Mengapa Menjauh dariNya ?


devilSegenap hambaNya percaya sepenuhnya, setiap kebaikan atau perbuatan kasih akan dibalas dengan kebaikan atau kedamaian. Sebaliknya setiap kejahatan (perbuatan dosa) akan menuai azab nan pedih dariNya.

Dan sudah banyak bukti, mereka yang senantiasa menghiasi hari-harinya dengan gelimang kemaksiatan dan angkaramurka, disadari atau tidak, sudah bisa merasakan langsung akibat perbuatannya itu di dunia (tak perlu menunggu kiamat tiba).

Ketika anda korupsi, suka berzina, berlaku zhalim, menggunting dalam lipatan, mencemburui kesuksesan teman sendiri,  sebenarnya saat masih berada di dunia, ganjaran terhadap perbuatan yang dilarang Tuhan itu sudah diberikan dan diperlihatkanNya, tetapi seringkali kita tak menyadarinya, karena manusia memang makhluk yang lemah (dhaif).

Selebriti atau siapapun yang suka kawin-cerai dan lebih memilih menyelesaikan tetek-bengek rumahtangga di Pengadilan Agama adalah salah satu contoh nyata, betapa kebohongan atau pengkhianatan terhadap pasangan akan menuai badai. Setidaknya kehidupan keluarganya kocar-kacir. Apa gunanya harta melimpah, kalau anak-anak hasil buah cinta, tercecer dan menderita….?  

Sudah banyak contoh, betapa manusia yang selalu menjauh dariNya akan menuai nestapa. Tapi entah kenapa, kendati percaya sepenuhnya, bahwa Tuhan itu Maha Segala dan Segala Maha serta kelak akan ada kehidupan nan abadi di surga, kita tetap saja (seringkali dengan penuh kesadaran) menjauh dariNya, terus menjauh, dan lebih suka berkolaborasi dengan setan (sympathy for the devil). 

Saya, anda dan mereka,  pun mengetahui betapa kebajikan dan amal shalih adalah prasyarat mutlak untuk memuluskan peluang memperoleh ‘tiket’ ke surga. Tapi mengapa kita tetap saja enjoy, saat ingkar pada perintahNya dan lebih suka mengerjakan laranganNya ? 

Kita sejatinya juga pasti paham, ketika menjauh dariNya, Dia juga akan pergi menjauh. Tuhan tentu tidak akan menolong hambaNya yang senantiasa alpa dan tidak pernah mau menolongNya. MenolongNya bermakna, mengerjakan segala perintahNya tanpa reserve serta menjauhi laranganNya dengan konsisten, tanpa kenal musim.

Entah sampai berapa lama lagi, kita tetap saja suka membohongi hati nurani dan hidup dalam kehampaan. Jangan-jangan saat azal tiba, kita masih bergelimang dalam noda dan dosa. So, semuanya terserah kita, mau selamat atau ciloko, tinggal pilih. Bebas tak ada paksaan. Emangnye Tuhan pikirin….!

*foto dicomot dari sini 

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 27 November 2008, in agama, Kehidupan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 35 Komentar.

  1. Menjauh dariNYA? moga2 kita tak termasuk di dalamnya… Sholat 5 waktu itu sbg monitoring bahwa kita takkan lepas dariNYa🙂

    @mikekono : ya semoga demikian adanya. Thanks bro🙂

  2. Yah…kadang cobaan yang datang membuat kita menjauh !

    @mikekono : padahal cobaan mestinya membuat kita mendekat ! butima

  3. IYa bang…, kenapa kita sebagai manusia terlalu sombong😦
    padahal siapa sih kita ini klo tanpa Dia…?? kita hanya mahluk yang sangat sangat kecil…

    Mudah-mudahan Allah memudahkan kita untuk lebih mendekat lagi padaNya dan selalu diberikan cahaya oleh-Nya (amin)…

    @mikekono : ya….kita cuma hamba dan makhluk yng
    lemah, tak ada gunanya sombong dan angkuh. Thanks adinda🙂

  4. Seringkali kita tidak menyadari disaat mendapatkan kesenangan lupa sama sang Pencipta.
    Dan bilamana kesengsaraan, kesulitan menyatu dalam kehidupan barulah kita mengingatNya…
    Sungguh menarik dan menggugah artikelnya..
    Hello Mikekono…salam kenal yah..

    @mikekono : betul, saat senang kita sering terbuai dan lupa padaNya. Thanks bro

  5. hanya makhluk yang sombong yg menjauh dariNya

    @mikekono : syukurnya, mbak ely bukan org yg sombong

  6. aku tidak mau menjauh..aku mau selalu dekat..seperti abang yang selalu dekat sama aku 🙂.
    malam bang…
    baru sempet ke sini ..

    @mikekono : aku sll mendekat…..kok dirimu malah menjauh. hehehe😀

  7. selama ini aku hanya bisa berpasrah dan bersyukur pada-NYA
    berusaha selalu dekat dan semoga dia tak pernah menjauh dr ku (^_^)

    @mikekono : subhanallah. pantesan Nina orangnya sll welcome dan baik pd sesama hambaNya. Thanks sista😀

  8. Saya banyak dosa bang….

    @mikekono : wajar itu, guru kehidupan aja pny dosa, apalagi muridnya. hehehe

  9. Ketika kita menjauh dari Nya, Tuhan tak pernah meninggalkan kita sedetikpun. Keimanan seseorang itu bisa turun naik seperti yoyo.
    Berdoa saja,semoga ketika ajal menjemput, kita sedang dalam keadaan khusnul khotimah.

    @mikekono : bener Buthe….yang penting khusnul khotimah. syukran katsir

  10. Ampuni hambamu ini.
    *merasa masih bergelimang dosa*

    @mikekono : segeralah mendekat padaNya

  11. ah jadi ingat kata-kata ustad yusuf mansur sini🙂

    http://hmcahyo.wordpress.com/2008/05/04/quote-of-the-week-4-hakikat-dari-permasalahan-adalah/

    @mikekono :hmmmm….kata2 yang menggugah hati. thanks

  12. Baca tulisan abang ini kok jadi ingat lagi Bimbo, judulnya “Tuhan”🙂

    aku jauh ENGKAU jauh
    aku dekat ENGKAU dekat
    hati adalah cermin tempat pahala dan dosa bersatu…

    @mikekono : ya, lagu yang sangat pas. so, mari sama2 mendekat padaNya

  13. “Apabila kita ingat Allah disaat kita senang, maka Dia akan mengingat kita disaat kita susah”

    @mikekono : sebuah ungkapan kata, yang sangat berkesan dan sarat makna. Thanks adinda

  14. ya bang..
    sungguh rugi kita menjauh dariNya.. dan balasan2 itu datang memang tidak selalu menunggu sesudah kematian tiba..😦

    mari berbenah, memohon ampun, selama masih bisa menghirup nafas dunia..

    @mikekono : setuju dengan ajakanmu yu2n. mari sama2 berbenah. thanks😀

  15. Teringat dengan lagu Bimbo.
    …aku jauh, Engkau jauh..
    aku dekat, Engkau dekat…

    Itu artinya Allah Maha Adil ya, Bang…
    Meskipun bukan berarti, Allah tidak memberikan pengampunan kepada pendosa yang bertaubat…
    Dia adalah Yang Maha Sempurna.
    Bodoh saja kalau kita tidak mendekati Dia yang penuh cinta itu…

    Dan Lala nggak mau jadi orang bodoh, Bang!🙂

    @mikekono : ya…lagu Bimbo memang sll inspiring dan memberi keteduhan.
    saya tahu lala bukan orang bodoh.
    semoga jeunglala akan mendapat kebahagiaan ganda, sukses di dunia dan bahagia pula di akhirat. Amien ya rabbal alamin

  16. DIA maha pengasih lagi maha penyayang
    semoga kita semua tergolong yang dekat kepadaNya
    amien

    @mikekono : ya semoga saja begitu adanya. thanks

  17. Waduh jangan sampai deh menjauh dari Nya
    Karena hanya kepada Nya lah kita memohon segalanya

    @mikekono : kl Mbak Anny saja tak mau menjauh dariNya,
    saya juga tak akan menjadi dariNya

  18. Ketika baca tulisan bang Mike kali ini saya jadi teringat senandung lagu “Akhirnya” yang dibawakan kembali oleh Gigi yang syairnya selalu tergiang-ngiang ditelinga saya :

    “Kusadari, akhirnya Kerapuhan imanku, tlah membawa jiwa & ragaku ke dalam dunia yang tak tentu arah, Kusadari akhirnya Kau tiada 2-nya tempat memohon beraneka pinta, tempat berlindung dari segala Marah bahaya, O Tuhan, mohon ampun atas dosa dan dosaku selama ini, Aku tak menjalankan perintah-Mu tak pedulikan nama-MU….”

    Semoga kita selalu diingatkan kepada-NYA. Terima kasih bang Mike atas kupasannya yang menyejukkan 🙂 🙂 🙂

    O,yach bang Mike, kunjungan saya kali ini juga ingin memberi info kalau blognya bang Mike saya pilih sebagai salah satu yang menerima “Award Blog” dari saya. Nah untuk itu saya tunggu kunjungan bang Mike di blog saya untuk menerima appresiasi tsb. Semoga tambah sukses bang 🙂 🙂 🙂

    Best Regard,
    Bintang
    http://elindasari.wordpress.com

    @mikekono : hmmmm….thanks atas apresiasinya adinda,
    apalagi demi postingan ini, adinda smpai rela capek2 mengingat kembali syair lagunya GiGi, yang memang sngat relevan dengan postingan ini. Award apa gerangan ? Segera meluncur ke TKP😆

  19. Manusia itu terkadang berlebihan ya sensei….sehingga bisa berbuat semaunya….tapi sensei, kalo semua manusia baik, buat apa ada neraka…Semua sudah diatur oleh yang kuasa…
    “Hiduplah untuk yang Maha Hidup”
    GBU kakakku yang baik hati
    Ganbatte…..!!!!

    @mikekono : bener Ayu sensei….tak mungkin semua manusia baik
    Tapi saya berharap kawaai Ayu dan Mikekono akan sll menjelma menjadi manusia baik, agar kelak di surga kita bersua dan sama-sama ngeblog lagi….hehehe😀 arigatou….GBU

  20. saya pernah jadi orang yang menjauh dan lupa. sholat bolong-bolong….dan nggak inget kalo dikasih banyak nikmat…
    dan saya sedang coba memperbaikinya…
    doakan saya bang…agar nggak jadi orang yang sombong lagi…

    @mikekono : ya, semoga Anda sukses membenahi diri
    dan sll dekat padaNya…..thanks bro🙂

  21. Hmmm, kali ini saya harus tidak setuju dengan abang.

    Buat saya Tuhan itu sumber cinta, The Source of LOVE. Sangat-sangat penuh dengan cinta. Dan dia begitu mencintai kita, sebagaimana layaknya seorang bapak mencintai anaknya. Even sang anak berbuat nakal pun, sang ayah akan tetap mendekati anaknya, mendekapnya dengan kehangatan cinta, sambil menegur anaknya dengan tegas supaya tidak lagi melakukan kesalahan yang bisa mencelakakan dirinya sendiri.

    Tuhan kita pun demikian menurut saya. Even if we go away, HE never left us alone. Dia akan tetap disamping kita, menjaga langkah kita agar ketika kita JATUH dan terantuk…. Kepala kita tidak BENAR-BENAR terantuk batu lalu terluka, TIDAK… dia tidak akan pernah membiarkan karya ciptaanya sendiri yang begitu dicintainya, sampai terluka parah dan menderita.

    Yang akan Dia lakukan adalah, DIA akan memberikan “sentilan”2 kecil pada kita…. supaya kita sadar kalau kita sudah salah jalan, lalu kembali kejalan yang benar. Namun kalau SENTILAN2 kecil ini tidak lagi mempan, DIA akan sedikit menepuk punggung kita, supaya kita sadar.

    Namun terkadang manusia terlalu sibuk mencari kenikmatannya sendiri. sehingga, sometimes God has to KICK their bottom first, to make them realized that their were walking in the wrong path of their life, and back to the right track.

    Ahh, pokoknya kalau bicara tentang CINTA-NYA itu gak akan ada habis-habisnya bang.

    My point is… Ketika kita dekat, DIA selalu dekat… Ketika kita jauh… Dia tetap mendekat… malah semakin mengawaskan matanya, memandangi langkah kita, mengiringi perjalanan kita… dan memastikan kita tidak terjatuh kedalam lembah yang dalam. Itulah TUHAN kita (ahhh, merinding saya tiap membicarakan beliau).

    As a human being, saya selalu ingat hukum tabur tuai. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Ketika kita menabur kebaikan, maka kita akan menuai kebaikan pula. Tetapi ketika kita menabur yang buruk, maka keburukan pulalah yang akan kita tuai.

    Gak mungkin khan, menabur benih salak,… yang kita panen buah duren????…😉

    @mikekono : temen yng baik itu memang tak mesti sll sependapat.
    dan…perbedaan itu sendiri kan rahmat.
    Soal Tuhan akan menjauh atau mendekat, saya kira tak lepas dari perilaku kita juga.
    Tak mungkin Tuhan akan terus mendekat, sementara kita hambaNya selalu menjauh dariNya.
    Tuhan hanya akan menolong hambaNya yang juga mau menolongNya, yang selalu ingat dan berada di jalanNya.
    Soal tabur tuai, memang demikian adanya, setiap kl kita berbuat kebajikan di muka bumi,
    hmpr dpt dipastikan kita juga akan menuai kebaikan. Tak hanya kebaikan di mata manusia, melainkan kemuliaan di sisiNya. Thanks🙂

  22. Ps: Warning dulu! Komen bakalan panjang mode: ON. So, be alerted!!!🙂

    Bang… About kawin cerai artis, saya no komen deh (Desi Ratnasari mode ON). But about the marriage that should be ended up in court… well, you know… sometimes marriage life is not as easy as you think. No matter how hard people try to keep their marriage life sustainable… the decision to be separated and ending up their marriage is the last thing that they will choose. Of course they must already tried many ways out. So, I believe when they come to this stage, there must be a very good reason for that, and it must be for the shake of their offspring.

    So… sometimes people have to take this step bang,… even if it is very difficult since they have to consider about the children.

    But for the shake of the children as well… kalo kehidupan RT mereka justru akan membuat anak mereka bertumbuh dalam depresi dan ketakutan yang sangat… karena dibesarkan dalam keluarga yang tidak sehat, perkembangan psikologis sang anak pun akan sangat terganggu. Saya bicara begini karena ada banyak sahabat2 saya yang kebetulan menjadi korban kekerasan dalam RT (KDRT), sehingga jalan satu2nya adalah bercerai.

    Namun saya juga sangat tidak setuju ama yang namanya “little-little divorce”2x… alias… dikit2 cerai, dikit2 cerai”, halahhhh… hehehe. Ada masalah dikit, lgs cerai, ahh, ini terlalu bodoh menurut saya. Masalah terkadang DIA jinkan hadir ditengah sebuah RT, justru untuk dipecahkan bersama-sama, lalu kemudian menjadi perekat yang akan saling menguatkan rasa sayang diantara mereka (afeksi loh ya, I’m not talking about passion here).

    Cuma kadang manusia lebih mementingkan passion, (especially man, sorry to say… but this is the fact😛 ), ketimbang rasa sayang mereka pada keluarga, pada anak dan istrinya… sehingga RT menjadi tidak sehat, anak bertumbuh dalam depresi, murung, nilai pelajarannya merosot tajam, jadi tidak PD, atau malah Over PD dan pemberontak, pembangkang, drugs dsb, saya pikir, justru akan lebih baik jika mereka berpisah.

    Ibu yang stabil emosinya, akan menyalurkan energy yang jauh lebih stabil juga pada anaknya, sehingga akan jauh lebih baik bagi si anak jika sang ibu bisa berada dalam keadaan stabilized… At least until they have passed their teen-age.

    Ya ampun… maappp… maaappp.. saya tiba2 tergerak untuk bicara ini karena baru saja mendampingi sahabat saya yang sampai sekarang masih di UGD akibat dipukul oleh suaminya yang sangat temperamental… *sigh*

    Bang, my apology for this long comment yah. Kebiasaan buruk nihhh, nyampah-nyampah dirumah orang. Mohon maaf sekali lagi ya bang, and thanks udah diijinin nyampah2 disini…🙂

    @mikekono : dalam pandangan saya, sebuah institusi perkawinan, jika telah dikaruniai anak,
    sebisa mungkin haruslah berupaya menghindari yang namanya divorce itu.
    Mestinya sblm tiba pd kesimpulan cerai itu, mereka sama2 memandangi wajah-wajah lugu nan tak berdosa anak-anaknya. Kan kasihan mereka, akan menjadi korban, akibat ego orangtuanya.
    btw, soal suami yang suka melakukan tindak kekerasan, memang tak bs dimaafkan. Yang begituan mesti diberi ganjaran setimpal😉
    Tetapi, apapun ceritanya semua permasalahan yg melanda rumahtangga, semuanya akibat dangkalnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama yg mereka anut.
    Komennya panjang, tp berkualitas, layak dipublish sebagai satu postingan in your blog.
    Thanks sista🙂

  23. “memilih cara untuk mengakhiri hidup”

    “Baik” atau “buruk” pilihan itu telah kita jalani sekarang.

    @mikekono : ya, apapun pilihan pasti ada konsekuensinya.

  24. hihihi… tiba-tiba iseng… hetrik sekalian yahhh… yukkk… marrrriiiiiii…. :))
    (barusan habis hetrix ditempat pak NH, hehehe)😀

    @mikekono : hehehe….dlm sepakbola
    hetrik biasanya disanjung dan diberi bonus.
    Hmmmm😀

  25. Tuhan emang nggak mikirin…
    cuman manusianya yang nggak mau berpikir
    Salam

    @mikekono : nggak mikir, bhw nanti ada yaumil akhir
    thanks

  26. Hiahahaha….. Upsss….. Lagi srius kok ngakak aku….Kalimat terakhirnya itu loh……
    Yang paling gampang, sepertinya rajin2 ngikutin ceramah di tv, majlis ta’lim dll. dapat setidaknya ada penyegaran di pikiran kita kalau ada kewajiban yang harus kita laksanakan sebagai HambaNya. Untuk melatih pikiran dan kemampuan kita agar cenderung ke hal2 di ridhoi dapat dimulai dari lafadz2 singkat speri bismillah, hamdalah, salam, dzikir menyebut Asmaul Husnah, salawat dll…… Ini kata pak Ustadzzz yaaa…..

    @mikekono : hahahaha……ikutan ngakak.
    betul mbak rita, mengikuti pengajian agama bisa menyegarkan
    sekaligus mengingatkan kita untuk selalu dekat padaNya. Thanks

  27. hehehe…bang!, kawin cerai artis/selebriti (tidak semua) tampaknya sudah trend.
    Ada teman kalau membaca atau mendengar selebriti nikah, komen pertama, “kita akan baca berita perceraiannya tahun depan…”
    Namun, mungkin itu yang terbaik bagi mereka, dan suka-suka mereka pula…

    @mikekono : iya abanganda…..ketika artis-artis itu menikah, sering muncul ramalan dan keyakinan suatu saat nanti mereka akan bercerai…….

  28. Mengapa orang lebih suka menjauh dariNya dengan berbuat dosa, dari pada mendekat padaNya dengan mengikuti perintahNya? Karena syaitan sangat pandai menggoda manusia, Bang. Kalau manusia yang digoda pintar, setan yang menggoda juga setan yang pintar.

    Godaan untuk berbuat dosa itu selalu tampak enak, nyaman, dan ada di depan mata, mudah untuk diraih. Sementara syurga itu abstrak, entah ada dimana dan kapan akan didapat (bahkan entah apakah betul-betul ada atau tidak, bagi orang yang tidak beriman). Oleh karena itu, jika iman tidak benar-benar kuat, memang sangat sulit menahan diri dari godaan berbuat dosa.

    Menurut saya, hukuman dari Tuhan tidak selalu diberikan di dunia. Ada orang yang banyak berbuat dosa, bahkan sama sekali tidak percaya kepada Tuhan, tapi hidupnya baik-baik saja, sukses dan kaya raya sampai mati. Bagi orang-orang seperti ini, boleh jadi (kita tidak tahu, karena itu kewenangan mutlak Allah) hukuman akan diberikan Allah di akhirat kelak. Demikian juga, ada orang yang shaleh, tetapi hidupnya menderita. Apakah itu berarti Allah tidak merahmatinya? Tentu saja bukan begitu. Orang itu mungkin menderita di dunia, tapi Allah akan memuliakannya di akhirat.

    Oleh karena itu, kita menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya (artinya menjadi orang yang shaleh dan beriman), janganlah dengan ‘tuntutan’ bahwa Allah akan ‘membayar’ lunas di dunia. Cara berpikir seperti ini justru akan mudah menggelincirkan kita pada kemurtadan, karena ketika hidup kita ternyata tidak seperti yang kita minta kepada Allah, kita lalu menghujat Dia, “Allah aku sudah berbakti kepadaMu, mengapa Engkau tidak membalasnya dengan membuat hidupku bahagia? Kalau begitu, tidak ada gunanya aku menyembahMu”. Astaghfirullah, kalau sampai seperti ini kan menyedihkan sekali.

    @mikekono : betul sekali Mbak Tuti, Setan dan genk-nya mesti menurunkan setan terbaik dan paling pintar, jika ingin menggoda orang shalihah dan pinter seperti Mbak Tuti.
    Dan faktanya, walaupun the best devil sudah diturunkan, Mbak Tuti tak kunjung mempan digoda😉
    Dalam menjalankan segala perintahNya, kita memang harus selalu sami’na wa atha’na dan tidak beramal dalam rangka mengejar pahala atau mengharapkan hidup senang di dunia,
    melainkan sbg implementasi dari status kita sbg hambaNya,
    bhw hidup kita memang hrs didedikasikan sepenuhnya untuk mengabdi hanya padaNya.
    Best comment so far. Thanks😀

  29. Disaat badai gelombang kehidupan mengguncang dan menderu… menerpa dan menghanyutkan kita kedalam lorong sempit ketersesatan… kita semakin terseok dan menjauh dariNya…… di saat genting seperti ini lah Berserah dan Sujud kepadaNya…. satu satunya jalan terbaik membebaskan diri dari Bencana dan Gelimangnya Dosa….

    @mikekono : exactly bro, di saat genting dan sadar semakin menjauh dariNya, sudah sepatutnya kita berserah dan segera memohon ampun padaNya. Thanks

  30. Soal ‘jauh dekat’ ini, qta agak sedikit berbeda pandangan bang, tapi kalo soal kawin cerai yang lebih pada ekspose di media, qta agak sama.. Mengenai detailnya akan hal2 tersebut, gak sekarang ah, pan saia teh lagi hiatus hehehe..

    @mikekono : tak apa2lah berbeda, yang penting kan tujuannya sama. sama-sama ingin beroleh kebahagaiaan di dunia dan akhirat. thanks bro🙂

  31. HHmmm …
    Terima kasih banyak atas tulisannya …
    Kita harus selalu saling mengingatkan ya Bro …

    Because that A bro are for …
    (I mean it bang …)

    @mikekono : of course Bro…..sesama saudara yang baik memang hrs sll saling mengingatkan.
    Thanks Bro😀

  32. MS (Mikekono Sensei)…
    terima kasih untuk renungannya
    dan memang kita harus selalu ingat,
    bukan Tuhan yang menjauh dari kita, tapi kita yang menjauh dariNya.
    kansha shiteimasu
    EM

    @mikekono : arigatou Ikkyu san🙂
    saya yakin Mbak Emi akan selalu berada di jalan Tuhan
    Ganbatte ne…..GBU

  33. ya Rabb..,
    dekaTkan diriQ selalu padaMU
    dn hanya padaMu……
    amien..

    @mikekono : sy yakin Wi3nd selalu dekat padaNya. Amien…

  34. Saya termasuk orang yang seringkali terkena bujukan dan rayuan setan itu. Sebenarnya tahu dan tahu itu tidak benar tetapi kealphaan saya membuat pembenaran atas hal-hal yang tidak benar itu. Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjaga saya untuk tetap dalam pelukanNYA. Jika menjauh aku ingin disapa dengan lembut olehNYA, jika tidak dengar aku ingin disapa dengan keras olehNYA, jikta tidak mendengar juga aku ingin ditarik dengan lembut olehNYA, jika tarikan lembutNYA tidak mampu membawaku kepangkuaNYA aku ingin ditarik dengan kasar olehNYA sehingga aku jatuh kepangkuaNYA. Karena aku termasuk hambaNYA yang susah diatur walaupun sudah ribuah Rahmat dan HidayahNYA dilimpahkan kepadaku. Thanks

  35. wihh… benar” ANBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: