Melanawati : 20 Tahun Bersandiwara


melana1Melanawati, adalah wanita ‘sukses’ dan lumayan kesohor di Negeri Sijujung Koden. Suksesnya sangat mencengangkan, sebab sudah hampir 20 tahun lebih, dia menjalani hidup dengan bersandiwara.

Perempuan cantik yang sering diibaratkan seperti handphone ; cashingnya bagus, isinya sowak ini, bisa dikategorikan sebagai ibu rumah tangga yang cukup sukses. Betapa tidak, dia sudah punya rumah seharga ratusan juta, mobil pribadi dua unit serta dua toko butik.

Konon, menurut cerita teman-temannya di Negeri Sijujung Koden, wanita yang selalu tampil modis pada usianya yang baru memasuki 37 tahun ini, kesuksesan yang diraih ibu tiga anak dari suami yang cuma berpenghasilan pas-pasan ini, lebih disebabkan kepiawaiannya melakoni sandiwara.

Karena kehebatannya dalam bersandiwara itu pula dia diberi gelar Melanawati. Konon, dalam terminologi bahasa di kampungnya Indah Sitepu, Melana berarti malunya. Hal itu bermakna, perempuan sukses ini kerap dicibir sebagai sosok manusia yang tak tahu malu. Sebab hampir seluruh hidupnya dilalui dengan bersandiwara.

Lalu, sandiwara apa gerangan yang dilakoni Melanawati ? Menurut keterangan penduduk Negeri Sijujung Koden, dia bersandiwara sebagai seorang wartawati selama 20 tahun lebih. Padahal menurut pengakuan teman-temannya, Melanawati sama sekali tak bisa menulis berita. Selama 20 tahun menyandang status sebagai wartawati, hingga kini belum pernah sekalipun menulis berita. Wow, sungguh menakjubkan sekaligus memalukan.

Konon, dengan mengandalkan statusnya sebagai wartawati itulah, Melanawati bisa menjalin hubungan kedekatan dengan sejumlah pejabat pemerintahan, termasuk penguasa tertinggi Negeri Sijujung Koden. Para pejabat di negeri itu dibuat terpesona oleh kelembutan tutur kata dan pesona sensualitas perempuan ini.

Hingga kini mereka tak pernah mengetahui, bahwa Melanawati sejatinya bukan seorang wartawati. Dia sesungguhnya cuma mengaku-ngaku sebagai wartawan dan menjadikan statusnya itu sebagai ‘pintu masuk’ untuk dapat memperoleh uang dan proyek. Sungguh, sandiwara yang benar-benar ciamik.

Mengapa pemimpin dan pemilik media di Negeri Sijujung Koden, mau mempekerjakan Melanawati yang tak bisa menulis berita itu ? Alasannya sederhana saja, Melanawati memang dikenal cukup ramah dan mudah akrab dengan banyak pria. Alasan lainnya, dia terpaksa diterima bekerja sebagai wartawati, karena memiliki kemampuan menjual koran, mencari iklan, dan yang terpenting bisa memberi setoran kepada sang petinggi media itu. Alaaamak ! 

Apa yang dilakoni Melanawati tersebut, jelas merupakan sebuah kebohongan teramat fatal, yang akan menjadi aib seumur hidupnya dan hal itu tak perlu ditiru oleh siapapun. Tetapi, sisi positifnya Melanawati sukses mensejahterakan diri dan keluarganya dari sandiwara yang dilakoninya selama 20 tahun itu.

Barangkali Melanawati juga merasa malu dengan kelemahan dan kekurangannya sehingga terpaksa bersandiwara agar bisa eksis menghadapi beratnya tantangan kehidupan. Atau sebaliknya, dia justru bangga dengan keberhasilannya karena bisa lebih ‘sukses’ dan kaya dibanding orang lain yang benar-benar jujur melakoni profesi yang sama.

Tak cuma Melanawati melakoni hal serupa, di negeri Ruahkemokarina (tetangga negeri Sijujung Koden), terdapat banyak PNS kerjanya lebih sering main catur atau nongkrong di mall, atau seorang wakil rakyat selama menjadi anggota dewan, jangankan memperjuangkan nasib rakyat, bicara soal rakyat saja ogah. Begitu juga oknum pejabat banyak yang suka memperkaya diri dan kerabatnya. Mereka ini juga layak disebut orang yang piawai bersandiwara, seperti halnya Melanawati.

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 12 November 2008, in Budaya, Kehidupan, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 44 Komentar.

  1. kebohongan yang sudah dirangkai selama 20tahun lebih!?!?
    kok yang diboonginnya mauu aja sii..gak berasa apa 20tahun di boongin
    please deee banggg
    Abang gak kena diboongin juga kan???

    @mikekono : mereka mau dibohongi…..karena mereka juga pembohong…..heheheeee
    kl saya sih kena diboongin sama Yessy aja…..kekekeeeek 😀

  2. banyak yang kayak gitu di sini…
    gak tau korannya yang mana… tiap kali ada konferensi pers pasti hadir dan ujung-ujungnya minta duit…

    @mikekono : ohhhh…..begitu ya. mestinya jangan dilayani mbak !

  3. busyet !
    hebat bener perempuan itu menyimpan kebohongan selama 20 tahunan.
    keren bang ! ada orang seahli itu…

    @mikekono : busyettt juga dah ! heheheee. betul, perempuan itu memang hebat !
    btw, keren apanya ? lebih keren penulis postingan ini dunk…..heheheeee 😉

  4. Ini kisah nyata apa bukan sih? lalu Si Jujung Koden dan Ruahkemokarina itu nama samaran tempat ya? 🙂

    @mikekono : hmmmm…….tebak sendirilah kang ! heheheee 😀

  5. Negeri Sijujung Koden..itu negeri mana sie? maaf gk tau, 😀

    @mikekono : tulisan ini kan mengungkap tabir di balik sukses seorang perempuan bernama Melanawati, bukan membahas soal Negeri Sijujung Koden………hmmmm. thanks 😉

  6. heeh bang.. Mungkin terlalu terilhami oleh lagu bahwa Dunia ini Panggung Sandiwara.. jadi sudah berserial banyak banget tuh lakon-nya…

    @mikekono : iya kalee……padahal si empunya lagu aja (Ahmad Albar) sandiwaranya tak lagi maknyus……sehingga sempat kecantol sama aparat berwajib……hehehee 😀

  7. Emang wanita bisa menjadi racun dunia sekaligus Perhiasan dunia.Wanita….oh…oh…
    Kurindu belaian kasihmu…
    Kurindu Usapan sayangmu….
    kurindu…..
    Semerbak harum wngi surga

    @mikekono : untuk itu hati-hati memilih wanita……jangan sampai kecantol sama racun dunia ! heheheee……..thanks bro, ATM-nya sesekali dibagi-bagi dunk 😛

  8. Wah…bahaya kayak gini, psikopat tuh orang.
    Oh ya Bang ada hadiah buat abang
    lihat di blog saya ya?
    http://anny.blogdetik.com

    @mikekono : ya psikopat tuh ! hadiah apaan tuh adinda ?
    segera meluncur ke lokasi dengan semangat 45 😀

  9. cewek ini, ada kumisnya bang? 😛

    @mikekono : iya dia cewek berkumis sangat tipis dan selalu berlipstick lumayan tebal, heheheee 😀

  10. Rasanya saya banyak kenal tokoh-tokoh di Negeri itu ya?

    @mikekono : mungkin tokoh seperti itu juga bnyk di negeri mas Isnu kalee…..?

  11. Karena mikekono sensei, kawaii ayu jadi tau figur seorang melanawati

    @mikekono : hehehehee…..Melanawati memang jagoan sandiwara. Untungnya Ayu sensei sangat jauh berbeda dengan Melanawati, sebab Ayu tak suka bersandiwara. Arigatou 😀

  12. Bang Mike…saat ini,orang hidup dalam kepura puraan itu biasa, hidup Seolah olah itu juga biasa..
    Jadi nantinya makin banyak orang yang ahli Ngapusi alias Bohong…katanya tuntutan dunia…Dunia yang mana ya ?? Dunia yang membolehkan segala kecurangan…weleh….weleh…mau nggak slamet kali ya…

    @mikekono : bener itu Bunda, kesuksesan yang diraih lewat kecurangan dan penuh kepalsuan, niscaya tak akan memberi kebahagiaan hakiki.
    Suatu saat nanti, dia pasti akan mendapat balasan dariNYA (azab yg pedih), tak di dunia, kelak di akhirat. Thanks Bunda 🙂

  13. yaah.. untuk menutupi satu kebohongan dibutuhkan dua kebohongan, untuk menutupi 2 kebohongan dibutuhkan 4 kebohongan, untuk menutupi 4 kebohongan dibutuhkan 8 kebohongan,,,,
    sampek kpn tuh bohong teruuus??

    @mikekono : mungkin dia akan berbohong terus seumur hidupnya.
    semoga dia mampu menyadari kebohongannya dan segera bertobat ! thanks Pakdejack

  14. Pada suatu saat di masa hidup seseorang pasti ia pernah memainkan sandiwara, tidak penting seberapa kecilnya sandiwara tersebut. Namun, apakah sandiwara tersebut menipu penonton yang membeli karcis merugikan orang lain atau tidak, itulah yang lebih penting……..

    @mikekono : iya benar mas, tapi sangat jarang seperti Melanawati yang sukses bersandiwara dan menipu penonton puluhan tahun……heheheee

  15. Wow…. komenku tertelan Akismet?? 😦

    @mikekono : ahhh…….nggak tuh 😉

  16. Eh… nggak deh…. ternyata muncul…. sorry bang! :mrgreen:

    @mikekono : nggak pa2 kok, malah bagus itu, sesekali bikin hetrik…..hmmmm 😀

  17. gara-gara Ahmad Albar juga sih….pake bilang-bilang kalo dunia ini panggung sandiwara…

    kalo udah sampai 20 thn gitu mungkin udah nggak bisa membedakan mana yang pur-pura, mana yang betulan….
    bang…blog abang saya masukkan blogroll saya ya…

    @mikekono : iya kaleee, padahal Ahmad Albar pun udah kapok bersandiwara……hehehe…..
    Mau dimasukkan di blogroll, silahken teman, dengan senang hati ! 🙂

  18. “Sandiwara” adalah suatu kebohongan yang hanya akan menyia-nyiakan waktu yang ada…

    @mikekono : klo begitu Melanawati sudah menempuh jalan sia-sia, karena terus bersandiwara sepanjang hidupnya. kasihan dia 😉

  19. melanawati, siapakah dirimu ?
    melanawati, kau selalu datang menghadap hakim seperti orang kondangan. 😀

    @mikekono : melanawati perempuan tak tau diri,
    melanawati lupa pada jati diri…….melanawati, bertobatlah sebelum mati 😦

  20. Kalau dulu di SBY PR managerku yang sering bergumul dengan para wartawan menjuluki manusia sejenis “Melanawati” ini “WTS” Wartawan Tanpa Surat kabar.. 😛 thanks

    @mikekono : iya mbak mirip seperti itu, tapi ini sih lebih parah. Punya surat kabar dan berstatus wartawati, tapi tak bisa bikin berita.
    Bisanya cuma minta duit mlulu…..hehehe 😀 thanks sista

  21. makin aneh saja isi dunia, mas agus, sungguh bisa dibilang sebagai sukses tersendiri kalau Melanawati bisa 20 tahun sukses bersandiwara, kekeke ….

    @mikekono : iya nih mas sawali, sukses Melanawati kesuksesan yang aneh tapi nyata.
    kesuksesan semu dan menyesatkan ….heheheee 😛

  22. wahhh kalau saya enggak kesini pasti enggak tau melanawati itu siapa 😀
    terimakasih informasinya mas

    @mikekono : syukur juga mas bertandang ke sini, jadi kenal sama Melanawati 😀
    thanks bro

  23. tuyi mo tanya satu hal Bang..? Negeri Sijujung koden di benua mana Bang..Soale dah tuyi buka-buka peta ngga’ ketemu-ketemu…
    maklum Bang anak kecil belum sunat lagiiiii…. :mrgreen:

    @mikekono : heheheee……konon katanya negeri itu di Banua Holling, masih deket2 sama Sumatera Utara lah……..hihihiiiii, nanti klo mau nanya2 lagi, sunat dulu ya :mrgreen:

  24. Hehehe…kagum dech sama abang satu ini. Sekali main ke blognya saya banyak dapat istilah baru, benar-benar matap.
    Tapi tak pikir2 kok bisa yach bersandiwara dlm jangka waktu yang tak sebentar yach….Apa ini tanda2 kehancuran moral yach bang ?
    Hem….sepertinya banyak lagi melanawati dan melanawanto yang lain yach bang… 🙂 🙂 🙂

    Best Regard
    Bintang
    http://elindasari.wordpress.com

    @mikekono : hmmmm…..jadi senyum-senyum sendiri abang baca komen-nya adinda Elinda 🙂
    benar, itu merupakan salah satu pertanda kehancuran moral.
    semoga melanawati dan melanawanto yang masih banyak berkeliaran itu, segera sadar dan kembali ke jalan yang benar 😦 thanks my sista

  25. kayaknya banyak kejadian di negri kita yah…. 🙂

    @mikekono : kl di negeri sijujung koden emang banyak, kl di negeri adinda, saya nggak tau tuh…. hehehe 🙂

  26. wew.. 20 tahun.. Luar biasa.

    @mikekono : yesss…..its really. thanks my friend

  27. Hidup ini hanya sandiwara, dari satu adegan ke adegan lain.
    Melanawati sangat piawai melakonkannya, memburu dan mencengkram mangsanya yang tidak berdaya. Mangsa yang selalu ketakutan, meringkuk bahkan tak mampu keluar dari sudut yang lebar. mengapa??!!….hehehe…

    @mikekono : betul bang, melanawati sangat piawai bersandiwara, sehingga mangsanya tak sadar terus menerus dibohongi.
    tapi mengapa smpe ketakutan ? 😉 heheheee…….

  28. HHHmmm ini menarik Bang …
    Sebetulnya yang malu itu adalah … orang yang mau saja ditipu mentah-mentah oleh Ibu Melanawati ini …
    And yes … saya harus angkat topi dengan kepiawaian Ibu Melanawati bersandiwara …
    Dan mengenai PNS yang main catur dan sebagainya … I got no comment …
    Benar-benar ini berita yang menghebohkan sekaligus miris bang …
    Thanks Bang

    @mikekono : Melanawati memang perempuan menarik sekaligus memuakkan bagi mereka yang sudah tau kedoknya.
    sayangnya, konon bnyk juga yng suka ditipu sm si melanawati ini…..heheheee, thanks mas 😀

  29. Masalahnya bukan hanya bagaimana dia bersandiwara, masalah yang lebih mendasar adalah bagaimana masyarakat Sijujung Koden itu melihat dia, sebagai orang yang sukseskah, atau sebagai pecundang yang tidak tahu harus kemana, Mikekono Melanawati ? ( Bukankah seharusnya penulis membuat tanda “sukses” atas keberhasilan Melanawati ?)

    Bukankah dinegeri tetangganya Indonesia yang seperti itu malah dapat apresiasi dan dieluelukan ? dan mereka ada disekitar kita.
    Bukan kecepatan langkah, tapi ketepatan arah, luar biasa !!! Mudah-mudahan komentar saya tidak salah arah, maaf
    salam kenal

    @mikekono : sepertinya masyarakat Sijujung Koden terbelah dalam melihat ‘kesuksesan’ Melanawati, ada yg mengakuinya sukses, namun lebih banyak lagi yg mencibir dan mencaci makinya sebagai seorang perempuan tak tau di magonya.Komentar Anda arahnya tepat, tapi……? heheheee 😀

  30. desa sijujun9 k0den dimana seeh ban9?
    nama sebuah tempat beneran? lucu namanya..:)

    mmm…ck.ck..ck..hebat ya dia,b!sa 9ituh hidup bersandiwara selama ituh,mesk! hidup meman9 sandiwara[allaahh..hehh]

    ooww..klu paRa pns2 ituh nda heran la9e ya,sudah jd rahasia umum..:)
    tap! kenapa daku tak pernah lulus test Pns yaa?
    [lach k00k jd curhat ehheh] melana..melana..

    @mikekono : Negeri Siujung Koden itu sepertinya belum ada di peta tuh. heheheeee
    klo mau mungkin wi3nd juga bisa sehebat Melanawati ?
    Dirimu tak lulus PNS, mngkn karena tenaga dan pikirannya lebih dibutuhkan di pemerintahannya Maya atawa dunia maya………..kekekeek 😀 melana…..melana……hmmmm

  31. jaaahh..daku tak panda! bersandiwara ban9,jad! trimakasii sajalah..
    cukup menjad! se0ran9 wi3nd sajah yan9 biasa2 dan sederhana *cool* heheh…

    @mikekono : good….good, yahhhh tak perlulah bersandiwara/ menipu orang dan diri sendiri demi meraih kesuksesan semu.
    baguslah dirimu tetap enjoy menjadi seorang Wi3nd yg sederhana dan baik budi……
    thanks adinda 🙂

  32. Benar kata pepatah, sepandai-pandai menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga baunya …

    @mikekono : baunya sudah tercium, tapi melanawati tetap tak tau melana (malunya).
    dasar tak tau diri…..hhehehee

  33. wah.. betul2 dunia ini panggung sandiwara 😀
    tapi hebat juga yakz.. sampe begitu..
    wajar dikasih kepercayaan 😀

    @mikekono : hebat sekaligus memalukan….hehehee 😀
    kepercayaan apa pula itu mas arul ?

  34. pandai benar… 😀
    hmm… tapi kayaknya kita semua bisa jadi melanawati/wan.
    pasti kita punya sesuatu kebohongan yg kita lakuin 😀

  35. Dia harusnya dijadikan staf ahli mentri….staf ahli brbohong…siapa tau kalau dia jadi staf ahli akan bisa mengenali pejabat yang bersandiwara juga 😀

    @mikekono : usulan yang jitu……hehehe, staf ahli urusan tipu menipu di kabinet negeri sijujung koden……..kekekeeek 😀

  36. wah nama saya disebut di blognya turang ini hehheheh
    jadi seneng 🙂
    tapi kok ga dibuat link-nya tur?? biar daku tambah ngetop gituuu.. hiihihihihi
    narsis 😛
    btw saya jagonya bersandiwara di panggung tapi kalo dikerjaan ga jago tur
    hahahhaaa makin narsis aja…
    kabur ahhhhhhhhh ^_^

    @mikekono : nama Ndah disebut karena satu kampung dengan melanawati…….hihihiiiii,
    tapi yang pasti nama turang kan uda ngetop di blogku.
    memang dari gayanya, turang kelihatannya jagoan bersandiwara, semoga bisa mengikuti ‘kesuksesan’ melanawati……..heheheee : D

  37. ternyata ada juga yang spt itu … 🙂
    keknya beban hidup yg smkin berat bs menjadikan seseorang berbuat spt itu 🙂
    tp, salut saya akan kepintaran dia melobi dsb … 🙂

    @mikekono : iya ada, buktinya si melanawati itu. klo dia sih mungkin sudah kecanduan bersandiwara, buktinya walaupun sdh kaya tetap menipui terus.
    Dalam konteks lobi sbg keahlian yg prl dimiliki seseorang, kepintaran dia melobi patut ditiru 🙂

  38. kalau di Indonesia ada Hollywood, bakal penuh kali ya isinya? *dengan orang2 yang jago bersandiwara tersebut*

    @mikekono : heheheee…..betul itu. karena Hollywood jauh di Amrik, mer3ka bikin panggung sandiwara masing-masing…..ehem 😉

  39. melanawati penipu ulung donk 😛

    @mikekono : selain penipu, dia juga orang yg sesat dan menyesatkan 😉

  40. Amangoi fuaaang, bohado gabe songoni. Jadi teringat aku lagu oppungku di huta : Oh da jamilah,da bintang film india.hurippu do anak boru hapengan nung ina-ina. da jamilah……..

    @mikekono : bahhh…….boasa gabe songoni, ini soal si Melanawati Lae kaddung.
    Bukan soal si jamilah……heheheee 😀
    Si Melanawati yang tak tahu malu, sudah tersesat jalan terlalu jauh 😉

  41. waks!
    keren banget si ibu melana ini, jd inget sm ibu AS yg kemaren ketauan nyuap jaksa UTG hihihihi

    @mikekono : wahhh, klo ibu AS lebih mendinganlah, karena sandiwaranya belum berlangsung lama. Ibu Melanawati lebih parahhhhh tuh……heheheee 😀

  42. Bang, saya juga piawai main sandiwara lho. Pernah jadi Sarpokenoko (raksasa perempuan yang punya taring), Sundel Bolong (meskipun punggung saya ‘buntet’), Mak Lampir …. wah, pokoknya serem-serem. Padahal penginnya jadi Srikandi atau Lady Di, cuma nggak ada yang percaya …. 😦

    Itu Ibu Melanawati, kok nggak malu ya? Apakah tidak pernah ada orang yang ‘memberi pelajaran’ kepadanya? Sungkan ‘kali ya, habis cantik sih ….
    Ah, kecantikan memang bisa meracuni orang (siap-siap penangkal racun, Bang!)

    @mikekono : orang yg lembut dan santun sprt mbak tuti mana cocok berperan sbg Sarpekenoko. eneng-eneng wae mbak iki 😀
    karena nggak tau malu makanya diberi nama Melanawati, klo tau malu ya namanya Tutinonka. heheheeee. Klo di rumah mbak tuti ada penangkalnya, kirimin dunk 🙂

  43. 20 thn hidup bersandiwara …kalau dia aktris yg sedang berakting di hollywood bs dapet piala oscar..
    tp sayangnya dia dia bukan aktris jd cuma dapet malu..

    @mikekono : betul sekali dinda Nina. Karena bukan artis, akhirnya dia cuma beroleh ‘Malu Award’….hiks 😉

  44. OMAIGAT ! hhi
    ko bisa yah sandiwara 20th?
    knp ga jd artis aja?

    @mikekono : betul, mestinya dia menjadi artis aja……heheheee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: