Manohara. Sekilas kalau lihat namanya saya pikir manohara itu keturunan jepang hihihi

  13. semuanya, manohara,tv, mempunyai kepentingan tersendiri..yah kita juga terhibur sih dengan sajian infotainment tersebut..hee..jadi ada yang ditonton…penasaran juga akhirnya kayak apa..

  14. Saya setuju sekali dengan Wiend… Manohara dijadikan asset dagangan oleh Ibunya….
    Ketika Dia dikawinkan di usia 16 tahun (usia belum layak nikah menurut UU perkawinan) Ibunya adem ayem dengan harapan harta yang melimpah ruah dari sang Pangeran (mungkin?).
    Begitu nggak sesuai dengan harapan… teriak teriak, sampai Presiden pun diharapkan turun tangan….
    Salam dari Hong Kong….

  15. Terlepas dari apakah itu disandiwarakan..atau diskenariokan ibunya..kegigihan ibunya layak diacungi jempol….dan kalau pada akhirnya ternyata itu memang diskenariokan..maka ibu manohara termasuk sutradara yang jempol juga..jadi ingat dengan filmnya Michael Douglas..saya lupa judulnya….dimana dia bisa mengatur semua peristiwa secara hampir sempurna….

  16. mungkin mau bikin seru indonesia vs malaysia….biar antara kita nggak berantem sendiri, maklum kan mau pemilu (berantem kok maklum…) 😀

  17. Saya tidak ingin ‘mengadili’ Manohara, karena kita belum tahu bagaimana duduk masalah yang sebenarnya. Kalau ternyata dia benar mengalami KDRT, dan kita terlanjur menghujat dia, bukankah kita menjadi orang yang tidak berbudi? Dan kalau bosan melihat dia di TV, pidahkan saja channelnya. Selesai, kan?

    Saya hanya ingin menyampaikan, bahwa KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) bisa terjadi dimana saja, dan oleh siapa saja. Suami yang punya kegemaran memukuli atau menyiksa isteri bukan hanya preman, tapi bahkan bisa intelektual yang berpendidikan tinggi. KDRT sendiri bukan hanya berwujud kekerasan fisik, tetapi bisa berupa kekerasan psikis dan kekerasan ekonomi. Suami yang suka menghina atau memaki isteri, dia sudah melakukan KDRT. Demikian juga suami yang tidak mencukupi kebutuhan ekonomi isteri, padahal sebenarnya dia mampu.

  18. Saya sengaja tidak menonton televisi, tidak mengikuti berita manohara dan infoteinment sejenisnya.
    tapi kalau benar KDRT itu terjadi, semestinya segera dibuktikan dengan data yan bisa dipercaya … visum misalnya

  19. ah dasar ibunya mano bukan ibu yang baik

  20. manohara = cantik. tak dapat dipungkiri. sangat menyenangkan memadang wajahnya. tapi, belakangan ini saya baru ‘puasa’ melihatnya, bukan apa2, hanya karena bosan karena tiap hari dimanapun yang tampak hanya wajahnya, terlepas dari apa yang ada dibenak mereka.
    semoga, suatu saat nanti saya bisa melihatnya lagi tanpa merasakan bosan di hati.

    apa kabar, Bang Mike ? 🙂

  21. Saya baru saja menyaksikan berita di Metroteve (Selasa, jam 18.00). Manohara sudah divisum, dan terbukti ada bekas-bekas sayatan silet di beberapa bagian tubuhnya, bekas suntikan bius, dan sundutan rokok. Jadi benar, dia mengalami KDRT. Dia juga tidak diperbolehkan memiliki ponsel, tidak boleh keluar rumah tanpa dikawal anak buah Fachry (suaminya). Ibunya dicekal imigrasi Malaysia, tidak diperbolehkan bertemu Manohara.

    Semoga fakta ini bisa memberi perspektif baru pada kita dalam melihat kasus Manohara.

  22. yang tidak pernah terpikirkan sejak awal oleh Manohara dan ibunya adalah kenyataan bahwa terlalu mahal harga yang harus dikorbankan untuk meraih status sebagai keluarga kerajaan berikut dengan harta kekayaan yang melimpah.

    dan manohara ternyata tak sanggup membayarnya….

  23. ckckckckck … katanya mano warga amerika bang … 😀

  24. sepertinya memang kadang publik sudah bosen dgn penuturan ttg manohara … cape’ ga beres2 😦

  25. Berharap kejadian memalukan seperti ini tak terulang dengan perempuan perempuan Indonesia yang lain, berbuat sesuatu harus dengan pikiran matang dan bertanggung jawab dengan keputusan itu

  26. dulu tersilap oleh kemegahan status dan kekayaan…
    tak nyana hanya kotoran kuda berbalut emas dan sutra…
    akhirnya baunya tercium juga…

  27. sering juga sih mengikuti berita ini, pengen tau kebenerannya sebenernya bagaimana, kadang masih bingung aja…
    emang paling bener menunggu waktu, melihat siapa yang benar karena hanya waktu yang bisa menjawab.. 🙂
    salam kenal

  28. mengapa mano bersandiwara……
    setuju dengan ulasan terakhir, dengan usia yang belum matang, harus mengemban tanggung jawqab yang besar. mano belum sanggup……

  29. kita liat ntar aja bang.. tunggu waktunya
    kebenaran akan terungkap.. *Tsah..bahasanya..*

    udah lama nggak mampir kesini nih. Apa kbr bang?? 🙂

  30. Sampe hari ini masih rame Tur berita si Mano…

    Apapun kesalahan yang dibuat si Mano sama keluarga kerajaan itu.

    Dan juga langkah Mano dan ibunya juga bikin geregetan, ngepain pulak safari stasiun TV.

    Yang terpenting Tindakan kekerasan tetap tidak bisa diterima (kalau ini benar)

    Disilet, disundut rokok… Seram kali itu…

    Yang kita harapkan keadialan harus ditegakkan.

    Setuju kan Tur ?? ^_^

  31. manohara..manohara lagi….

    sampe bosan aku meliatnya di media, tiap hari selalu manohara
    semoga hidupnya selalu menjadi lebih baik

    salam kenal 🙂

  32. apa KERAJAAN pada kurang KERJAAN ya Om Agus?

  33. hehehe.. apdeeeeet mas.. cape dengerin manokhara
    Salam Sayang

  34. Mahohara memang persis putri Manuhoro dalam dongeng

  35. Yang jelas pers atau mass media panen hehehe….

  36. lepas dari niat niat yang kurang positip…tapi ketika KDRT memang terbukti,apalagi dilakukan oleh seorang pangeran…waaah..para perempuan protes nih…
    Tapi…lha tadinya bagaimana ya…lha kok sudah jadi istrinya baru ketahuan kalau dalam kerajaan Mano hidup sangat tidak nyaman..

  37. Setelah episode Manohara disambung Cici Paramida, selanjutnya siapa?
    Dunia emang panggung ya.

  38. wallahu’alam, entah mana yang benar… >.<"

  39. karir manohara didunia “infotainment” sempat tenggelam karena kasus Cici Paramida… untung saja mamanya punya strategi baru, bikin sinetron ramadhan, jadi karir manohara didunia “infotainment” akhirnya kedongkrak lagi, :))

    Ahhh, anak segitu kalo saya mah masih les karate, les bahasa Inggris, les basket (biar tinggi), ama berenang… gak bakalan mau ngijinin siapapun ngawinin dia diumur yang baru 16 thn (My god, what is in her mind anyway?).

    Ah, iya bang, dunia ini emang panggung sandiwara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: