SBY, Tyson, and Federer


federerSBY sudah pasti beda dengan Mike Tyson atau Roger Federer. Tapi,  dari segi kekokohan posisinya saat ini, terdapat kesamaan antara SBY dengan Tyson dan Federer.

Di masa jayanya era 80-90 an, sangat sukar mencari lawan sepadan bagi si leher beton Mike Tyson. Demikian halnya Federer, sebelum Rafael Nadal betul-betul matang, tak satupun yang mampu menandingi kehebatan petennis Swiss itu.

Tyson dan Federer di masa jayanya benar-benar tak bisa ditandingi. Hal yang serupa tapi tak sama, kini berlaku bagi SBY. Saat ini, rasanya sulit mencari lawan sepadan bagi mertua Annisa Pohan itu, pada Pilpres nanti.

Kalau cuma berhadapan dengan Mega, hampir dapat dipastikan SBY akan dengan mudah mengalahkannya. Jika dihadapkan dengan Prabowo atau Sultan sekalipun, kelihatannya SBY tetap akan keluar sebagai pemenang.

2004 hingga 2014, tampaknya sudah ditakdirkan sebagai era kedigdayaan SBY. Berkat SBY pula, Partai Demokrat melesat bak meteor. Tanpa SBY, Partai Demokrat tentu tidak akan sehebat sekarang.

Karena posisinya yang sangat kuat itu, seorang Amien Rais pun, yang beberapa waktu lalu rajin mengeritik SBY, sampai merasa perlu menegaskan dukungan PAN kepada ayah Edhy Baskoro itu.

Betapapun hebatnya, sudah pasti seseorang punya titik lemah. Terbukti setelah begitu lama tak terkalahkan, akhirnya Tyson takluk dari James Buster Douglas, seorang petinju yang sebelumnya tak pernah diperhitungkan. Federer juga akhirnya menyerah di tangan Rafael Nadal.

Itu artinya betapapun populer dan kuatnya posisi SBY saat ini, tak tertutup kemungkinan dia akan mengalami kekalahan. Dengan kata lain, walaupun peluang mengalahkan SBY relatif kecil,  tapi bukan berarti sudah tertutup sama sekali.

Semuanya sangat tergantung pada siapa yang disiapkan koalisi PDIP untuk menghadapi SBY. Kalau masih ngotot mengedepankan Megawati : percayalah, SBY akan melenggang mulus…..! JK dipasangkan dengan Puan Maharani pun tidak akan bisa menahan laju SBY.

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 20 April 2009, in Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 26 Komentar.

  1. Meskipun belum ada survey (setahu saya nih), kepopuleran SBY juga didukung antara lain oleh sosoknya yang flamboyan. Gagah dan lumayan good looking, dengan gaya bicara yang tenang, memang membuat orang mudah terkesan. Bayangkan kalau penampilan SBY seperti (maaf) pelawak yang bertubuh kecil, kepalanya dicukur gundul dan hanya menyisakan jambul di ubun-ubun, betapa pun bijaksana, smart, dan jujur kepribadiannya, orang harus berupaya ekstra keras untuk bisa respek (makanya Bang, jadi politisi harus rajin cukur jambang dan merapikan rambut …. lho, kok melenceng 😀 ).

    Begitulah politisi ya Bang, bahkan seorang AR pun bisa berubah kata. Dalam bahasa Jawa adalah istilah “esuk dele sore tempe” (pagi kedelai, sore tempe). Maksudnya, gampang berubah. Mana yang menguntungkan, itu yang didekati.

    Bagi saya, pemilu 2009 yang carut-marut ini merupakan prestasi terburuk SBY. Saya mulai agak melirik-lirik ke capres lain, misalnya PS. Tapi perlu dilacak dulu track record capres satu ini, apakah dia punya dosa besar di masa lalu terhadap bangsa ini? Terutama waktu dia masih di TNI. Nanti ditimbang-timbang deh, mana yang lebih baik, apakah SBY, PS, atau siapa.

    Saya merindukan seorang negarawan, seperti Hatta, Syahrir, dll. Seorang negarawan tidak memikirkan kepentingan diri dan kelompoknya, tetapi memikirkan kepentingan negara. Tak takut kehilangan harta dan kedudukan, tak takut menentang kekuasaan, jika ia yakin bahwa perjuangannya adalah yang terbaik bagi bangsanya.

    Tidak adakah seorang negarawan di antara 220 juta rakyat Indonesia saat ini?

  2. Feeling politik mengatakan SBY akan terpilih lagi.
    Tapi segala sesuatu bisa terjadi sampai 2014.

  3. Tahun ini SBY unbeatable. bukan karena dia hebat, tapi karena tidak ada saingan yang selevel dengan dia. jadi, kalo tidak ada tsunami politik, insya Allah SBY lanjuutttt…

  4. saya cukup kagum dengan produk KPK nya, itu saja sudah cukup buat saya.

  5. SBY disamakan dengan Federer?? Ya beda dong…. Kalau Federer jadi juara karena kebanyakan memang dia sendirilah yang menentukan menang kalahnya ketika ia berada di lapangan tennis. Sementara SBY, yang menentukan kemenangannya kan orang2 lain alias rakyatnya. Jadi kemenangan SBY tidak selevel (masih jauh di bawah) dari kemenangan Federer. Kalau dengan Tyson mungkin lebih dekat, itu karena kemenangan Tyson juga banyak ditentukan oleh juri pertandingan kecuali si Tyson bisa menang KO. Huehehe…..

    Saya sendiri juga merasa bahwa sejak reformasi sepertinya tidak ada capres2 yang oke. Saya sendiri tidak pernah setia pada sebuah partai dalam memilih. Tiga kali saya ikut pemilu yang dipilih lain2 partai semua. Juga dalam memilih DPR, DPRD, DPRD-2 saya juga selalu lain-lain pilihan partainya huehehehe……

    Pemilu kali ini saya nggak begitu peduli siapa yang menang, yang penting buat saya semangat demokrasi yang paling penting untuk dipertahankan. Jangan sampai kita mengorbankan semangat demokrasi kita hanya untuk memaksakan apa yang sesuai dengan kehendak kita. Dalam demokrasi jangan sampai kita melangkah mundur menjadi seperti negeri jiran kita yang jauh lebih otoriter itu walaupun lebih makmur……

  6. Rakyat termasuk aku sangat simpatik akan hasil yang telah dicapai SBY walau masih jauh dari sempurna dan harapan rakyat tapi ada setitik celah untuk harapan masa depan apabila terus diasah dan diperbaiki kekurangannya, walau saya bukan pendukung Partai Demokrat juga SBY tetapi saya salut akan hasil baik dan citra baiknya.
    Semoga Partai lainnya dapat meneladani hal positifnya.

  7. Menyimak …
    dan tersenyum …

    Tyson ??? … aduh … mudah-mudahan nggak pake gigit kuping ya Bro …
    hehehhe

  8. Ada om NH juga…hi Oommmmm!! Aku dibawahmu ya…PEACE DONK PEACE…!

    Ya ya ya ya..I feel it..i know…what you did last summer bang! Halah (apa hubungannya ya)!

    Mmmh siapa aja lah…..toh mereka dapat suara nggak murni semua…terlanjur basah…mudah2an semua bisa menjadi pemimpin yang persisi seperti yang kita mau. Selamat untuk para Caleg yang kemaren kepilih….sang presiden yang nanti akan mencalonkan, jangan lupa pasang iklan di tempat pakde yaaaa! Udah itu aja…

  9. Hidup SUmatera Merdeka! hahahahahaha ….

  10. konon tak ada yang abadi dalam dunia politik, mas agus. SBY saat ini bisa jadi berada di atas angin berdasarkan perolehan hasil pemilu. namun, tak ada yang bisa menjamin, pak sby dan partainya akan terus meng-hegemoni negara, apalagi rakyat juga makin cerdas menjatuhkan pilihan. sebuah tantangan bagi sby, apakah sanggup memikul beban dari ekspektasi rakyat yang begitu besar.

  11. tegas dan terbukti..that`s it😀

  12. yah..mungkin saat ini sby masih kokoh dipuncak
    tapi aturan 2x maksimal menjabat sebagai presiden tidak bisa dipungkiri
    kelak harus ada penggantinya

  13. nice analogy…

    untuk sekarang ini so far, menurut saya, SBY belom punya pesaing yang setara sama dia.
    Kalo SBY dihadepin sama Megawati sih, menurut saya, Megawati kalah jauh.. Apalagi setelah munculnya iklan bahwa partainya ikut membantu BLT sampai ke tangan yang tepat, padahal sebelumnya menjelek-jelekkan BLT. ckckck

  14. terpilih lagi ataupun tidak, yang penting bisa memimpin negara dengan baik…menjalankan amanat rakyat🙂

  15. prihatin sekali,ternyata SDM negeri ini sangat-sangat terbatas.
    saya setuju jika dikatakan yang terbaik untuk saat ini SBY, namun sangat ironi.
    kok tidak ada yang lain yah ? mungkin karena kaderisasi tidak berjalan atau ….. ?

  16. aku ini penggemarnya SBY bang…🙂

  17. kayaknya SBY bakal kepilih lagi jadi presiden …. habis blom kelihatan pesaing yg sepadan atau melebihi

  18. Bukan pecinta SBY, nih, Bang… hehehehe…
    Bukan pecinta politik juga.
    Siapapun Presiden-nya, asal beliau mampu mengayomi negara, boleh deh. Asal jangan sosok yang kalau udah duduk, lupa berdiri… *kayak iklan mebel Ligna.. hihihihi*

  19. hihihi… apik postingannya🙂

  20. insya Allah SBY lanjuutttt…kannnn

  21. Sepertinya, hampir dapat dipastikan bang bahwa presiden RI 2009-2014 itu ya pak SBY, siapapun wapres-nya.. Paling tidak, dia sudah mengantongi ‘modal suara’ paling besar dibanding dengan calon2 lain, terutama Megawati.. Saat pileg kemarin, kebanyakan orang memilih partai Demokrat, karena pak SBY-nya, bukan karena partai-nya, tapi kalo tidak memilih Demokrat, belum tentu tidak mendukung SBY saat pilpres kelak.. Begitu juga dengan kasus PDIP, kalo dia akan memilih Megawati, dia pasti memilih PDIP, tapi jika dia tidak akan memilih Megawati, maka kemarin dia tidak memilih PDIP.

  22. SBY dibandingkan Mega? wah tobat dah, dari cara berpikirnya aja, mega jauh…jauh ga tau arahnya kemana, asal ngomong dan -maaf- terlalu “kemenyek”. Ini bukan mencela, hanya opini dan demi kebaikan bangsa🙂

  23. yah klu tandin9annya JK,me9a,sultan bahkan wiranto dan prabowopun,
    betul ituh ban9 SBY melen99an9 mulus,me9a suda terbuti tak bernyawa,nama besar ajah yan9 diandalkan,kemampuan NOL..

    siapapun dia termasuk SBY pasti ada kelemahannya… semo9a saja perbaikan akan selalu ada demi ne9eri inih..

  24. Yang bisa mengalahkan SBY hanya konstitusi, Bos. Tahun 2014 kang doi nggak bisa dipilih lagi. Kalau tahun 2009 sih kayaknya nggak bakal ada yang bisa mengalahkan. Kecuali kalau ada peristiwa besar luar biasa yang terjadi.

  25. SBY-Tyson-Federer ada kesamaan?…. lanjut…Sampai pada paragraf dua, mengertiii…Tentu, masa itu akan datang setelah akhir dari apisode 5 tahun kedua (emang jatahnya cuma segitu ) hehe…(pd abizz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: