Pejabat Menyusahkan Rakyat ?


konvoiPejabat menyusahkan rakyat ? Ahhhh……masya ? Faktanya memang demikian. Kendatipun harus diakui,  banyak juga pejabat yang bekerja dengan baik sebagai abdi negara dan abdi rakyat. Tetap saja, masih lebih banyak lagi pejabat yang kerjanya cuma menyusahkan rakyat.

Contoh sederhana saja, kemarin pagi saat melintas di jalan raya kota Medan. Saya terkejut, jantung hampir copot. Mobil saya secepat kilat saya tepikan ke pinggir jalan. Apa pasal ?

Soalnya di belakang saya, sebarisan mobil meraung-raung dengan sirene tengah membawa rombongan pejabat dengan laju yang lumayan kencang. Daripada diseruduk, saya dan mobil lain di depan, terpaksa minggir.

Kalau rakyat biasa harus rela terjebak dalam kemacetan arus lalu lintas. Sebaliknya pejabat boleh melintas menerabas kemacetan itu, dengan menggunakan fasilitas negara.

Pejabat juga acapkali menyusahkan rakyat saat menggelar pesta. Di Kota Medan dan kota lain misalnya, beberapa pejabat dengan seenaknya menutup badan jalan umum, karena tengah menggelar pesta.

Alhasil masyarakat pengguna jalan mesti muter-muter sehingga memunculkan kemacatan, sekaligus mengganggu kelancaran dalam menyelesaikan urusannya.

Pada bahagian lain, rakyat juga menjadi korban dari side effect negative negatif yang ditimbulkan oleh ulah oknum pejabat yang candu menilep uang negara demi kepentingan pribadi.

Uang negara yang semestinya digunakan untuk membangun sekolah, memperbaiki infrastruktur, menambal jalan yang berlobang, acapkali disalahgunakan dan dialokasikan untuk kepentingan-kepentingan yang tak ada hubungannya dengan rakyat.

Ulah pejabat yang demikian sudah pasti menyusahkan rakyat. Bahkan lebih jauh, jika sedang apes, pada hakikatnya dengan mengkorup uang negara, pejabat juga telah menyusahkan diri sendiri, karena suatu saat bisa terendus KPK !

Pejabat kerap menyusahkan rakyat, karena mereka lebih sering ‘berumah di angin’ dan hidup dalam gemerlap kemewahan, hingga acap lupa berpijak ke bumi. Karenanya para pejabat yang prestasi kerjanya amburadul dan tak memberi manfaat buat rakyat, memang seharusnya diberi ganjaran setimpal, antara lain dengan cara diinapkan di hotel prodeo…!

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 16 Maret 2009, in Budaya, Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 23 Komentar.

  1. Seandainya pejabat itu mampu mengemban amanah, jujur dan bisa membuat rakyat makmur dan sejahtera secara merata, gak apa2 deh direpotin gitu 🙂

    @mikekono : itulah masalahnya, mereka
    cuma mampu menyejahterakan diri dan
    kroni-kroninya saja 😦

  2. ya padahal mereka adalah wakil rakyat, tapi hhmm sebenarnya mereka adalah wakil partai semuanya demi kepentingan partai..kenyataannya mereka makin kaya…hehehe ga nyambung tapi kenyataan kok

    @mikekono : ya, mereka lbh memikirkan
    partai dan para pendukungnya saja

  3. pejabat ngga cuma nyusahin rakyat tp juga bisa nambah dosa dengan sikap mereka yg so’ penting dan ngga becus bikin orang jd bersumpah serapah

    @mikekono : hihihi, selain sok penting,
    mereka juga merasa sok hebat…..thanks sista 🙂

  4. padahal seharusnya pejabat itu pelayan rakyat, yang terjadi malah sebaliknya …

    @mikekono : justru mereka pula yg
    selalu membuat rakyat sibuk dan kerepotan

  5. kalau cuma sirine meraung2 aja sich masih mending bang, pernah ya petugas yg kbagian tugas buka jalan..berteriak dengan kasarnya “minggir…minggir” dengan nada memerintah, padahal kita kan ga bisa minggir tiba-tiba dijalan yang sedang padat. Ini salah satu contoh arogansi, kalau sampai menutup jalan umum untuk acara pribadi itu lebih parah lagi…

    @mikekono : dan arogansi pejabat itu
    masih berlangsung hingga kini……..

  6. Ah…. itu sih terjadi di mana2 di negeri ini. Pejabat menyusahkan rakyat?? Itu sudah biasa. Nah, yang luar biasa adalah jika ada pejabat2 yang menyusahkan dirinya sendiri dan golongannya sendiri untuk kepentingan rakyat secara riil……

    @mikekono : kelihatannya belum pernah ketemu,
    pejabat yang mau menyusahkan diri sendiri
    demi kepentingan rakyat 😦

  7. Enaknya jadi pejabat radio kek nya bang…ndak ada kasus korupsi. Ndak harus mengeluarkan budget tinggi-tinggi mendanai pencalonan…iya kan?
    Siapa yang mau?

    @mikekono : pejabat radio juga bisa
    korupsi uang iklan…..hehehe 🙂

  8. ga usah heran bang
    emang uda begitu kelakuan para pejabat kita (walaupun ga semuanya)
    lbh mementingkan diri sendiri dari pada rakyatnya

    mudah2an kalau abang jd wakil rakyat
    bisa menyalurkan aspirasi rakyat dengan baik
    dan menjadi wakil rakyat yg amanah

    @mikekono : mudah-mudahan demikian
    thanks sista 🙂

  9. Bener sekali Bang….
    Pejabat kalo lewat bagai raja, ini bertentangan dengan Semboyannya Abdi Negara dan Abdi Masyarakat.
    Yang ada adalah Raja di masyarakat…
    Masya Alloh…

    @mikekono : bener mas Tuyi,
    pejabat kita belum bisa menjadi abdi
    negara dan abdi rakyat 😦

  10. Setau saya mereka memang selalu menyusahkan rakyat. Nyatanya kalau pas lewat waktu ada kunjungan lampu merah bebas diterjang sementara rakyat kecil disuruh berhenti dulu walaupun lampu dah hijau

    @mikekono : iya…..sungguh memprihatinkan,
    mereka cuma memikirkan kenyamanan
    dirinya saja dan tak peduli derita rakyat

  11. Koq ngak ada yang berani nimpuk pake tomat busuk seh?

    @mikekono : harga tomat sekarang mahal Mbak….hehehe

  12. sungguh menyedihkan kualitas pejabat di negeri ini, mas agus. semangat memberikan pelayanan yang terbaik buat rakyat sdh tanggal dari otak dan memori mereka. mereka justru minta dilayani. ini kan sudah terbalik. kayaknya dibutuhkan potong satu generasi utk memperbaiki birokrasi di negeri ini.

    @mikekono : bener mas. soal pemihakan kepada rakyat,
    mereka cuma bisa memberi janji, lupa memberi bukti.

  13. Hiahaha…. hotel prodeonya itu loh….Seperti sekarang ini, calon pejabat mengambil hati rakyat dengan berbagai cara (karena butuh suaranya) mata dan perhatian menjangkau/menyapurata rakyat di bagian/pelosok manapun, wajah dan rahangnya masih elastis dpt menoleh ke kanan, kiri atas dan bawah, sambil lewat masih mengucapkan “permisi!”…Tetapi bagitu target tercapai….. semoga saja rahangnya tidak menjadi kaku dan hanya dapat memandang ke depan dan ke atas, dgn kata lain ” permisi” menjadi “minggir!, gw mau lewat!”….(kebanyakan nonton sinetron nih):D

    @mikekono : begitulah tabiat mereka,
    sebelum menjabat ramahnya bukan main…
    setelah menjabat berubah menjadi arogan

  14. Hmmm…makanya Bunda selalu pakai mobil AB 333 DS..yang gak pakai plat merah deh…
    Rasanya MALU…semua jadi minggir ya…kalau ada pejabat dalam suatu acara mau LEWAT.
    Jadi ingat lagunya…Macet lagi Macet lagi…gara gara si KOMO lewat..

    @mikekono : yang dimaksud dlm postingan ini, para pejabat di Medan dan beberapa daerah lain. Yang di Yogya bagus-bagus kok…..hmmm

  15. Waktu baca postingan ini, saya langsung ingat Bu Dyah. Lha wong teman saya yang pejabat cuma beliau je (halah, ngaku-ngaku teman … hehehe … ). Tapi Bu Dyah dan Pak Herry ini beda lho dari para pejabat yang arogan itu. Waktu saya mau pulang kopdar di rumah Bu Dyah tempo hari, Pak Herry malah menawarkan untuk mengeluarkan mobil saya dari halaman rumah beliau. Ya jelas saya tolak. Bukan karena nggak percaya Pak Herry bisa nyetir (wakaka! 😀 ) tapi karena sungkan saja. Akhirnya beliau cuma jadi ‘tukang parkir’, memberi aba-aba “kiri putar habis, mundur, bales … ”

    Tapi memang benar apa yang ditulis Bang Mike. Banyak pejabat yang suka memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.
    Satu lagi, banyak pejabat yang cepet-cepet mantu kalau masa jabatannya hampir habis. Lho, apa hubungannya? Ya jelas, supaya ‘balik modal’, syukur-syukur ‘untung’. Kan banyak sponsor …
    Yang bingung ya rakyat kayak saya ini. Lha, mau ngasih angpao berapa? Ngasih sedikit nggak ada artinya, ngasih banyak dari mana duitnya? 😀

    @mikekono : betul sekali Mbak Tuti, dalam postingan ini sudah dijelaskan, masih terdapat juga segelintir pejabat yang baik….
    dalam hal ini, tercatat nama Pak Herry dan Bu Dyah
    btw, bener, banyak juga oknum pejabat yang
    menyempatkan diri mantu saat menjabat,
    supaya tamu-tamu yg datang lebih mentereng
    tapi, seandainya jadi pejabat, Mbak Tuti pun
    pasti akan menjadi pejabat yg baik, yang rela
    menyusahkan diri demi nyenengin rakyat….
    🙂

  16. nah Bang, nanti kalo udah jadi pejabat jangan menyusahkan rakyat ya ^^

    @mikekono : insya Allah akan berusaha berbuat yg terbaik
    buat rakyat, terutama rakyat di dunia maya….hehehe

  17. kenapa di negara ini belom ada pejabat yg sudah gagal mundur dr jabatannya,karena sudah tidak bisa mengemban amanah 😦

    @mikekono : mungkin mereka memiliki semboyan :
    ‘maju tak gentar membela yang bayar’ ?

  18. susah yaa kalau sudah nyinggung-nyinggung “pejabat”.Berdoa’a saja deh, mudah-mudahan kedepan ada perbaikan

    @mikekono : berdoa saja tak cukup mas, mesti ada upaya-upaya revolusioner melakukan perubahan sistem

  19. saya kok jadi males nyontreng yah, mau golput aja ah

    @mikekono : jangan sampai golputlah dek Ika…hehehe

  20. Awak hampir tiap pagi sering dikejar2 sama mobil dinas RI 11. Nggak banyak sih rombogannya, cuma satu mobil menteri, satu motor (kereta hi hi…) polisi dan satu mobil jip (entah siapa pula di dalamnya). Kalau di belakang udah ada mereka, kita jadi deg-degan. Soalnya mereka suka zig zag ke kiri ke kanan dengan kecepatan tinggi. Kita jadi kagok dibuatnya.

    @mikekono : hal yang sama juga dirasakan bnyk warga lainnya
    syukur Mas Hery ngga diseruduk rombongan RI 11 itu…
    kalau diseruduk mau ngadu ke mana…hehehe

  21. bah, di mana itu kejadiannya, bang?
    berani kali orang itu mengkekgitukan abang.
    untung saya tak ada, kalau nggak kan udah saya beri sekali!

    memang arogansi-arogansi semacam itu sering bikin miris.
    bagaimana pejabat bisa merasakan penderitaan rakyat dan berjuang melawannya kalau mereka sendiri tak pernah merasakan penderitaan yang sama? bukankah pengalaman itu lebih efektif dalam menanamkan sebuah pelajaran?

    saya cuma terpikir nih, bang, kalau saja terhadap ambulans yang membawa orang sakit bisa diberikan priviles semacam itu, alangkah bermanfaatnya. bukan ambulans yang meraung-raung menyingkirkan pengguna jalan lain karena bawa jenazah, ya? itu kan bukan emergensi.

    @mikekono : bah…..sayang Mbak Ulfi tak ada di situ
    kalau ada, kan saya punya beking…
    ya, tak seharusnya para pejabat
    itu selalu menyusahkan rakyat
    dengan mengatasnamakan tugas2 kerakyatan
    thanks adinda 🙂

  22. Bang …
    Saya tersenyum membaca postingan abang ini …
    (dalam hati saya berteriak … Setujuuuuu …)

    Dan jangan lupa bang …
    Kawan-kawannya Pejabat … kiri kanan depan belakang … bueh kadang tak kalah merepotkannya bang … (melebihi pejabat itu sendiri …)

    Salam saya

    But yes indeed … ada juga pejabat yang sangat merakyat …

    (Yang aku suka dari tulisan Abang adalah … abang selalu seimbang … )

    @mikekono : kalau di Medan temen2 pejabat itu
    disebut para ‘Panglima Talam’ , suka menjilat,
    ambil muka dan menggunting dlm lipatan
    hehehe…..sekali lagi mesti
    kunyataken, abanganda memang
    piawai membuat orang tersenyum
    hmmmmmm 🙂

  1. Ping-balik: Bingung Pemilu, Bingung Ngeblog….. « Spektrum Pemikiranku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: