Parpol Gurem pun Terancam


Hasil survei, Soetrisno Bachir dan Wiranto (Hanura), tak termasuk parpol gurem

Hasil survei, Soetrisno Bachir (PAN) dan Wiranto (Hanura), tak termasuk parpol gurem

Palu godam Mahkamah Konstitusi (MK) telah diketok. MK dengan tegas nenolak gugatan 11 parpol terhadap pemberlakuan sistem ambang batas parpol di parlemen (parliamentary treshold-PT) 2,5 persen.

Ketegasan sikap MK ini patut dipuji. Sebab, harus diakui jumlah parpol peserta Pemilu di negara kita sekarang (38 parpol), sudah over capacity. Untuk mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkualitas, jumlah parpol peserta Pemilu, idealnya lima hingga tujuh partai saja.

Jumlah parpol sekarang, sudah terlalu banyak, sehingga kita tidak lagi bisa membedakan mana politisi dan mana pula yang sekadar ikut-ikutan berpolitik.Hal ini disebabkan pimpinan parpol mengalami kesulitan mencari orang yang mau dijadikan pengurus dan calon anggota legislatif. Alhasil saat ini saat banyak pengurus parpol dan caleg sama sekali tak paham soal tetek bengek politik.

Ketegasan sikap MK menolak gugatan perihal ketentuan parliamentary treshold itu sudah pasti merupakan tamparan keras bagi parpol parpol gurem.Kendati harus diakui, kualifikasi parpol gurem masih bersifat debatable. Tetapi, mengacu pada hasil kesimpulan berbagai lembaga survei selama ini, 10 besar parpol selalu berkisar di antara parpol berikut, di antaranya : Golkar, PDIP, Demokrat, PAN, PKS, PKB, PPP, Gerindra, Hanura, dan PBR.

Lalu, apakah parpol di luar 10 besar itu, bisa disebut sebagai parpol gurem. Bisa jadi demikian. Atau setidaknya parpol-parpol di luar 10 besar mengacu pada hasil survei di atas, posisinya sangat terancam.

Jika tidak mampu mendulang perolehan 2,5 persen suara pada Pemilu legislatif nanti, parpol-parpol tersebut tidak berhak mendudukkan anggotanya di parlemen. Dengan keluarnya keputusan MK itu, sejatinya bukan cuma parpol gurem saja yang terancam.

Para caleg parpol gurem yang sudah mengeluarkan dana ratusan juta hingga miliaran pun ikutan terancam. Sebab kendati mereka berhasil meraih suara terbanyak dan secara matematis memperoleh kursi DPR-RI. Semua akan percuma belaka, kalau parpol yang mengusungnya tak mampu meraih 2,5 persen suara pemilih pada Pemilu April 2009 nanti.

Sekarang, elite parpol gurem itu mungkin masih bisa tertawa dan selalu bersikap optimis. Usai pemilu, mereka akan ramai-ramai menangis dan menyesali diri, karena latah mendirikan partai……!


About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 16 Februari 2009, in Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 29 Komentar.

  1. Kecuali kalau parpol gurem itu sakti mandraguna, meski dipalu-godam, tetap saja hidup, bahkan tukar kulit dan warna, iya kan bang?!

    @mikekono : untungnya yang sakti mandraguna
    cuma ada di pewayangan….., kalau parpol bukan
    sakti, tapi sakit…….hehehe

  2. Seleksi semacam ini memang harus dilakukan, karena dengan semakin maraknya pembentukan partai baru justru membuat pemilih, terutama pemilih awam seperti saya ini jadi bingung. Mo pilih partai apa ga tau apa yang mereka perjuangkan.

    Sukses selalu untuk Abang Mike, Thanks and take care Bro.

    @mikekono : iya Mbak, harus ada seleksi ketat sehingga kelak parpol tak seenaknya datang dan pergi. thanks sista

  3. bagus tuh, mereka kecele jadinya……… yah itung2 itu partai gurem ikut menghidupkan perekonomian rakyat kecil sewaktu kampanye ini. bikin hidup tukang kaos, tukang teh botol, warteg dan masyarakat lainnya yang diuntungkan dari itu.

    @mikekono : betul, parpol banyak memberi keuntungan musiman
    bagi pedagang kecil. tapi parpol terlalu bnyk juga membingungkan rakyat

  4. Ass.

    Atau, mungkin saja di antara yang sepuluh besar tersebut ada yang kena palu gudam MK …

    Salam damai yang mengalir

    @mikekono : hasil Pemilu 2009 sulit diprediksi,
    Bisa jadi penilaian hasil survei melenceng….thanks bro

  5. kebanyakan parpol malah bingung milihnya yach…:)

    @Mikekono : tak perlu bingung Diajeng

  6. hey bang…aku jadi inget jargonnya sebuah iklan..

    semakin banyak yang milih, semakin bingung milihnya…hehehehe

    @mikekono : betul juga, kalau di desa terpencil, seorang cowok
    gampang milih, sebab pilihannya terbatas. hehehe

  7. Ya betul ku dukung keputusan MK itu
    karena demokrasi yang sehat dan selektif itu perlu untuk sebuah kualitas pemerintahan kita

    @mikekono : demokrasi sehat akan melahirkan rakyat
    dan pemerintahan yang sehat pula….thanks

  8. HHmmm …
    Atas nama demokrasi …
    Kemerdekaan untuk bersyarikat dan berkumpul …

    But …
    Yaaaa gitu deh …

    Saya ya dananya sebetulnya …

    @Mikekono : jangan sampai hak kebebasan bersyarikat
    dan berkumpul selalu dijadikan tameng untuk
    banyak2 mendirikan parpol, yg kerapkali tak
    trll signifikan manfaatnya buat rakyat…..
    thanks bro🙂

    Salam saya Bro

  9. wuiiihh … banyak banget ya jumlah parpolnya sampai 38 … bikin bingung

    @mikekono : Mbak Ely aja bingung,
    apalagi rakyat di level
    grass-root, pasti lebih bingung

  10. Eheemm liat angka 2,5 persen itu ko’ masih “trauma”yaa.. bawaannya pamasss……:D
    Dari awal, begitu liat parpol baru muncul rsanya ko’ sepertinya mereka itu buang2 tenaga, waktu duit aja yaa.. Mending duitnya buat buka toko material, atau beli saham untuk jangka panjang ( jangka pendek pada situasi saat ini sgt bersifat spekulasi)
    Berapa banyak kursi di DPR RI dan berapa banyak yg memperebutkan… Orang2 yg kelebihan energi akan berjuang walaupun ujung2nya gigit jari😀

    @mikekono : itulah yang mengherankan, entah apa
    motivasi mereka ramai-ramai mendirikan parpol
    padahal seringkali basis massanya tak jelas😦

  11. malam..salam kenal dari BacaBlog🙂
    ngomong-ngomong pak sutrisno bachir kemana ya sekarang, dulu iklannya gencar banget, sekarang kaya hilang tak berbekas😀

    [FRESH]
    mau blogwalking? mau baca posting terbaru dari blogger?
    atau.. mau kenalan, titip salam, dan lihat foto blogger lain? dateng aja ke http://bacablog.com

    @mikekono : soetrisno bachir kelihatannya tengah
    mengalihkan strategi, dari beriklan beralih ke
    gerakan nyata langsung bertemu rakyat di
    lapangan……..
    thanks bro

  12. aku ga ngerti politik Pak..
    jadi aku datang untuk membaca dan ucapkan salam..

    semoga pakMike sukses..

    @mikekono : wajarlah Mbak Emma kurang
    paham poilitik,…… thanks Mbak Emma
    semoga sukses selalu 🙂

  13. Memang sebaiknya partai-partai gurem itu bergabung saja ke partai-partai besar yang sudah ada. Kalau bicara soal idealisme, platform, visi dan misi, masak sih dari 10 partai besar yang ada, tidak ada yang sesuai, sehingga harus membentuk partai baru? Jangan-jangan hanya karena tidak kebagian jabatan di partai besar, lalu bikin partai sendiri agar bisa jadi Ketua. Kalau benar begitu, waduh …. belum-belum kok niatnya sudah cari jabatan …

    @mikekono : kelihatannya asumsi terakhir yang mendekati
    kebenaran. Bahwa mereka memang haus jabatan….
    apapun parpolnya, punya basis massa atau tidak,
    yang penting bagi mereka, duduk sebagai ketua……
    tapi pasca Pemilu, mereka yg haus jabatan
    itu akan kembali dilanda dahaga berkepanjangan
    thanks Mbak Tuti 🙂

  14. bagus banget bang peraturan seperti itu. moga2 kedepannya ga perlu banyak2 parpol. aku aja pusing ngeliat parpol yang tumbuh subur kayak jamur. padahal prestasi ga ada apa2nya..

    eh bang, semoga nanti menang caleg🙂

    @mikekono : penerapan sistem parliamentary treshold
    memang patut disebut sebagai langkah maju dalam
    jagad politik kita, sehingga parpol dengan sendirinya
    akan terseleksi oleh rakyat
    thanks atas doanya 🙂

  15. Kayak byr zakat aza ya pak, 2,5% :mrgreen:

    @mikekono : iya kaleee…..hehehehe

  16. yang jelas kalau iklannya rame kemungkinan besar lolos ya pak …
    eh mudah-mudahan elite-elite nya tetap damai ah … kasihan kita-kita yang awam ini … betul nggak pak?

    @mikekono : iklan tak jadi jaminan juga Mas,
    mari kita serahkan kepada rakyat dalam memberikan
    penilaian sekaligus hukuman bg parpol yang tak jelas
    keberpihakannya kpd rakyat…..thanks bro🙂

  17. Atau pahit2nya terjadi transaksi suara antara parpol kecil dgn Parpol mapan???…Wahhh kalau yg ini kan adanya di Negara Democrazy yaaa…. gak mungkin dan mudah2han tidak terjadi di Negara Demokrasi😀

    @mikekono : justru di negeri Mbak Rita ini,
    acapkali terjadi democrazy. jadi apapun bisa saja terjadi
    thanks Mbak🙂

  18. Itu yang namanya dinamika demokrasi?? Jikalau ambisi pribadi aspirasi politik tidak tersalurkan maka dibuatlah partai baru, biar gurem yang penting jadi raja, daripada jadi partai besar tapi jadi babu.

    Ini mirip dengan orang bikin perusahaan, yang penting kecil tapi jadi pemilik perusahaan, daripada berada di partai besar tapi jadi jongos. Mungkin di negeri ini, parpol sudah mirip perusahaan, yang penting adalah ambisi diri menjadi direktur ketua umum walaupun perusahaannya kecil. Walhasil kalau ‘perusahaannya’ bangkrut alias tidak boleh ikut pemilu lagi, dia akan mendirikan partai baru lagi, dan begitu seterusnya……..

    Dinamika demokrasi atau dinamika motif ekonomi ya??

    @mikekono : bisa jadi itu pemahaman
    keliru terhadap demokrasi….
    untung saja MK menyetujui parliamentary treshold 2,5 persen itu,
    sehingga orang-orang kelak tak lagi seenaknya mendirikan partai
    thanks bro 🙂

  19. iyalah, emg harus diringkas itu jumlah partai. kasian rakyat capek ngapalnya…

    cukup PAN dan yang sekelasnyalah yg eksis😉

    @mikekono : diringkas, dipangkas dan diterabas
    ya biarlah parpol yang berkelas saja yang
    tetap eksis……….thanks bro 🙂

  20. Banyakan Partai kita juga bingung milihnya…
    Kaya di US dua partai aja…😛

    @mikekono : daripada bingung
    mending ngunjungi blognya Tuyi
    supaya bisa terhibur…bur…burrrr 🙂

  21. Semakin banyak partai semakin banyak yang Golput😀

    @mikekono : daripada golput, bagus milih aja bro
    hehehehe 🙂

  22. Semakin banyak yang bingung.

    Apakah demokrasi mesti ada banyak partai???

    @mikekono : mungkin itulah akibat mispersepsi demokrasi

  23. Dulu kita punya partai nggak banyak2 amat. Si Amat aja nggak minta Banyak koq….apa ini pertanda kiamat? Oh My God….jangan sampai2, Saran saya untuk semua yang nanti tidak terpilih dan partainya kelelep. Jangan sedih ya…itu kan resiko…..
    Biar rame kita bikin Partai Blog ajah….mau?

  24. To pakde : boleh asal gratissss hehe😀

  25. ah kupikir ada apa… hahahahahahaha …..😀

  26. memang perlu ada pembatasan terhadap bejibunnya jumlah parpol, mas agus. salut buat MK yang telah berhasil memberikan “fatwa” baru, hehehe …. semoga hanya parpl yang memang eksis dan memperjuangkan rakyat yang akan sanggup bertahan di tengah persaingan politik yang sengit.

  27. lha…iya to…partai kok sebanyak itu….Ini hanya membuat masyarakat bingung dan apatis…
    Kalau menurut Bunda…gabung aja….yang visinya bisa disinergikan….jangan mengedepankan Egoisme golongan/diri..
    Eman eman…ngabis2in biaya…..lebih baik bikin Usaha…mempekerjakan orang…gitu ya bang….

  28. Dari dulu bukannya electroral tresshold ini dah ada ya Pak? Buktinya jumlah partai setiap kali pemilu di masa reformasi tetap aja bejibun. Kayak rumput liar yang tiap kali dicabut, selalu bertumbuhan…

  29. Kebebasan dalam demokrasi bukan berarti semua bisa punya partai sendiri2 sesukanya. Visi dan Misinya harus jelas. Kalau ada 3 partai juga ga masalh, asal jangan mementingkan golongan…..pusing aku kalau ada 38 partai….🙄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: