Kreativitas Mentok, Dangdut Jeblok


ridho-irama

Ridho Rhoma

Pada Senin (26/1) malam kemarin, TPI menggelar acara bertajuk ‘Dangdut Never Dies’, yang sesungguhnya merupakan gawenya The King of Dangdut Rhoma Irama, menggunakan momentum acara itu melaunching putranya Ridho Rhoma.

Rhoma berobsesi Ridho tampil sebagai ‘pangeran dangdut’, yang akan mewarisi kejayaannya sebagai penguasa musik dangdut yang hingga kini belum tergantikan.

Obsesi Rhoma itu wajar dan sah-sah saja. Tapi, sayangnya performance dan vokal Ridho Rhoma yang sudah lumayan mempesona itu tak diimbangi dengan pemunculan sesuatu yang benar-benar baru.

Dengan kata lain kehadiran Ridho baru sebatas mendaur ulang lagu-lagu beken yang pernah dipopulerkan ayahnya.  Padahal dari kepiawaiannya menyanyikan lagu-lagu Hindustan seperti diperlihatkan dalam acara itu, mestinya nilai plus putra kesayangan Bang Haji itu layak dijual ke publik.

Sangat disayangkan kalau Ridho cuma menyanyikan lagu-lagu lawas Rhoma Irama. Mestinya launching Ridho Rhoma bersama ganknya Sonet 2 Band, disertai dengan pemunculan album anyar. Maksudnya, album berisi lagu benar-benar baru, bukan cuma daur ulang.

Dalam konteks demikian, tak terlalu berlebihan jika dikatakan, daya kreasi  musisi dangdut sekarang benar-benar cukup memprihatinkan. Kreativitas mentok, dangdut pun jeblok.

Sebagai penikmat segala jenis musik, sudah bertahun-tahun saya mencermati, tidak ada lagi album dangdut sukses mencetak hits dan digemari masyarakat. Coba bandingkan dengan perkembangan musik pop, hampir setiap bulan ada saja lagu-lagu baru muncul dan populer di tengah masyarakat.

Lihatlah misalnya Ahmad Dhani. Selalu saja ada lagu-lagu baru yang diciptakannya dan hampir semuanya meraih hits, baik saat diluncurkan lewat Dewa 19, The Rock, Mulan Jameela atau Dewi Dewi.rhoma

Sementara Rhoma Irama, sudah berpuluh tahun tak kunjung mengeluarkan album yang benar-benar baru (berisikan full lagu baru). Parahnya lagi, penyanyi dangdut lainnya saat manggung di layar kaca dan di mana saja, juga selalu menyanyikan lagu yang itu-itu saja. Membosankan ! Kreativitas mentok, dangdut jeblok.

Kelemahan penyanyi dangdut seperti Dewi Persik, Saiful Jamil, Inul Daratista, Cici Paramida, Ikke Nurjannah, Uut Permatasari, Kristina, Ine Cynthia, Iis Dahlia, Irfan Mansyur S, dan para alumni KDI ; mereka cuma bisa menyanyi dan tak punya talenta menciptakan lagu seperti halnya Rhoma, Mansyur S, Meggi Z, Ayu Soraya atau Rita Sugiarto. Adapun musisi dan group band pop saat ini umumnya kreatif membuat lagu baru.

Dalam konteks demikian, sungguh mengherankan Rhoma Irama yang dulu begitu kreatif dan sudah menciptakan sekitar 500 lagu, ikut-ikutan pula mandeg kreativitasnya dalam membuat lagu-lagu baru. Padahal para fansnya sudah cukup lama merindukan kehadiran album barunya.

Agar dangdut tak semakin lama jeblok, Rhoma seharusnya bisa memberikan terobosan baru menciptakan lagu-lagu anyar buat dirinya sendiri serta untuk penerusnya Ridho Rhoma. Dan akan lebih baik lagi jika Ridho juga diberi ‘pelajaran’ oleh sang ayah agar tak sekadar muncul sebagai penyanyi ansich, tetapi sekaligus sebagai musisi all-round.

Kalau Ridho tak punya talenta mengkreasi lagu, slogan Dangdut Never Dies akan berhenti sebatas jargon, selanjutnya jagad perdangdutan pun tetap jeblok dan kemungkinan besar akan ditinggalkan para pengemarnya…..!

foto dicomot dari sini

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 28 Januari 2009, in Budaya, Musik & Film and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 46 Komentar.

  1. Harusnya Ridho Irama mampu jadi dirinya sendiri untuk raih kesuksesan itu

    @mikekono : yes……..be your self, Ridho !

  2. yang benar, blogging never dies. 😀

    @mikekono : hmmmm betul itu,
    dangdut never dies pun oke

  3. Tadi di tvone ada tuh bule amerika yang ngedangdut. Asyik juga tuh lagunya.

    @mikekono : lagunya asik, vokal si bule pas-pasan aja….
    cuma kita aja gmpang tertarik sm sesuatu yg berbau bule

  4. cobalah dimengerti…!

    bagaimanapun Ridho Rhoma sedang berusaha. aku kemarin nonton acaranya di TPI. boleh juga…

    @mikekono : hehehe…..jgn salah bro,
    saya justru menginginkan agar Ridho sukses,
    kl bs melebihi kehebatan ayahnya…….thanks

  5. walaupun bang Rhoma ataupun Ridho menyanyikan lagu2 lama, tapi ttp aja enak didengar dan ga membosankan

    apalagi lagu syahdu yg didendangkan
    wahhhh….ga kebayang deh kesyahduannya
    serasa dunia milik berdua
    hehee….

    *salam ya bang sm si Ridho, keren euy 🙂

    @mikekono : setuju ! penampilan Rhoma dan Ridho
    dengan lagu-lagu lama dan song from Bollywood,
    memang enak didengar….., tp akan lbh baik jika
    Ridho mendendangkan lagu-lagu baru dari album sendiri
    wow…….lagu syahdu memang bikin syahdu
    thanks 🙂

  6. even i don’t like dangdut, but i apreciate this music as truly indonesian music….bravo dangdutttzzz

    @mikekono : absolutely right……,
    me and many people like dangdut…..
    so, dangdut never dies in my country

  7. Aku juga nonton acara ini Bro …
    cuma sekelebat-sekelebat saja …

    But … By All Means …
    Aku merasa … ini bukan acara Dangdut yang never dies itu …

    Ini acara solely milik Rhoma Irama …
    Sementara penyanyi dan pencipta lagu dan sebagainya yang datang kesana … hanya sebagai pelengkap penyerta saja …

    Kesannya malah Self Promo … juga Ridho Promo …

    Hokeh …. ??? … Baiklaah …

    Salam saya

    @mikekono : betul bro….
    tapi kedatangan para elite dangdut itu
    juga memperlihatkan kekompakan komunitas dangdut…
    Kl Bang Haji Rhoma ingin mempromosikan putranya
    lewat acara itu, sy kira hal itu wajar-wajar saja
    thanks bro

  8. Ternyata abang penggemar Rhoma juga yah 😀

    @mikekono : sy penggemar Eric Clapton, Mick Jagger,
    Queen, The Beatles, Deep Purple, dll……juga menyukai
    lagu-lagu Rhoma……

  9. Kalau dengar nama Rhoma, saya ingat Ikal Lasykar Pelangi, soalnya dia penggemar berat Bang Haji itu. Selain itu, ingat Veronica (isteri pertamanya), Ricca Rahim (isteri ke ‘entah’nya), terus penyanyi ndangdut … siapa tuh … yang cantik banget, yang begitu diakui Rhoma sebagai isterinya, langsung dicerai … ? Yang pingsan waktu dilarang nengok Rhoma di rumah sakit?
    Aduuuh, Bang Haji ….. 😦 😦 (*geleng geleng kepala prihatin*)

    Tanpa bermaksud menafikan musik ndangdut, saya lebih suka lagu-lagu Melayu, seperti Cindai, Laksamana Raja di Laot, Fatwa Pujangga, Bunga Seroja, dll. Lebih anggun dan cengkoknya lebih indah.

    Oh ya, kalau mau disebut, Ike Nurjanah boleh juga. Nggak norak dengan goyang yang ‘mengundang syaiton’ macam Inul atau Dewi Persik …

    @mikekono : dalam mengapresiasi musik Rhoma,
    saya tak terpengaruh dengan kehidupan pribadinya…..,
    sama seprti saat menikmati
    lagu-lagunya Mick Jagger, Frank Sinatra,
    Eric Clapton, atau Justin Timberlake
    kalau ingat kelakuan Mick Jagger….hmmm
    kacccau….dekh……hehehe
    memang benar juga, lagu-lagu Melayu sprti Fatwa
    Pujangga, Laila Canggung, dll……itu enak dan
    sejuk rasanya didengarkan,
    tapi beberapa lagu Rhoma sprti : Kehilangan,
    Mardatilla, Syahdu, Cuma Kamu, Menunggu, dll,
    sangat menghanyutkan jika dinikmati dengan
    khusyu’ dan tawadhu’…….alaaamak
    kl soal Inul, Trio Macan, dll…saya setuju
    dengan Mbak Tuti…..goyangan mereka
    memabukkan sekaligus memualkan…….
    😉

  10. Mungkin usia juga berpengaruh,

    usia produktiv itu ada batasnya.

    bisa dilihat almarhum crisye juga pada usia yang semakin bertambah hanya menyayikan lagu ciptaan orang.

    Yang jadi masalah adalah generasi muda dangdut ini….

    @mikekono : kl faktor usia dijadikan alasan,
    mungkin ada benarnya juga……,
    tapi dari sisi kreativitas sebetulnya Rhoma
    masih cukup menjanjikan, buktinya
    dia masih sempat membuat album
    Syahdu versi India plus lagu Jana-Jana..
    cuma dari segi kuantitas lagu2
    baru saja, dia sudah mulai menurun

  11. Wah….kawaii ayu sih bukan pengamat music dangdut….tapi kawaii ayu berharap dangdut bisa berjaya.
    kalo boleh tanya, penyanyi dangdut favorit sensei siapa ya?

    @mikekono : jadi kawaai ayu suka musik apa ? pop ya ?
    kl penyanyi dangdut favorit Mikekono sensei
    ya Rhoma dan Rita Sugiarto…….

  12. meskipun banyak orang menganaktirikan musik dangdut, tidak dapat disangkal musik ini justru dapat membawa pesan-pesan sosial.

    BTW, komentar saya di posting sebelumnya kok hilang ya?disensor ya bang? maaf deh kalo gitu.

    Salam
    EM

    @mikekono : di postingan mana ? saya tak pernah
    menyensor komentar Ikkyu san……,
    wahhhh maaf kl begitu 😉
    mungkin ada yang mensabotase kalee ya
    betul Mbak Emi, bnyk pesan2 sosial
    yg terdapat dlm musik dangdut
    arigatou……

  13. Aku tak suka Rhoma Irama… tapi Elvy Sukaesih ok lah…

    @mikekono : kenapa pula Mbak Juli tak suka….
    hehehe 🙂

  14. Dangdut itu jenis musik kreatif,karena memadukan gerak tubuh dan syair berisi curahan hati. Bayangkan, kita mengucapkan kekalutan hati, luka hati, jeritan hati dengan goyang tubuh yang hot.

    Penyanyi dangdut dapat berjoget sangat gembira, walau dari bibirnya mengucapkan hatinya luka. Pencipta lagu dangdut juga tega menyanyat hati dengan muka tetap berbinar. Luar biasa !

    Tapi dibanding lagu-lagunya, saya malah lebih suka melihat penyanyi dangdutnya yang rada-radan cantik.

    @mikekono : Bah….., berarti dangdut
    sama dengan Sumut……sama Luar Biasa…hihihihi
    botul Sobat, dangdut memang hebat…..
    masih bisa tertawa di atas luka…..
    dan menangis saat gembira
    soal penyanyinya yg cantik-cantik itu,
    memang sesuai dengan selera Pak Manungkalit
    hehehehe 🙂

  15. wah penggemar dangdut patut miris neh 🙂
    tapi sebenrnya masyarakt ketika disuguhi lagu dangdut yang baru, kiranya banyak yang akan menrima dech…. 🙂

    @mikekono : makanya kita berharap
    Ridho dan Rhoma segera meluncurkan
    album yg benar-benar menyajikan
    lagu-lagu dangdut terbaru….thanks bro 🙂

  16. Bang Mike…Bunda nggak ngerti deh soal Dangdut, cuma memang …belum ada yang sekelas Rhoma….harusnya Ridho Rhoma bisa membuat Dangdut hebat kembali dengan versi Ridho ya…
    Btw,,,syair musik Ndangdut…mudah dipahami…pas buat kita di Indonesia…gak usah mikir berat…

    @mikekono : wahhh……, tapi dari komennya
    Bunda, ternyata cukup nyambung dan
    paham soal ndangdut……
    betul Bunda, soal Ndangdut
    Rhoma Irama masih belum
    ada tandingannya…..,inggih
    matur nuwun sanget 🙂

  17. Mungkin secara perlahan Ridho akan menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya Lae ….. sementara ini nebeng dulu sama Papanya ….. Sabarlah …. he..he..he….
    BTW maaf lama nggak kesini …. maklum sempat bertapa di Banten …..
    Salam dari Belgia ………

    @mikekono : semoga demikian alias tak
    terus-terusan nebeng……,
    iya nih Lae, tak kirain Lae
    sudah mengakhiri jabatan Panglatu
    sehingga tak sempat martandang ke sini
    hehehehe

  18. Ya ya ya yaaaa…manusiawi, talent itu biasanya bawaan orok. profesi baru pengembangan orok, nah jika kreatifitas seseorang gak bisa diasah dan mentok seperti Ridho. ya …apaboleh buat…..sekarang tinggal penilaian. Bukan dari juri saja, tapi dari kita yang nyata mencintai music dungdat ini, banyak koq yang maksa bikin album dungdat akhirnya jeblok….nggak laku2 tuh lagu….hasilnya….bisa ditebak.

    @mikekono : saya kira si Ridho Rhoma ini sebetulnya
    punya talenta yang layak dikembangkan…..
    karenanya dia sepatutnya belajar membuat
    lagu sendiri atau nebeng dulu sama papanya
    tapi tetap diluncurkan dgn lagu-lagu baru,
    supaya ada hitsnya……gitu loh Pakde

  19. Rhoma tidak menciptakan lagu lagi sebagai protes terhadap aksi pembajakan yang semakin menggila….sementara dari para aparat penegak hukum tidak ada langkah yang tegas dalam memberantas pembajakan…
    kasian juga biaya produksi lebih besar daripada pemasukan…
    apalagi kita tau bahwa karya seseorang adalah sesuatu yang harus diberi penghargaan yang setinggi-tingginya dan tak dapat di nilai dengan uang….

    @mikekono : saya dapat memahami alasan itu,
    tapi kan bisa juga Rhoma tetap mencipta lagu dan
    ditabung dulu, nanti suatu saat diluncurkan bertahap…
    kalau prlu rekaman lagi
    di Bollywood, misalnya duet bareng
    Alka Yagnik, Sonu Nigam atau Asha Bhosle

  20. disatu sisi penayangan dangdut sekarang lebih kepada wajah dan pakaian yang dikenakan oleh sipenyanyi otomatis yang punya talenta bagus dengan wajah biasa banyak yang tersisih…..

    kita mulai merasakan dangdut itu mulau turun pamor (dalam hal kualitas suara) setelah banyak artis yg bermunculan dengan berbagai sebutan goyang xxxxxx…..

    @mikekono : performance penyanyi dangdut seperti itulah
    selama ini diperangi Rhoma.
    Rhoma serta beberapa
    penyanyi dangdut lainnya, semisal
    Rita Sugiarto, Ikke Nurjannah, Mansyur S
    tetap lebih mengedepankan kualitas
    daripada sisi glamour

  21. penggemar dangdut juga ya pak..

    saatnya masyarakat disajikan dangdut yang berkualitas jangan cuma goyang seronok aja

    @mikekono : saya penggemar segela jenis musik,
    termasuk jazz dan musik dari negeri Sungai Gangga….
    goyang seronok no, dangdut yes

  22. Pembajakan yang merajalela di kaki lima pinggir jalan mematikan usaha kreatif artis dangdut pada khususnya.

    @mikekono : lalu kenapa musisi pop,
    tetap bisa kreatif dan eksis, di
    tengah maraknya aksi pembajakan itu ?

  23. suka bang rhoma…. lari pagi… lari pagi…. 🙂

    @mikekono : suka Rhoma, suka juga sama Iwan
    Fals, Ebiet G Ade, Ahmad Albar, dlll…..
    Santai…..yuuk, biar otot tidak kejang…. 🙂

  24. iya tuh.. sekarang di desa2 di jawa (yg saya tahu) musik nDangndut kebanyakan mengadopsi lagu-lagu populer seperti matta, st 212, kangenband dll.. emang kayaknya nggak cuma di nDangdut ajah… kreativitas musik indonesia tuh emang payah… terlalu konservatif, gak inofatif. intinya membosankan…

    @mikekono : memang sangat memprihatinkan
    jika penyanyi dangdut latah
    mendangdutkan lagu-lagu pop yg populer

  25. nda pernah nonton TPI
    jadi nda tau..
    oww..ituh anakna ban9 rhoma..?
    hmm..lumayanlah..:lol:

    @mikekono : wahhh….jd wi3nd nonton
    apa aja selama ini ? hehehehe
    iya…..itu anaknya Bang Haji
    kereeen juga ya 🙂

  26. Bang, sepertinya ada satu lagu baru pada saat launching itu.
    ciptaan dan aransemen sonet 2 band sendiri. tapi, melihat kemunculan mereka, saya menaruh harapan baik. semoga mereka bisa menjadi yg seperti bang haji harapkan. asal jangan terus2an di’kekepi’ sama bang haji. takutnya malah nggak berkembang.
    melihat ‘tongkrongan’ mereka saja, saya sudah gembira. karena terlihat ‘musisi sekali’. punya kelas !

    nah, sekarang saatnya berburu album mereka. saya sungguh penasaran dengan isi album mereka, aransemen baru dari sonet 2 band.

    salam, Bang Mike. 🙂

    @mikekono : setuju mas, sudah saatnya Ridho
    and Sonet 2 Band diberi kesempatan berkembang
    sendiri, tnp terus diback-up papanya
    thanks bro 🙂

  27. Iya yaa …. mungkin saya aja yang nggak pernah dengerin lagu ndangdutnya Rhoma, jadi nggak tahu dimana bagusnya.
    Oh, ada tuh yang saya tahu! JUDI!! jreng … jreng … !!

    Mungkin menikmati lagu-lagu seorang penyanyi memang tidak usah dikaitkan dengan kepribadian penyanyinya ya. Cuma, kalau lagunya berisi dakwah, tapi perilaku penyanyinya tidak sesuai dengan apa yang dinyanyikannya, kok rasanya gimana gitu …

    Maap kalo ade sale-sale kate ye Bang ….

    @mikekono : bener juga Mbak Tuti ini,
    kl menyanyikan lagu dakwah mestinya
    sejalan dengan perilaku sehari-hari….
    tapi biarlah itu menjadi tanggung jawab
    Bang Haji. semoga saja dia selalu di jalan
    yang benar……..hmmmmmmm 😉
    makanya sy lbh suka lagu-lagu Rhoma
    yg agak melankolis sprt Syahdu, Gulali,
    Menunggu, Sifana, Kehilangan, Ani, dll
    ahhh…..Mbak Tuti, salah apaan tuh
    ngga ada yg salah kok….., statement
    Mbak Tuti selama ini sangat sopan
    dan cukup menggelitik kok……..,
    so…..tak ada yg prl dimaafkan 😆

  28. sepertinya tak ada yang abadi, mas agus, rhoma yang mendapat predikat sbg raja dangdut pun akan mengalami hal yang sama. repotnya, artis dangdut sekarang pandainya juga cuma main kopas sama lagu2 pendahulunya.

    @mikekono : begitupun Rhoma pasti tetap akan
    dikenang sebagai legenda musik dangdut…..,
    bener mas, penyanyi dangdut skrng sangat
    jarang yg pinter bikin lagu…..,

  29. sungguh ter…..la……lu…….

    @mikekono : jangan smp keter la lu an
    hehehehe 🙂

  30. gak papalah jeblog, asal bukan blognya yg jeblog……..

    @mikekono : hihihihihi, sungguh…ter….la…lu

  31. Aduh..apa apaan ini…masak ngomongin bang hajinya saya???

    hihihih

    hai bang?

    pacaran kemana minggu ini ?;)

    @mikekono : mending Bang Haji,
    daripada vokalis Kangen Band….hehehe
    *pacaran ke mana ya ? 😉

  32. Seringkali orang salah kaprah. Jikalau ayahnya profesional atau jago dalam sesuatu, maka anaknya juga. Padahal secara genetis belum tentu. Lihat aja pemain bola legendaris Johann Cruyff anaknya si Jordi Cruyff ternyata tidak jago2 amat.

    Menurut saya si Ridho mungkin saja kurang bakat berdangdut. Bukan berarti tidak bisa sama sekali. Yang jelas jika ia hanya bermodalkan embel nama “Irama”-nya saja di namanya, jelas ia hanya bayang-bayang ayahnya saja.

    Sebenarnya saya adalah pendengar musik yang tidak terlalu terpengaruh oleh genre. Musik dangdutpun ada satu dua yang bagus namun ada juga yang jelek. Sama dengan musik2 barat ada yang bagus dan ada yang jelek. Mana yang dapat membuat tubuh bergoyang, kita nikmati saja…. 😀

    @mikekono : betul Mas Yari, seringkali
    talenta sang ayah/ ibu, tak bisa mengalir
    dan diikuti sepenuhnya oleh sang anak
    walau beberapa di antaranya ada juga
    yg mampu mengimbanginya, semisal Laila Ali
    bs juara dunia sprti ayahnya atau Paolo Maldini
    lebih hebat dari ayahnya Cesare Maldini yang
    dulu juga pemain AC Milan….
    Soal Ridho Rhoma kita blm bs memberikan
    penilaian, semoga dia juga bs sukses sprt ayahnya
    thanks 🙂

  33. ya metallica, lindungilah aku dari godaan dangdut yang terkutuk …. hahahahahahahaha 😛

    @mikekono : hehehe, tp bnyk juga nyanyian dangdut
    yang membuat sejuk dan melegakan hati…
    kalau goyangan ngebor, patah-patah
    dan goyang gergaji memang memuakkan
    thanks adinda 🙂

  34. Ya, dangdut tetap identik dengan Rhoma Irama. Ia tokoh yang mengangkat musik ini, sampe ke dunia internasional. Soal Ridho, diharapkan kelak bisa mandiri dan menjadi penerus sang ayah, tentu dengan karya dan aransemen dangdut yang revolusioner, seperti Rhoma saat awal awal mendirikan Soneta dulu yang juga bersaing dengan grup-grup musik saat itu, seperti God Bless, Rolies, Koesplus dll.

    @mikekono : ya, harus diakui Rhoma memang
    pionir dan tokoh pembaru dangdut yang tak bisa
    terbantahkan kontribusi besarnya dalam mengharumkan
    perdangdutan di tanah air dan mancanegara
    semoga Ridho bs menapaktilasi jejak sukses
    sang ayah, Rhoma ‘The King Dangdut’ Irama

  35. Kalo mau niru bokapnya jangan tanggung-tanggung. Sekalian pake slayer plus gitar tanpa kepala :)) Ga’ orisinil ah :p

    @mikekono : betul juga ya
    hehehehe…………….

  36. Bener jg seh penyanyi dangdut sekarang kurang kreatif, tapi RIDHO kan juga pengen kayak peterpan, ungu, atau dhani walaupun lirik lagu2na milik ayahnya, tapi menurut gw kerenz kok, buat ‘RIDHO’ terus berjuang ! n Buat abang, lam knal !! He he he…

    @mikekono : mestinya Ridho menjadi dirinya sendiri,
    tak perlu seperti Peter Pan, atau siapa pun…..
    lam kenal juga

  37. pertama kale aku kenal yang namanya music,ya “DanGduts”, maklumlah nenek moyang sukanya “DaNgduts”,
    but kalo masalah kesuka’an ma music, jujur aja semua music kedudukannya buat aku sama, “DanGduts”, “Pops”, “R&B”, “Rock”, “Gambus”, “India”, “SlowRocks”, etc………….pokok semuanya dech, asal enak di denger, lyricnya bagus, ada pesan dari lagunya,,,,,,danSb
    hmmmmm brg kale telinga aku bisa “ADIL” yach,
    o ya acara TPI kmren aku nntn ampe’ abis, aku salut sama Abah “Roma” ohhhhhh mengharukan sekale ketika berpelukan ama anaknya “Ridho”, aku ampe’ nanGiS hik..hik…(bener2 TOP), TOP juga untuk lagu “Menunggu” yg di Nyanykn “RIDHO”, eleh “RIDHO” cakep n msi muda bgt, Q pkr lbh tua dr aQ, tau2nya selisih 4 th, heeeeee……….
    ya mudah2n “Ridho” bnr2 bs mmbw dGndts yg TOP & berAkhlaQ, Qt tggu ja Kreativitas dr “Ridho” untuk menGukr lagu2 baRu, dG kemunculannya ja perlu Qt syukuri sbG pecinta music & anak banGsa,”SABARRRRR”, kalo Abah Rhoma, lagi tekun ibadaH kalee…..so gk sempet nGaranG…..

    @mikekono : memang bagus juga ada
    anggota keluarga Rhoma, mewarisi bakatnya
    kita berharap Ridho bisa mengikuti sukses ayahnya
    atau kalau perlu lebih hebat lagi……….thanks

  38. Hahaha, iya yahhh, dangdut udah gak ada yang ngetop belakangan ini… jika dibanding dengan lagu2 pop..

    Sewaktu saya membaca profile Ridho Rhoma di Kompas beberapa waktu lalu… yang katanya akan mengusung band bernama Sonet 2, gabungan antara Dangdut dan pop rock kalo gak salah… saya berharap akan ada alternative hiburan dari dunia dangdut dibanding suguhan monoton yang itu-itu aja tanpa ada kemajuan…

    saya tidak sempat nonton performance-nya, cuma kalo memang yang dinyanyikan hanya lagu-lagu ayahnya, rasanya kok terlalu naif jika mendompleng kepopularitasan ayahnya… Sayang banget… Just be your self Ridho… kamu pasti punya ketebihan lain, yang mungkin tidak dimiliki ayah kamu, namun jauh lebih “berkelas” dan sesuai dengan kepribadian kamu..

    Tiap orang diciptakan SPECIAL… dan pasti punya kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain. Gali, kenali dan Kembangkan potensimu. Semoga sukses Ridho… (kamu keren kok 🙂 , asal jangan pake celana terlalu ketat… geuleh gimanaaaa gitu deh liatnya 😛 )

    @mikekono : iya tuh…..penyanyi dangdut
    kebanyakan cuma bisa menyanyi doang,
    miskin kreasi dan inovasi
    ya, memang akan lebih baik jika Ridho
    bisa tampil dengan ciri khasnya serta
    dengan lagu-lagu baru dan tak sekadar
    mendendangkan karya-karya besar ayahnya
    thanks sista 🙂

  39. aku suka……….banget ama bang Ridho.
    dia beda banget ama papahnya,dia punya ciri khas sendiri…

    apalagi pas nyanyi india,ak gag nyangka dia seumuran aku.cengkok dangdutnya kerennnnn banget, tapi gag norak.
    he still cool..

    video klipnya, aku sukaaaaaaa banget kalo dia pake baju item,plus slayer merah lagi…

    sederhana,loyal,kaya talent…

    add fs ku dunk….

    @mikekono : ya….Ridho kelihatannya
    sangat piawai dan meyakinkan
    bila mendendangkan lagu India

  40. Summer ¤Sunshine

    Wah koq tiba2 aq jd suka dangdut lg y.. Aq mlh lg bocen ma band pop indo skrng, namanya aneh2.. n musiknya jg mirip2. Kangen band-lah, wali, st rolas, godong ijo, hopoh kui..
    Reputasiku sbgai pecinta musik manca n pop indo bs terancam oleh rido n sonet 2 nih.. Lagunya n suaranya bgs bngts!

    @mikekono : dangdut akan semakin top,
    jika Ridho bisa tampil sehebat papanya
    atau setidaknya tak sekadar mendompleng
    nama besar Rhoma Irama

  41. Bung Agus, peta dunia industri musik itu mengerikan. Pertarungan di sana (pasti anda juga tahu), sangatlah keras. Nah, untuk menghadapi kenyataan itu, harus ada strategi. Apa yang dilakukan Rhoma untuk anaknya, menurut saya hanya sebagai strategi, bagaimana Ridho Irama bisa masuk dulu di kancah industri itu. Orang mengenalnya, dan diharapkan melekat karena dua hal, dia anaknya Rhoma Irama, dan dia menyanyikan lagi Rhoma Irama. Melakatkah? Ya.
    Lalu, semua berharap banyak. Sang Pangeran (karena konon ayahnya Raja) langsung bertahta. Rhoma sukses dengan strateginya.
    Nah, menurut saya, ujian bagi Rhido bukan pada awal dia muncul ini, tapi pada pemunculan dia berikutnya. Kalau pada pemunculan dia berikutnya dia hadir dengan cara sama (mengandalkan dirinya anak Rhoma, dan menyanyikan lagu-lagu ayahnya), kelautlah dia.
    Jadi, sabar sudare-sudare, kita lihat apakah kemudian Rhido akan pernah muncul sebagai dirinya, atau hanya sekadar menjadi Rhoma yang kembali muda dan berputar dalam lingkaran yang benar-benar bulat, kembali ke lagu-lagu Rhoma dengan sound dan teknologi musikal kekinian?
    Kita tunggu bersama-sama. Kalau sekadar itu yang terjadi, lupakan Rhido Irama!

    @mikekono : pas kali analisis silih, ya wajarlah
    namanya juga pengamat musik nasional betulan,
    saya kan cuma mengamati sepintas saja…hmmmm
    btw, benar, kesuksesan Ridho akan sangat
    tergantung pada pemunculan berikutnya
    semoga pada album selanjutnya, Ridho tampil
    dengan dirinya sendiri alias tak lagi mendaur
    ulang lagu-lagu lawas papanya Rhoma Irama
    bujurrr silih….lias niate

  42. I LOVE YOU RIDHO UMMMMMMMACHHHHHH

    @mikekono : I love Rhoma & Ridho,
    I love Sonu Nigam & Mohammad Rafi too…..

  43. sharusx maz ridho coba ngluncurin album baru karya maz ridho bkn karya bung H.RHOMA IRAMA.

  44. sebenarnya faktor umur gak masalah

  1. Ping-balik: kuliinternet » top pos

  2. Ping-balik: blog kopas » top post

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: