Seleksi CPNS Terindikasi KKN


kknPenerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di beberapa Kabupaten/ Kota di Sumatera Utara, bahkan mungkin di seantero nusantara, terindikasi KKN. Tarif yang diberlakukan para calo dan backing yang menjanjikan kelulusan itu, bervariasi antara Rp 60 hingga Rp 100 juta.

Mendengar berita ini sudah barang tentu, kita pun terhenyak dan seolah tak percaya. Tetapi begitulah fakta dan fenomena yang berkembang di lapangan.

Bagaimana mungkin di tengah semakin ‘beringas’nya KPK memerangi segala bentuk penyelewengan, penyuapan, dan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), masih juga terdapat oknum yang nekad memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Memang harus diakui, bisnis beking-membeking dalam seleksi CPNS itu, sungguh menggiurkan. Kalau seorang calo bisa membantu kelulusan satu atau dua orang saja, dia sudah bisa mengaut fresh money (dana segar) ratusan juta rupiah.

Fakta yang berlaku selama ini, memang terdapat sejumlah oknum PNS yang bisa mengupayakan kelulusan CPNS. Entah bagaimana caranya, tetapi hal itu sudah menjadi sebuah rahasia umum.

Masih adanya permainan uang dalam seleksi CPNS itu juga menjadi cerminan pada kita semua, bahwa statement atau instruksi atasan, belum menjadi acuan para bawahan dalam menjalankan tugasnya.

Petinggi Pemerintah di pusat dan daerah sudah berulangkali menegaskan, bahwa penerimaan CPNS akan dilangsungkan dengan objektif, ketat, dan tak mengenal istilah KKN dalam bentuk apa pun.

Namun statement dan penegasan itu, hanya berhenti sebatas ucapan belaka. Sebab pada realitasnya para calon PNS itu sendiri tidak percaya sepenuhnya, seleksi akan benar-benar dijalankan dengan jujur dan transparan.

Ketidakpercayaan para CPNS itulah kemudian dimanfaatkan para calo yang ingin mengaut rezeki nomplok tersebut. Dengan kata lain, para beking tetap berpeluang memainkan perannya seperti selama ini, ditopang oleh fakta, masyarakat belum percaya sepenuhnya rekrutmen CPNS akan berlangsung fair dan objektif.

Nah, dalam konteks demikian, kita berharap pihak panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam seleksi penerimaan CPNS itu, bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan amanah undang-undang, dan tak mencemarinya dengan perilaku menyimpang (meluluskan seseorang karena iming-iming uang).

Di sisi lain kita berharap agar pihak berkompeten (Polri dan KPK) segera turun tangan menelusuri sejauh mana fakta dan indikasi permainan uang dalam seleksi penerimaan CPNS itu.

Jika ditemukan bukti adanya unsur KKN di balik seleksi CPNS itu, siapapun yang terlibat di dalamnya harus segera ditindak tegas, tanpa pandang bulu. Kita berharap segala hal di negeri ini bebas dari praktik KKN.

foto disedot dari sini

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 10 Desember 2008, in Budaya, Kehidupan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 39 Komentar.

  1. Semoga saja, KPK juga masuk ke seleksi ini karena tidak terbayangkan mutu orang yang masuk dengan cara menyogok…

    @mikekono : setuju…..KPK harus ikut memantau dugaan permainan di seleksi CPNS itu

  2. cerita lama yang di “nero”kan dalam cd baru. masih terlalu panjang perjalanan yang harus ditempuh agar semua berjalan apa adanya.

    @mikekono : ya….ibarat cerita sukses yang coba diulang kembali

  3. suda nda heran ban9..

    semua ituh hanya formalitas saja,suda ada yan9 isi formasi ituh..

    jad! suda ilfill den9an tes cpns heheh

    @mikekono : iya tuh…..formalitas bikin semua memelas dan lemas

  4. cemana bisa mereka mengabdi dengan benar ya….?

    udah invest uang sebanyak itu..

    mereka juga pingin cepat balik modal

    inilah yang menjadikan bibit bibit baru koruptor

    @mikekono : exactly…..benih benih korupsi disemai dari situ. bujur

    pffuuuuhhhh

  5. boleh percaya boleh nggak, bahkan ada yg nawarin utk jadi peg pemda, dgn sedikit uang pelicin … as if udah ada tarifnya aja kali tuh… cape deh

    @mikekono : fenomena demikian, antara ada dan tiada….thanks sista

  6. ya ya.. memang kenyataannya seperti itu bang Mike..

    ngomong2..
    aku juga ikutan nih, kemarin udah ambil kartu ujiannya.😀
    hehe..

    ikut meramaikan..😀
    *piiisss*

    @mikekono : abang doakan semoga tanpa uang pelicin, yu2n lulus jd PNS. thanks sista😀 *piiiiss*

  7. Teman – teman kawaii ayu semuanya semangat untuk mengikuti seleksi CPNS, tapi kawaii ayu nggak…kayanya sia-sia aja kalo ikut, peluang untuk mendapatkannya sepertinya kecil…

    @mikekono : mestinya walau peluang kecil, kawaai ayu ikutan aja. mana tau lulus. arigatou ganbatte ne😀

  8. kenyataan yang ada ya seperti inilah Bang..
    andai aku punya uang banyak, bisa ga ya langsung minta jadi kepala dinas di bappeda ?😀

    @mikekono : ya begitulah kenyataannya. klo blm PNS…ya ora isolah🙂

  9. harapan yg mulia Bg , semoga ..

    tapi kenyataannya praktek KKN di Indonesia tuh sperti penyakit kanker , memerlukan waktu lama sebelum terdektesi dan kalaupun akhirnya terdeteksi dah stadium lanjut dan sukar diatasi …

    @mikekono : betul mbak, praktek KKN sdh sukar dihilangkan di negeri tercinta Indonesia ini. Thanks Mbak Susie🙂

  10. Saya satu pikiran sama Indah nih, Bang..

    Buat saya, kalau memang niatnya mengabdi buat negara, nggak ada deh yang sampai segitunya membayar uang sogokan sampai ratusan juta…

    Kalaupun ada yang niat begitu, berarti mereka sudah membayangkan betapa mudahnya mendapatkan uang dari sana… (yang hari ini saya baca di koran: PNS tuh kerjanya cuman ongkang-ongkang kaki, baca koran, lalu pulang setelah jam tiga sore! hidih!)

    Sekarang malah jadi makin bete..
    Secara tiap tahun disuruh bayar pajak penghasilan yang ujung-ujungnya buat mbayarin orang-orang macam mereka..

    Lah, kok Lala curhat di sini ya? hihihi…

    @mikekono : mengabdi pd negara, sepertinya cm ungkapan lip service saja. Bener, klo siap mengeluarkan uang ratusan juta, memang bakal lebih dari segitu yg diharapkan dari status PNS itu.
    Btw, menjadi PNS memang masih menjadi dambaan mayoritas generasi muda kita. Thanks atas curhatnya🙂

  11. sikap apatis untuk jadi PNS sejak dahulu bang.karena jadi PNS kental dengan KKN,makanya saya tidak jadi PNS😀

    @mikekono : ya lbh bagus jadi Tukang ATM dan ngeblog aja🙂

  12. itulahhhhhhhh ..kenapa yessy gak pernah minat untuk ikutan cpns ini bangggggg

    @mikekono : kerja di tmpt Yessy skrng aja udah mantep, buat apa lagi mo PNS.

  13. gara2 KKN inilah patah arang aku ikut tes CPNS bang….kemaren nonton berita kardus yang berisi soal tesnya tidak disegel…bukankah ini memancing orang untuk curang….perlu banyak pembenahan sana sini

    @mikekono : seperti Mbak Indira, saya juga ogah jd PNS. ya semestinya semua hal soal seleksi CPNS itu prl sgr dibenahi

  14. (doh) demi mananya pekerjaan semua orang melakukan hal ini, betul2 menindas orang2 yang ingin masuk dengan benar..
    indikasi seperti selalu ada dipenerima PNS, baik itu dari pejabatnya atau orang2 yang memiliki kekuasaan.
    Ada baiknya kayaknya penerimaan PNS diberikan kepihak ketiga seperti perusahaan2 multinasional atau internasional menerima karyawannya, betul2 selektif sampe tes2 kesehatan, wawancara dan lain2.
    apakah sanggup pemerintah melakukan hal itu?

    @mikekono : setuju mas aRul….pola rekrutmen ala perusahaan multinasional itu prlu diterapkan dalam seleksi CPNS. thanks bro

  15. smoga harapan kita smua,agar segala sesuatunya bebas dr KKN bisa terwujud..
    tap apa bisa yaa…??

    @mikekono : harapan itu kelihatannya blm sepenuhnya bs terwujud dlm waktu dekat😦

  16. Back to personal, artinya jika TIDAK MALU dengan KKN ya…apa boleh buat mas. Nampaknya budaya malu ini juga sudah membuat sebagian orang menjadi tebel mukanya.
    Berharap sih dari pandangan sebagian orang yang tidak terlalu respect niat mereka untuk jadi PNS, ketika mereka terpilih nanti, kerja mereka nantinya bisa jauh lebih baik menggantikan kader2 sekarang yang menyuruh untuk KKN.
    salam

    @mikekono : hmmm….semoga yang terpilih nanti, benar-benar orang yang memiliki budaya malu melakukan KKN. thanks pakde😀

  17. haiyah,..lagu lama bang, udah berjalan bertahun2 itu…😡

    @mikekono : lagu lama memang srng diputar lagi… 😦

  18. Daripada harus bayar segitu, mending buat modal dagang bakso!!! Ngapain kudu setor untuk jadi PNS!

    @mikekono :…..jualan bakso, wah enak tenan iku mas😀

  19. Kayaknya korupsi di Indonesia ini memang sudah sistemik. Sistem pemilihan pemimpin, sistem pengangkatan pegawai, semuanya secara terstruktur akan melahirkan koruptor-koriptor. Oleh karena itu, memberantas korupsi memang sulit sekali, karena berarti harus mengganti sistem yang sudah ada dan dilaksanakan selama puluhan tahun oleh setiap orang.

    Tidak adakah jalan keluar? Pasti ada, kalau kita teguh pada prinsip dan berani menegakkan kebenaran. Contoh paling gampang, jika kita ikut seleksi PNS, ya jangan nyogok. Kalau nggak diterima? Ya nggak apa-apa. Memangnya kalau nggak jadi PNS dunia bakal kiamat? Kalau menjadi orang swasta saja kita takut, bagaimana mau memperjuangkan hal-hal yang lebih besar ? (mau nulis bagi bangsa dan agama, takut kedengaran klise Bang …😀 )

    Saya orang swasta, belum pernah ndaftar PNS dan tidak berkeinginan jadi PNS. Selama kita punya kaki, tangan, otak, dan kemauan bekerja, insya Allah rezeki akan datang. Mosok Tuhan diam saja. Iya kan Bang?

    @mikekono : iyalah Mbak Tuti….daripada harus nyogok, memang bagus jadi swasta. Tapi kan tak semua orang seperti Mbak Tuti yang multi-talented, bisa segala….segala bisa. Dosen oke, usaha jalan, novelis pula. Amboi🙂
    Kalau kami yang talentanya terbatas, ya masih berharap jadi PNS, walau harus nyogok😦 Thanks sista

  20. pada prinsipnya, negara kita ini sudah mencetak koruptor secara sistematis sejak awal. bagaimana mau melawan korupsi kalo memang sudah sistematis seperti ini rancangannya…ckckckckck…
    hebat betul..

    salam,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

    @mikekono : betul itu lae, korupsi di negeri ini sudah terlalu parah dan sangat sukar untuk diberantas tuntas. horas….njuah njuah

  21. Saya tak takut KPK, sohib saya malah orang penting di KPK P.

    Tapi, terung terang, jadi CPNS itu harus lewat jalur KKN, jika tidak jangan harap. Orang sekarang sudah pandai matematika. Jika bayar jadi PNS seharga Rp 100 juta, pasti hidup terjamin.

    Sedangkan jika dimodalkan usaha, dipastikan tumpur sebab masih belajar dagang. Jadi PNS itu enaks, kerja tak banyak,gaji terus lancar. Mertua sekarang pun banyak yang ingin punya menantu PNS.

    @mikekono : hehehe……..bisa aja sampeyan iki. botul, jadi PNS memang eunaks tenan.
    Saya juga tak takut sama mereka itu, sebab sohib saya jenderal berbintang tiga yang tak kunjung pensiun hingga ajal menjemput….hmmmm🙂

  22. kalo di depkeu bersih sih sih sih sih

    @mikekono : itu prlu dicontoh

  23. Uang sebegitu banyak kan bisa dipake untuk modal usaha sendiri ya Bang?? dna disamping itu juga halal.. 🙂

    Keluarga kami juga dari keluarga PNS (guru) sudah skeptis banget setiap kali kakak laki-laki saya mengikuti ujian PNS. Alhamdullilah dia termasuk beruntung masuk dengan tanpa uang pelicin. Karena memang keluarga kami tidak mampu membayar. Jadi dia lulus ujian dan diangkat murni karena hasil test pada jaman Pak Habibi menjadi Presiden. Semoga hal ini bisa dirasakan oleh banyak orang. Thanks

    @mikekono : betul Mbak Yulis, daripada dijadikan nyogok, bagus buat modal usaha. Ya memang bnyk juga peserta CPNS itu skrng sifatnya trial and error doang. Thanks 🙂

  24. kenapa yah semua yang berhubungan dengan PNS ada unsur korupsinya ??😦

    @mikekono : mungkin karena pola itu sudh terlalu lama mentradisi. jadi sudah sukar dihilangkan😦

  25. Bro …
    Bukan cuma di Sum-Ut keknya deh …
    Ada juga di beberapa propinsi lain …
    Ini cerita yang sudah mendarah daging …
    dan sulit sekali di urai ujung pangkalnya …

    Dan ya …
    Ternyata masih banyak yang ingin menjadi peg. negeri …

    gak usah jauh-jauh …
    Top Blog atau Top Post tertinggi itu selalu didominasi oleh informasi lowongan pekerjaan CPNS lho

    Salam saya Bro
    NH18

    @mikekono : benar abanganda, kebiasaan itu sudah mendarahdaging.
    jadi sprtinya mustahil dihilangkan. thanks bro🙂

  26. kalau dari awal test-nya saja sudah seperti ini, bagaimana waktu sudah menjabat….
    bisa dipastikan melahirkan pegawai-pegawai yang cuma cari uang tanpa dedikasi dan loyalitas. apalagi dengan tujuan supaya uang setoran awal bisa balik modal…

    gawat ini…gawat…

    @mikekono : klo awalnya sudah nyogok, saat menjabat pasti sulit diharap bs bersih dari praktik KKN. thanks bro🙂

  27. emm.. nggak semuanya bang.. saia sendiri termasuk yang gak pake ‘gitu2an’ tuh.. tapi, emang keluarin biaya juga sih untuk test bebas narkoba 200 ribuan di rsud, dan juga beli2 perangko, dll, dan totalnya cuman 300 ribuan semua.. Hal ini karena SBY memerintahkan agar sistem yang sebelum dia dalam hal perekrutan cpns diubah dan diperbaiki, yaitu dengan melibatkan PT untuk hal pelaksanaan test masuk, sehingga memperkecil kemungkinan untuk ada ‘per-caloan’.. Setau saia, mekanisme tersebut, baru pertama di jalankan setelah SBY jadi presiden. Saat ini, dengan sistem yang sama, yaitu menggandeng pihak perguruan tinggi dalam melaksanakan test, maka hal yang paling mungkin terjadi adalah ‘jual-beli’ soal ujian.. Mungkin hal itu bisa di-antisipasi, tapi jika sistem-nya terus seperti itu, maka akan lebih mudah di-‘tembus’..
    soal keinginan jadi pns, sebetulnya tidak ada yang bercita2 jadi pns saat sekolah dulu.. karena, pns bukan profesi.. Tapi beberapa profesi yang ada, bergabung jadi pns.. Seperti, guru, dokter, insinyur, dll, bahkan seorang yang bermental menganggurpun bisa jadi tergabung dalam pns.. Jika saat ini ternyata banyak banget yang pingin jadi pns, maka hal itu gak lepas dari apa yang namanya mencari ke-secure-an status dan penghasilan, meski gajinya sebagai pns kecil banget, tapi selama nggak melakukan hal yang aneh2, maka dia tetep aman kerja sampe masuki usia pensiun.. Kalo kerja di swasta, mana bisa ‘bolos’ sampe 2 1/2 bulan.. Mana bisa hanya ber-santai2 ajah setiap harinya.. Dan, kemungkinannya amat sangat kecil dipecat akibat ‘perusahaan’ bangkrut terkena krisis ekonomi..
    Tapi, menjadi apapun dan kerja dimanapun, tergantung ama mentalitasnya dalam memahami tugas dan tanggung jawabnya..

    @mikekono : iya mas……memang tak semua PNS lolos karena nyogok. Apalagi seperti mas Ariefdj yang smart dan punya skill, pastilah akan lebih mudah lolos.
    Dan faktanya memang banyak juga instansi itu, yg benar2 selektif dan hanya meluluskan yang dianggap kualified.
    Ya……kl mentalitas baik, di manapun bertugas pasti akan baik.
    Thanks bro🙂

  28. orang bilang sih ada yg iya..ada yang endak…tapi kemarin pas anak tante mo ngedaftar PNS..emang di mintai uang siiich…(*Uhm..ndak tahu dech buat apaan……)🙂

    @mikekono : hehehe…..tradisi main uang agar lolos PNS, lazim terjadi di daerah😦

  29. sebenarnya nggak cuma suap menyuap dan sogok menyogok untuk penerimaan PNS itu Bang Mike. ada juga kasus petinggi2 yang memasukkan anak2 dan saudaranya tanpa jalur yang benar. boro2 ikut ujian seleksi, wong ndaftar saja mereka enggak, tapi mereka bisa dengan enaknya langsung masuk jajaran. kok bisa ya ?

    @mikekono : iya…..itulah yg bikin kacau, anak dan kerabat pejabat bs masuk seenaknya. kecenderungan sprt ini harus diperangi. thanks bro

  30. Dulu saking pesimisnya sm sistem penerimaan pegawai (mo pns ato bumn), ibu saya pernah berniat untuk meminjam uang ke bu lek saya (adik ibu) jika saya udah kelar kuliah. Alhamdulillah sebelum itu terlaksana ga lama setelah wisuda saya dipanggil ikut tes dan keterima di tempat kerja yg skrg, bumn, MURNI tanpa ada bayar2an, semuanya gratis, yg bayar tiket pesawat pulang pergi Jakarta-Palembang aja kali ya hehehe..
    Jadi untuk yg pesimis, dibuang jauh2 aja deh, kt bersaing secara jujur sambil berdoa agar oknum2 yg masih menghalalkan segala cara (pdhl duit kan ga dibawa mati ya bang).. segera disadarkan. Amin.

    @mikekono : iya da…..kl merasa punya ilmu dan skill memadai, tak perlulah merasa pessimis mengikuti test CPNS. Sebab kalaupun tak lulus, jika pny skill dipastikan masih bs mencari nafkah halal di bidang lain. thanks sista🙂

  31. itu memang terjadi, karena beberapa kali dari obrolan saya dengan tetangga mereka mengakui sendiri seperti itu…

    jadi kalo di negara kita terjadi korupsi wajar itu terjadi karena mereka bekerja menggunakan politik dagang dimana modal yang udah keluar musti balik dan kalo bisa untung….

    selama ini saya melihat pengawasan terhadap penerimaan cpns didaerah kayake kurang banget entah kenapa apa mungkin ada setoran ke pusat atau gimana saya juga tidak tahu…

    @mikekono :exactly…..pengawasan rekrutmen CPNS memang masih longgar. tradisi menyediakan uang agar lolos PNS memang sdh lama dilakoni, sehingga para CPNS itu tak pede kl tak pny beking.

  32. Masuk CPNS sudah rahasia umum setiap ada penerimaan pasti yg ikutan seleksi walau lolos dari test masih saja belum lolos karena harus bersaing sama orang bawaan “orang dalam” dan nyogok yang gak kira kira seharga beli rumah.

    @mikekono : itulkah sebabnya bnyk orang yg tak pny beking, tak semangat lagi ikut seleksi CPNS

  33. Wah itumah cerita lama..
    Tinggal bagaimana pimpinannya (Bupati/Walikota) bersikap.

    Tapi kalo nyogok ampe 100 juta, musti harus pikir2 dulu deh.
    Sbb jgn2 mereka (calo) tersebut hanya nembak diatas kuda.

    @mikekono : 100 juta memang jmlh yg tak sedikit…..jd tak pantes keluar duit segitu demi menjadi PNS

  34. Bah… seratus juta…?! itu duit semua…?! padahal saya pengen pulang kampung…. kalau bisa jadi PNS… kan nanti ada pensiunnya…. tetapi kalau sudah begini bagaimana ya…. terus Dianya nanti yah Korupsi lagi buat ngebalikin Modal… lha kapan majunya….

    @mikekono : hehehe……botul lae, kl masih ada sogok-menyogok, negeri ini tak akan maju-maju. thanks bro

  35. bangsa ini harus digiring arus besarnya kepada dunia bisnis. hanya itu yang bisa memutar manfaat, meningkatkan nilai, dan kemudian melahirkan kesejahteraan.

    jangan terlalu dijadikan harapan tentang peluang kerja menjadi PNS. berikan suasana positif yang berimbang untuk dunia swasta yang bergerak di sektor riil.

    ingat, PNS adalah pelayan masyarakat yang melayani masyarakat berekonomi untuk memutarkan manfaat. kalau posisi yang melayani sama yang dilayani (utamanya) lebih menarik yang melayani, ada yang tidak sehat disitu.

    mari kita gerakan, anak bangsa ini untuk menjadi penopang industri2 dalam negeri yang maju. mereka bisa bikin henpun, motor, mobil, rice cooker, tv, peniti, tusuk gigi, jualan pisang ijo (mas, pisang ijo ini lagi tren di bandung lho…)

    bangkitlah bangsaku,
    harapan itu masih ada
    maka tetapkan langkah
    yakinlah dan raihlah!!!

    @mikekono : setuju mas…..generasi muda bangsa harus didorong jadi enterpreneurship……tak sprti selama ini yg masih mendambakan jadi PNS, kerja ringan gaji besar. Thanks mas🙂

  36. Wah….asyik juga nih jadi PNS

    @mikekono : jadi PNS memang eunaks tenan. Banyak liburnya…hehehe

  37. Lagu lama … kemasan baru

    Salam ajah…
    Dah lama tidak ke sini

    @mikekono : ya….makasi dah berkunjung lg🙂

  38. titipan masuk pns ga perlu bayar juga ada kok… kalo sodaranya pejabat pemda pasti bisa masuk tanpa bayar😀
    ini beneran lho aku tau.. bukan gosip😀

  39. wah, ini seh basi….. bukannya dari jaman dulu memang sudah begitu…. gak pernah berubah….

    Mendingan buka usaha kali yee, kalo disuruh bayar ampe 100 juta buat jadi PNS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: