Rayu Dulu, Tikam Kemudian


Rayu dulu, tikam kemudian. Teori dan jargon ini sering kita alami dalam kehidupan. Tak hanya dalam bidang politik, juga dalam kehidupan sosial dan percintaan.rayu

Saat masih mesranya jalinan kasih, aksi rayu-merayu, bisa muncul sepanjang hari. Mulai pagi, siang, sore hingga malam. Tetapi saat hubungan putus, aksi saling tikam pun mulai dilancarkan. Segala aib tak lagi tabu dibukakan.

Begitu juga dalam hal pertemanan. Ketika semuanya masih baik-baik saja, jalinan silaturrahmi terus dibina sehingga yang kelihatan cuma kebaikannya saja. Saat persahabatan retak,  kebaikan dilupakan, keburukan dibeberkan.

Tetapi yang lebih parah dan bisa mengundang implikasi sosial meluas, jika aksi rayu dulu, tikam kemudian itu mewabah di kalangan elite politik dan lingkar kekuasaan.

Dan memang aksi main tikam teman seperjuangan, lumrah terjadi di jagad politik. Itulah sebabnya sering muncul sebutan Brutus, bagi mereka yang bermental pengkhianat dan ‘kutu loncat’.

Para Brutus ini, sebelum memperoleh posisi dalam struktur kekuasaan, lazimnya sangat licik dan piawai dalam melancarkan jurus rayuan pulau kelapa hingga rayuan ala Cassanova.

Tatkala jabatan penting sudah didapat, para Brutus tak segan-segan menerapkan jurus   ‘Amat’ (ambil muka, angkat telor).

Selanjutnya ketika ada kesempatan meraih posisi lebih tinggi, aksi yang dilakukan, tak lagi hanya sebatas rayuan. Tikaman bertubi-tubi, yang sangat mematikan pun dilancarkan.

Rayu dulu, tikam kemudian. Mengapa hal seperti itu kerap terjadi ? Penyebabnya tiada lain, karena manusia yang berpikiran pendek itu, sering lebih suka diatur syahwatnya, dan meninggalkan imannya di masjid, gereja, kuil, atau vihara.

Manusia sering lebih mementingkan gengsi ketimbang prestasi. Manusia juga lebih suka mendahulukan emosi daripada bisikan nurani. Tetapi, masih banyak juga manusia yang bisa mengontrol diri dan menjadikan jabatan, harta, dan hidupnya semata-mata sebagai washilah (sarana) untuk mengabdi padaNya.

Masih banyak pula manusia yang sering merayu, tak paham soal tikam-menikam, bahkan suka menabur benih kebahagiaan bagi banyak orang. Semoga kita bisa menjadi bahagian dari kualifikasi manusia, yang jumlahnya relatif kecil itu.

foto dicomot di sini

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 5 Desember 2008, in Budaya, Politik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 45 Komentar.

  1. Rayu dulu cintai selamanya..

    githu lebih menyenangkan tur..
    hehehhehe

    ^_^

    @mikekono : betul turang….mencintai harus tulus dan total
    agar abadi selamanya. Mejuah-juah ^_^

  2. aku senangnya dirayu, ga suka ditikam.

    tapi memang didunia ini tikam menikam itu udah biasa, hari ini kawan besok jadi lawan🙂

    tapi blogger ga mengenal tikam menikam kan Bang ?

    @mikekono : kl sy sih senengnya dirayu dan merayu…hehehe
    ya…..blogger tak ada tikam tikaman, yang ada kawan-kawanan🙂

  3. Betul Bang, kadang saya sendiri pun sering mengedepankan emosi daripada bisikan nurani, saya harus bisa lebih mengendalikan diri untuk kebiasaan buruk ini Bang
    Makasih Bang, udah di ingatkan🙂

    @mikekono : ya….semoga kita bisa menjadi manusia yg terus semakin baik sepanjang hari….thanks my sista🙂

  4. wah abis manis sepat di tikam ceritanya nih

    @mikekono : kira-kira seperti itulah…ecek2nya🙂

  5. Bang, kuncinya hanya satu. kemauan orang itu, kira2 mau mempertahankan nurani bersarang di hati atau memperbesar egonya sendiri2 alias semau guwe. Sayangnya tak setiap apa yang kita kehendaki ketika bicara Nurani. Tak setiap orang pula senang dengan ajakan untuk bersikap lebih mengedepankan nurani. begono kalau menurut saya.
    TQ

    @mikekono : iya tak semua manusia memiliki kepribadian yang baik. selanjutnya terserah kita aja, mau menjadi yang baik atau jd manusia pengkhianat. thanks bro🙂

  6. saya mah gak suka di rayu..karena yang saya perlu bukti…bukan janji……

    @mikekono : pas banget….janji hrs disertai bukti. thanks

  7. Hahahaha..

    kok persis sama seperti budaya kantor yessy ya bang😛

    @mikekono : lho kok bisa begitu, hrs kudu hati2lah🙂

  8. Manusia memang, aneh dan lebih buas dari ….(kena sensor lagi bang) buktinya manusia makan semuanya spt sayur, daging, buah-buahan dst dst. Sedang …(sensor lagi) makanannya tertentu saja, hehehe.
    Sudah banyak contoh, bahkan sering terjadi Kudeta, yang nyata dan yang tersembunyi tapi nyata….buktinya…(sensor lagi)

    @mikekono : hehehe banyak sensor nih ye. sesuai dengan etika ketimuran….kita memang hrs punya self cencorship, agar bicaranya tak seperti…..(kena sensor juga). hehehe… thanks🙂

  9. (*judulnya seraaam…..) ya itulah kehidupan..tapi si sebaiknya jika masing2 pribadi merasa saling menghargai…maka kehidupan ini pasti lebih damai🙂

    @mikekono : judul seram…..isi biasa saja kan ! thanks

  10. terkadang yang terlihat baik tapi tajam didalamnya….ngalamin sendiri dan dari situ saya lebih baik memilih berjuang sendiri….apalagi yang namanya dunia kerja…kejam abis deh

    @mikekono : betul….dunia kerja memang kejam….!

  11. saia maunya dirayu aja deh😀
    tapi memang begitulah watak manusia yng udah dikendaliin nafsu bang😦 parah yaa..nyaris menyamai binatang, kawan jadi lawan😡

    @mikekono : dirayu sama siapa Mada ?

  12. baik di rayu maupun di tikam kayaknya………..hmm menyenangkan si blue hehehe….

    salam hangat selalu

    @mikekono :….pinter merayu dan menikam ya Blue….hehehe

  13. met akhir pekan ya bang

    semoga menyenangkan

    salam hangat selalu

    @mikekono : thanks bro🙂

  14. cemana nya abang ini…abis merayu ya abis itu menikamlah kita …masak dibiarin ajah …. tikam bang, cucukkan aja la bang … hahahaha…jadi abang gak rupanya, merayu-rayu saja …kapan menikamnya? alamakjang… hahahaha … ato ada juga yg gini bang: udah minta dirayu, minta ditikam pula si dia … hahahaha

    pening la bang … jd ngelantor pulak aku 🙂

    @mikekono : adinda memang pemikir yg suka tembang langsung….
    sprt Amien Rais…..hehehehe😛

  15. wah kalo di dunia politik kok kayaknya udah jadi makanan sehari-hari tuh bang….makanya saya nggak mau deh ikut-iktan politik-politikan…

    rayu-tikam, rayu-tikam…mending dirayu sama tikam (titi kamal)😀

    @mikekono : titi kamal emang kereeen itu…… 😀

  16. jangan di tikam dunkz.. mending di tusuk ajah.. halah

    @mikekono : halah……ono ono ae…… 😀

  17. saya setuju dengan semua yang di tulis dr postingan ini dr bait pertma sampai terahkir , memang begitulah kenyataannya , tidak hanya dalam dunia politik tapi dalam semua aspek kehidupan ..

    di tunggu sambungan postingan ini , siapa tahu Bg MIke menemukan solusi mengatasi masalah ini “rayu dulu tikam kemudian ” …

    merasa tertantang ?? ayooo , saya yakin bg Mike bisa

    @mikekono : wow…..jadi sedikit tersanjung nih. tapi postingan ini, tak ada sambungannya Mbak Susie. Thanks sista….GBU🙂

  18. kalau ada yang berani merayuku, akan kutikam!
    *halah…*

    @mikekono : hayoooo….siapa yg berani sama Latree ? hehehe🙂

  19. rayu dulu, tikam kemudian. karena sering terjadi lantas menjadi semakin biasa melihatnya, ckckck… gawat nih. semoga jadi bahan introspeksi kita semua saja.🙂 salam -japs-

    @mikekono : ya…semoga kita semua sll bs introspeksi dan kontemplasi.
    thanks bro🙂

  20. Ya ALLAH jadikan pemilik blog ini manusia pilihanMU yang berkeyakinan bahwa bumiMU yang terhampar luas adalah masjid baginya, kantornya adalah musholahnya, meja kerjanya adalah sajadah,

    Kemudian fungsikan setiap tatapan matanya penuh rahmat dan kasih sayang sebagai refleksi dari penglihatanMU, jadikan pikirannya husnuzhan, tarikan napasnya tasbih, gerak hatinya sebagai doa, bicaranya bernilai dakwah, diamnya full zikir, gerak tangannya berbuat sedekah, langkah kakinya jihad fi sabillillah.

    Selamat hari raya IDUL ADHA …

    RINDU a.k.a ADE

    @mikekono : amien ya rabbal alamin. Selamat hari raya Idul Adha….semoga semangat qurban bs menginspirasi kita semua. Thanks sista🙂

  21. apa sama dengan musang berbulu domba,musuh dalam selimut,menggunting dalam lipatan
    waaa…!sereeem….

    @mikekono : ya kira2 seperti itulah Nin. Tapi nggak trll serem kalilah.

  22. Selamat Idul Adha bang……hmmm, rayu dulu, tikam kemudian, Machiavelli………

    @mikekono : sama-sama……..betul, Machiavellisme

  23. Semoga kita dijauhkan dari mahluk yang berahlak demikian, Bang Mike. Thanks

    @mikekono : ya….semoga. thanks sista

  24. Kayaknya lebih asyik “rayu dulu, lamar kemudian, nikah akhirnya” ya bang …😀

    Atau gini aja : kalau ada yang merayu, periksa dulu dia bawa pisau nggak. Kalau bawa, rampas dan buang jauh-jauh. Kalau dia nggak bawa pisau, tapi kita masih syak juga, belenggu tangannya, ikat ke pohon … :mrgreen: (*paranoid.com*)

    @mikekono : hihihi……sebelumnya dimasukkan ke goni dulu, baru dikasi semut hitam….kemudian diiikat ke pohon. idiiiihhh sereeem😦 betul mbak tuti, bagusnya rayu, lamar dan nikahi selamanya. hmmm…begitulah kl prmpuan shalihah memberi taushiyah….selalu memberi pencerahan. thanks (*bersyukur.com*)

  25. waaah si Brutus itu ternyata tidak hanya suka mengganggu Popeye dan Olive tapi juga kita-kita ini ya? hehehe.

    Selamat Hari Raya Idul Adha bang

    EM

    @mikekono : iya Mbak Emi…..di sekitar kita juga banyak bergentayangan para Brutus yang setiap saat siap memangsa.
    Thanks….selamat menyambut Natal. GBU….Arigatou Ganbatte ne🙂

  26. Hmmmm….

    Selamat Idul adha bang.

    @mikekono : Thanks….happy Idul Adha🙂

  27. sifat dasar manusia ya… mudah2an dalam diri saya tidak timbul sifat dominan seperti ini😀

  28. Bah… ada juga yang begini ya Lae..?! tetapi itulah Manusia… rambut sama hitam tetapi urusan hati beda beda… tetapi kalau sama saya nggak ada urusan tikam menikam lah… lebih sayang menyayang… soalnya lagi butuh kasih sayang ini Lae… he…he…he….
    Selamat Hari Raya Idul Adha… semoga kita bisa memahami makna dari “Qurban” itu sendiri….

  29. wah..serem liat judul postingnya, kirain tentang mutilasi😀

  30. Kalau perempuan pandai menikan gak bos….?bukan melulu laki-laki ya….?

  31. huaaaaa lama ga main kesini tnyt bang mike udah ganti theme hehehe
    maap ya bang baru maen.. banyak kerjaan sih *sok-sibuk.com

    btw soal rayu merayu alhamdulillah sampe saat ini saya hanya bisa merayu satu orang yakni PACAR saya hahaha.. yg lain mah ogah, mo kawan mo atasan… malu… ngerayu Yang Di Atas aja msh setengah2🙂

  32. (*masih acara tikam2an ya…) ya udah…duduk dulu di pojok nunggu selesai acaranya…. (*kopisus-ku anget…anget…nyumi….nyumi….)

  33. amien..
    men”amin”kan line akhir..

    weeww..daku nda pandai meraYu apala9i menikam….

    enakna seeh rayu tapi jan9an nikam yaa..hehhehe

  34. Ah..
    Saya paling benci dengan orang-orang yang bermuka dua seperti ini, Bang. Wajahnya manis, tapi punya rencana yang busuk.

    Bagaimana kita tidak berburuk sangka, coba, kalau pada kenyataannya banyak manusia yang berprinsip seperti tulisan Abang ini: Rayu Dulu, Tikam Kemudian.

    Sudah mencoba untuk tidak berburuk sangka, eh malah dihadiahi dengan tikaman yang melukai! Agh…

    Memang sudah sepantasnya kita waspada dan mencoba untuk lebih peka mendengarkan hati kecil, ya, Bang, ya?

  35. Bah … serem kali judulnya Bang …
    Tapi ini bener banget …

    Di politik itu katanya …
    tak ada sahabat sejati … yang ada
    kepentingan sejati …

    hhmm …

    Yang jelas …
    Trainer anti kekerasan …
    Apalagi menikam teman sendiri …
    OK Bro ?

    Salam saya …
    NH

  36. rayu lalu tikam it’s my style dlm bercinta.he…he…(masak cuma pemanasan doang, gak asyik kan?)

  37. emang payah sih. namanya mental penghianat.. coba kita mencontoh che guevara.. baginya bahkan mundurpun adalah sebuah penghianatan.. hmm hmmm…

  38. Jangan pakai tikam dong…mending dirayu aja…
    Palagi yang ngrayu Bang Mike…Bakal klepek….klepek….
    Hwahahaha….🙂

  39. tikam menikam itu tidak hanya terjadi di dunia politik saja ya bang, dilingkungan saya aja banyak orang yang saling tikam menikam…orang bermuka dua juga banyak sampai2 saya aja susah membedakan mana yang kawan dan mana yang musuh di dalam selimut…
    semoga persahabatan kita tetap jaya…
    Saya lagi banyak masalah ni bang, makanya saya jarang kunjungi blog abang…
    GBU Sensei…

  40. kalau aku maunya “rayu dulu..langsung lamar kemudian”😀

  41. Klo nikamnya dari depan masih gentle juga, mungkin bisa kita elak, klo nikamnya dari belakang? ini yang lebih susah…

  42. Hmm.. Tergantung juga sih. Kadang orang-orangnya banyak yang menikam dari belakang. Jadinya ya…

    Hmm.. Tapi coba dimaafkan lah.

  43. ini salah satu pesan sahabat dunia maya saya…yang pernah saya temui saat saya pulang keindonesia…sekarang sudah seperti saudara saya…semoga berguna disini

    “Thien sang yin Tuo, Yek puk ming. Hai sang yi tuo, sui puk ching.
    Se sang ren tuo, sin puk phing. Co ren yau siau sin”.

    Diatas langit banyak awan, rembulan tdk terang. Di dalam laut banyak ikan, air tdk jernih.
    Didunia banyak orang, hati tdk sama.Mesti hati-hati.

  44. Aduh bang Mike, kok pakai ditikam segala…Kasihan khan, kalau mati gimana, hahaha….
    Judulnya bikin orang berhalusinasi nich, tapi isinya ok bang🙂 🙂 🙂

    “Hiduplah dengan cara yang mulia”, begitulah petuah buya saya bang Mike.

    Semoga kita jadi manusia yang berhati mulia yach bang Mike, nggak ikutan yang nggak lurus itu, hehehe 🙂 🙂 🙂

    Best regard,
    Bintang
    http://elindasari.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: