‘Obama’ Terganjal UU Pilpres


foto‘Obama’ terganjal UU Pilpres 2009 ? Ya…..,begitulah pil pahit yang mesti ditelan sejumlah tokoh muda Indonesia yang sejak beberapa bulan lalu telah mendeklarasikan diri menjadi capres, karena terinspirasi perjalanan politik mengesankan Obama, senator muda yang sukses menjadi capres Partai Demokrat dan selanjutnya terpilih menjadi Presiden AS ke-44.

Elite politik dan parpol besar yang mendominasi DPR saat ini, sepertinya tidak menghendaki munculnya  ‘Obama Obama’ baru di Indonesia. UU Pilpres 2009 yang baru disahkan pada 29 Oktober lalu, telah menutup peluang tampilnya figur muda dan newcomer dalam pentas politik di tanah air.

Undang Undang Pilpres 2009-2014 yang mensyaratkan seorang kandidat baru dinyatakan sah menjadi calon bila didukung 20 persen kursi legislatif dan 25 persen suara pemilih Pemilu 2009, jelas merupakan sebuah persyaratan yang maha berat.

Sejumlah tokoh muda Indonesia yang beberapa bulan lalu telah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon presiden karena terinspirasi perjalanan karier politik Obama yang melesat bak meteor itu, hampir dapat dipastikan tidak akan mungkin bisa memenuhi persyaratan tersebut.

Dengan demikian tokoh-tokoh muda Indonesia yang lumayan kredibel seperti Rizal Mallarangeng, M Fadjroel Falaakh, Yuddy Chrisnandi, dll, sudah tertutup peluangnya menjadi ‘Obama’  Indonesia. Figur-figur muda energik ini tidak mungkin akan memperoleh dukungan parpol dengan jumlah persentase yang sangat besar itu.

Mayoritas masyarakat Indonesia yang lebih menghendaki munculnya lebih banyak alternatif pilihan dalam pilpres 2009, sudah pasti merasa sedih, prihatin dan kecewa. Pasalnya, para tokoh muda nan energik yang diharapkan membawa angin segar dan perubahan seperti halnya Obama, ujug-ujug sudah layu sebelum ditanam.

Pada akhirnya yang berpeluang tampil sebagai capres tetap itu-itu saja. Membosankan ! Dengan persyaratan teramat berat itu, hampir dapat dipastikan capres berpeluang maju dengan dukungan koalisi parpol, cuma beberapa nama di antaranya SBY, Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, Hidayat Nurwahid, dan Amien Rais.

Prabowo, Wiranto, dan Sultan HB X pun sangat tipis peluangnya. Berdasarkan polling terakhir, Partai Gerinda sebagai kenderaan politik Prabowo hanya memperoleh di bawah 5 persen. Jadi berat baginya mendapatkan ‘perahu’ sebagai capres.

Peluang Wiranto dan Sultan, juga relatif sama bahkan jauh lebih berat lagi. Sultan sukar mendapatkan dukungan Partai Golkar, karena di situ masih bercokol JK, yang notabene Ketua Umum partai. Sedangkan Wiranto, dengan asumsi Partai Hanura juga akan memperolah maksimal 5 persen suara, dipastikan akan terseok-seok.

Mengacu pada fakta di atas, wajar jika banyak kalangan merasa kebakaran jenggot dengan UU Pilpres itu. Selain telah mengganjal munculnya ‘Obama’ Indonesia, ketentuan yang dipersyaratkan dalam UU itu juga patut diduga sarat kepentingan parpol besar dan para tokoh di lingkaran elite kekuasaan saat ini.

Kalau masih memungkinkan, sudah sepatutnya UU Pilpres itu direvisi dan membuat ketentuan yang memungkinkan akan semakin banyak warga Indonesia dari seantero nusantara, bisa mengambil bagian sebagai calon presiden.

Last but not least, dikotomi Jawa dan non-Jawa sebagai Presiden RI sudah tak relevan lagi. Mari bercermin dari kemenangan Obama, yang notabene kulit hitam dan bahkan dituduh lawan politiknya seorang muslim, tapi tetap dipilih mayoritas rakyat AS sebagai Presidennya.(sumber foto : detiknews.com)

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 7 November 2008, in Politik, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 28 Komentar.

  1. hari gini memang ga penting lagi membatasi sesuatu dengan ras, warna kulit, suku, agama, dll..

    Indonesia ini kan semuanya satu, mau dari jawa, sumatera, sulawesi, papua, madura, mana saja…

    bila perlu, semoga nanti presidennya dari tanah Bangka

    @mikekono : betul itu, Thongin-Fhangin, Jawa-nonJawa….podo wae.
    Yang penting sudah teruji kualitas leadership dan moralnya.
    Btw, bagus Presidennya dari Sumatera Utara, wakilnya dari Bangka.
    Piye….? Cocok kan😀

  2. padahal waktu SD dulu sudah dapat pelajaran PMP tentang kejelekan ‘dominasi mayoritas’ dan ‘tirani minoritas’ trus kasus ini yg mana ya? hmm keliatannya kedua duanya.. kayaknya elite politik yg banyak yang udah lupa pelajaran PMP yah…

    @mikekono : setuju…! Tirani minoritas dan dominasi mayoritas, harus dihindari.
    Btw, selain lupa PMP, mereka juga lupa matematika.
    Soalnya mereka sll ingat pengalian dan pengurangan, tapi lupa bagi-bagi.Heheheheee

  3. Negeri kita memang masih mass oriented. Partai politik juga masih menganut itu. akibatnya mereka selalu merasa lebih besar dan merasa berkuasa. Salah satu obat untuk menghindari mass oriented atau menuju program oriented adalah memberi pendidikan yang baik bagi generasi penerus kita.
    Oleh karena itu “Obama” Indonesia masih lamaaaa….munculnya.

    @mikekono : betul bang ! Parpol kita terlalu power oriented ansich dan belum mengarah pada program oriented.
    Semoga ‘Obama’ Indonesia segera muncul pada 10 tahun ke depan. Horassss, njuah-njuah

  4. Mau orang apa aja boleh

    asal nama akhirnya Sitepu..

    hehehehehehe

    *ngacir*

    @mikekono : Tur, jangan buru-buru ngacir !
    Soalnya, kalau tertulis Barack Obama Sitepu atau Presiden RI Tongat Sitepu sepertinya kurang keren. Wekekekekeee……
    Kalau tertulis Indah Sitepu, baru pas. Ehem😀

  5. nggak juga sih bang, kalo menurutku.. kecuali kalo dibatasi usia, atau dibatasi tempat asal, suku, dst.. misal minimal 40 tahun, suku sunda, tinggal di pulau jawa, dst.. hehe.. kayak iklan biro jodoh..😀

    @mikekono : iya tuh…..klo iklan biro jodoh, cocoknya dialamatken ke Wi3nd, Namada dan Easy saja….kekekekee

  6. Abang …
    Ini pengetahuan baru bagi saya …

    Sebenernya aku ada pertanyaan. Tapi aku malu bertanya nih bang …
    Tapi karena aku udah merasa deket dengan abang … ya aku tanya aja …
    “Mengenai jumlah partai yang banyak itu, menurut abang apa ideal sih bang …”

    Apa tidak sebaiknya mereka merger … sehingga bisa membentuk kekuatan yang lebih solid …

    Karena kans mereka (mungkin aku salah) untuk mendapatkan kursi kok rasanya juga (sebagian) ada yang berat ya bang …?
    But siapa tau …
    dan ya … berserikat dan berkumpul itu dijamin undang-undang ya Bang … dan ini sah-sah saja …

    Thanks bang …

    @mikekono : waddduuuh…..seolah aku pakar politik aja nih…..wekekekee
    Jumlah parpol peserta Pemilu skrng memang sdh over dosis. So benar, mereka berat memperoleh kursi di DPR-RI.
    Apalagi dengan adanya ketentuan Parliamentary Treshold 2,5 persen. Bagi parpol yang memperoleh kursi tapi kurang dari 2,5 persen, mereka tak berhak menduduki kursi DPR-RI. Karenanya parpol2 itu akan terkena seleksi alam dengan sendirinya.
    Kalau sekarang merger sepertinya sudah telat. Pasca Pemilu 2009, mau tak mau parpol2 itu akan berkoalisi agar bisa sama-sama berperan mengajukan satu nama capres. Thanks and take care bro

  7. wah bakal 4L donk “loe lagi-loe lagi”
    jd inget becandaan temen masa SMP, katanya”gw bakal jd orang batak pertama yg jd presiden” gara2 diledek “selain orang jawa ngga bs jd presiden” hehe…!
    k-lo uu pilpres N syaratnya masiy spt itu pastinya bakal sulit bwt temen ku “yg berotak cerdas”mewujudkan kata2nya

    @mikekono : sepertinya gurauan : loe lagi-loe lagi itu pas buangeeet.
    Pada Pilpres 2009 nanti yang bersaing itu-itu juga dan kemungkinan Jawa semua. Ya udah, bilang aja sm temennya itu sbr menunggu hingga tahun 2050…..hehehee😀

  8. siapa dulu donk yang buat UU nya…

    @mikekono : mereka mensetting sesuai seleranya ya ? Hehehe

  9. Wah benarkah mereka sehebat OBAMA😀

    @mikekono : dari sisi intelektual bnyk tokoh muda kita mngkn lbh hebat dari Obama.
    Masalahnya mereka sll terganjal sistem politik kita yg kurang memberi kesempatan bagi kaum muda. Thanks

  10. habis demam selebriti sekarang panggung politik mulai demam obama. mencerminkan kalo budaya kita memang budaya latah. disamping itu faktor senioritas yg akut, kalo boleh saya bilang begitu (atau wong tuwek sing rak gelem lengser ya ?), sehingga menciptakan aturan2 yg membatasi tokoh2 muda buat maju. nah, itu juga mencerminkan bahwa bangsa kita nggak siap dengan perubahan2 besar. entah sikap apa itu ? sikap kehati2an atau sikap mau menang eh main (yg generasi tua) sendiri ?
    ngomong2, premium turun 500 rupiah bulan depan bang. wah, bakal populer pak sby di mata rakyat sebagai satu2nya presiden yg menurunkan harga bbm. kalo boleh saya tebak (saya nggak sebut prediksi, istilahnya terlalu keren buat saya😀 ), th 2009 akan ada penurunan bbm lagi. eemmm…kira2 untuk apa ya bang ?
    pareng…..horas !

    @mikekono : pas banget itu, generasi tua sering belum siap lengser. Hal ini diperparah oleh aturan perundangan yg disusun yang cenderung menghambat kemunculan generasi muda.
    Jelang Pemilu 2009, SBY kelihatannya semakin cantik memainkan jurus jurus politiknya, trmasuk soal BBM itu. Matur sanget nuwun😀

  11. pengin jd presiden disini lain gak kayak yg dipake mas Obama.
    ada petuah:
    “….jangan ngelawan kalo sama orang tua, songong, kualat nanti…..”

    jd tua dulu baru jd presiden, skrg ya capres-capresan aja dulu.

  12. Obamanya Indonesia? hmmm kayaknya blum ada yg pantas disandingkan dengan obama…
    Obama sendiri berasal dari partai besar, kalo dianalogikan di Indonesia berarti Partai besar dong yang harus mencari tokoh muda, bukan partai kecil yang mengangkat calon presidennya.
    memang perjuangan besar untuk bersaing di partai besar, tapi…. obama aja bisa😀

    @mikekono : wow….Obama bs seperti itu karena di AS cuma ada dua partai yg selalu bersaing.
    Kl sistem yg sama berlaku di Indonesia, niscaya akan bnyk generasi muda kita yg mencuat jd politisi hebat.
    Sy kira org sprt Anas Urbaningrum, Rizal Mallarangeng, Eep Saefullah Fatah, Viva Yoga Mauladi, Fadjroel Falaakh, tak kalah hebat dari Obama, minimal dari segi intelektualitasnya😛

  13. arrggghh…padahal saia penginnya yang muda yg jadi presiden..
    kalo yang golongan tua, paling gk dia masih kepengaruh gaya kepemimpinan yang lama (ORBA)..
    mana bisa maju..
    bener kan kata saia, yang muda dipandang sebelah mata😦

    @mikekono : betul adinda, mungkin mayoritas rakyat Indonesia juga lbh suka yang muda, cerdas, dan energik, yang tampil jd Presiden RI berikutnya.
    Karena dipandang sebelah mata, yang muda srng tak diberi kesempatan untuk maju. Thanks adinda😀

  14. siapapun orangnya yang penting saling menghargai dan jangan memaksakan kehendaknya sendiri atau golongan…
    satu yang utama adalah kejujuran…:mrgreen:
    Tulnggabang…

    @mikekono : kok tumben mas Tuyi serius nih. Sbtlnya sy menunggu ulasan mas soal itu dari segi humorologi😀

  15. Obama memberi inspirasi, dan contoh yang sangat berharga bagi seluruh Dunia!
    (oot, Baaaang!, katanya Obama itu “Orang Batak Mabuk” . hehehe.)

    @mikekono : iya dia benar menghipnotis dunia. Bah…..baru tahu saya kl dia org Batak.
    Berarti kita bs memanggilnya Lae Obama ya…….heheheheee😀

  16. yaaaa bang..orang orang itu si gak bisa di bandingkan sama sekali sama Obama😦

    @mikekono : itu kan karena mereka belum diberi kesempatan.
    Obama pun baru sebatas menang, kan belum terbukti kepemimpinannya….thanks😀

  17. Obama dimana mana jadi buah bibir ya sekarang?
    Hebat…hebat🙂
    Bravo deh Obama

    @mikekono : baru sebatas hebat di bibir. apakah nanti dia hebat jg sbg pemimpin ?
    mari kita tunggu dan lihat bersama…..thanks

  18. setau saya dalam pilpres kali ini, ada 7 pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, kebetulan 2 calon dari 2 partai besar yang terekspos…😉
    yang lain independent, dan partai kecil😀

    @mikekono : benar itu ! dan memang sudah beberapa kali pelaksanaan pilpres AS, selalu ada calon dari independen, tapi keikutsertaan mereka lebih sering sebagai penggembira, karena perolehan suaranya biasanya sangat kecil. thanks😀

  19. figur muda???? mikekono sensei masuk kriteria dong, heeeeee becanda deng mas….
    oya, apa gak terlalu dini ya klo para figur muda itu mendeklarasikan diri menjadi capres…..

    @mikekono : sebetulnya rakyat kita suka figur muda sprt saya ini……kekekeeee
    tapi sistem perundangan dan pimpinan parpol kita cenderung tak mau memberi kesempatan bagi mereka.
    Soal deklarasinya, lbh cepat lbh bagus. cuma akan menjadi percuma belaka, kl tak ada partai yang memberi dukungan. thanks ayu sensei😀

  20. Assalamualaikum bang…

    Boleh kenalan bang?

    Mengenai calon presiden yang akan dipilih, in my humble opinion kita juga harus melihat lingkaran dalam sang presiden, karena anehnya sering kali pihak pihak ini kelihata ‘lebih presiden’ dari sang presiden sendiri he he he…..Insya Allah pemilu tahun 2009 membawa keberkahan politik bagi bangsa ini, karena itu yang hilang selama ini bang.Bagaimana pendapat abang? Wassalam

    @mikekono : bener itu, tak jarang memang ‘bisikan’ para pembantunya membuat sang presiden melakukan langkah keliru atau mengeluarkan kebijakan yg tak populis. thanks

  21. apa sayah bisa jadih presiden? 😀

    @mikekono : kl Anda warganegara dan hidup di Amerika mngkin bisa.
    Kl di sini, kelihatannya tak mngkn ?

  22. yang buat UU kan orang2 yang ingin mengamankan jagonya untuk masuk ke pemilihan presiden,, jadi yah kecil harapan untuk tokoh2 muda untuk maju😦

    @mikekono : benar ! jadi sangat disayangkan, karena UU itu peluang tokoh muda menjadi tertutup. thanks bro

  23. Siapapun yg jadi presiden, harus memiliki hati nurani bkn ego semata, benar gak?

    @mikekono : benar ! tapi sulit menemukan figur presiden sprt itu.

  24. Suatu artikel yang bagus untuk direnungkan. Apalagi barusan kita merayakan hari Sumpah Pemuda

    @mikekono : direnungkan dan mestinya direalisasikan ! thanks my friend

  25. nah….lho…kebanyakan partai ya…sehingga sulit untuk mendapat prosentase tertentu,coba bergabung dan berembug dulu ya…nggak usah kebanyakan partai,
    Tapi kenapa disahkan 30 oktober ya ?? apapun yang diuntungkan pihak tertentu ..sehingga menutup kesempatan yang muda muda.Oalaah…bola bali…politik…

    @mikekono : betul bunda, partainya sudah terlalu banyak. mestinya seperti kata Bunda, mereka merger saja. UU Pilpres sudah terlanjur disahkan, jadi kaum muda sudah benar benar tertutup peluangnya. sungguh memprihatinkan. matur sanget nuwun Bunda

  26. Kebanyakan calon independen menurut saya susah juga bang, kasian rakyat, jd bingung mo milih yg mana.

    yaaa memang sih dgn uu pilpres skrg mau ga mau ujung2nya rakyat jg yg nanggung, mksd saya para calon yg membawa kendaraan politik itu mesti bermodalkan bahan bakar yg banyak dan mahal (baca: duit)… jd jika dia terpilih nanti ujung2nya kan duit krn lg2 kepentingan rakyat yg dikorbanin.

    drpd pusing mikirin who’s gonna be the next RI 1, saya mah mending mikirin who’s gonna be the first and hope forever Mrs. Mikekono hahahaha

    @mikekono : huahahahahaa…..makin canggih saja adinda Ida ini. Bener itu, para capres itu nantinya mesti mempersiapkan bahan bakar (duit) yg lebih banyak mengisi minyak kenderaan politik yg bakal ditumpanginya.
    Sebab untuk mencapai dukungan 20 persen kursi, bukanlah perkara mudah. Thanks Sista😀

  27. Bang, gimana kalo pemerintah tidak usah kasih uang sepeserpun utk partai ? Maksudnya, biar partai bener2 mandiri.. Termasuk kudu ‘urunan’ sendiri jika mau pemilu atau pilkada, jadi gak perlu pemerintah buang2 anggaran di bidang per-vote-an tsb.. Nti akan terseleksi deh.. Anggaran partai didapat dari iuran anggota, dari level terendah..juga dari usaha2 lain yg sah.. Hehe, usulan yg iseng banget ya ?

    @mikekono : wahhh….usulan yang bagus itu, parpol kita memang sudah seharusnya mandiri.
    apalagi berdasarkan pengalaman, bantuan pemerintah untuk parpol itu disinyalir tak jelas alokasi dan transparansinya.
    btw, usulan iseng tapi jitu. thanks😀

  28. suku,ras,a9ama bukanlah ukuran untuk menjadi @ presiden,darimanapun dia asalkan meman9 kualifide dan meman9 benar2 ba9us serta cerdas dan memnuhi standar untuk menjdi presiden ya mon990,diperlukan pemimpin yan9 mampu membawa ne9eri ini menjd lebih baik,banyak masalah y9 harus ditan9ani serta ditindaklanjuti..

    jaahh..ada 9ituh UU y9 men9atur ituh..dodolz loe wi3nd heheh..

    piiiss akh ban9 mike..:)

    @mikekono : wow…..serius banget nih komennya.
    betul, siapapun mestinya berhak menjadi Presiden RI, asal memiliki kompetensi untuk itu.
    sayangnya peluang ke arah itu telah dibatasi oleh UU Pilpres yang persyaratannya teramat berat. piiisss juga, thanks🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: