Terbius Candu Jabatan


castroSejumlah mantan pejabat, ramai-ramai mendaftar dan  kini telah tercatat namanya sebagai caleg tetap untuk DPRD/ DPR-RI dan beberapa di antaranya membidik kursi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 

Kabar ini sebenarnya biasa biasa saja. Tidak ada hal aneh di situ. Cuma, yang menggelitik kita, kok sepertinya tidak ada kamus berhenti mengejar jabatan dalam diri orang-orang yang sudah lama malang melintang di birokrasi pemerintahan itu.

 

Fenomena ini terjadi hampir di seantero nusantara. Dengan kata lain, seakan-akan ‘candu jabatan’ sudah demikian membius dan merasuk dalam sanubari manusia Indonesia, sehingga tidak pernah ada kamus berhenti dalam mengejar status, yang dianggap terhormat itu.

Begitu banyak orang yang terbius candu jabatan, hingga sering alpa menakar dan mengukur kekuatan  sendiri. Kekuatan dimaksud, bukan hanya kekuatan pendanaan, yang lebih penting lagi adalah kekuatan raga mereka, yang beberapa di antaranya sudah mulai pikun. 

Mengapa mereka begitu candu mengejar rupa-rupa jabatan itu ? Penyebabnya tiada lain karena ada anggapan, hanya dengan memiliki jabatan di institusi resmi, mereka merasa nyaman dan akan dihormati banyak orang. Mereka tak sadar, jabatan juga sering membuat harga diri dan kehormatan keluarga bisa lewong dalam sekejap.

Track record sebagai mantan pejabat serta cadangan dana yang lumayan tebal, memang bisa jadi akan membuat para tokoh gaek yang rata-rata sudah berusia 65 hingga 70a-an itu, masih memiliki peluang besar meraih dukungan suara signifikan sekaligus lolos menjadi anggota DPR/D dan DPD.

Tetapi, patut pula disadari, jika seluruh nafas kehidupan dihabiskan untuk menjadi pejabat negara dan legislatif, kapan lagi waktu tersisa buat bercengkerama dengan kaum kerabat, tetangga dan anak cucu ?

Dalam konteks demikian, apa yang dilakukan mantan Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafii Maarif atau bos Harian Kompas Jacob Oetama, patut dijadikan acuan. Kedua sosok ini tak pernah terbius candu jabatan. Bahkan Jacob Oetama sudah lama melepas jabatan Pemred Kompas dan menyerahkannya kepada wartawan muda secara periodik. Faktanya, kedua tokoh sangat dihormati semua kalangan di negeri ini.

Pada usia pensiun, sudah sepatutnya para mantan pejabat mengisi hari-harinya dengan lebih banyak merenung dan mendarmabaktikan hidupnya untuk kemaslahatan ummat. Seandainya di dalam daftar kekayaannya terdapat hasil korupsi, yang kebetulan lolos dari endusan KPK dan aparat penegak hukum, alangkah mulianya jika dana itu dialokasikan pada kegiatan bermanfaat untuk masyarakat, bukan malah dijadikan modal kampanye sebagai caleg dan calon anggota DPD.  

Para mantan pejabat sudah sepatutnya memberi jalan bagi generasi muda untuk mengambilalih estafeta kepemimpinan nasional, bukan seperti kecenderungan yang berkembang saat ini, tetap membiarkan diri terbius candu jabatan, yang bisa jadi akan menutup peluangnya mengakhiri hidup dengan baik (khusnul khatimah).  

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 18 November 2008, in Budaya, Politik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 47 Komentar.

  1. hidup generasi muda…
    wah Aya berarti bisa daptar juga ya om…
    he..he.. PeDe abis

    @mikekono : generasi muda sprt Aya, terbuka peluang mendaftar jd apa saja…hehehee

  2. Kalau bicara soal regenerasi, sebetulnya ini sudah mengakar dalam kebudayaan kita. Seringkali yang terjadi, kita memilih seseorang untuk menduduki suatu posisi berdasarkan senioritas, bukan berdasarkan kapabilitas. Seolah-olah, senioritas adalah ukuran kayanya pengalaman seseorang dan kemampuannya dalam menjalankan pekerjaannya, tapi sesungguhnya ada banyak hal yang bisa dilihat lebih dari itu…

    Kalau sekarang banyak yang terbius candu jabatan, semoga mereka tidak semata-mata karena kepingin menjabat saja. Siapa tahu mereka memang ingin mengabdi dan melakukan sesuatu, kebetulan pula gampang dipilih karena sudah dikenal banyak orang… *yang lebih menakutkan, jika akhirnya ditunggangi banyak orang… ah, sedih sekali!*

    Apapun itu…
    Saya sendiri kepingin jadi seorang sosialita saja. Tidak melulu menduduki sebuah kursi jabatan, tapi dikenal di masyarakat dan memberikan sumbangsih yang bermanfaat buat mereka…

    Jadi apapun..
    termasuk menjadi penulis yang bisa menebarkan keindahan lewat rangkaian kata-kata…

    *ups, maaf kepanjangan, Bang! nafsu bener komentarnya.. hehehe*

    @mikekono : fenomena pemberian jabatan karena faktor senioritas harus dihilangkan. sudah saatnya jabatan diemban karena kredibilitas dan kompetensi seseorang.
    keinginan maju lagi karena ‘ditunggangi’ pihak lain, memang sngt memungkinkan.
    sebab bnyk juga orang yg memiliki ketergantungan ekonomis dan politis berlebihan kpd para mantan pejabat.
    btw, sy pun ingin mengikuti jejak Jeunglala menjadi seorang kolumnis dan memberi kontribusi bagi masyarakat lewat tulisan tulisan educated.
    Saya seneng, kl Jeung mau brkomntar panjang lebar di sini. Thanks sista🙂

  3. hmm … jabatan mungkin mirip ganja yach …..
    Karena enak jadi ingin terus dihisap, nah kalo sudah kecanduan susah untuk ditinggalkan , apa lagi diberikan kpd orang lain ….

    @mikekono : mungkin itu salah satu sebabnya mengapa para mantan pejabat itu tetap terbius candu jabatan.
    hihihihiiiii……thanks mama Darren😀

  4. HHmmm …
    Jawaban public relationnya dan infotainmentnya dari orang-orang tersebut berbunyi …

    “… saya masih merasa terpanggil untuk mengabdikan segenap jiwa raga, tenaga dan pikiran saya untuk kepentingan seluruh bangsa Indonesia …”

    How is It Bang ?
    Ok kan ?
    Ok kan ?

    hehehe

    (maap komentar saya skeptis sangat …)

    @mikekono : komennya siiip dan oke banget tuh bro.
    pernyataan klasik sprti itu dulu sering dikemukakan alm Pak Harto dan para mantan pejabat skrng bnyk menjadikannya sbg statement apologetik.
    Thanks abanganda🙂

  5. selain kekayaan, kekuasaan juga yg dicari.
    dikasih satu mau seribu, yah seperti itu hakikat nafsu manusia😀

    @mikekono : memang berabe kl akal sehat sudah dikendalikan nafsu. thanks bro😉

  6. iya…betuul bang Mike,,,lha wong sudah Thuyuk thuyuk…/jalan tertatih tatih..kok ya masih ingiiiin terus jadi pejabat…Lha itu yang muda muda pinter pinter,cerdas…sudah antri je….
    Ini benar benar peringatan buat kami….harus ada kata cukup, berkarya bisa dimana saja …kalau mau.

    @mikekono : qiqiqiqiii……ues thuyuk-thuyuk yo. iya nih Bunda, kalau uda tuwek, mbok ya bagus ngurusin istri dan bercandaria dengan cucu, kan lbh enak dan menyehatkan.
    Ya, semoga bapak tidak akan pernah terbius candu jabatan, dan tau kapan saatnya berhenti sbg pejabat formal.
    setuju bunda, mengabdi bisa di mana saja. maturnuwun🙂

  7. Candu jenis baru ya bang?:mrgreen:

    Iya, mudah2an kita semua bukan termasuk dalam golongan pecandu jabatan, cukup pemerhati saja, pun jika nantinya diberi jabatan kita tidak terlena dibuainya.

    Bila tenaga dan pikiran dirasa sudah tak mampu lg maka baiknya ga ngotot seperti yg sedang terjadi skrg, si A yakin bakalan begini, si B jg ga mo kalah, si C apalagi… wis bikin pusing ae..

    @mikekono : iya kalee Da, candu jenis baru, tapi stok lama. heheheee
    saya yakin orang sprti Ida juga pecandu, tapi candu dlm beribadah dan candu blogwalking. hihihihiiiii
    Makanya daripada pusing2, mending ngurusin nasabah BRI aja dan segera membenahi rumah barunya. thanks my sista:mrgreen:

  8. candu asmara aja deh bang..gimana??

    @mikekono : setujuuuuu…….! tapi, klo soal candu asmara, kek na saya mesti berguru sm mbak yessy dan jeunglala. kekekekeeeek

  9. Kekuasaan ; itu kata kuncinya

    @mikekono : plus kerakusan……hmmmm

  10. mereka2 yg nyandu jabatan termasuk orang2 yang serakah ya , nggak pernah puas😛

    @mikekono : orang2 serakah merupakan kelompok manusia yg dibenci Tuhan. Thanks

  11. namanya juga sudah kecanduan
    narkoba N korupsi yg udah pasti keburukannya aja masiy banyak yg deketin apalagi jabatan yg menjanjikan kenyamanan N bla..bla..bla..

    @mikekono : untung Nina dan saya baru sebatas kecanduan ngeblog.
    so, masih positif dan masih ada manfaatnya bagi orang lain N…..bla….bla….bla

  12. Perbudakan jabatan sudah mulai merajalela, dengan cara apapun yg penting ada jabatan.

    @mikekono : bener mas koko, jabatan seolah dianggap segalanya.
    hingga mereka tega menempuh cara cara Machiavellis mendapatkannya.
    matur sanget nuwun

  13. Dalam hidup ada tiga hal yang sangat menggiurkan bagi kaum pria menurut saya…

    POWER, MONEY and SEX…

    So, menjadi caleg untuk kursi di DPR/DPRD ini merupakan jalan yang paling mudah untuk meraih ketiganya…

    POWER… MONEY… and SEX… at the same time.

    (gak heran, saking banyaknya skandal percintaan di gedung DPR/MPR, skarang tiap kali melintas dijalan depan gedung itu,… saya kok seperti sedang melihat …..sedang…)

    Sorry for my BAD words,… but that was what came out first from my stupid mind … when I saw that roof😛

    @mikekono : punya tahta dan harta, memang sering membuat seseorang tak kuat menahan godaan wanita.
    Kecenderungan demikian tak cuma berlaku di kalangan legislatif (DPR), tapi juga menimpa eksekutif, pengusaha, selebriti, bahkan masyarakat biasa.
    sehingga dlm konteks power, money and …..itu juga berlaku jargon ; ‘jeruk makan jeruk’ atawa jagoan selingkuh neriaki orang yang ketahuan selingkuh……ehem😉
    btw, tiga hal menggiurkan itu juga berlaku bagi kaum wanita ?

  14. Kekuasaan akan selalu menggiurkan bagi siapapun jika mereka melihat dari privileges yang akan dapatkan. Tetapi Seandainya mereka melihat jabatan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan sampai keakhirat maka mereka akan berfikir beribu kali untuk menerima amanah itu. thanks

    @mikekono : yess, seharusnya jabatan dipersepsikan sbg amanah yang mesti dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.
    betul, seharusnya mereka tak menjadikan jabatan sebagai jalan meraih kejayaan dunia dan alpa pd kehidupan ukhrawi. thanks sista

  15. Kekuasaan:mrgreen:
    Padahal yang paling berat di dunia ini memegan AMANAH ya bang.
    kok pada nyandu kekuasaan ya😀

    @mikekono : iya nih, sungguh mengherankan. mereka kok jadi nyandu jabatan…..

  16. memperoleh jabatan jadi parameter kesuksesan seseorang….sayang kesuksesannya bukan diukur dari menjalankan jabatan dengan sebaik-baiknya…

    @mikekono : tak jarang kesuksesan diukur dari kepiawaian mengumpul harta sebanyak-banyaknya. Alaaaamak jang…….

  17. udah pernah menjabat tapi masih keukeuh pingin menjabat lagi.. hmm… masih ada yang belum ‘selesai’ sepertinya. atau ngga mau pekerjaan di bawah jabatannya dulu. hehe..

    semoga yang dititipkan jabatan bisa amanah. ngga sekedar ‘berkuasa’.

    @mikekono : kl sudah pensiun, masih ngotot ngejar2 jabatan di tempat lain.
    selain tak amanah, itu namanya rakus bin tamak. thanks adinda🙂

  18. saya udah 21 tahun.. bisa dipilih kan.. tapi apa daya nggak punya duit..

    @mikekono : kl ada modal intelektualitas dan bakat sbg leader, kan bisa juga dipilih….
    duit porlu, tapi bukan segalanya

  19. post power syndrome…..

    Bapakku dulu sedikit seperti itu, biasanya ada staff, biasanya kalau apel pagi paling depan dan dihormati, tiba-tiba di rumah dan enggak ngepain2.

    sedikit sensitif jadinya

    Tapi sekarang enggak, papi sibuk dengan pelayanan gerejanya sekalian ngurus kebun yang tak seberapa itu.

    Enggak tega juga seandainya diumur yang tua masih sibuk berpolitik ria, biarlah ambil yang santai2 saja..

    kecuali masih ada tanggungan, nikah telat dan sewaktu pensiun masih ada anak yang belum selesai kuliah harus banting tulang. itu mah beda…

    But anyway, Really proud of him (Bapakku) ^_^

    @mikekono : post power syndrom……wow…istilah yang paling pas buanget iku.
    makin pinter aja turang ini, tak percuma jauh-jauh merantau dari Beganding ke tanah Jawa.
    hehehee
    btw, apa yang dilakoni bapak kita itu mengisi hari hari pensiun dengan berkebun dan pelayanan di gereja, sungguh merupakan pilihan yg tepat, bijaksana sekaligus akan memberi kenyamanan.
    Sikap seperti ini patut diteladani para mantan pejabat.
    Thanks tur, mejuah-juah, njuah njuah banta karina, etake kaltu🙂

  20. Hj. Sunnah yang kemarin kalah dalam pemilu walikota palembang juga sekarang maju utk jadi DPD..

    trus kemarin ga sengaja nemu iklan berjalan di kaca mobil, ada cewek cantik maju jadi DPD juga, ga ada yang aneh sih.. cuma pas baca diujung namanya tertera BINTI HERMAN DERU…

    wayyahh.. berarti tuh cewek anaknya si bupati salah satu kabupaten sumsel…

    hummm,,, kalo aku maju ikutan DPD trus bawa2 Binti nama Bapakku, kira2 orang bakal kenal ga ya ?😀

    @mikekono : yang dikhawatirkan saat maju sebagai calon DPD, Hj Sunnah itu juga akan mengalami kegagalan. Gagal terus kan malah bikin runyam.
    Sakitnya tak seberapa tapi malunya ini……
    Wahhhh…..klo Easy maju jadi calon DPD, pasti bakal terpilih tuh. Sebab bnyk penggemarnya di sana…….so, maju aja. Hmmm

  21. lalu, gimana cara ngingetin orang biar tau takaran dirinya seberapa pantas jadi wakil rakyat bang?
    karena setau saia, mereka pada tinggi hati, bahkan ada yg pake ijasah palsu biar jalannya ke kursi legislatif mulus😥
    parah…

    @mikekono : cara ngingetin gampang aja, nanti pas Pemilu, Mada jangan golput.
    Ajak temen2nya nyoblos/nyontreng nama2 caleg yang kenal, yg masih muda tapi berkualitas.
    gitu lho adinda, thanks🙂

  22. Andai aja abangku ini nyalon Caleg…tuyi pasti milih Abang…..
    Abangkan masih generasi muda kan….🙂 hwahaha…

    @mikekono : kalaupun saya caleg, tuyi tak bisa juga milih sy, karena daerahnya lain.
    thanks atas apresiasi dan postingannya yg sll lucu tapi berbobot.
    Memang sy masih muda kok, hehehee🙂

  23. Salam kenal
    Para mantan pejabat sudah sepatutnya memberi jalan bagi generasi muda untuk mengambilalih estafeta kepemimpinan nasional, bukan seperti kecenderungan yang berkembang saat ini, tetap membiarkan diri terbius candu jabatan, yang bisa jadi akan menutup peluangnya mengakhiri hidup dengan baik (khusnul khatimah)

    @mikekono : salam kenal juga. paragraf terakhir dikutip ya ?
    thanks mas Anton🙂

  24. intinya mereka masih butuh uang yang gampang didapet…yang jelas dimana Qalbunya alias hati nurani mereka tatkala makan uang negara…

    @mikekono : soal duit memang tak ada cukupnya.
    qalbunya selalu ditinggal, cuma nafsunya saja yg dibawa2, hiks😥

  25. yu daftar jadi anggota dewan yuks……

    @mikekono : wahhh….duluan aja dftr ya ! sy jadi dewan bloger aja….hehehe

  26. Syafii Maarif, ya betul bang, memang beliau pantas diteladani. Tidak gila jabatan, punya prinsip, dan teguh pada pendirian. Bagaimana dengan Habibie? Kayaknya beliau juga cukup legowo mundur dari kursi kekuasaan, dan sekarang menjalani hari tua dengan tenang bersama ibu.

    Yang ‘hebat’ adalah tokoh agama yang sudah berumur, kesehatan sudah mundur, tapi masih juga pengin jadi presiden. Padahal beliau/mereka akan lebih terjaga kharismanya kalau menjadi Bapak Bangsa saja.
    Jadi ingat iklan rokok ‘yang muda, yang tak dipercaya’ ….

    @mikekono : Syafii Maarif dari dulu memang berbeda, selalu konsisten sebagai cendekiawan dan tokoh yg lintas sektoral atawa selalu berpikir inklusif.
    Habibie juga patut diberi acungan jempol, karena tau saatnya berhenti.
    Tokoh tokoh berumur itu memang sudah saatnya tak lagi takabur agar tak kecebur ke dalam ‘sumur penuh lumpur’.
    btw, mbak Tuti kok suka rokok juga ya ? hehehee
    best comment so far……..(hadiahnya akan dikirim via kurir)😥

  27. Bagi yg dah UZUR, minggir2 ada anak muda mo jadi pejabat.
    Bagi yg muda, kalo ntar dah jadi pejabat jgn ikut2an seperti yg uzur ya…

    @mikekono : betul itu….yg sudah uzur mndur.
    Saatnya yg muda mengelola negeri ini….thanks bro

  28. Rakus akan jabatan ciri2 orang serakah….
    sudah bau tanah tetep mikirin harta, kenapa beliau2 itu gak mikirin bagaimana caranya mendapatkan tiket ke surga….

    @mikekono : wow….komen yang menarik.
    ya tuh….kenapa mereka tak sebaiknya segera mikirin bgmana memperoleh tiket ke surga😥
    Soalnya Ayu sensei yng masih muda aja sdh berpikiran ke arah sana,
    sehingga dia sll ramah dan baik hati pd sesama. Arigatou kawaai Ayu🙂

  29. Memang yang paling ditakuti para mantan pejabat itu adalah Post Power Syndrom… merasa tak diakui lagi… contohnya, ketika masih menteri…dilapangan golf Dia selalu menang… begitu pensiun Dia selalu Dipel pel i….

    @mikekono : hehehee ….betul itu Lae. Mereka takut kali tak lagi dihormati.
    Padahal kan tak selamanya berada di atas terus.
    Sesekali harus siap juga dipel pel i…..istilah kereeen juga ini
    hehehe😀

  30. kebiasaan mereka terusnya dapat ditebak mas. kalau mereka gak terpilih lagi atau gagal menjabat jabatan yang mereka inginkan yang mereka lakukan adalah mengkritik sistem yang ada… wkwkwkwk

    lebih baik mereka itu ngeblog aja kali ya?

    @mikekono : setuju mas nico, daripada pusing dan ribet, mending kita ngeblog aja:D

  31. udah kukirim informasi soal komik nabi itu, bang…cek mail.. kl jumpa, lonyot orang tu bang!

    @mikekono : …biar pihak berwajib aja melonyotkannya…..hehehe. thanks bro

  32. pak tua sudahlah… engkau sudah terlihat lelah ooh yaa…
    pak tua sudahlah… kami mampu untuk bekerja ooh ya…

    *ngamen dot com*

    @mikekono : pak tua…..pak tua bagus bnyak beramal sajalah…..ooo ya oooo ya o ya, bongkar
    hahahaa (*ikutanngamen.com*) ….thanks🙂

  33. Hwaduh, ‘tuduhan’ Bang Agus bahwa saya suka rokok itu ‘mencemarkan’ nama baik saya lho bang …😀 Character assassination tuh (halah!)

    Saya suka iklan-iklannya saja, soalnya kreatif dan inovatif. Rokoknya pengin juga sih nyoba (biar gaya gitu, kayak artis😀 ), tapi gak berani … hehehe

    Hadiahnya ditunggu Bang (kurirnya naik apa? Bukan naik sepeda roda tiga kan?)

    @mikekono : ‘tuduhannya’ ditarik (takut kena somasi). betul, iklannya kadang sering menggelitik. klo mau coba ngerokok, mulai dari cerutu aja ala Fidel Castro…..(halah !).
    Ya, wanita tak baeklah merokok, bisa mengganggu kehamilan dan mempercepat monopause….qiqiqiqiiii
    Eniwei, hadiahnya uda dikirim (kurirnya ngga tau apa naik sepeda atau perahu kalee ya)😉

  34. nah di sinilah letak keunikan karakter manusia, mas agus. tua2 bukannya ingin dekat dg keluarga, tapi malah makin asyik-masyuk dalam dunia politik yang makin miskin kearifan.

    @mikekono : itu artinya mereka tak kunjung paham makna dan ultimate goal kehidupan.
    Thanks mas sawali

  35. bang, ada award dari saia, cek di blog saia yaa..boleh diambil smua, boleh sesukanya..
    trims

    @mikekono : hmmmmm….big thanks for appreciate my sista🙂

  36. Bahkan, demi mengejar jabatan, kadangkala apapun dilakukan, termasuk berpindah-pindah Partai politik. Kutu loncat, orang bilang😀

    @mikekono : menghalalkan segala cara demi jabatan, tak elok itu. Thanks bro😀

  37. wach seanda!nya sajah para canduers ituh berfikiran sama seperti aban9 pasti aman dama! sejahtera ya ban9 ne9ara inih,dan daku bisa nyandu den9an tenan9 heheh..
    oopzzz..jan9an viktor akh..nyandu n9ebl09 ma nyandu asmara 9ituh ban9 heheheh…

    btw pa kbR ban9? lama daku tak berkunjun9..:)

    @mikekono : canduers…..opo iku…..hehehe.
    klo nyandu ngeposting dan blogwalking bagus itu, klo nyandu asmara….hmmmm.
    kabarnya masih tetap seperti kemarin🙂

  38. Maka itu mungkin mengapa dibuat usia pensiun hanya sampai 56 thn atau pendidik 60thn saja, krn memang sudah diamati dan dipelajari bahwa manusia produktif adalah dibawah usia2 tsb. Setelah pensiun, untuk mengisi kekosongan waktu baiknya mengajar, mengamalkan ilmu kepada yg muda2, atau berkebun sambil menikmati hasil jerih payah semasa muda, cari aktivitas yang gak berat2.

    Kalau masih terus berambisi jadi pejabat, apa gak malah bikin penyakit bersarang ya. Stress jadi stroke…

    @mikekono : kalau terus masih berambisi jadi pejabat,
    selain rentan terkena stress dan stroke,
    lama-lama dia pun bs nggak kenal lagi sama cucu cunya yg tiba tiba uda gede…..
    maklumlah uda pikun, hehehehe😀

  39. Bang, ijin nyimpen link Abang di blogroll ku ya. matur nuwun.

    @mikekono : dipersilahken Bunde…..dengan senang hati. Monggo🙂

  40. Harusnya mantan pejabat bisa ngasih kesempatan sama yg lain yang belum merasakan atau buat generasi muda, siapa tau mereka lebih inovatif, setuju gak Bang?

    @mikekono :setuju Mbak Ani…..mestinya mantan pejabat isitirahat aja
    lbh baik ngurus kebun dan bermain dengan cucu2nya……

  41. Harusnya mantan pejabat benar2 udah mantan dan untuk selanjutnya kasih kesempatan buat yang lain yang mudah mudahan lebih baik, stuju kan Bang?

  42. Daftarkan blog anda dalam Lomba blog berhadiah total 10 juta +handphone+speedy gratis. info lihat di http://www.audiochute.com:mrgreen:

  43. wah kang, jgn ampe terbius kang😆

    salam balik !

    @mikekono : masih sebatas terbius sm ngeblog……hehehe. salam bro

  44. Gimana lagi mas? yang namanya punya jabatan itu pancen uenak tenan, bisa merintah sana-sini, terkenal bak artis dadakan, hehe

    @mikekono : iyo mas….euunak pisan, asal ora ketangkep sama KPK wae

  45. Sudah enak punya jabatan, jadi ogah mau turun tahta walaupun dah sepuh😀 …. alasan klise yang disampaikan “masih dipercaya” . “masih mau mengabdi pada negara” …. padahal kalau mau mengabdi kan mesti punya jabatan ‘abadi’ kan?😀

    @mikekono : iya tuhhh…..padahal mengabdi kan bisa di mana saja😉

  46. hmmm ngga di Indonesia, di Jepang sini juga sama lah bang.
    Umur 70 masih muda menurut mereka. susyah deh.

    @mikekono : 70 masih muda…….? jd yg tuanya berapa lagi ya Mbak ?
    dasarrrr……mereka tak tau diri……hehehhe

  47. Hihihih…. pikunnya itu lohh…:D
    Ini dia mas, (terjadi di daerah2, gak jauh2 dari sini) terkesan tidak perduli seberapa “cetek” isi kepala
    yang penting seberapa besar isi kantong…..
    Gimana yaa namanya candu susah diilangin mas harus masuk panti rehabilitasi…:D
    Stuju mas pengkaderan yang muda2 penting agar bila yang udah sangat senior sudah bener2 pikun yang mudah2 udah siap mental untuk itu…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: