Tabloid Hiburan Makin Sopan !


Hans Miller Banureah, Pemred XO

Hans Miller Banureah, Pemred XO

xo-covers411Tabloid hiburan kini sangat jauh berbeda dibanding era 80 hingga 90-an. Sejak beberapa tahun terakhir ini, tabloid hiburan terlihat semakin sopan dan mulai meninggalkan bupati (buka paha tinggi-tinggi) dan sekwilda (sekitar wilayah dada)

Doeloe kalau tengah membaca tabloid, misalnya Monitor (pelopor jurnalisme lher) serta tabloid lain yang suka mengumbar sensualitas wanita, waddduh….bisa keringatan dan panas dingin.

Selain Monitor beberapa penerbitan lain kemudian coba mengikuti jejak sukses tabloid yang dikomandoi Arswendo Atmowiloto itu. Sehingga muncullah tabloid Lipstik, Dugem, Boss, Kisah Nyata, dll plus sejumlah majalah hot semisal Popular, Oke dan Playboy Indonesia.

Tetapi belakangan ini, tabloid hiburan kini lebih didominasi tabloid berkualitas dengan liputan investigatif, informatif, edukatif, inspiratif, komunikatif dan sesekali ngegosip.

Salah satu tabloid hiburan yang menarik perhatian saya sejak setahun terakhir ini adalah tabloid XO (eXtreme shOt). Setelah beberapa lama mencermati, saya merasa tabloid ini cukup layak dijadikan sebagai rujukan tabloid hiburan terlengkap.

Mengapa saya sampai tertarik menjadi pembaca setia tabloid XO ini ? Tentu saja alasannya sangat jauh dari pertimbangan subjektif. Tabloid yang masih berusia relatif muda ini memang benar-benar layak dibaca, karena dikemas dengan gaya bertutur nan lugas, cerdas, menarik, dan obyektif. Karenanya, jika ingin mengetahui mengetahui informasi hiburan dan gosip selebriti terkini, bergegaslah membaca tabloid XO. Dijamin, tidak akan kecewa….!

Beberapa rubrik tabloid XO yang menarik dibaca antara lain : Berita Sampul, yang mengupas tuntas gosip terkini seputar selebriti yang menjadi cover story. Edisi terakhir misalnya mengulas soal Andy Soraya yang masih berseteru dengan Catherine Wilson gara-gara duren (duda keren) Tommy Soeharto.

Rubrik lain seperti Film, TV, Musik, Klip, Horoskop, Cerber, Cermin, Acara Hiburan Sepekan, Refleksi, Gaya Hidup, Kabar Idola, Serba-Serbi, Inspirasi, Aktual, semuanya dikemas dalam sajian gaya bahasa yang menarik dibaca.

Bagi saya secara pribadi, rubrik Refleksi, Cermin, serta Jendela di halaman 3, yang selalu menyajikan semacam pengantar redaksi ditulis langsung sang Pemimpin Redaksi Hans Miller Banureah (mantan Pemred Tabloid Citra), juga sayang dilewatkan alias perlu dibaca untuk mengetahui perkembangan terkini jagad hiburan serta masalah-masalah aktual lainnya.

Semoga tabloid hiburan yang semakin sopan dan cerdas itu, tetap eksis serta semakin mampu menjalankan fungsinya sebagai media pendidikan bagi masyarakat. Performance yang sopan itu hendaknya muncul dari kesadaran sendiri, alias tak sebatas antisipasi lahirnya UU Pornografi.

Media yang bertanggung jawab memang sudah seharusnya ikut berperan dalam meningkatkan kualitas intelektual serta pencerahan moralitas generasi muda bangsa, seperti dilakoni tabloid XO selama ini.

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 23 Februari 2009, in Musik & Film, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 30 Komentar.

  1. emang uda ga jaman lagi, berita tabloid isinya mengumbar sensualitas hanya untuk mencari popularitas
    kalaupun berhasil, popularitas seperti itu hanya sebentar

    tapi liputan investigatif, informatif, edukatif, inspiratif, komunikatif dan sesekali ngegosip, jauh lebih menarik, enak dibaca dan menghasilkan popularitas yg abadi

    *teringatnya sekalian promosi tabloid XO ni bang😀

    @mikekono : ya….media yang mengumbar aurat
    bisa kualat nanti di akhirat…..hehehe
    *ahhh….bukan promosi, sekadar
    memberi contoh saja….hmmmm🙂

  2. So jangan lupa rekan2 blogger untuk mendapatkannya di toko2 terdekat! (gratisa gak ya??.. lho???)😀
    Mengenai duren yang tersebut diatas, heran ya hal seperti itu aja bisa jadi masalah… Apa ini pertanda kuatnya daya tarik du-ren tsb yaa??? sapedehhh..😀

    @mikekono : bacanya gratis, kalau
    dibawa pulang, bayar…..kekekeeeek
    wahhh….durennya memang top markotop
    dan dompetnya tebal terus, terus tebal….

  3. wah…saya jarang baca tabloid nih bang…
    tapi itu berarti sensualitas udah nggak laku dijual lagi ya?

    @mikekono : sensualitas kelihatannya sudah
    mulai lbh mengarah pd wilayah privacy,
    tak lagi terlalu diumbar seperti dulu….

  4. Syukurlah Bang Mike berkelananya di ranah tabloid sopan, soalnya tabloid yang gak sopan blas alias sensual abis juga banyak loh. Majalah juga, yang membuat orang menutup mata dengan telapak tangan (tapi jari terbuka … hehehe … ) masih banyak beredar.

    Tetapi majalah yang bernafaskan agama dan dikemas dengan apik (cover wanita berjilbab, isi populer-ilmiah tetapi berdasarkan Islam) memang semakin banyak, dan tampaknya cukup berhasil merebut pasar.
    Semoga saja, masyarakat kita semakin meningkat selera baca dan ‘selera keindahan’nya …

    Btw, saya belum pernah baca tabloid XO yang abang promosikan habis-habisan. Terbitan Medan ya Bang?

    @mikekono : wahhh…kalau Mbak Tuti punya
    tabloid sensual dan blas habis….
    kirimin dong…..hihihihi…..
    kelihatannya ‘selera keindahan’ masyarakat
    kita sudah mulai mengarah kepada
    keindahan sebagai art….
    btw, tabloid XO terbitan Jakarta
    saya tak sedang berpromosi, Mbak Tuti..
    cuma memberi contoh saja,
    bhw tabloid itu berkualitas
    sayang dilewatkan begitu saja….
    hehehe 😆
    Memang Mbak Tuti sll teliti,
    cerdas, kritis tapi baik hati 🙂

  5. Sudah jarang sekali mengikuti perkembangan majalah dari Indonesia, karena keberadaan sekarang. Saat ini saya memang memiliki banyak sekali majalah, seperti Better home and Gardeh, House beautiful, Cosmopolitan, Merry Clair, People dan juga people style watches. Dari semua majalah itu hampir 80% isinya advertisement, jadi males ngebacanya. Akhirnya saya memutuskan hanya meneruskan Better Home and Garden dan house beautiful serta people saja. Thanks

    @mikekono : kalau majalah luar negeri, saya
    sukanya cuma TIME…..hehehe, tapi wajarlah
    Mbak Yulis ngga mengikuti prkmbngan media di
    tanah air, ya namanya juga tinggal di LN
    thanks my sista 🙂

  6. Kalau di sini (Belanda) susah juga cari yang ‘sopan’ versi Indonesia bang

    @mikekono : ya, wajarlah itu
    kalau di Belanda bacaannya tak sopan,
    cukup yang baca aja selalu sopan….thanks bro

  7. Apa? siabang bikin masalah SYUR…(dijitakdotkom)..pasti terinspirsasi dari cerita majalah yang dilempar ke Toilet itu ya…? (punya pak NH kita itu loh bang)…

    Benar bang Jangan BUPATI..Abang nggak cocok… SEKWILDA….sekalipun sudah tidak jaman lagi…kalau mau

    KADUBES = KetuA penDUkung BErani Sopan.

    Selamat untuk majalah barunya bang….kalau butuh model pakai aja komunitas blogger bang! semua pasti mau. ha ha ha

    (Kali ini pakde nggak bersiul lagi sariwawan..bibir pecah2.)

    @mikekono : hehehe……ini bukan tabloid saya,
    kebetulan aja saya suka dengan
    tabloid itu karena liputannya
    intelek dan menarik dibaca
    btw, soal majalah Syuuurnya Om NH, saya
    juga pengen minjam tuh….kekekeeeek
    thanks Pakde 🙂

  8. Hem, kalau saya untuk nyari ngosip2 artis cukup via internet aza bang, itupun nggak sering2, boros2in waktu, lebih baik baca buku yang memang bermanfa’at atau main sama anak atau ngobrol sama suami daripada baca tabloid yang aneh-aneh.

    Ngomong2 bang Mike pembaca setia tabloid XO yach, atau jangan2 salah satu penulisnya, hehehe….kalau iyach saya mau langganan sebab isinya pasti nggak neko2, hahaha 🙂 🙂 🙂 Intermezo bang…terima ksh atas rujukannya yach bang mike 🙂 🙂 🙂 See you 🙂 🙂 🙂
    Best regard,
    Bintang

    @mikekono : bener juga….membaca buku
    memang banyak manfaatnya, tapi kan
    kalau butuh bacaan ringan, perlu juga
    melirik tabloid hiburan
    saya sarankan Mbak Elinda, coba
    dulu baca XO, pasti nanti suka
    thanks my sista 🙂

  9. beli tabloid kalo ada berita penting dan unik aja bang, he..he…

    @mikekono : sekalian berhemat kaleee ya
    bisa dimaklumi itu…..hmmm

  10. XO ini satu group dengan penerbit mana nih…di Jambi ado dak yo?

    @mikekono : wahhhh, kalau soal itu, bagus
    Pemrednya aja nanti yg jelasin……
    setahuku di Jambi, belum ada tuh.
    Jambi kalah dengan Medan…
    hihihihihihi 🙂

  11. mang………
    kapan yah blue bisa jadi cover sebuah tabloid………..hehehe
    pa cabarnya?
    salam hangat dalam dua musimnya blue

    @mikekono : kelihatannya blue lebih cocok
    jadi cover blog aja….hihihihi 🙂

  12. Saya kebetulan kemarin membaca
    tabloid XO, memang bagus sih
    tapi masih banyak yang
    perlu dibenahi
    liputan dan investigasinya
    harus lebih mendalam (oalah
    macam pengamat pers pula saya ya)

    @mikekono : ya semoga Tabloid XO
    bisa berbenah ke arah lebih baik
    sesuai harapan Mbak Linda. Thanks

  13. Memang sih tabloid sekarang sudah tidak ‘forno’ lagi. Tapi sekarang Internet mudah diakses di mana-mana. Jadi secara keseluruhan akses untuk mendapatkan barang-barang seperti itu justru sekarang lebih mudah secara keseluruhan…

    @mikekono : betul mas, di internet segala jenis
    porno bisa didapat….., tetapi setidaknya
    tabloid, majalah, dan koran sebagai bacaan
    umum tak bnyk lagi yg suka mengumbar
    keparnoan

  14. terbukti yang mengumbar syahwat cuman seumur jagung

    @mikekono : ya, betul…bnyk pembaca mulai jenuh

  15. eeecchh..aDa yaa?
    nda pernah beli tabloid sualnya,trus nda jadi pemerhati ju9a heheh..
    lebih serin9 baca via internet,9ratisan 9ituh hihii…

    @mikekono : ketahuan…..suka yng gratisan ya

  16. hahahaaa..lucu baca koment bang mikekono “blue cocoknya jadi cover blog”..hehehe rasain blue…!!!

    btw, saya dah lama ga beli tabloid2 lagi, yah, mudah2an aja semua tabloid ga ada acara buka2an lagi dech

    @mikekono : hehehe……lucu ya
    sekali-sekali baca tabloid lah sista🙂

  17. Saya juga beberapa kali
    baca Tabloid XO, karena melihat
    iklannya di ending acara
    infotainment WasWas dan Kasak Kusuk
    memang cukup baguslah
    tapi peredarannya di Medan
    belum merata, tak semua kios
    ada menjual

    @mikekono : berarti manajemen pemasarannya
    mesti kerja keras tuh……. 😦

  18. Tabloid XO edisi terakhir dengan cover Andy Soraya
    sudah baguslah, saya usulkan XO
    menjelma seperti Monitor, tapi Monitor dalam versi yang sopan
    horas, mejuah-juah Bang Miller

    @mikekono : wahhhh….usulan yg brilian juga itu
    silih Tarigan….bujur

  19. Hey Bang…

    Mungkin dalam beberapa hal tabloid kita terlihat lebih sopan. Perfilman Indonesia juga.
    Ingat jaman dulu betapa film film juga sedemikan gampangnya memuat adegan ciuman?
    Coba kalo sekarang …adegan ciuman? Bisa di tuntut FPI😛 hehehehe
    Jadi kalau menurut abang tabloid kita sekarang gak buka bukaan mungkin aku setuju.
    Tapi entah kenapa😛
    Kok artis kita makin gak tau diri ya😛
    Yang bangga punya anak tapi gak menikah…yang bangga foto telanjangnya beredar di dunia maya sambil berkoar koar..”itukan koleksi pribadi!”

    Hihihih….
    Jadi sebenarnya sekarang kita ada di kemajuan…apa di kemunduran ban?😛

    @mikekono : kita memang berharap tabloid dan media cetak semakin sopan, bukan karena
    ada UU pornografi atau karena takut sama FPI
    hmmmmmmm….
    soal artis-artis kita, mereka memang
    suka seenak udelnya dhewe 😦

  20. Apa yang ditulis bang mike memang kesannya penuh umbang🙂 Tapi menurut saya, itu bukan karena bang mike dan bang Hans Miller Banurea (pemred tabliod XO) sama-sama keturunan suku dari India Selatan (Kerajaan Colamandala) alias orang Batak Pakpak, hehehehe….

    Saya sependapat dengan bang mike karena Tabloid “XO” memang jauh dari kesan tabloid ‘kacangan’ yang mengumbar sensualitas wanita. Saya kira tabloid “XO” layak jadi bacaan alternatif keluarga di rumah.

    Sayapun berkeyakinan, jika tabloid ini terus meningkatkan kualitas kertas dan tulisannya, memperbanyak rubrik dan halamannya, dan harga jualnya terjangkau, dua tiga tahun lagi ratingnya bukan tidak mungkin bisa menyamai tabloid-tabloid keluarga yang telah lama eksis.

    Saluut untuk Bang Hans Miller Banurea selaku pemred tabloid “XO”:)

    @mikekono : hehehe…..kata orang Medan taunya awak diumbang tapi syuuur juga…
    bah, apa pula itu kerajaan Colamandala
    India Selatan, yang kutahu cuma Mumbai
    Bollywood….
    mantap kali usulan Mas Gus ini…
    kelihatan sekali rajin membaca
    yang tersurat maupun yg tersirat
    …..thanks bro 🙂

  21. hmm jadi ingat tabloid ‘femina, kartini,’ masih adakah nggak ya?

    @mikekono : kartini, setahuku masih ada

  22. masyarakat juga udah makin cerdas kok dalam memilih media yang sesuai dengan mereka🙂

    @mikekono : ya sepertinya demikian
    thanks bro 🙂

  23. hahahahahahahahahaha…thenkiu bang, atas infonya…😀

    @mikekono : hehehehehe…….thanks juga 🙂

  24. majalah baru nih, ibu saya tuh demennya tabloit..kalo saya baca koran aja cukuplah.

    @mikekono : tabloid atau koran sama-sama
    media yang perlu dibaca

  25. thanks bos kunjunganya
    met bekerja
    sukses selalu
    majalah tabloid menunjukkan kesopanan semu, heheheheheh?

    @mikekono : kesopanan semu…?
    ahhhh….masya…..thanks

  26. Bah! Ngeri awak ketika baca tulisan silih Agus Ujung di atas. Mengumbang kali, khususnya XO dibikin jadi contoh nyata. Hehe. Btw, terimakasih atas perhatian dan kepercayaan untuk membaca dan menganalisis. Setidaknya, tulisan bung Agus menjadi semacam virus baik untuk mengumumkan kepada khalayak bahwa tabloid bukan sekadar ser ser ser. Ketika mengonsep tabloid XO, saya dan kawan-kawan mencari sebuah pertanyaan, dan pertanyaan itu adalah: Apa untungnya orang baca kalau kita bikin tabloid XO? Jawab yang menjadi tanggung jawab kami sebagai pengelola adalah, kita bikin XO sebagai panduan dunia hiburan. Dia harus menjadi TABLOID HIBURAN TERLENGKAP. Apakah sudah sampai ke jawaban itu? Bisa sudah, bisa pula belum. Kami, jujur menjawab, belum! Karena kami sendiri terus berupaya memperbaikinya, membuatnya sebagai tabloid yang tak perlu ngumpet-ngumpet membacanya. Ketika ibu ke pasar lalu membelinya, ada yang bisa dinikmatinya di sana, begitu juga bapak, atau malah anak-anak remajanya. Informasi dunia hiburan, itulah yang kami pertebal. Terimakasih untuk semua komentar, karena itulah yang kami jadikan panduan konkret dalam pengembangan tabloid XO.
    Jangan sungkan-sungkan mencubit kami, atau mengingatkan kami, atau ”memuji” kami (hehehe), lewat redaksi@xotabloid.com dengan senang hati pasti kami respon dengan baik dan cepat.
    Sekali lagi, terimakasih atas bahasan ini, kami sangat tersanjung, dan NJUAH-NJUAH (salam akrab kami orang Pakpak, Dairi, Sumut).

    Hans Miller Banureah
    Pemimpin Redaksi/Pemimpin Perusahaan Tabloid XO

    @mikekono : mengumbang dengan tujuan
    positif, saya kira sudah menjadi kewajiban kita
    masing-masing. Asal jangan mengumbang, bertujuan
    untuk menjerumuskan.
    Saya memang sudah lama mengamati tabloid XO,
    jadi wajar jika saya bersemangat mengulasnya, dan saya memang memiliki kebanggaan jika melihat ada orang Pakpak sukses, baik sebagai politisi, pejabat, jurnalis, musisi, dan lain lain
    Dan seperti komentar rekan-rekan
    memang harus diakui, terdapat beberapa hal yang masih mungkin dibenahi agar XO, tirasnya bisa tertus meningkat dan bisa bertahan berpuluh-puluh tahun
    btw, silih…..melalui postingan en, imo kessa
    boi kontribusiku……bakune asa kita kalak pakpak maju dan saling mendukung……
    bujur…..njuah-njuah

  27. HHmmmm …
    XO …
    namanya agak terasa bagemanaaaa begetoh …

    Tapi syukurlah kalau isinya bagus ya Bro …

    Salam saya

    @mikekono : XO, namanya kereen,
    isinya juga bagus bro…….
    thanks abanganda, 🙂

  28. XO ya….
    ntar coba nyari dehhh…
    jadii penasaran..

    Salam kenal om..😀

    @mikekono : iya…silahken dicari
    selamat membaca…salam kenal
    thanks 🙂

  29. Wah..kalo Putri amat sangat jarang baca Tabloid, nih…

    Mudah2an saja…isi tabloid makin cerdas dan tidak melulu mengumbar bupati dan sekwilda

    amin

    @mikekono : wahhhh…..putri seharusnya
    baca tabloid juga donk…..hehehe

  30. saya sudah baca tabloidnya
    ya isinya lumayan jugalah
    thanks atas infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: