2009 : Saatnya Menghukum Parpol


pemilu-2009Kita akan segera memasuki tahun 2009. Tahun ini merupakan tahun yang sangat penting dan strategis dalam menentukan arah dan masa depan bangsa lima tahun ke depan.

Pasalnya, pada tahun ini rakyat Indonesia akan menghadapi dua moment krusial. Pertama, Pemilu legislatif yang dijadwalkan pada bulan April. Kedua,  Pemilihan Presiden (Pilpres) yang diagendakan akan berlangsung Juli 2009.

Kedua perhelatan di atas merupakan sarana serta kesempatan emas bagi rakyat untuk memperlihatkan kedaulatannya sekaligus membuktikan jargon yang diyakini keampuhannya selama ini, bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan (vox populi vox dei).

Dengan kata lain kekuatan suara rakyat sedemikian hebatnya, karenanya  akan sangat menentukan siapa yang layak menjadi wakilnya rakyat di parlemen serta pemimpin bangsa di Istana Negara.

Pada tahun 2009 inilah, saat yang tepat bagi rakyat untuk menghukum partai politik, yang pada Pemilu sebelumnya meraih suara signifikan, tetapi setelah berstatus sebagai wakil rakyat lupa memperjuangkan aspirasi rakyat.

Di tahun 2009 itu pula, menjadi momentum yang pas bagi seluruh rakyat Indonesia, menghukum pemimpinnya yang pada Pilpres 2004 lalu berjanji akan meningkatkan kesejahteraan rakyat, ternyata setelah berada di singgasana empuk kekuasaan, cuma sibuk tebar pesona dan lalai memperjuangkan hak-hak rakyat.

Tahun 2009 juga merupakan saat yang tepat bagi rakyat untuk ‘menjewer’ para caleg yang hanya ingat kepada masyarakat pemilih menjelang Pemilu saja. Caleg bergaya kapenol (kapan perlu nongol) ini harus dijatuhi hukuman.

Caranya, pada saat pencobolosan nanti nama mereka jangan dicontreng. Caleg-caleg rakus perempuan dan tuling (tukang selingkuh) juga patut diberi ganjaran setimpal, dengan cara mengabaikan nama mereka di bilik suara nanti.

Begitu pentingnya, pengaruh suara rakyat dalam menentukan nasib dan masa depan bangsa lima tahun mendatang serta begitu ampuhnya hukuman yang dijatuhkan rakyat kepada para wakilnya yang lupa diri itu, sehingga Pemilu dan Pilpres 2009, mutlak harus disukseskan.

Dengan kata lain segenap rakyat Indonesia, diharapkan tidak memilih bersikap golput, melainkan beramai-ramai datang ke bilik suara TPS. Jika rakyat banyak golput, bagaimana mungkin hukuman akan dapat diberikan kepada elite dan kader parpol tak merakyat itu ?

Tahun 2009, saatnya menghukum parpol. Mari sama-sama dengan penuh kesadaran mencermati mana saja parpol yang peduli rakyat dan mana pula parpol yang ingat rakyat jelang Pemilu saja. Parpol yang tak peduli rakyat itu, harus diberi hukuman…..!

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 26 Desember 2008, in Politik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 24 Komentar.

  1. Kata gusdur, golput ajah, atw pemilu diundur 2010.

    So…. Apa kata gusdur? Apa kata dunia?
    Whehehehehe

    @mikekono : Soal Golput….sy tak sependapat dgn Gus Dur
    tapi soal Pemilu diundur, Gus Dur ada benarnya juga
    sosialisasi Pemilu 2009 oleh KPU, memang masih
    blm memuaskan, sehingga rakyat masih banyak yg
    bingung soal cara memilih yg menggunakan sistem contreng itu
    thanks bro

  2. Saatnya caleg uang keder…saatnya caleg yang tidak dikenal tetapi urutan paling atas takut..

    Saatnya rakyat merdeka memilih calonnya..memilih calon yang dekat dengan mereka.
    Saatnya rakyat tidak tertipu…semoga tidak tertipu (takluk), terutama pada serangan awal apalagi serangan fajar.

    Selamat menyongsong tahun baru Bang!.
    Kudoakan Abang dan keluarga!, tambah sukses dan bahagia ditahun kedepan dan tahun-tahun seterusnya.

    @mikekono : betul abanganda, kini saatnya rakyat menentukan pilihannya sendiri, tanpa ada paksaan dari siapapun. Selamat Tahun Baru bang

  3. sekarang rakyat indonesia juga makin cerdas kok, bisa memilih mana yang baik.

    Btw tur aku lagi kopdar nih ama blogger sumut, kirain turang ini ikutan…. 🙂

    sekalian selamat menyongsong tahun baru yahh…

    @mikekono : betul, rakyat skrng makin cerdas
    maaf turang kita blm sempat kopdar, soalnya di saat bersamaan, sejak tgl 24 Des hingga sekarang saya berada di Labuhan Batu…..biasalah urusan caleg

  4. Wah kalo gue gak akan milih satupun untuk caleg. karena gue kecewa ama pilihan gue dulu. gak ada kontribusinya sama sekali dan hanya memperkaya diri sendiri.. tp kl presiden gue pasti milih. Tp siapa ya Haaa yooooo

    @mikekono : setuju……kita harus ikut menentukan siapa presiden yang layak memimpin negeri ini

  5. hm.. Pemilu sebentar lagi ya Bang.. saya memang ngga akan golput, tapi sampe hari gini masih belum punya partai pilihan.. hiks.. 😦

    sepertinya benar yg Bang Mike bilang, sudah harus mulai mencermati pilihan yang tepat, biar ngga salah pilih.. 🙂

    Hidup Pemilu Indonesia..!

    Selamat Tahun Baru 2009..! Sukses selalu buat Bang Mike 😉

    @mikekono : iya dinda Yu2n, generasi muda sebaiknya ngga golput.
    mari sama-sama mencermati caleg dan capres yang bisa memperjuangkan aspirasi rakyat. Selamat Tahun Baru 2009, thanks sista 🙂

  6. Emang ada parpol yang beneran mikirin kepentingan rakyat? 😀

    @mikekono : hehehe…….pertanyaan yang cerdas dan substansial 🙂

  7. benarr setuju ‘vox populi vox dei’
    parpol tuh ya kodratnya mengutamakan kepantingan golongan & indvidu. eh ngelanggar PMP abiss tuh ya…

    @mikekono :parpolnya nggak salah, oknum aja yg srng menyalah

  8. Sungguh,saya bingung! terlalu banyak Parpol.
    Dan,utk kali ini saya akan lebih teliti lagi utk memilihnya.Mudah-mudahan.hehe…..

    **

    Selamat Tahun Baru,pak.
    Salamku
    @mikekono : jumlah parpol memang trll bnyk….wajar rakyat kurang antusias menyambut Pemilu
    Selamat Tahun Baru

  9. yang lebih penting dari pemilu yang sarat dengan sekat dan sangat parsialis kali ini adalah semangat kebersamaan.

    mencoba belajar menjadi kita yang mudah bersatu. perbedaan kecil bisa diselaraskan, perbedaan besar bisa diharmonikan.

    sudah saatnya mencari titik kebersamaan sekecil apapun yang lintas generasi, lintas organisasi, lintas parpol, dan lintas berbagai sekat yang ada untuk sebuah kesatuan. demi memulai sebuah kemajuan. untuk INDONESIA NEXT.

    @mikekono : betul, menumbuhkan dan menjaga semangat kebersamaan itu sngat penting

  10. wah sy baru ingt nih pemilu bentar lagi abis malez mikirin pemilu abisnya yang ada pembohongan rakyat aja..

    semoga ajadi 2009 nanti rakyat bisalebih cerdasdalammemberikan suaranya 🙂

    @mikekono : iya…saat ini memang bnyk rakyat kita tak bergairah menyambut Pemilu 😦

  11. Iya Bang, warga negara yang baik nggak boleh golput. Tapi tolong berikan alasan yang bisa meyakinkan saya untuk memilih anggota DPR/DPRD pada Pemilu 2009 besok.

    Saya punya dua pertanyaan, dan belum memperoleh jawaban yang memuaskan.

    Pertama, “Buat apa memilih?”
    DPR/DPRD nggak bisa memenuhi harapan rakyat, malah cuma menghamburkan dan memakan uang negara, menaikkan gaji dan tunjangan sendiri, padahal negara sedang kesulitan keuangan dan rakyat susah mencari kehidupan.

    Kedua, “Siapa yang harus dipilih?”
    Hampir tidak ada caleg yang saya kenal (terutama untuk DPRD Tingkat I dan II), baik pribadi maupun track recordnya. Kalau saya memilih sembarangan, dan ternyata pilihan saya jatuh pada orang yang salah, tapi dia mengumpulkan suara banyak dan menjadi anggota DPR yang buruk, bukankah saya ikut bertanggungjawab?
    Menghukum anggota DPR yang pada periode lalu rapotnya buruk, dengan cara tidak memilih dia lagi? Lha wong anggota DPR periode lalu saja (terutama untuk DPRD Tingkat I dan II) saya nggak tahu siapa saja orangnya …

    Kalau milih presiden, kita masih bisa menilai sang capres. Tapi milih anggota legislatif? Wah, kayaknya saya golput aja deh Bang …

    @mikekono : wahhhh…..keringat dingin saya membalas komen Mbak Tuti. Lagi pula nggak cocoklah S2 memberi pertanyaan sm S1….hehehe
    Buat apa memilih ? Ya, mau tak mau harus memilih, sebab memang ada pemilihan umum. Kalaupun tak memilih, tokh nanti akan ditetapkan wakil2 rakyat sesuai dgn ketentuan perundangan yg berlaku.
    Lalu siapa yang harus dipilih ? Ah…masya di antara ratusan bahkan ribuan caleg itu, tak ada yng mbak Tuti kenal dan ketahui track recordnya. Misalnya di Sumut ada caleg DPR-RI Meutya Hafid, wajarlah dia dipilih. Mungkin pilihan akan lbh pada the best from the bad.
    Kira-kira begitulah jawaban saya…..dijamin Mbak Tuti ngga puas. Wajarlah, masya dosen nanya sm murid….qiqiqiqiiiii 🙂

  12. betul Bang…saya terus melakukan sosialisasi bersama KPU setempat, hingga tingkat kecamatan…
    Apalagi disinyalir…perempuan akan menjadi kelompok golput yang cukup besar….waaah ,jangan sampai terjadi. Kita harus gunakan hak pilih kita, kita lihat nanti apakah yang kita pilih benar2 mengerti rakyat nya ??

    @mikekono : bersyukurlah masyarakat Yogya, ada Ibu Walikota yang peduli, ikutan melakukan sosialisasi Pemilu demi mengurangi jumlah golput….
    monggo Bunda………thanks

  13. cara menghukumnya gimana bang?

    gak usah di pilih gituh 🙂 heheheh

    @mikekono : iya….begitulah, politisi yg tlh terbukti gagal dan pengen jadi angota DPR lagi, jgn dipilih

  14. Ayo Bang kita rame rame tertibkan parpol yang banyak melanggar ketentuan dan peraturan

    @mikekono : ayoooo….Mbak Anny !
    parpol tak becus itu hrs diberi pelajaran

  15. ummm.. kata2 : “vox populi vox dei” itu, bukannya cuman kalimat ‘penghibur’ ajah ? .. untuk menina bobokan rakyat banyak, yang saat itu kebanyakan para kaum proletar ?.. karena, realita-nya tidak seperti itu.. tapi, gak tau juga sih.. Btw, sepakat soal dateng rame2 ke tps, masalah ntar pilih apa atau tidak milih apapun ya urusan laen.. 😀

    @mikekono : betul mas, sepertinya vox populi vox dei masih sebatas jargon doang. Kl datang ke TPS, bagus milih lah mas…..hehehe 🙂

  16. ga berasa ya udah mo pemilu lg.. satu2nya hajatan negeri yg ngabisin biaya paling guedee, sayang hasilnya ga maksimal..
    ini jg yg membuat saya bingung, apa dosa negeri ini, dari dulu sampe skrg kok ya ga ada kemajuan, pdhl sistem udah berganti, org2nya pun berganti.. tp kok ya bisa.. yang kaya makin kaya yang miskin kok ya tambah melarat.. pusing… bingung.. lagi2 mesti
    rakyat yg jd korban..
    *msh bingung mo nyoblos apa dan siapa 😕

    @mikekono : iya tuh da, sngat mengherankan rezim dan sistem tlah bolak balik berganti, negeri ini tak kunjung maju-maju juga ?

  17. happy new year

    @mikekono : thanks bro

  18. Yes Bro …
    Buka mata …
    Buka telinga …
    Buka hati …

    Pilih yang terbaik …
    yang bukan “kapenol” dan yang sejenisnya …

    Semoga saya tidak salah pilih nanti …

    Selamat Tahun Baru Bro … !!!
    Sukses !!!

    @mikekono : orang sekaliber bro NH 18, pasti tdk akan salah pilih. Happy new year, sukses selalu bro. thanks 🙂

  19. kalau calegnya sprti bang mike, kudu harus dicontreng alias dipilih dunk.

    sukses ya bang……..

    @mikekono : lha iyolah….., tapi bang Mike sepertinya lbh pas jadi pengamat politik aja kalee ya…
    thanks adinda 🙂

  20. Abang!!!

    lagi ngapain???

    hehehehehe

    @mikekono : hmmm….liburan smbl blogwalking
    thanks sista

  21. Hehehe …. kayaknya Bu Dyah Suminar perlu njewer kuping salah satu warganya yang ‘ngeyel’ dan pengin golput ini …

    Ampun ibunda …. saya jangan dipecat jadi warga Yogya ya (mau pindah ke bulan kan jauh, nggak bisa ngeblog pula)

    @mikekono : hehehe…..kl Bunda Dyah wajar tuh menjewer Mbak Tuti..
    kalau saya sih ngga berani, takut kualat 😉

  22. Masalah keputusan MK tentang mekanisme suara terbanyak dalam penetapan caleg mungkin cukup bisa meredam jumlah caleg kapenol. Dengan adanya keputusan itu bikin semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk duduk di kursi legislatif.
    Gak kayak dulu,,walau caleg nomer sepatu yang punya banyak suara,,tetep aja gerbong depan yang maju. Pastinyaa yang masuk dengan cara itu bener2 gak ngewakilin suara rakyat a.k.a suara Tuhan..

    anyway, mau dong ikutan njewer caleg kapenol..

    @mikekono : betul Cha, kali ini MK arif dan bijaksana sehingga caleg kapenol gagal nongol di DPR/D. Yuuuuk, sama-sama menjewer caleg kapenol ! 😆

  23. Maap Bang, nongol lagi. Tadi ‘keburu napsu’ menanggapi komentar Bu Dyah, sampai lupa menyapa Bang Mike … hehe …

    Bener lho Bang, dua pertanyaan itu sangat mengganggu saya (dan sekelompok orang). Bisa-bisa golput akan menggelembung jumlahnya pada pemilu caleg besok.

    Tentang Meutya Hafid yang menjadi caleg DPR dari Sumut, lha … kan saya nggak bisa milih, wong saya dari DIY. Eh, emang cara pemilihan besok itu bagaimana sih? Rakyat milih anggota DPR, DPRD Tingkat I dan DPRD Tingkat II, gitu? Bang, tulis dong tentang cara pemilu besok. Kayaknya banyak juga yang belum paham (cari teman senasib … hehe).

    Kalau saya bisa pilih caleg dari provinsi lain, saya pasti pilih Bang Agus Mike (soalnya kalau ntar nggak bener jadi anggota DPR, kan bisa ngingetin … )

    Btw, memang tugas dosen tuh nanya sama murid, Bang. Lha kalau nggak nanya, gimana mau kasih nilai, memutuskan lulus atau nggak? Qiqiqiqi ….

    @mikekono : godaan untuk golput memang cukup kuat. mungkin ini kesalahan KPU yg lemah dlm sosialisasi, memberi toleransi dan mengakomodir trll bnyk parpol sbg peserta pemilu, serta sistem coblos diganti menjadi contreng.
    Tetapi dengan putusan MK, caleg terpilih akan ditentukan suara terbanyak, seharusnya bs mengurangi golput, sebab pilihan rakyat tdk akan sia-sia, karena rakyat diberi kebebasan mencontreng caleg yg dianggapnya kapabel dan akseptabel.
    Saya kira di Yogya juga bnyk caleg berkualitas, seprti putranya Amien Rais, cukup layak didukung dan dipilih. Monggo Bu Dosen yng baik hati. Uda tahu pura2 bertanya pula…..hmmm 😉

  24. Aduh….. mikekono sensei, aku masih belum punya caleg yang pas…kawaii ayu jadi putus asa dan jangan-jangan bisa golput nih…. oh ya sensei, akemashite omedetou gozaimasu – met tahun baru ya…semoga mikekono sensei selalu diberkahi kesuksesan dan tetap semangat ngeblog dan tetep semangat memperhatikan negara kita ini ya sensei…
    GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: