Koalisi Tanpa Nurani !


koalisiii2Koalisi lazimnya dibangun oleh kelompok atau partai politik yang memiliki visi & misi yang relatif sama. Koalisi tak lazim terjadi antara dua kelompok yang secara ideologis sangat kontradiktif.

Misalnya antara PPP yang berasaskan Islam, kurang masuk akal jika berkoalisi dengan PDS. Bahkan PKS pun sejatinya tak cocok menjalin koalisi dengan PDI Perjuangan.

Idealnya memang demikian. Tetapi demi kursi (kekuasaan), koalisi akhirnya bisa terjadi antara kelompok manapun. Koalisi terjalin tanpa nurani. Demi upaya meraih kursi, sekat-sekat ideologis dan kendala psikologis pun kemudian mencair. 

So, tak mustahil, bakal terjadi koalisi antara PKS dengan PDIP atau antara PPP dengan PDS dan sejenisnya. Fenomena seperti ini sudah menjadi hal yang biasa pada penjaringan/ pengajuan bakal calon kepala daerah pada musim Pilkada lalu.

Koalisi untuk merebut kursi (kekuasaan), merupakan hal yang lumrah dan wajib dilakoni. Namun, patut pula diingatkan, koalisi yang mengabaikan hati nurani, berarti koalisi yang tak memiliki tujuan (yang benar).

Upaya meretas jalinan koalisi sudah sepatutnya didasari oleh adanya kesamaan visi & misi serta platform perjuangan partai. Tak sepatutnya koalisi cuma berorientasi pada kursi, ansich alias koalisi tanpa nurani.

Dengan kata lain, koalisi tidak boleh didasari oleh pikiran dan tujuan (dendam politik) untuk ‘menghabisi’ seseorang, sehingga muncul istilah ABS, ABM, ABJ, ABP, dll.

Koalisi yang hendak dibangun seharusnya dilandasi oleh tekad dan tujuan yang sama, yakni ingin memunculkan pemimpin nasional baru yang lebih baik, dan bukan semata-mata demi meraih kursi empuk kekuasaan plus jabatan-jabatan bergengsi lainnya.

Koalisi jangan hanya demi kursi ! Koalisi seharusnya bertujuan untuk menyelamatkan bangsa serta memberi peluang terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat…..!

foto dari sini

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 9 Maret 2009, in Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 29 Komentar.

  1. koalisi idealnya memang dimaksudkan utk kemaslahatan publik dan kesejahteraan rakyat. namun, agaknya politisi kita sudah banyak yang keblinger. mereka membangun koalisi hanya sekadar utk kepentingan partai dan kepentingan segelintir elite partai.

  2. koalisi tanpa nurani.. ups..parah..!!
    tp smoga terwujud tujuan koalisi seperti tertulis di paragraf terakhir itu yaa (^_^)
    aku baca semua lho ngga cuma paragraf terakhir doank hehe..!

  3. Betul banget bang, koalisi perlu misi dan prinsip yang selaras karena jika tidak selaras akan sering berbenturan, nanti bukannya akan menghasilkan solusi malah cuma buat menyelesaikan intern yang di prediksi akan punya masalah kompleks.

  4. ahahaha…
    harapan tinggal harapan, Bang Mike.
    tinggal kita tunggu saja bagaimana nantinya.
    setahu saya, tujuan ‘menang’ adalah nomer satu saat ini, dan apapun caranya, menjadi nomer yg kesekian.
    apa kabar, Bang ?

  5. Ya betul…. koalisi bukanlah sesuatu yang ‘nista’, tergantung dari apa motifnya partai2 berkoalisi. Jangan hanya sekedar untuk meraih kekuasaan untuk kemudian melupakan kesejahteraan rakyat, melupakan persoalan2 krusial bangsa ini serta hanya untuk memperkaya kelompoknya sendiri. Namun jika ada koalisi dan juga oposisi yang sehat biasanya proses cek dan ricek biasanya berjalan secara alamiah….

  6. heheeh kayaknya udah jadi mental yg mengakar tuh… gak berani sendiri… ya… koalisi..

  7. Koalisi itu bagus, sayang tujuannya yang kurang baik yaitu hanya untuk mendapakan kursi sehingga visi dan misi yang berbedapun diabaikan…

  8. Konon, di dunia politik tidak ada ‘kawan sejati’, yang ada adalah ‘kepentingan sejati’. Mungkin koalisi pun begitu ya Bang, bukan berlandaskan idealisme yang sama, tapi berlandaskan kepentingan yang sama (untuk menang) …

  9. kita cocokkan aja bang, mungkin cocok, kl tak cocok, ya brarti perlu dikocok…😀

  10. politik bang.. politik.. dan itu adalah masalah kepentingan.. kemungkinan, partai2 yg ada masih (sudah) berada pada tataran realistis, bukan idealis..

  11. Sepertinya koalisi dinegeri kita SEKEDAR bagi-bagi kekuasaan (baca : uang nantinya). Tidak percaya, tunggu aja setelah Pilpres…

  12. Politik emang terkadang susah ditebak dengan akal sehat

  13. Prinsip gak penting. Yang penting motif. Hehehe…
    Bener kata Bu Tuti, dalam politik gak ada ‘kawan sejati’, yang ada ‘kepentingan sejati’.

    Tapi ya sejelek-jeleknya politik, kalau gak ada politik tidak ada perubahan signifikan yang bisa diharapkan.

  14. Saya masih bingung nih bang…mau berkoalisi ceritanya…tapi sama siapa ya….?
    Ini komeng sementara saya…nati nambah lagi porsinya.

  15. jadi ternyata benar?
    ah! semakin kuat rasa hati ini ingin golput saja. koalisi dari partai yang sangat berbeda landasan ideologisnya hanya akan membuat rakyat semakin bingung dalam menentukan pilihannya. dipilih satu yang disukai akan memberi kesempatan baik pada satunya lagi yang sangat tak disukai. aih… aih…

  16. Sambungannya bang,
    Koalisi diciptakan tapi dilanggar dengan aturan yang tak menentu.
    Kita sadari, sebelum koalisi partai secara demokratik bermanfaat bagi rakyat dapat dihadirkan di Indonesia, nampaknya ada masalah kesenjangan hak dan kewajiban disamping masalah mekanisme koalisi. Ada pula masalah sistem pemerintahan dan spektrum ideologi koalisi.
    Semuanya membingungkan….Haiyah

  17. Nah ini yang namanya … yang penting kepentingan kekuasaannya memang utama, yang lain tak perlu dipikirkan lagi. Atau, sebenarnya partai-partai tersebut hanya berbeda secara lambang dan simbol saja tapi isinya tidak jauh berbeda, karena perilakunya hampir seragam.

  18. demi kepentin9an besama lalu berkoalisi aaahh.. non sense ituh ban9..!!
    yan9 aDa ju9a kepentin9an pribadi..

  19. Sssst … Bang (*bisik-bisik, takut kedengaran teman lain*) pertanyaan saya via email kok belum dijawab?

  20. koalisi blog bisa kan? hehe

  21. Pagi, Bang…

    Baca postingan kok malah bikin aku mikirin hal yang lain, ya. Seolah analogi untuk masalah perkawinan! Nah, lho. Maksudnya apa?

    Jadi gini.
    Aku ingat sama perkawinan antara sepasang manusia yang berbeda etnis atau agama. Koalisinya musti bagus. Musti dilandasi dengan niat yang sama dan sepanjang perjalanan waktu harus selalu ingat dengan tujuan awal membentuk lembaga pernikahan itu, tujuan awal berkoalisi itu.

    Karena kalau nggak tulus dan teguh pada tujuan; yang ada semuanya bakal menang sendiri dan perbedaan itu malah jadi pemicu pertengkaran…

    (haha, Lala ngomongin kawin mulu… udah ngebet kali ya… hihihihi)

    Salam aja deh..
    Gimana nyaleg-nya, Bang?🙂

  22. Koalisi ?
    aku setuju dengan komen ibu Tuti (-)K
    Bahwa … dalam politik tak ada kawan sejati … yang ada kepentingan sejati …

    Nah koalisi ini adalah sarana untuk merenda hal itu …

    @Lala …
    Oiii … OOT oooiii …
    hihihi …
    hai La … pis ah …

  23. politik itu yang putih bisa jadi hitam, yang lurus bisa jadi belok, semua bisa dan “dihalalkan”….saya jadi mikir, apa negara ini milik mereka? milik para politikus? dengan kekuasaan yang “digilir” mereka membual pada rakyat, mengatur seenaknya…hanya mementingkan golongan dan partainya sendiri…semua dilakukan agar bisa langgeng berkuasa dengan koalisi yang terkesan “dipaksakan” ini misalnya….bener2 pada gila kekuasaan!!!!!!!!!!

  24. demi kekuasaan semua jadi halal,, gini nih cerminan elit kita

  25. sebenarnya koalisi boleh saja…dan dari dua atau lebih golongan atau partai yang sangat berbeda…
    tapi yang harus dicari adalah…persamaan dalam perbedaan itu sendiri…untuk kepentingan masyarakat…jangan cuma janjinya melulu yang muluk muluk…apa nggak MALU ???

  26. menurut saya KOALISI adalah PEMBODOHAN POLITIK, kalau memang berkomitmen untuk kepentingan rakyat dipastikan semua partai akan bersikap mandiri dan bertahan terhadap apa yang menjadi keyakinan mereka..

    kalau memang mereka berkoalisi dengan “alasan” persamaan visi kenapa tidak lebih baik PARTAI TERSEBUT DISATUKAN AJA ALIAS MELEBUR JADI SATU PARTAI itu akan lebih baik karenanya akan menghemat anggaran negara yang selama ini dipake buat kepentingan partai…

    Kasihan rakyat setelah mereka ditarik pajaknya ternyata uangnya hanya buat kepentingan kelompok-kelompok yang belum tentu membela kepentingan rakyat…..

  27. satu lagi mas pendapat saya yang jelas ini adalah dagelan politik alias panggung sandiwara dulu berteriak lantang menentang sekarang saling mengedipkan mata….

    http://bungaliani.wordpress.com/2009/03/13/politik-itu-panggung-sandiwara-teman/

  28. Kalau PPP “kurang masuk” pasangan dgn PDS tetapi PKS dgn PDIP??…
    Kalau Demokrat mendadak kolalisi dengan PDIP, sesuai wawancara di tv, insyaallah bakal berdasarkan hati nurani om😀

  29. Ada satu postulat yang sering digunakan dalam politik…, “Tak ada kawan dan lawan yang sejati…, yang ada hanyalah kepentingan…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: