Minus Planning, Jamila Menyerang


Mayoritas masyarakat di Labuhan Batu Sumatera Utara, yang dulunya kaya dan hidup sejahtera mendadak sontak diserang si Jamila. Jamila bukanlah putri jelita dari negeri jiran Malaysia. JaMiLa dimaksud di sini adalah Jatuh Miskin Lagi.rani

Dulunya masyarakat di Kabupaten Labuhan Batu memang banyak yang berasal dari kalangan perantau dari Pulau Jawa, bertransmigrasi ke Sumatera Utara. Awalnya cuma pekerja biasa, ujung-ujungnya bisa memiliki lahan kebun sendiri.

Dari Jawa, mereka rata-rata miskin, berkat sawit bisa hidup sejahera. Namun karena hidup yang mereka lakoni minus planning (perencanaan), para petani sawit yang sudah sempat lama hidup sejahtera itu, kini Jatuh Miskin Lagi (Jamila).jamila

Para petani sawit ternyata tak pernah menduga harga akan menukik tajam hingga ke titik terendah di kisaran Rp 650/ kg. Padahal sebelumnya harga sempat menyentuh angka Rp 2300/ kg atau paling turun Rp 1300/ kg.

Karena yakin sawit tetap akan memberikan uang, warga yang memiliki sedikitnya 2 ha lahan per rumahtangga itu, menjalani kehidupan dengan santai dan sangat konsumtif. Punya aneka jenis kreditan, mulai dari kulkas, tv, motor, hingga mobil.

Tatkala harga sawit merosot tajam, mereka pun kelabakan. Penghasilan yang dulunya mencapai rata-rata Rp 6 hingga Rp 15 juta sebulan, kini cuma Rp 2 hingga 4 juta per bulan. Alhasil untuk menutupi biaya kehidupan keluarga sehari-hari saja sudah setengah modar, konon pula mesti membayar cicilan kredit motor dan mobil.

Ujung-ujungnya bisa ditebak, barang-barang kreditan tadi banyak yang ditarik pihak showroom. Begitulah, karena minus planning, Jamila pun menyerang.

Sejatinya tak cuma petani sawit saja sering mengalami hal serupa. Banyak orang acap menjalani hidup tanpa program dan perencanaan yang matang. Saat berada dalam gelimang kesuksesan, semua hendak dibeli, segala bentuk kesenangan pun direguk, bahkan selingkuh pun dianggap lumrah.

Saat penghasilan sedang melimpah, kita sering lupa menabung dan melakukan investasi, karena merasa selamanya akan bergelimang uang. Akibatnya ketika terjadi krisis finansial seperti saat ini, banyak orang kelimpungan, sebab tiba-tiba saja sesuatu yang tak terduga semisal PHK pun, mengancam.

Kalau Aburizal Bakrie and family  yang setahun lalu disebut sebagai orang paling kaya di negeri ini saja, ketar-ketir karena saham perusahaan andalannya Bumi Resources tiba-tiba anjlok drastis, konon pula kita yang berpenghasilan pas-pasan, sudah pasti juga bakal ikut terkena getahnya.

Ungkapan bahwa kehidupan bak roda….kadang di atas, kadang di bawah ternyata bukan cuma isapan jempol. Jika tak ingin diserang si Jamila, senantiasa membuat planning dan hidup bersahaja wajib dilakoni, agar suatu saat nanti kita selalu siap menghadapi konsekuensi hidup seburuk apa pun, seperti yang kini dialami para petani sawit di Labuhan Batu itu.

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 2 Desember 2008, in Budaya, Kehidupan, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 52 Komentar.

  1. wah, tadinya aku mau nyaingin mulan jameela dengan pake nama easy jamila.. mirip2 lah dikit.
    tapi pas tau artinya.. keknya batal aja deh..

    kapok kalo keseringan jatuh miskin

    @mikekono : kapok ya……., so…say no to JaMiLa……hehehe🙂

  2. Abang menulis …

    “Sejatinya tak cuma petani sawit saja sering mengalami hal serupa. Banyak orang acap menjalani hidup tanpa program dan perencanaan yang matang. Saat berada dalam gelimang kesuksesan, semua hendak dibeli, segala bentuk kesenangan pun direguk, bahkan selingkuh pun dianggap lumrah”.

    Ini sekaligus mengingatkan kita semua untuk merencanakan hidup kita dengan lebh baik …
    Tidak berfoya-foya … dan selalu berperilaku produktif …
    OK fine … boleh lah membeli beberapa perabot / atribut masa kini … but … seyogyanya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya ya Bang …

    Thanks Bro …

    @mikekono : saya sih cuma menulis doang. Soal efisiensi dan planning hidup…saya sih harus belajar bnyk kepada abang sbg the best trainer…..thanks Bro🙂

  3. sedih dengernya, krisis ekonomi global
    mempengaruhi hidup banyak orang

    ternyata masyarakat kita emang konsumtif bgt ya
    tp memang hidup perlu planning

    @mikekono : sedih memang….., dan JaMiLa…..bs melanda siapa saja. So, mari selalu hidup sederhana dan apa adanya.

  4. sepertinya memang orang2 di kampung kita bukan lagi Jamila, tapi sudah terlalu sering jatuh miskin, disingkat jadi apa yah..hehehe..
    seorang family yg kebetulan br pulang dari kampung bercerita, dia pernah ditawararin sesisir pisang oleh seorang penjual di satu pasar. dia ditawari pisang itu seharga Rp. 10.000, tanpa menawar lagi family saya itu langsung mengiyakan, dan membayar, terbengong-bengong lah si penjual pisang itu…sesaat family saya itu ikutan bengong, tapi kemudian dia baru sadar kalo ternyata memang uang segitu sangat berharga banget buat si penjual pisang, tidak pernah dia sebelumnya menjual pisang dengan harga segitu, karena biasanya ditawar semurah mungkin sama calon pembelinya…
    padahal di kota besar uang sepuluh ribu hampir tidak ada artinya, untuk makan sepiring nasi padang aja gak cukup…
    ironis yah…

    salam,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

    @mikekono : betul Lae, kehidupan saat ini, terutama bagi masyarakat miskin di kampung memang semakin memprihatinkan.
    Harga kebutuhan sehari-hari terus naik, sedangkan penghasilan mereka justru menurun. Semoga Pemerintah bs mencari solusi mengatasi hal itu, dan berhenti hanya teriak2 sebatas wacana dan jargon. Mauliate

  5. Karena itulah, mungkin sebaiknya kita berpikir bahwa semuanya pasti ada masa kadaluarsanya.
    Tidak ada yang abadi selagi waktu masihlah bergerak maju ke depan.
    Kalau sedang kaya raya, suatu saat pasti ada kemungkinan untuk miskin.
    Demikian pula sebaliknya.

    Cuman ya itu tadi, Bang… easier said than done. Setelah kejadian, baru kita ngeh…
    Mudah-mudahan krisis ekonomi ini semakin menyadarkan kita bahwa pola hidup kita (okay, saya maksudnya… hehehe) sudah terlampau konsumtif. Hidup memang lebih seru kalau penuh kejutan, sih.. tapi kalau kejutannya berupa miskin mendadak, pasti bikin repot juga.. hehehe..

    Salam Bang!
    (saya kagum sama Abang Agus yang selalu punya singkatan2 seperti ini.. Dulu apa Bang? Fatima ya? hehehe)

    @mikekono : exactly Jeunglala, acapkali kita jumawa saat berada di tengah kejayaan. Kita sering lupa menyiasati masa depan.
    Btw, soal jeunglala yang merasa masih konsumtif, saya kira masih wajarlah….minum coffee (uda diganti teh ya) di Starbucks atau di mana saja, masih lumrah itu. Namanya juga masih sorangan wae, lagi pula kan denger2 gajinya Lala gede (pake dolar)….hehehe.
    Belum lagi dapat salary dari bukunya yang kabarnya laris manis itu. Pantaslah kesuksesan itu dinikmati. Postingan ini lebih ditujukan bagi mereka yg berpenghasilan pas-pasan sprt saya ini, bukan kepada Jeunglala, Tutinonka, Bunda Dyah Suminar, Mbak Yessy, Mas NH18, atau Mbak Emi. Hmmmmm😆
    Soal singkatan2 itu…., kata orang Medan, taunya awak diumbang (dipuji), tapi syuuur juga. Huahahaa🙂

  6. wah nasibnya masih bagusan jamidong (jatuh miskin eh malah jadi pengusaha odong-odong)

    @mikekono : pengusaha odong-odong…apaan tuh. jadi ingat nyanyian odong2

  7. kita doa’kan semoga para transmingran jadi berguru sama pengalamanya jadi jamila. semoga badai cepet berlalu.

    @mikekono : ya….semoga badai segera berlalu

  8. Moga2 jamila ini cepat berlalu ya Bang?
    Duh sodara2ku tabahkan hatimu, kuatkan diri sabar ya ini adalah cobaan berat buatmu saudara2ku aku hanya bisa bantu doa agar si jamila ini enyah dari situ

    @mikekono : ya….semoga JaMiLa segera kembali ke habitatnya dan saudara2 kita itu tabah menghadapi serangan si JaMiLa itu. Thanks sista

  9. memang merencanakan aja kadang banyak yang gagal, apalagi tanpa perencanaan ….

    perencanaan yang gagal akan menghasilkan kegagalan tentunya🙂

    @mikekono : bener Mas Afwan, tanpa perencanaan pasti akan menuai penyesalan😦

  10. makanya saya paling anti kredit.
    kecuali kalo musti memenuhi sistem kredit semester alias sks.

    yoroshiku
    EM

    @mikekono : sokka….yappa
    pantesan Mbak Emi pinter dan dikenal sbg seorang ibu yg arif bin bijaksana, wong dari dulu kredit (SKS)nya lancar semua. Hehehe🙂 Thanks sista…..arigatou…ganbatte ne

  11. Sepertinya bkn cuma Labuhan Batu ya, Riau jg banyak kena imbasnya…konon katanya sampai ada yg bunuh diri segala karena tidak bisa lagi menutupi semuanya..pupuk,tagihan dll.

    @mikekono : botul Lae…..sudahlah harga sawit hancur-hancuran, harga pupuk selangit pula. Kaccaulah semua.
    Tapi, janganlah gara-gara diserang JaMiLa, nekad bunuh diri. Itu namanya kebangetan dan tak tau dimago-nya. Hehehe🙂

  12. Bang, banyak orang bukan cuma nggak siap miskin, tapi juga nggak siap kaya. Karena nggak siap mental menjadi orang kaya (mendadak), ya begitulah. Bingung menghabiskan uangnya, semua-semua dibeli. Giliran jamila, semua-semua dijual.

    Alhamdulillah saya termasuk yang disebut Bang Agus sebagai kelompok berpenghasilan nggak pas-pasan. Tapi dulu kami pernah bangkrut sebangkrut-bangkrutnya, Bang. Namanya juga pengusaha (suami saya), ketika salah melakukan kalkulasi bisnis, ya bangkrutlah. Jadi kami tahu bagaimana deritanya orang yang bangkrut dan dililit utang bank, karena modal bisnis adalah pinjaman bank.

    Alhamdulillah, karena kerja keras yang nggak kenal putus asa, dan karena kemurahan Allah, semua bisa teratasi. Makanya sekarang kami sangat hati-hati mengelola bisnis dan keuangan. Meskipun ada uang, kalau nggak perlu ya nggak usah dibeli. Investasi di tanam di beberapa bidang, mengikuti falsafah “don’t put your eggs on one basket”. Supaya jangan jamila …

    Tapi kalaupun Tuhan menakdirkan jamila, ya harus siap. Semua yang ada ini kan cuma titipan toh. Bukan hanya harta, pangkat, dan kedudukan, bahkan suami, isteri, dan anak pun cuma titipan. Sewaktu-waktu bisa diambil oleh Yang Maha Kuasa. Nah, kalau diambil ‘yang punya’, ya harus ikhlas dong …. (halah, *sok bijak.com*)

    @mikekono : wahhh….kl saya sih sdh siap mental menjadi kaya (sayangnya nggak kaya2). So, bisa berteman dgn orang sukses dan kaya sprti Mbak Tuti, Bunda Dyah Suminar, Jeunglala, dll, saya sngat bersyukur dan sudah merasa ikutan sukses.
    Alhamdulillah Mbak Tuti bisa recovery dari kebangkrutan dan kini kembali meraih sukses sebagai akademisi plus wiraswastawati😆
    Btw, bener semua yang kita punya sekarang memang milikNya dan sewaktu-waktu bisa diambilNya kembali. Mbak Tuti memang bijaksana (bukan sok bijak). Mantap sista🙂

  13. Eh, seminggu yang lalu saya kirim novel jadul pesanan Abang. Semoga nggak nyebur ke selat Malaka ya Bang …😀 😀

    @mikekono : belum nyampe ? Mungkin nyasar atau tertahan di Bandara Don Muang atau Svarnabhumi Thailand. Hehehe🙂 Just kidding……pasti nyampe itu…! Cuma agak telat kaleee. Thanks my sista😀 😀

  14. jadi kapan ya bang..petani naik helikopter pribadi, punya 7 BMW…dan tiap tahun keliling dunia?
    Kapan bang?
    APa petani harus selamanya…miskin?
    PAdahal jika tak ada mereka..
    Timpang sebelah..
    Ahhh
    entah kapan…

    @mikekono : kapan ya ? mungkin seribu tahun lagi…..hehehe
    betul yes, tanpa ada petani….Mbak Yessy, Tangguh dan Mas Tatang yang mirip putra bungsu SBY itu, tak mngkn bs lancar makan nasi goreng di Plaza Senayan sprt slm ini…… ehem😀

  15. bangkit bangkit bangkit bersama

    @mikekono : bangkit….bangkit ! Jangan menyerah, bung !

  16. Demikian lah hidup, ada atau tidak ada krisis financial tetap saja akan berputar. Semoga kita termasuk orang yang memiliki program dalam hidup dan juga termasuk orang yang hidup sederhana sehingga apapun yang terjadi tidak ada yang memgoncang kehidupan sederhana itu. Thanks

    @mikekono : sy yakin Mbak Yulis and Mr Marvin selalu me-arrange irama kehidupannya dengan baik, sehingga bs sukses dan bahagia sprti sekarang. Thanks sista🙂

  17. Maaf nambah lagi bang, sederhana bagi setiap orang pasti akan berbeda. Jika seorang berpenghasialan ratusan juga perbulan pasti sederhananya bebeda dengan orang yang penghasilannya ratusan ribu per bulan… 🙂 Thanks

    @mikekono : exactly……sederhana bagi Mbak Yulis, mungkin sudah mewah bagi saya. Soalnya dolar dengan rupiah aja, sudah sangat jauh perbedaan kelasnya. Thanks and take care sista🙂

  18. Bang… bukan hanya putri ‘jamila’ saja yang akan datang menyerang bang, tetapi nanti bang ‘jamirus’ juga akan ikut menyerang…. (JAdi MIskin teRUS)! Huehehe…..

    Mungkin kita harus berfikir kesalahan ini secara holistik. Jangan hanya memandang pemimpin2 kita gagal dalam mem-planning. Mungkin masyarakat kita juga punya andil dalam kesalahan ini. Bukankah dulu pemimpin2 kita juga adalah masyarakat kecil juga? Jikalau masyarakat kita tidak bisa mem-planning, ya kemungkinan besar mereka setelah jadi pemimpin kelak, juga tidak akan becus untuk mem-planning.

    Yang penting, mari kita tingkatkan kemampuan kita dalam ber-planning. Jikalau kita tidak bisa mem-planning diri sendiri, bagaimana kita akan mem-planning bangsa ini??? Betul nggak bang??😀

    @mikekono : setuju Mas Yari. Kita tak bisa selalu menyalahkan para pemimpin negeri ini. Mari mulai menerapkan pola hidup sederhana dan senantiasa merencanakan penataan keuangan pribadi dan keluarga dengan efisien.
    Mem-planning diri sendiri memang sebuah keharusan. Hal ini sesuai dgn anjuran agama : mulailah memperbaiki dari diri sendiri (ifda’ bi nafsi). Syukran katsir my bro🙂

  19. Planning memang penting bang, karena menentukan kemana langkah akan dituju…Sistematis, terencana, terukur

    @mikekono : bener……bukan kecepatan langkah, tapi ketepatan arah !

  20. Bah… sempat kukira ini yang di judul lagu itu Lae… Oh..Jamila Boru ni Khalifah Parumaen ni Pandita…. he..he..he…
    Tetapi memang benar sekali yang Lae tuliskan.. saya juga dapat info dari saudara yang ada di sana… disinipun sama saja… sejak awal minggu ini Amerika dinyatakan Officially Recession…. resesi ekonomi sedang melanda… semoga nggak sampai imbasnya ke Indonesia… Kalau saya sih berpikir Gampang saja…. kalau Jamila menyerang di Amerika… saya Pulang Kampung ke Simangumban… menjadi Peternak Bibi (Bebek)…..he..he..he….

    @mikekono : Bah…..masih ingat juga Lae, lagu legendaris itu ya. Kupikir slm di Amrik, Lae cuma tau lagu Sexy Back-nya Justin Timberlake atau Sunrise-nya Norah Jones. Hehehe
    Semoga krisis di USA akibat ketidakbecusan George Bush itu, tak sampe membuat Lae pulkam. Jangan pula gara2 Lae balik ke kampung….peternak bebek di kampung bangkrut karena tak mampu bersaing dgn peternak bibi (bebek) berdasi sprt Lae. Huahahaha …..

  21. Perencanaan itu memang sangat penting, apalagi kalau itu menyangkut hal-hal utama dalam keahidupan. Kadang perlu adanya plan A dan plan B untuk mengantisipasi adanya berbagai kemungkinan.

    Memang sih ada hal-hal tertentu dalam hidup yang memang sebaiknya dibiarkan terjadi spontan dan mengalir begitu saja, tetapi pada dasarnya hidup tanpa perencanaan bukanlah hal yang bijaksana.

    @mikekono : betul sekali Mbak Tanti. Hidup tanpa planning, ibarat pergi merantau cuma berbekal ongkos sekali jalan serta tak punya skill di bidang apa pun…..Thanks

  22. Yang dengan perencanaan matang saja kadang suka kejeblos juga di jalan yang secara sambil lalu tak berlubang. Apalagi yang tak pernah punya rencana sama sekali. Kita memang tak bisa menebak.

    Jangankan individu, negara saja kadang terseok-seok. Negara maju saja bisa dilanda resesi.

    Berarti benar teori bahwa hidup agar tak berlebih-lebihan. Kalau kaya, tidak berlebih-lebihan, kalau miskin, eh, mending nggak miskin kali… Hehe.

    @mikekono : betul mas DM, hidup dan kehidupan memang sulit ditebak. Namun jika terbiasa melakoni hidup dgn perencanaan, jika mengalami kegagalan, diharapkan sudah lbh siap mental menghadapinya.
    Ya, segala yg serba berlebihan, memang tak elok. Bagus yang sedang2 saja.
    Mungkin itu sebabnya kita sbg hambaNya sll dianjurkan agar mampu menjadi ummatan wasathan (sikap tengah atau umat yg sll bs menjaga keseimbangan dan keselarasan). Thanks bro🙂

  23. RALAT:

    Resensi, seharusnya resesi.

    @mikekono : ora opo-opo, wis tak edit. Monggo Mas DM😀

  24. secara makro seharusnya ada peranan pemerintah utk mengarahkan pengusaha agar tak terfokus pada pengolahan sawit menjadi CPO. akibatnya sangat tergantung harga CPO dunia.
    padahal masih banyak hasil olahan sawit lain. dan malaysia 80% sudah bisa mengolah ke hal lain.
    sayang kita belum. dan petani dibawah langung merasakan akibatnya.

    @mikekono : Itulah kelemahan Pemerintah kita. Terlalu sibuk urusan mempertahankan kekuasaan, lupa menyiasati hal-hal buruk yang bakal menimpa rakyatnya di level grass-root.
    Thanks Mas Arif, usulannya bagus. Semoga Pemerintah berpikir dan sgr bertindak nyata menyelamatkan nasib para petani sawit dan petani lainnya di negeri tercinta ini.

  25. Hoiiiiiii..jangan deket-deket Jamila-nya Bang Mikeono….?!
    Soalnya nanti ngga’ bisa nyicil tagihan motor…
    Hwehehehe…

    @mikekono : iya tuh…..si JaMiLa berbahaya…..bikin bangkrut.
    Untungnya dia ngga terkena netto 50 kg…………..Hwehehehe

  26. Setuju sekali Bang.
    Saya pernah merasakan bagaimana mengatur keuangan tanpa planning. Ketika melimpah kita lupa diri, begitu habis, termehek-mehek, sampai-sampai seperak pun diharapkan🙂

    Apalagi di masa sekarang ini, segalanya harus direncanakan kalau nggak bisa berantakan.

    @mikekono : saya juga pernah merasakannya. Lagi punya duit, enak aja ngeluarinya, tak terkontrol. Akhirnya nyesal sendiri.
    Semoga kita selalu bs menjadikan pengalaman sbg the best teacher. Thanks JuliIndah🙂

  27. hehehe kayaknya bangsa ini juga minus planning deh..
    enggak ya?

    @mikekono : kl Pemerintah sih planningnya bejibun, realisasinya yg tak sesuai harapan.. Thanks bro

  28. yah itulah yang terjadi di kehidupan…saat baru saja jd OKB kadang sering lupa…ini di beli…itu di beli…tanpa di rencanain berfungsi atau tidaknya…apa ikut2an trend saja…ndak cerdik memanfaatkan kekayaannya….akhirnya…Jamila lagi…jamila lagi…(*nyruput kopisus tadi pagi….)

    @mikekono : betul Diajeng…..OKB bisa membuat seseorang lupa diri dan lupa pd asal muasalnya. Tapi sy yakin Diajeng bukan tipe OKB yg lupa diri. Btw, kopisusnya bagi2 dunk. Hmmmm🙂

  29. bikin planning lebih matang dulu ahhhh…

    ^_^

    @mikekono : Ehem. Planning for married, ya ! Bagus itu….. ^_^

  30. bagaimanapun situasi dan kondisi planning itu harus ada, supaya tidak jadi penyesalan.

    @mikekono : ya seyogyanya begitu. thanks

  31. istilahnya cantik ya jamila🙂

    yap … hidup itu bagai roda selalu berputar

    @mikekono : iya nih….supaya judulnya kelihatan keren🙂

  32. bener kata sensei bahwa saat penghasilan sedang melimpah, kita sering lupa menabung dan melakukan investasi, karena merasa selamanya akan bergelimang uang, akibatnya ketika terjadi krisis finansial seperti saat ini, banyak orang kelimpungan. seperti yang sedang kawaii ayu alami sekarang…
    lagi krisis duit ni gara2 kurang planning keuangan…
    Untung dinasehati ma mikekono sensei
    Arigatou gozaimasu ya sensei…
    GBU

    @mikekono : apa yng abang nyatakan itu, karena sudah mengalaminya sendiri. semoga kawaai ayu nanti bs mengelola keuangannya dgn lbh baik lg. Arigatou….ganbatte ne Ayu sensei. GBU🙂

  33. Boleh juga singkatan nya heheheh
    Jamila = jatuh miskin lagi
    kalo jamela + jatuh melarat lagee

  34. Boleh juga singkatan nya hehehe
    Jamila = jatuh miskin lagi
    kalo jamela = jatuh melarat lagee

    @mikekono : hehehe boleh juga tuh singkatan jamela nya.

  35. hmmm saya sangat anti kredit , dan lebih memilih cara menabung utk mendapatkan barang idaman , jadi saya hanya bisa bilang , salah mereka sendiri juga sih , jadi jamila lagi ..
    hanya bisa mendoakan , semoga penghasilan mereka membaik lagi , dan yg terpenting , mereka belajar dr pengalaman ini ” jauhi kredit dan menabung utk masa depan ”

    @mikekono : bagus itu Mbak Susie, bnyk kreditan bikin pusing…., bisa-bisa tidur tak nyenyak karena sering seperti seperti dikejar-kejar bayangan debt collector. GBU

  36. Jamilaa????
    si Mulan bukan?? gyahaha…..
    Bisa aja abng ini bikin jargon😀

    @mikekono : Mulan ? Nggaklah yaaw. Biasanya orng2 Univ Paramadina jagoan bikin jargon2, mngkn mrk diilhami pendirinya Cak Nur (alm) 😀

  37. selalu saja begitu, pas jatuh, baru mencak2,..
    bukankah adat masy kita spt itu, hehehe..
    Indonesia banget gitu loh..

    @mikekono : iya adinda….begitulah Indonesian style

  38. wah wacana yang bagus..saya juga nggak nyangka potensi penghasilan petani lumayan besar juga yah kalo gak krisis

    @mikekono : kl tak krisis, petani sawit hidupnya sangat sejahtera. sayangnya mrk abai planning. thanks bro

  39. Memang….masyarakat kita bisa nya seperti itu…muda foya2…tua sengsara..
    Itu semua akibat hidup minus planning….padahal jaman sekarang, hidup tanpa planning akan sangat menyulitkan.

    @mikekono : iya nih Bunda…masyarakat kita sdh sangat konsumtif. semoga generasi muda kita bs belajar dan mencontoh Bunda yang sll hidup dengan planning terukur, sehingga bs meraih sukses di dunia dan akhirat nanti (masih lama Bunda….., jgn nanti sprt Mbak Tuti, dikirain mau didoain cepet berpulang).hehehe🙂

  40. Koreksi, Bang. Maksud saya dengan kalimat ” … disebut Bang Agus sebagai kelompok berpenghasilan nggak pas-pasan” , itu Bang Agus aja yang nyebut. Sebenarnya sih pas-pasan juga. Pas pengin makan enak, pas ada uang. Pas pengin rumah, pas tabungan cukup. Pas pengin mobil, pas ada rejeki. Pas mau jalan-jalan, pas dompet berisi. Jadi pas-pasan terus …. wakakaka😀 (asli Bang, ini bercanda aza …)

    Ohya, tentang kiriman novel jadul itu, biasanya kurir yang saya pakai cepet lho. Dua-tiga hari sudah nyampe. Kalau ke Jakarta malah cuma semalam. Coba besok saya cek … Kalau sampai 10 hari nggak nyampe, saya akan obrak-abrik kantor kurir itu (*ngamuk.com*)

    @mikekono : wahhhh…..itu mah nyindir saya ? soalnya saya, seringan nggak pas. Memang mobil ada, tapi nggak pas (seleranya kan Ferrari atau Lamborghini…*mimpi.com*). Rumah ada, jg nggak pas. Makan bisa, tp nggak pas (sebab tak bs milih resto sesuka hati), pengen jalan-jalan pun nggak pas, karena jalannya bnyk lobang. wakakakaa… Jadi ngga pas terus😥
    Btw, soal novel itu….ora opo-opolah iku. Mngkn kurir itu kerjanya masih jadul oriented, pdhl novelnya legendaris. waddduuuhhh…kl smp main obrak-abrik…..ngeri kalilah itu. Jangan sampelah (maksudnya jgn smp nggak jadi). Hehehee (just kidding). Big thanks to your appreciation, my sista🙂

  41. thank’s da diingetin bang ..
    untuk bwt planning
    semoga planningku ini berjalan apa adanya,amiien..

    @mikekono : mari sama2 slng mengingatkan. ya semoga Nina sll sukses dengan planning2nya. thanks adinda🙂

  42. Kenyataan pahit yang terpampang dimasyarakat kita sekarang, ketidak mampuan merencanakan dan gengsi yang terlalu besar membuat para juragan sawit kita jor-joran membeli barang tanpa melihat kegunaannya.

    dan lepih parah lagi, produksi CPO sekarang sudah melampaui kebutuhan yang ada ( penawaran lebih besar dari permintaan), selain juragan sawit, masyarakat kita juga akan terimbas baik yang langsung seperti TKI di malaysia dan masyarakat lainnya di tanah air.

    Apapun itu krisis financial sekarang ini harus membuat kita lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan dan kita doakan agar pemerintah dapat mengurangi dampak yang lebih luas dimasyarakat kita , semoga!

    @mikekono : benar Lae, setiap kali ketersediaan lebih besar ketimbang permintaan (supply and demand), pasti akan menuai keterpurukan. Ya, semoga krisis finansial itu bisa menjadi pelajaran bagi kita bersama, agar sll siap menyiasati setiap kemungkinan yg telah dan bakal terjadi. Mauliate

  43. Memang diperlukan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang matang, jangan terlena diwaktu kaya.
    http://riauku.wordpress.com/2008/12/04/habitus-kebiasaan-orang-kaya/

    di Riau sudah banyak petani yang stress karena banyak pinjaman di bank.

    Tugas pemerintah untuk memulihkan harga sawit agar petani kembali sejahtera, caranya dengan memberi subsisidi harga sawit dan pupuk serta melakukan diversikasi pengolahan industri hilir dari sawit tsb.

    semoga krisis cepat berlalu…

    @mikekono : ya kasihan para petani itu….semoga Pemerintah bs memberi solusi jitu agar krisis itu segera berlalu. thanks bro

  44. ban9 mike inih palin9 bisa dech bikin sin9katan yan9 cantik..:)

    jaahh jan9an2 si mulan nanti jamila ju9a ehheh..

    mmm…ternyata planin9 ituh pentin9 ju9a?
    jan9an mentan9 mentan9 la9i “adda” trus sa enaknya ajah yaa..klu da jamila khan tele9 tuch..*9elen99elen9*

    @mikekono : tak bs dapet orang cantik, minimal istilahnya cantik pun jadilah. planningnya wi3nd kapan tuh married, buruan….ntar nyesel. hehehe🙂

  45. pola hidup foya2 dan wah itu mungkin kepanjangan pengejawentahan dari semboyan BIMAS ya, bang ?
    Biar Mati Asal Stand😀
    tapi mungkin malah kebablasan, menjadi bumerang, dan bisa jadi nanti malah mati…eh, maksud saya setengah mati buat bangkit lagi.
    semoga saja mereka akan bangkit dan sadar secepatnya, bang.
    dan menjadi pelajaran buat kita….

    @mikekono : waahhh, keren juga BIMAS itu mas goen. Gara-gara BIMAS keserempet JaMiLa……….thanks bro

  46. pola hidup konsumtif memang tidak pernah dianjurkan
    semoga info ini bisa sebagai pembelajaran bagi kita semua

    @mikekono : bener, semoga kita bs belajar lbh arif dan sll hidup qanaah

  47. gak jaminan juga duit banyak ya bang….kalo abisnya juga banyak hehehe…

    @mikekono : sepertinya begitu bro🙂

  48. Ya…mungkin lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali ya<aku juga harus belajar nih !

    Kebanyakan orang membuang banyak waktu dan tenaga untuk memikirkan masalah dan bukan mencoba untuk menyelesaikannya.
    tutup mata hatimu dari kebencian, jangan selalu gelisah, hiduplah dengan kesederhanaan,
    pengeluaran yang terbatas, selalu berdo’a,
    lupakan masa lalu…selalu berpikir dengan perasaan, beri perasaan hatimu dengan cinta seperti
    matahari yang akan terbit…semua itu merupakan lingkaran emas dari kehidupan .

    @mikekono : hmmm….petuahnya patut direnungkan. Thanks my friend🙂

  49. Itulah risikonya Bang Mike, kalo petani gak punya planning. Cemana tak jadi JaMiLa (Jatuh Miskin Lagi). Waktu senang, semua ondak dibeli. Sampe mangutang pun jadi. Gara-gara menengok Syekh Puji di tivi, ada pulak yang latah ondak nambah istri, hehehehehe….

    Dipikirnya, harga sawit itu macam emas, tak mungkin bakal turun. Padahal, yang tahunya sebetulnya petani itu kalo sejak dulu harga sawit fluktuasinya sangat tinggi.

    Hari ini sekilo Rp1.800, tiba-tiba besok bisa anjlok Rp.180. Cemanalah, yang punya sawit kita, yang punya pabrik CPO kita, tapi yang menentukan harga Singapura yang sepetak pun tak ada sawitnya.

    Sekarang, jangankan ondak membayar cicilan kredit, untuk membeli pupuk saja pun tak lagi tolap. Hasil panen cuma pas-pasan untuk makan dan ongkos anak-anak sekolah saja.

    Tapi untunglah belum ada keluarga awak di kampung sanan melapor jadi JaMila. Semoga badai JaMila segera berlalu berganti menjadi JaZiLa (Jadi Tazir Lagi), hehehehe…

    @mikekono : hehehe….botul itu. kl tergoda ondak kawin lagi dan semua ondak dibeli, jangankan petani, si Pardede yang kayaraya itupun bisa tumpur😦
    kasihan memang petani kita itu, udahlah harga sawit turun, eehh harga pupuk melangit pula. nasib…..nasib
    kita doakan agar mereka segera menjadi JaZiLa. thanks bro🙂

  50. sama aja bang, disini para petani sawit juga begitu, semua malah makin berbondong2 masuk RSJ. Entah jamila nya ikut apa nggak.

    Solusinya, Kembangkan sayap wirausaha seluas2nya. Gitu kata Om Bakrie….katanya siiiiih

    @mikekono : alaaamak, kalau gara2 JaMiLa masuk RSJ, parah juga itu. Ya, solusi Om Bakrie itu hrs dicamkan dan dilaksanakan. Thanks my bro🙂

  51. hidup ini memang butuh membuat planning, agar jelas goal yang akan kita capai….kalau tidak repotlah kita kalau ada hal diluar dugaan terjadi

    @mikekono : betul mbak Indira….planning sebuah keharusan dlm hidup semua orang. thanks🙂

  52. Kasian petani-petani sawit itu ya Bang. Harga sawit sampai melorot tajam begitu.
    Bagaimana pemerintah menangani masalah harga yang terus turun itu ya?

    Saya jadi teringat Jambi.
    Para petani sawit di Jambi, kebanyakan juga transmigran dari Jawa dan tergolong berhasil dalam usahanya.

    @mikekono : ya kasihan mereka…..pemerintah pun lamban pula memberi solusi……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: