Pejabat tak Korup, Mungkinkah ?


korupsiBeberapa hari lalu, KPK, Polri, Kejaksaan Agung bersama seluruh Gubernur di Indonesia menandatangani Fakta Integritas Anti Korupsi. Hal ini kemudian diikuti seluruh kepala daerah Kabupaten/ Kota seantero nusantara.

Rakyat Indonesia tentu merasa lega sekaligus menyambut positif keinginan dan tekad para pemimpin itu untuk segera berhenti memindahkan uang negara ke kas pribadinya, seperti lazim dilakoni selama ini.

Selain menyambut positif, ternyata sejumlah kalangan juga  ada yang memandangnya dengan sinis dan pessimis. Mereka belum yakin sepenuhnya para pejabat terhormat itu mau dan mampu menghentikan kebiasaannya mengobok-obok APBN dan APBD demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Karenanya tak terlalu berlebihan, jika selanjutnya muncul pertanyaan : pejabat tak lagi korup, mungkinkah ? Atau jangan-jangan tekad gagah meninggalkan korupsi tersebut hanya sekadar kamuflase dan lip service belaka.

Keraguan terhadap keseriusan para pejabat untuk benar-benar meninggalkan dan atau clean dari segala bentuk korupsi itu, cukup beralasan alias bukanlah dilatari negative thinking semata.

Sebab pada kenyataannya, praktik korupsi itu sendiri, sejatinya bisa dimenej dengan baik. Dengan kata lain, korupsi bisa dianggap tak korupsi, karena para pelakunya piawai mengakali dan menyiasatinya.

Di antara kepala daerah Provinsi, Kabupaten/ Kota di tanah air yang ikut menandatangani Fakta Integritas AntiKorupsi itu sebenarnya ada juga yang senyam-senyum sendiri dan tertawa geli di hati, sebab dirinya yang sejatinya seorang koruptor, hingga kini tetap lolos dari jerat BPK dan KPK, dan kemarin teriak soal keharusan meninggalkan budaya korup.

Para pejabat itu beruntung lolos, dan sejak ditandatanganinya tekad bebas dari korupsi itu, ada anggapan mereka kini kembali ke titik nol. Tepatnya, kasus-kasus dugaan korupsinya di masa lalu, dianggap clear….?

Yang mulai dicermati dan dipantau KPK adalah pasca ditandatanganinya kesepakatan meninggalkan korupsi itu. Alaaamak……jika benar demikian, uenak tenan iku.

Tetapi apapun, yang pasti gagasan KPK mengumpulkan pihak aparat penegak hukum bersama-sama dengan seluruh kepala daerah di negeri ini agar sama-sama memberi keteladanan dalam hal sikap anti korupsi, patut diapresiasi dan diacungi jempol.

Ssebagai bahagian dari rakyat Indonesia, kita cuma bisa berharap kiranya penandatanganan kesepakatan meninggalkan sekaligus memerangi korupsi, tak berhenti sebatas jargon dan pepesan kosong.

Pasalnya, ibarat ingin membersihkan lantai, jika sapunya juga berlumuran kotoran, sudah pasti lantai yang ingin dibersihkan tadi tetap akan penuh dengan kotoran.

Dengan kata lain keinginan meninggalkan kebiasaan korup secara total, bukanlah semudah membubuhkan tandatangan dalam Fakta Integritas AntiKorupsi itu.

Karenaya jika muncul pertanyaan : mungkinkah pejabat tak korup ? Jawabannya pasti tak mungkin, apalagi kalau pertanyaan ini muncul di era Orde baru. Sedangkan di era ‘kekuasaan’ KPK saat ini, para pejabat  sejatinya belumlah benar-benar berhenti korupsi.

KPK memang tegas, berani dan canggih. Tetapi seperti lazimnya, maling selalu punya kiat lebih canggih untuk mengelabui para penegak hukum. Dulu korupsi bisa terang-terangan, sekarang korupsi tetap jalan, dengan gelap-gelapan dan modus operandi lebih sophisticated. So, pejabat tak korup, mungkinkah ? Ahhhh……sepertinya tak mungkin itu. (Tulisan ini juga terbit di Harian Andalas Medan, 11 Desember 2008)

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 16 Desember 2008, in Budaya, Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 29 Komentar.

  1. Akhirnya tergantung niat juga pak… dan tergantung bagaimana ia bisa mengatur staffnya agar tak korup juga…

    @mikekono : betul…..semua tergantung niat baik

  2. Gak mungkin…
    *sambil emosi jiwa*

    @mikekono : hmmm…..nggak mngkn ya

  3. mungkin saja..
    kalau pejabatnya itu SAYA

    yang jadi pertanyaan itu, mungkinkah saya menjadi pejabat ? 😀

    @mikekono : sayangnya easy cuma pejabat di pemerintahan blog

  4. Yah…kita hanya bisa berharap mudah2an jangan hanya seremonial belaka!.

    @mikekono : botul…..hrs ditindaklanjuti

  5. idealnya pejabat tinggi negara istilahnya harus sudah “selesai dengan dirinya sendiri”, dalam arti sadar bahwa semua kebutuhannya sudah terpenuhi. tinggal mewujudkan idealisme masing-masing saja di wilayah masing-masing.

    kalo menurut blog PNS Gila sih ada yg mengartikan korupsi sebagai pencurian uang negara di luar prosedur. jadi, kalau sudah sesuai prosedur (baca:mencari celah aturan) tidak disebut korupsi.

    :mrgreen:

    @mikekono : karena mereka semakin canggih dan bs mencuri uang negara sesuai prosedur, makanya korupsi akan jalan terus 😦

  6. idealnya pejabat tinggi negara istilahnya harus sudah “selesai dengan dirinya sendiri”, dalam arti sadar bahwa semua kebutuhannya sudah terpenuhi. tinggal mewujudkan idealisme masing-masing saja di wilayah masing-masing.

    kalo menurut blog PNS Gila sih ada yg mengartikan korupsi sebagai pencurian uang negara di luar prosedur. jadi, kalau sudah sesuai prosedur (baca:mencari celah aturan) tidak disebut korupsi.

    :mrgreen:

  7. kalo makna korup diperluas … maka pasti korup semua kayaknya 🙂

    mungkin waktu, dll 🙂

    @mikekono : hehehe……betul juga 🙂

  8. Saya ingat kata – kata Mas Imam Semar di blognya EOWI
    yang intinya menyatakan kekuasaan cenderung korupsi dan kekuasaan yang tersebar ya korupsinya nyebar juga.

    Nah, akhirnya bang Agus ngepost tulisan juga nih tentang Narkoba Politik dan Tahta

    Ganja Tahta ya Korupsi ini Bang

    @mikekono : ya…..power tends to corrupt…….thanks bro

  9. Fakta Integritas itu juga sering ditandatangani oleh Pimpinan proyek/kepala dinas dan kontraktor saat melakukan pemasukkan penawaran kerja. Tapi faktanya tetap aja dilanggar. Padahal isi Fakta Integritas itu ngeri loh… ngak boleh KKN dan bla2.

    Jadi menurut saya itu hanya trik utk saling kenal — dan bla-bla.

    Tapi, mudah2aN aja kali ini, betul2an deh, ingin memberantas korupsi.

    @mikekono : ya semoga, mereka bisa lebih serius menghindari korupsi dan total berjuang untuk rakyat

  10. KPK, para aparat hukum, dan kepala daerah harus jadi semacam tim Untouchables-nya Elliot Ness waktu memberantas mafia-nya Al Capone dan pejabat-pejabat korup. Sama sekali nggak bisa disuap, dipengaruhi, dan diancam. Ya meskipun nyawa taruhannya.

    @mikekono : bener….kita mendambakan penegak hukum ala The Untouchables Team itu…….thanks bro 🙂

  11. Jawaban saya … MUNGKIN …
    saya harus berfikiran positif …

    Sulit ? itu pasti … namun tidak mustahil … !!!
    Bukan begitu Bang …?

    Salam saya

    @mikekono : iya abanganda, sulit tapi bisa jika ada kemauan. thanks bro

  12. saya datang lagi dengan sejuta senyuman 🙂
    salam kenal 🙂

    @mikekono : saya menerima dengan senyum juga 🙂

  13. Bang, soal peraturan, janji dan sumpah sudah ada sejak dulu. Kita tidak usah heran setelah “Fakta Integritas Anti Korupsi” ini akan ada lagi istilah atau model yang terbaru, ibarat barang electronic.
    Juga tidak hanya soal tangkap dan penjara. Masalahnya bangunan, jalan infrastruktur, dan lain sebagainya seperti hutan dan lingkungan yang tidak sempurna akibat korupsi itu sangat merugikan masyarakat secara langsung.
    Korupsi adalah masalah ahlak dan moral, bukan soal janji dan sumpah…hehehe…ini pendapatku lo bang.

    @mikekono : setuju abanganda……soal menghindari korupsi adalah soal mentalitas, bukan soal janji dan jargon muluk-muluk. mauliate….horas

  14. ada 1 pertanyaan lagi benarkah kpk lembaga yang bersih juga ? 😀

    @mikekono : wow…..pertanyaan yg sulit. silahkan jawab Pak Anatasari ? hehehe 🙂

  15. kira2 sapah yan9 mriksa oran9 KPK sendiri?

    mm..pejabat tak korup?
    kemun9kinanna kecil dan tipis ban9..

    @mikekono : yng meriksa KPK siapa ya ? mngkn nnt di akhirat baru mrk terkena giliran diperiksa. betul, tipis kemungkinannya

  16. “mungkinkah pejabat tidak korupsi”..
    yah saya sangat berharapsekaliduakalitigakali — 999kali hal itu mengkin…
    semoga..
    amin…

    @mikekono : maybe yes……maybe no, thanks bro

  17. salah satu cara mengecek orang itu korup atau bukan adalah analisi biaya hidup dan analisa harta yang ada dalam SPT Tahunan…….

    buat saya…meragukan ….karena seseorang untuk jadi pejabat aja musti keluar duit milyaran….

    @mikekono : hmmmm…..biaya hidup pejabat biasanya cukup tinggi

  18. ..hehe.. yang jelas, mungkin ajah bang, secara para pejabat-nya kan gak melakukan korup, tapi para anak buahnya lah yang melakukannya, setau ataupun tidak sang pejabat.. Btw, kalo mau diperbaiki, mulailah dari orang2 yang duduk di ‘gedung’ itu dulu.. Putus dulu lingkaran syetan-nya.. ..

    @mikekono : bener mas ariefdj……lingkaran setannya harus diputus, agar tak terus bergentayangan menguras uang negara……qiqiqiqi 😛

  19. dari awal untuk masuk bekerja sudah pake duit…

    budaya inilah yang membuat kita semakin korup…

    padahal di iklan-iklan maupun pengumuman di sebutkan, dalam proses test penerimaan tidak dipungut biaya sepeserpun…

    faktanya…??

    horas,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

    @mikekono : botul……sudah salah di awal, thanks bro

  20. Pejabat tanpa korupsi, ah masak…emang ada…
    gak ada kan sensei, he he he….

    @mikekono : iya kayaknya ngga ada ya kawaai ayu…..hmmmm, thanks
    arigatou. GBU

  21. Hallo sensei, genki desuka

    @mikekono : genki desu…..ayu sensei. arigatou ganbatte ne 🙂

  22. Pastinya gak, setelah bang Mike jadi “Pejabat” yang dimaksud 😀
    Korupsi bisa dianggap tak korupsi, karena para pelakunya “piawai mengakali dan menyiasatinya” ???? hehe… lanjut bacaa….. hmmmm….
    Kita tunggu aja setelah ini… tetep ada harapan/celah(make “H” loh yaa) untuk jadi lebih baik….

    @mikekono : ya….masih ada harapan ke arah lebih baik. semoga demikian adanya. thanks 🙂

  23. Bisa! Asal mau. Tapi soalnya kan tak semua mau untuk tak korupsi… 😉

    @mikekono : exactly…., kalau mau pasti mampu meninggalkannya.

  24. Setuju Mas Daniel Mahendra. Pejabat sebetulnya bisa saja nggak korupsi, wong tanpa korupsi pun tunjangan-tunjangan yang dia terima sudah cukup besar. Cuma, karena sekarang ini korupsi sudah dilakukan oleh semua orang, maka kalau nggak korupsi sering malah dilibas oleh teman-teman sendiri, karena dianggap ‘mengganggu’. Hwalah …

    @mikekono : bener itu, orang seperti Mbak Tuti yang idealis dan ogah ikutan korupsi, pastinya akan selalu dimusuhi dan dianggap sebagai batu sandungan………thanks my sista 🙂 komennya ditanggapi kok, hehehe…

  25. Bisa !!! Dengan catatan ada perubahan orientasi hidup dari yang tadinya berorientasi pada materialisme menjadi orientasi spiritualisme.

    Dan ini perubahan sosial secara menyeluruh, tidak hanya pejabat penyelenggara negara tapi juga rakyatnya.

    Persoalannya tinggal mau atau tidak mau…

    Tabik…

    @mikekono : ya……terpulang pada mau atawa tidak. trims bro

  26. Mungkin musti di cut-off 1 generasi biar bersih. Jadi nantinya generasi2 kaya gw inilah yang bakal tampil. Smangat muda!
    Whehehehehe

    @mikekono : ide yang bagus…..perlu ada semacam ‘potong generasi’ dan memberi kepercayaan pd generasi yg bersih tuk memimpin bangsa…..
    thanks

  27. tanggapan Ayam Cinta : potong generasi bukankah membinasakan manusia2 yg hidup dalam satu generasi tsb ??
    tidakkah ada cara yang lain ?

  28. pernah dengar ungkapan gini “dengan korupsi kita tidak berebutan uang,saling kejarmengejar ditengah jalan, Korupsi (sedikit bnyak) memanusiakan manusia hehe 🙂 peace. Tapi saya anti korupsi, Hidup KPK!

  29. perasaan sulit juga buat pejabat ng korup. 1:100. di pemda kalo ada proyek pasti dikorup. jd ng mungkin pejabat ng korup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: