Tobat Jadi Politisi !


Saya sudah sekitar sepuluh tahun menjadi politisi. Saat ini saya merasa tengah memasuki tahapan jenuh, setengah menyesal, serta ingin segera bertobat alias kapok menjadi politisi.

Mengapa ? Karena budaya politik kita, belum memberi tempat dan peluang yang cukup luas, bagi mereka yang memiliki visi politik yang jelas, tapi kurang kuat dari segi finansial.

Selain itu carut marut pelaksanaan Pemilu 9 April 2009 lalu, juga melahirkan pessimisme. Tak cuma soal kacaunya DPT,  maraknya praktik money politics dan lambannya kinerja KPU, memicu keputusasaan.

Karenanya jika saat ini banyak caleg yang berperilaku aneh, hal itu tak semata kesalahan mereka. Kekisruhan penyelenggaraan Pemilu dan sikap pemilih yang unpredictable dan cenderung irrasional, juga ikut menjadi faktor penyebab tobat serta stressnya para politisi itu.

Coba bayangkan, Mikekono yang sudah berada di daerah pemilihan (Kabupaten Labuhanbatu-Sumut)  sehari jelang pencontrengan, seminggu pasca Pemilu, tak juga bisa mendapatkan secuil data pun di KPUD Kabupaten.

Penyebabnya, karena PPK/ PPS bekerja manual seperti di zaman poerbakala. Mereka sudah hampir seminggu melakukan rekapitulasi, tapi tak jelas kapan bisa tuntas seluruhnya.

Di sisi lain bertiup kencang  rumor perihal dugaan kecurangan. Penggelembungan suara dimungkinkan terjadi, karena surat suara hasil pencontrengan terlalu lama mengendap di PPK.

Isu-isu seperti ini setiap saat sampai ke telinga caleg,  wajar jika mereka stress dan setiap hari dihinggapi perasaan was-was.  Mereka merasa telah bekerja maksimal, namun mendadak sontak bisa kesandung, gara-gara tak piawai bermain curang.

Jika sistem dan penyelenggaraan Pemilu kita, tetap amburadul dan kental nuansa rekayasa serta berbagai kecurangan separti saat ini, wadduuuh…..tobat deh jadi politisi.

Mending jadi pemerhati/ pengamat politik atau blogger saja. Menjadi politisi sungguh membuat banyak aspek tergerus. Tabungan amblas, pikiran kacau, stamina menurun, bahkan kegantengan juga menurun 10 persen. Hmmm 😦

Pasca Pemilu 2009, saya yakin akan banyak politisi yang jenuh, frustrasi, serta tobat menjadi politisi. Memang, kalau tak punya kesiapan mentalitas (iman), dana yang kuat, basis massa serta program yang jelas, sebaiknya jangan coba-coba jadi politisi…!

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 16 April 2009, in Kehidupan, Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 36 Komentar.

  1. Pertamaaaxxx

    @mikekono : hmmmmm

  2. Kemarin seorang kawan sempat berujar kepada saya…, “kalau fisik lu pas-pasan.., jelek nggak.., ganteng nggak.., mending jangan nyaleg…” Segitu parahnyakah kesadaran konstituen kita sehingga menjatuhkan pilihannya atas dasar popularitas?

    Kawan saya yang lain lagi berkata, “kalau gak punya gudang duit jangan ikut nyaleg…” Segitu kuasanyakah uang sehingga menjadi berhala baru yang mampu mengalahkan budi nurani?

    .., tapi pada orientasi politiknya.. Sepanjang politik belum berorientasi pada kemaslahatan tapi masih berorientasi semata kepada kekuasaan maka kita akan mengalami seperti apa yang terjadi saat ini.

    Keep fighting Brooo…🙂

    @mikekono : bener bro, sukses menjadi caleg
    kelihatannya masih ditentukan oleh faktor
    tampang, popularitas, dan uang melimpah
    thanks bro🙂

  3. Aku kadang nggak ngerti dengan sistem di negeri ini, dulu mereka buat partai sebanyak2 nya…tapi ketika hak suara nya sedikit koq malah berkoalisi….kalo gitu ngapain juga dulu bikin partai banyak2…kalau akhirnya kemaruk ingin duduk juga. Di pikir duduk disana itu nggak akan di tanya pertanggung jawabannya gitu ya? Aneh …..
    Saya harap abang baik-baik saja….coz all condition seperti kata NH18 kalah menang tetep teman….Bukan begitu bang mike….
    Salam bang. Aku minta kue Tart aja deh….

    @mikekono : ya, namanya juga politik
    mereka kan pengen juga berada di lingkar
    kekuasaan. hal itu bs didapatkan dengan berkoalisi
    btw, sy baik baik aja,
    kue tartnya dikirim ke mana nih😦

  4. Wakakaka …. gara-gara jadi politisi kegantengan turun 10% ya Bang?😀 😀 Kalau gitu mending jadi bloger aja Bang, ganteng bisa tambah 20%, popularitas tambah 200%, dan kebahagiaan lipat 2000% …

    Rupanya bangsa kita memang belum dewasa berpolitik. Seperti yang Abang posting tempo hari, masyarakat kita sudah kehilangan hati nurani. Caleg pada pemilu 2009 ini benar-benar menjadi obyek pemerasan rakyat. Tetapi, mungkin juga ini akibat rakyat pun sudah jenuh dan putus asa melihat perilaku partai dan anggota dewan yang selama ini hanya peduli dan mendekati rakyat menjelang pemilu. Maka rakyat pun berpikir prakmatis : mumpung lu butuh gue, gue peres deh lu duluan …

    Akibatnya seperti lingkaran setan : rakyat memeras caleg, dan caleg yang nantinya menjadi anggota legislatif akan gantian mengeruk uang rakyat (dan uang negara) sebanyak-banyaknya untuk mengganti semua modal mereka, plus bunganya (malah sering juga tambah buah, daun, batang, dan akar …😀 )
    Akibatnya, negara hancur lebur 😥

    Tapi pemilu kali ini memang sangat buruk. Tidak hanya ‘merusak’ caleg, tapi juga partai. Ada sebuah (mungkin juga beberapa) partai yang pada pemilu kali ini tidak memberikan dana kepada DPW dan DPD, karena dana yang ada di DPP dipakai sendiri oleh para pengurusnya untuk membiayai kampanye masing-masing. Tentu saja hal seperti ini tidak terjadi pada partai-partai besar yang dananya unlimited. Saya sempat melihat kampanye Partai Demokrat, dengan konvoi bus-bus besar bergambar SBY. Gambar SBY itu dicat lho, bukan cuma spanduk. Wah, lha partai-partai kecil ya jelas megap-megap bertanding dengan partai raksasa seperti itu.

    Dulu saya heran mengapa orang mau susah-susah membuat partai kecil-kecil, padahal jelas nggak mungkin mendapat suara yang signifikan. Terbukti sekarang hanya 9 yang lolos electoral treshold. Lha yang 30 partai, bubar toh? Sebegitu banyak waktu, tenaga, pikiran, dan biaya terbuang percuma. Rasa heran saya dulu sekarang berganti rasa kasihan ….

    Mengapa ya, partai-partai kecil itu memaksakan diri ikut pemilu sekarang? Mengapa nggak nunggu besar dan cukup punya basis massa dulu, baru ikut tanding, sehingga minimal bisa lolos 2,5%? Memang boleh nggak sih, partai politik nggak ikut pemilu? Aturannya gimana, Bang?

    Carut-marut pelaksanaan pemilu kali ini juga menurunkan kredibiltas pemerintah (baca: SBY) sendiri, meskipun perolehan suara PD naik sampai 300%. Mosok pemerintah lepas tangan dan pura-pura nggak terlibat. Ah, saya jadi nggak simpati deh …

    @mikekono : iya nih, gara-gara nyaleg
    dan lama di daerah pemilihan,
    nyukur cambang dan pangkas pun
    tak sempat lagi. makanya kegantengannya
    menurun….hihihihi
    Soal parpol2 kecil itu memang
    modalnya cuma nekad doang,
    mungkin mereka berharap dengan
    raihan 1 % bs ikutan berkoalisi,
    syukur2 yg didukungnya menang
    dlm pilpres, selanjutnya berhrp mendapat
    jatah 1 menteri di kabinet
    btw, parpol yang tak lolos
    parliamentary treshold 2,5 %,
    tak bs lagi ikut Pemilu 2014
    thanks Mbak Tuti,
    komennya menyejukkan dan
    ngalahin postinganku
    hehehe 🙂
    ….Partai Demokrat boleh saja
    menang sekarang, tp pada
    pilpres nanti blm tentu,
    akan sangat tergantung
    pd siapa cawapres yg bakal
    dipilih SBY😦

  5. aku mo ketawa sebenarnya bang, tapi marah pulak abang ini. tetap semangat, bang.

    @mikekono : tertawalah sebelum tertawa itu
    dilarang pemerintah…..hehehe😆

  6. tetap semangat, bang!

    @mikekono : ya, semangat terus

  7. Apa khabar bank Mike, semoga baik yah.

    SAya belum tahu hasil bang Mike, karena belum ada petunjuk apa2 dari posting2 disini. Tapi apapun hasilnya, kalah menang saya yakin bang mike sudah sangat siap.

    Politisi memang begitu bang. My fahter has been there too, dan seperti yang saya cerita dulu, papa saya malah sampai depresi berat. Untung dukungan dari kami sekeluarga membuat beliau bisa bangkit lagi. Namun jelas sudah tidak sepiawai sebelumnya.

    Selalu ada harga yang harus kita bayar untuk sebuah pilihan.

    Soal DPT yang tidak siap, saya juga geram sekali soal itu… banyak posting saya yang menyarankan pemilih untuk menjadi pemilih yang cerdas dan menggunakan kesempatan untuk memilih ini dengan sebaik2nya, kesempatan untuk ikut menentukan nasib bangsa ini 5 tahun kedepan, tapi ternyata karena tketidaks iapan administratif dari KPU dan KPUD, saya kehilangan hak pilih saya. Gak boleh milih karena gak punya kartu pemilih.

    Aneh deh pokoknya.

    Semoga baik-baik saja bang Mike.

    Salam hangat,

    Silly

    @mikekono : iya nih, soal nasib saya
    memang blm ada kepastian…..
    masih menunggu hasil resmi dari KPUD
    semoga ada semacam miracle
    yang pasti apapun hasilnya
    saya sudah siap menghadapinya
    thanks atas supportnya sista🙂

  8. Bro …
    Kalem Bro …
    Maju terus … jangan patah arang …
    Kalo niat kita baik saya yakin YANG DIATAS SANA pasti kasih yang terbaik untuk Abang …
    Rejeki bisa datang dari mana-mana bukan …?

    Kalo masalah kegantengan berkurang 10% …
    Aaahhh gampang la itu …
    Tinggal dioles pake Tancho sikit … beres lah ituuu ..

    Salam saya
    Sehat-sehat ya Bro …

    @mikekono : berkat dukungan semangat
    mas NH dan temen-temen bloger
    insya Allah saya akan baik-baik aja
    btw, tanchonya mana
    bagi dunk
    hehehe
    thanks bro🙂

  9. Bang, maap Bang … dalam komen saya di atas, alinea yang ini :

    “Akibatnya seperti lingkaran setan : rakyat memeras caleg, dan caleg yang nantinya menjadi anggota legislatif akan gantian mengeruk uang rakyat (dan uang negara) sebanyak-banyaknya untuk mengganti semua modal mereka, plus bunganya (malah sering juga tambah buah, daun, batang, dan akar …😀 )”… maksud saya tidak termasuk Abang lho. Saya percaya, jika lolos ke kursi DPR, Bang Mike akan bisa mengemban amanat rakyat dengan baik.

    Barusan di Metroteve ada berita, seorang caleg di Medan yang kalah, tetap syukuran dengan membagi sembako dan uang kepada rakyat. Wah, ini contoh bagus. Kepedulian pada rakyat bukan cuma untuk cari suara.

    Abang sehat-sehat saja kan?

    @mikekono : hmmmmm
    insya Allah kalau jadi wakil rakyat
    saya akan mengemban amanah rakyat,
    termasuk rkyt bloger dgn baik
    kalaupun gagal, sy tetap
    akan membagi2 sembako cinta
    lewat postingan…..

  10. hehehehehehe…om mikekono bisa aja nich…
    kalo aku sih pilih jadi blogger aja deh om…dari pada kecantikannya menurun 10 % ahhh bisa2 lingkaran hitam dimata muncul dan jerawat pada bertebaran…hehehehehe….

    harusnya politisi itu bekalnya Iman dan Takwa…bukan duit kayak kebanyakan politisi kita om…tapi masalahnya ada gak ya orang yg milih politisi yg cuman modal iman dan takwa aja???

    @mikekono : ya, saya juga bakal mengikuti
    jejak Mbak Ria, ngeblog aja spy tetap ceria
    dan kegantengannya tak lekang oleh
    terik mentari
    btw, kalau politisi cm berbekal
    iman dan takwa, mereka akan
    kebagian jatah kursi DPR di surga
    hehehe…..thanks adinda🙂

  11. tetap semangat bang,
    semoga di beri kesabaran….

    @mikekono :
    orang yg sabar disayang Tuhan
    thanks mas

  12. wah..
    pak caleg.
    biarpun skarang ngga berhasil, pasti emang udah jalannya.
    semangat pak!😀

    @mikekono : ya, semua
    sudah ditentukan yang di Atas

  13. wah, saya baru mau jadi caleg… jangan bosen dong mas🙂

    @mikekono : kalau mau caleg,
    dek Rindu mesti nunggu tahun 2014🙂

  14. Wah… semangat…
    bertaubat boleh…
    daya dan upaya perlu ditingkatkan.
    salam hangat dan semoga sukses.

    @mikekono : ya….semoga mas juga
    selalu ceria dan makin sukses
    salam hangat

  15. Buahahahahahahaha…….😆

    **ditempeleng bang Mike karena tertawa terkentut2 terbahak2**

    Huehehe…. saya bukan ngetawain abang loh, juga bukan mentertawakan para caleg yang kalah, tetapi saya mentertawakan itu para politikus atau politisi*). Mereka tuh, mirip bunglon, bermuka-dua cari menang sendiri dsb. Yang menang dan yang kalah sama buruknya! Yang kalah, maunya pemilu diulang dengan berbagai macam alasan padahal diulang juga belum tentu jadi menang malah bisa jadi semakin kalah sementara yang menang juga takut pemilu diulang dengan berbagai alasan padahal kalau pemilunya diulang takut jadi kalah.

    Bener bang. Jadi pengamat politik aja. Nggak usah bergabung dengan partai. Mereka itu kalau sudah bergabung dengan partai politik benar2 tidak netral. Segala macam yang dibuat partainya selalu dibilang bagus padahal saya percaya tidak ada gading yang tidak retak. Mereka mau untung sendiri, baik yang menang maupun yang kalah. Mereka itu bullsh*t kata orang Amerika, atau boll*cks kata orang Inggris. Mereka nggak bisa berfikir obyektif atau netral, mereka hanya bisa berfikir subyektif yang berporos pada partainya sendiri. Ya sudah bang, jadi pengamat politik aja, yang netral dan obyektif dan tidak memihak. Selamat kembali di blogsphere bang.

    *) Apa beda politikus dan politisi?? Dua-duanya diadaptasi dari Bahasa Belanda: hanya saja yang satu kata benda tunggal (politicus) yang satu kata benda jamak (politici). Sama seperti musicus (tunggal) dan musici (jamak). **halaah**

    @mikekono : hehehehe………
    begitulah politikus, gampang berubah-ubah
    seperti cuaca, pagi cerah, siang bs
    mendadak mendung
    memang lebih enak jadi
    pengamat politik, bs lebih
    obyektif dan kualitas intelektual pun
    bisa terus diasah……..
    thanks mas Yari🙂

  16. sebernarnya tidak semua, tapi mayoritas. akibat mayoritas ini, yang kecil pun kena imbasnya.
    but, salut buat keputusannya.😉

    @mikekono : ya, kultur politik kita
    memang belum kondusif
    thanks my friend 🙂

  17. makanya bang, mending jadi blogger aja deh. lebih aman. palingan resikonya kalo terlalu lama nggak posting diomeli teman.
    seperti saya ini lho, masih tetap ganteng, malah kegantengan saya menurut survei naik sekitar 12 persen, karena nggak tertarik ke bidang politik, melainkan melulu nge-blog. hehehe…

    tapi bang, judul di atas itu nggak ditulis dalam bahasa politikus kan ?😀

    @mikekono : setuju…..mending jadi politisi
    di dunia maya aja kaleee ya
    memang sejak doeloe hingga
    kini, mas goenoeng tetap sepadan
    nggantengnya dengan mas NH 18🙂
    btw, bs juga itu bahasa apologi
    khas politisi 😦

  18. Ya’elaah … Mas Goenoeng ngaku kegantengannya naik? Naik genteng ‘kaliii😀 Responden surveinya juga paling-paling isteri dan anak sendiri 😀 (*sumpah, saya bukan responden lho!*)
    Bikin puisi terus memang bikin ganteng ya mas?

    Maap Bang Mike, nyelonong nih …

    @mikekono : soal kegantengan
    mas goenoeng memang tak prl
    diperdebatkan lagi, karena
    dia konon mirip dengan WS Rendra…hehe
    walaupun begitu Mbak Tuti
    tak kalah ngganteng….oops tak kalah ayu
    btw, Mbak Tuti mau nyelonong
    ke mana nih…..hmmmmm 🙂

  19. janganlah patah arang bang, masih ada kesempatan memperbaiki carut marut dunia politik negara kita dengan caleg berpola pikir seperti abang ini🙂

  20. hehe.. jangan tobat dong Bang! teteup semangat!😀

    soal money politic yang kian marak itu, bener-bener kerasa di pemilu kali ini ya Bang.. hihi.. masalahnya saya sendiri turut mengalami, TS-TS (tim sukses) dari para caleg itu dateng menemui sambil ngasih amplop. walah!😆 Gila ajah, niat banget ngemodal untuk beli suara rakyat. hihi.. Padahal pemilih jaman sekarang seperti kata Bang Mike, unpredictable, udah dikasih duit sogokan juga belum tentu milih caleg itu. Wong yang ngasih ngga cuma satu caleg, tapi beberapa, dengan nilai yg berbeda2, uhuuyyy!

    haduh-haduh mo jadi apa negara ini, bener juga kata Bunda Tuti, seperti lingkaran setan. Kali ini mereka hambur2in duit, ntar udah kepilih pasti nyari (ngeruk uang negara) buat gantiin modal nyaleg atau bayar utang sana-sini. haduuuuhh.. politik oh politik..🙂

  21. Nambah dikit Broo…

    Kepada seorang kawan dekat saya yang ikutan nyaleg, saya sempat sampaikan..,”kalau kau nanti ternyata gagal dalam pileg, anggap saja kau diselamatkan… Karena belum tentu kau akan jadi lebih baik ketika kau duduk disana…”

    Tabik Broo…🙂

  22. Ehmmmm….jangan kapok dong…kalau orang jawa bilang kapok lombok itu,bilang nya kapok, tapi masih diulangi lagi.
    Btw…banyak karya lain..nggak usah dipikirin…politik itu memang seperti itu ,apalagi di Indonesia tercinta ini…semua semua bisa diatur,jadi bukan demokrasi yang dewasa dan jujur..Tapi demokrasi yang masih belajar….belajar kok ora rampung rampung yo ??..he..he..

  23. sunguh, saya ndak habis mengerti dg upaya memanipulasi suara rakyat. entah dg memanipulasi dpt, penggelembungan suara, dan semacamnya. memang sungguh ndak adil, terutama bagi caleg berkualitas yang justru tersingkir dari bursa kursi akil rakyat hanya karena ndak bisa bermain curang. kalau kondisi semacam ini tak berubah, bisa jadi wakil rakyat yang dihasilkan dari pemilu ke pemilu ndak pernah akan memikirkan nasib konstituennya. yang terjadi adalah upaya sang akil rakyat utk melakukan balas budi dan cari keuntungan. duh, kalau saya sejak dulu ndak pernah berbakat jadi wakil rakyat, mas agus.

  24. wakakakak.. jadi sekarang kegantengan bang mike masih berapa persen ?

    tetep jaga hati ya bang. jangan sampe stress

  25. saya jg ga habis pikir pak, kemana uang miliaran yang dikeluarkan untuk pengembangan IT yang dilakukan KPU dengan melihat kondisi perhitungan suara yg sekarang..

  26. satu lagi bang siapkan hati yang lapang (ikhlas) sehingga apapun yang terjadi enggak akan membuat mereka terpuruk. Karena semua sudah ada yang mengatur…

    tetap semangat ya bang🙂

  27. Menang ataupun kalah kepilih jadi anggota dewan atau tidak abang tetaplah teman blogger. Semoga tidak mengikuti caleg yang udah banyak yang stress dan bahkan masuk perawatan rsj.

  28. never gave up at your first attempt bro…keep up the good spirit!🙂
    Regards,
    Butt3rfly

  29. Datang dengan penuh semangat,
    Semangat berada di sini, pasca pemilu.
    Salam hangat selalu

  30. Udah bang, bener banget tuh…kalo emang ngerasa udah gak srek di politik ya udah..jadi blogger aja. Abang kan banyak banget Fansnya😀 ya gak??

    But anyway aku percaya, jika kendalanya adalah tipu daya, kelak akan ada jalan buat abang untuk masuk ke sarang penyamun itu. Asal tetap mengusung kebenaran ya bang🙂

    Hai bang…pa kabar ?:)..

    Tetap semangat yaaaa…:)

  31. Dengan maraknya money politik ini, kualitas SDM kita di pemerintahan patut diragukan, walau tidak semua demikian tetapi yang namanya money politik itu telah menolak yang benar dan menerima yang salah.

  32. mungkin bukan jamannya abang.nanti di saat perpolitikan indonesia udah semakin baik dan bersih baru tuh saatnya abang.

  33. jiahahhaha..9ara2 berpolitiks ke9anten9an ban9 mike menurun..

    ya daw ban9 nikmati fase fase yan9 suda dilewati,jika meman9 hendak berhenti menjd @ politius ya nda papa,setidakna aban9 suda pernah berkecimpun9 didlamnya,jika suda jalannya den9an ato tanpa ikutan ju9a akan melan9kah kesanah..🙂
    sabar ya ban9,alhamdulilah aban9 suda ber9eliat kembali di dunia perblo9in9an..🙂

  34. hehehe.. usulan yang bagus…
    gak cuma politisi, petani juga capek nanem padi, nunggu 4 bulan loh belum tentu bisa panen.. trus udah bisa panen, eh malah harga beras suruh dimurah-murahin…😦 malah buat kampanye lagi T_T
    capek deh jadi petani…

  35. Jadi politikus?

  36. Jadi hasil tabulasi akhir gimana, Pak?
    Dapat kah kursinya?
    Kalau dapat alhamdulillah karena berarti Bapak mempunyai kesempatan untuk memperbaiki bangsa ini.
    Kalau nggak dapat ya alhamdulillah juga, karena berarti Bapak dilindungi dari perbuatan tidak baik yang mungkin nanti Bapak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: