“Jeruk Makan Jeruk”


‘Jeruk’ makan ‘Jeruk’ , begitu ungkapan yang sering dipakai, untuk menggambarkan sikap seseorang yang penuh kepalsuan alias suka teriak soal pentingnya penegakan moral, padahal dia sendiri adalah serigala berbulu domba yang lebih sering ‘bernafas dalam lumpur’.

Jeruk makan jeruk adalah ungkapan lain dari maling teriak maling. Di zaman yang semakin edan ini, sangat banyak ditemukan kualifikasi manusia yang sukses mengidentifikasi diri sebagai sosok panutan di tengah masyarakat.

Dia dicitrakan sebagai figur taat beragama, rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah, dan suka membantu sesama, tak tahunya semua itu kamuflase belaka. Sejatinya, dia adalah seorang bandit, maling yang kebetulan saja dilindungi mbak Dewi Fortuna, sehingga kepalsuannya belum terungkap.

Dua hari jelang lebaran lalu, seorang teman berstatus sebagai anggota DPRD Sumut, dibekuk polisi karena ketangkap tangan mengkonsumsi shabu-shabu. Banyak orang terkejut dengan peristiwa itu, karena oknum anggota dewan yang ditangkap itu, selama ini dikenal sebagai aktivis partai berasasaskan agama dan sering menekankan soal pentingnya moralitas dan pemantapan akhlakul karimah.

Pasca penangkapan, banyak rekan-rekannya sangat menyayangkan kelakuan oknum dewan berstatus terhormat tersebut. Cilokonya yang bereaksi lumayan vokal ini, kelakuannya sebenarnya hampir sama saja dengan rekannya yang ketiban sial itu. Kepada mereka ini patut kita serukan : “jangan jeruk makan jeruk lah”.

Berangkat dari fenomena itu, saat ini sangat sukar untuk memastikan siapa sesungguhnya benar-benar clean dan terbebas dari perilaku biased. Walikota Medan Drs Abdillah Ak dan Wakilnya Dr Ramli saat ini boleh-boleh saja menjadi pesakitan karena kesandung kasus korupsi dan telah divonis bersalah.

Pertanyaannya, ketika beberapa kepala daerah lainnya belum tersentuh KPK dan aparat penegak hukum lainnya, apakah bisa dipastikan mereka sudah terbebas dan bersih dari dugaan korupsi dengan modus yang sama seperti dituduhkan kepada Abdillah-Ramli…? ohhhh….no…., no way.

Saat ini para kepala daerah, anggota legislatif, yudikatif, dan pejabat lainnya boleh-boleh saja senyam-senyum dan tidur nyenyak karena untuk sementara lolos dari KPK. Hal itu mestinya dijadikan semacam warning agar lebih berhati-hati dan segera melakukan self-censorship.

Jangan sebaliknya, mentang-mentang tak terendus KPK, kemudian berperilaku bak jeruk makan jeruk ; mempersoalkan maraknya korupsi dan penyimpangan moral, padahal dia sendiri seorang koruptor yang tak bermoral. 

Kalau merasa diri juga maling, bagus banyak diam saja, seraya segera melakukan introspeksi dan perbaikan diri secara menyeluruh, agar benar-benar terbebas dari kejaran KPK, dan yang lebih penting terhindar dari azabNYA nan teramat pedih.

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 22 Oktober 2008, in Budaya, Kehidupan, Politik, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 44 Komentar.

  1. inget lagunya iwan fals ya bang,
    maling teriak maling…

    @mikekono : juga ingat lagu rhoma irama, ‘di balik kerudung’

  2. semoga bang mike ga seperti itu kalo lolos jadi caleg🙂

    @mikekono : hehehee……kl bs bagus jadi caleg partainya kaum blogger aja, ngga bnyk beban

  3. itulah bang, yang membuat rakyat semakin apatis terhadap ‘mereka’, orang2 yang harusnya memperjuangkan kehidupan wong Indonesia, biar sesuai dengan UUD’45. eh…malah nggak keruan sendiri. wakil rakyat korup, lembaga peradilan…bobrok. ya memang yang berbuat oknum sih, tapi membuat kepercayaan terhadap mereka ke titik zero.
    memang susah mencari ‘orang bener’, di saat sekarang ini. karena orang yang berkoar dirinya adalah ‘orang’, itu pastilah bukan orang, pastilah penuh pamrih dan maksud terselubung. dan orang yang tidak menyatakan dirinya ‘orang’, yang berbuat sesuatu tanpa tendensi dan pamrih….yang punya kualitas sebagai pemimpin…..susah dicari ! salam, bang….

    @mikekono : betul sekali mas goenoeng, sekarang sukar mencari wakil rakyat dan pemimpin yang berkualitas, merakyat, sekaligus bermoral. thanks bro

  4. yach namanya lagi mempromosikan diri, tampil didepan masyarakat dengan kesempurnaan yang tertutupi aslinya, berlagak alim,sopan dan perhatian padahal aslinya……???? yach niat berbuat baik karena ada satu tujuan dunia yang diharapkan. apa pemimpin seperti ini yang akan kita teladani????…….membanggakan diri, menjual janji2 palsu, serta sikap dan sifat kepuraan mulai kembali tersaji didepan kita. 2009 menjelang….. *wuih…panjang juga comenku*

    @mikekono : good comment. mari sama-sama memberi ‘hukuman’ kepada politisi serigala berbulu domba pada Pemilu 2009, dengan cara tak memberi pilihan pd mereka, bukan dgn cara golput. thanks sist

  5. biasalah bang, zaman edanisasi seperti sekarang… nanti saya pilih abang.

    @mikekono : kebiasaan edan itu mesti diperangi !

  6. politik kan kebanyakan begitu bang…tidak ada yang bener-bener clean.
    Kalau mau clean harus rela miskin …gitu aja
    Pengalaman saya Bang, tinggal bersama politician di sini…Si Mr nya cleannnnn banget but untuk biaya kampanyenya dia, istrinya jadi harus berutang sana sini, tanam modal, bikin klik dsb…akhirnya? istri masuk penjara, Si MR menceraikan istrinya duhhh.
    Abang juga mau jadi (poli)tikus?
    EM

    @mikekono : ada benernya juga sih mbak Emi. Tapi, dengan perilaku clean, sy kira anggota DPR-RI ngga akan miskin. Soalnya menurut kabar, honor anggota DPR-RI saat ini total mencapai angka Rp 80 juta per bulan. masya dengan penghasilan segitu masih merasa miskin ?

  7. Kalau gaya hidupnya sudah ikut yang biasa makan pagi siang malam di hotel ya 80 juta juga ngga akan cukup bang… dia kan juga harus bayarin makan sodara. tetangga, temen-temen yang jadi parasit…

    Masalahnya “konsumerisme” nya orang Indonesia juga mendarah daging sih. Anggapannya mungkin kalo udah jadi anggota DPR malu kalo makan di kaki lima… padahal dia kan wakil rakyat denger dong apa kata rakyat… (sembari ingat lagunya Iwan Fals..surat buat wakil rakyat!)
    hmmm sulit ya… kita ngomong sampe busa juga tidak merubah keadaan. Kecuali bang mike jadi presiden kali hahahaha…. presiden blogger!!!!

    @mikekono : kl sll makan-tidur di hotel, memang berapapun tidak akan cukup, apalagi tidurnya….ditemenin dayang-dayang,….wahhh makin cepat bangkrut.
    betul mbak, konsumerisme menjd salah satu penyebab org suka mencari jalan pintas. btw, kl sy jadi presiden blogger….ahhh apa pantes ? sy masih suka becermin mbak, bs ngeblog aja pun udah syukur. biarlah mereka2 jd presiden, sy cukup jadi rakyat sj (biar ngga sport jantung berada dlm bayang2 incaran KPK)….hehehee. arigatou

  8. kaya’ iklan aja….

    @mikekono : iklan apaan tuh

  9. banyak banget kasus dimana orang yg teriak maling adalah maling itu sendiri, zaman sekarang banyak orang pake topeng, thanks anyway

    @mikekono : betul….kpd mereka kita imbau : bukalah topengmu itu. thanks wi

  10. kenapa selalu be9itu yakh dlm urusan politik ju9a y9 lain?
    kadan9 n9erasa risih ajah,sebel ju9a,ituh sebabna belum percaya ma mreka2..

    tapi klu ban9 mike y9 jadi nanti daku dukun9 dech..!!
    tapi janji yakh harus jujur& bener2 adil,tak hanya omon9 koson9 sajah,ya ban9..?
    heheh..

    @mikekono : iya tuh wi3nd, mereka belum ju9a bs dipercaya. kl sy sih akan sll berusaha jujur, minimal jujur kpd diri sendiri dan jujur sm wi3nd……heeh….matur san9et nuwun

  11. Asal bang mike ga ikutan trend jeruk makan jeruk ini….

    @mikekono : woaalah…..kl makan jeruk sih mau ikutan dunk

  12. hypocrit banget yah , seorang wakil rakyat yg harusnya memberi contoh yg baik malah pake shabu2 , duh ..
    lebih suka pepatah maling teriak maling ah, drpd jeruk makan jeruk, pertama kali dengar soalnya🙂 hehehe

    @mikekono : iya, benar2 hipokrit tuh. istilah jeruk makan jeruk yng sedang onfire sekarang mbak susie…..thanks

  13. ada ada aja ya..mungkin yang lebih tepat lagi adalah..maling teriak maling bang..
    atau mungkin bersakit sakit dahulu..berenang renang kemudian..
    eh salah ya..namanya buah jatuh tak jauh dari pohonnya..
    kok jadi belajar peribahasa???
    Maafkan adikmu ini yang suka asal kalo kasih koment ya bang..huhuhu

    @mikekono : ungkapan maling teriak maling itu sih sudah biasa, hrs dicari istilah yg sedang trendy dunk. tak ada yg prl dimaafkn adinda nan gaul dan baik hati…..

  14. Blasteran dari mana itu ya Pak serigala berbulu domba….

    @mikekono : blasteran mana ya ? Pangkal Pinang plus Medan….kalee ya ?

  15. moga2 aja bang mike, kita2 ini yang suka cuap2 disini ga ikut2an makan jeruk. tapi kalo jeruknya manis sih boleh juga he he he….

    @mikekono : kl punya jeruk manis….bagi bagi dunk

  16. abang cepet cepet liat postingan terbaru ibu tutinonka huahuahua lucuuuuuuuu ada abangnyaa wakakakka

    @mikekono : iya sdh sy lihat….ada ada sj mbak tuti itu, benar2 surprise & lucu buanget. thanks ya my best friend

  17. wih..! serem juga yaa..
    perkataan tak sesuai perbuatan
    bahaya banget orang2 kaya’ gitu

    @mikekono : benar, orng2 sprt itu sangat berbahaya…..hati-hati nin

  18. hai abang, apa khabar… maaf baru mampir, baru sembuh soalnya.
    Anyway, jeruk makan jeruk tidak hanya berlaku dikalangan politisi kok… Di dalam sebuah hubungan juga ada yang menyebut jeruk makan jeruk untuk menggambarkan hubungan sesama jenis, let say Lesbian atau Gay.
    Di luar dari itu, kalo soal politik, I have no comment ahhh, dah terlalu lelah dengan dagelan politik yang di tampilkan di televisi.
    Saya cuma bisa berharap, media Indonesia, pullleeeeaaassseeee… Be wise and realize that all of the information that you show in media, could harm our offspring. Mereka akan belajar dari apa yang kita, secara SADAR, deliver ke anak2 kita melalui tayangan2 yang kurang mendidik.

    Ohya, katanya jadi caleg juga?
    Good luck then, semoga menjadi caleg yang “berbeda”

    Sukses yahhhh🙂
    Silly

    @mikekono : puji Tuhan….lega rasanya silly bs segera sembuh sprt sediakala dan kembali berkarya mengunjungi para fans, yang sll setia menunggu tulisan adinda yg selalu inspiring.
    Dagelan politik memang acap bikin muak. sayangnya media pun terbw rendong dan kerap jadi pentas pertunjukan dagelan politik yang membosankan itu.
    btw, sepertinya lbh happy jd calegnya partai kaum blogger aja. thanks and take care sist

  19. jeruk makan jeruk : NUTRISARI …:mrgreen:

    @mikekono : heheheeee…..awas ya, ntar tak suruh digigit darren

  20. nginjem istilahnya tukul ‘Jangan liat buku dari covernya doang!’

    @mikekono : pas buanget iku mas qizink….matur nuwun

  21. itu karena para oknum itu hanya memanfaatkan popularitas untuk meraih massa ….
    sedangkan, apa yg disebut moral itu adalah cerminan jiwa ….

    @mikekono : so, yang tak bermoral = tak berjiwa……klop dah

  22. agaknya makin banyak orang yang mengidap sindrom sikhizopronik, mas agus. apa yang dikatakan tak sesuai dengan perilakunya. mereka yang secara sosial seharusnya menjadi teladan, justru malah sering melakukan tindakan konyol dan tak terpuji. sungguh, kita benar2 tengah hidup di dalam lingkaran zaman edan.

    @mikekono : semoga saja mas sawali, keluarga kita dan para blogger tidak ikut terjebak ke dalam lingkaran zaman edan yang sesat dan menyesatkan itu. thanks mas

  23. jadi rindu zorro, atau robinhood, atau bahkan si pitung dari betawi.. mereka konon maling tapi jarahannya untuk rakyat.
    itukah maling yang kita butuhkan saat ini? ketika tidak lagi ada mereka yang bener-bener jernih dan bersih? bak malaikat jauh sekali di surga dan ga mau turun ke bumi?
    hihihi, ga nyambung yaa??😀

    @mikekono : Nyambung sekali kok mbak. btw, yang namanya maling, tetaplah melanggar hukum dan bertentangan dengan ajaran agama. kita tak butuh maling, kita butuh pemimpin yg kredibel, jujur dan benar2 konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat tanpa mengharapkan implikasi politis. Thanks

  24. Kalau kita ingin tahu kepribadian sesungguhnya dari seseorang, tunggulah sampai ia berhubungan dengan uang dan kekuasaan (terutama uang). Sangat banyak orang yang idealis, alim, dan populis, begitu memperoleh kesempatan memegang amanah uang, mereka lupa semua nilai-nilai luhur yang dulu dipegangnya, dan menjadi koruptor, manipulator, dan konspirator.

    Uang dan kekuasaan, adalah godaan yang sering membuat orang ‘jatuh’, bahkan seorang alim ulama yang semula sangat tawadu’. Oleh karena itu, sebaiknya jangan terlalu kagum pada seseorang, sebelum kita melihat bagaimana perilakunya ketika berhubungan dengan uang.

    @mikekono : cerdas dan canggih nian komentar mbak tuti ini. benar sekali, ujian sesungguhnya para tokoh itu adalah saat dihadapkan dengan uang dan kekuasaan. Mereka sering tak kuat, terlena, hingga terperosok dalam kenikmatan duniawi.
    last but not least, setelah punya uang dan kekuasaan, akhirnya bnyk di antara mereka tak kuasa membentengi diri dari pesona wanita. ehm

  25. lempar tangan sembunyi batu, heheeee

    @mikekono : hmmmm

  26. oh….. malah ada tuh mas yang partai isinya preman semua tuh….

    @mikekono : partai mana tuh mas….kasi tau donk

  27. Ngeri banget kalau seperti itu ya. Mungkin karena sudah seperti penyakit kronis jadi waktu di check up semua terkena imbas karena terlambat untuk didiagnosa sehingga terlambat untuk diobati. thanks

    @mikekono : semakin ngeri dan memprihatinkan, karena penyakit kronis itu, tak kunjung diobati.
    thanks mbak

  28. Om (mulai sekarang manggilnya pake om aja ah, rasanya lebih seru :p ),
    rasanya hal2 minus yang dilakukan oleh para anggota dewan yang ‘terhormat’ itu sudah menjadi rahasia umum. Menurut hemat saya, yang tertangkap itu hanyalah korban dari permainan politik (pasti ada yang mau menjatuhkan). Padahal semua yang duduk ‘disana’ pasti busuk, soalnya kalau ga busuk ga mungkin bisa duduk disana. logika saya bener ga ya??? Dari berita2 yang saya baca, dengar dan perhatikan di lingkungan sekitar….ga ada satupun anggota dewan (dewan apapun yang dibentuk di negara ini) yang menjabat tanpa mengeluarkan sepeserpun, jadi sewaktu mereka menjabat itulah kesempatan2 itu dipakai untuk mengembalikan modal….

    Sudah seharusnya para (poli)tikus bercermin dari caranya Obama berkampanye. Obama berkampanye bukan mengumbar uang, tapi mengumpulkan uang. bayangkan!!! Kalau saya di US sana, saya pasti pilih Obama (dari sisi yang saya lihat sih dia yang paling cocok, tapi entah kalau saya ada disana)

    @mikekono : sebetulnya masih ada juga yang bagus, tak semualah anggota dewan itu jelek. cuma saja budaya dan lingkaran di internal parpol kita selama ini memang belum kondusif sehingga memberi side effect negative bg aktivis partai newcomer, yg pada awalnya berkepribadian baik. btw, kita masih sangat jauh tuk bs mengadaptasi pola berkampanye di AS, sprt dilakukan Obama saat ini.

  29. biasanya sih pak, orang yang sudah di-cap sebagai maling akan susah melepaskan cap masyarakat tersebut. – dia akan selamanya jadi jeruk –
    dan lagian saya perhatikan, masyarakat lebih percaya sama opini publik yang dikeluarkan pers daripada vonis pengadilan. jadi yang tidak korupsi sama yang bener2 korupsi jadi tambah g jelas.
    susah jadinya…

    @mikekono : semoga sj masyarakat kita bs lbh selektif dan jeli menilai opini publik yg dikemas melalui media. dalam beberapa hal media pun sering melakukan rekayasa citra positif dan negatif seseorang, dan bahkan ada pula yg menjurus pd tindakan trial by the press. thanks mas

  30. jeruk makan jeruk ? baru tahu nih istilah …. taunya yg diceritakan di atas maling teriak maling ….
    well …nggak mudah memang liat kepribadian asli seseorang dalam laut dapat diduga … dalam hati ?

    @mikekono : wahhh, istilah jeruk makan jeruk itu sudah sangat populer khususnya di Medan dlm beberapa tahun terakhir ini mbak Ely. betul, kepribadian sulit diduga, tapi sesungguhnya bs dikenali dari caranya menulis, berbicara, berbusana, dan komunitasnya.

  31. ketika kita ingin tahu aslinya seseorang…tanyalah tetangganya…kata seorang guru ngaji..
    Saya usahakan tidak lupa berdoa…dijauhkan dari fitnah,hal hal yang tidak jujur…moga moga selalu dalam hidayahNya.
    Kalau lihat tiap hari. di Tv maupun koran,.orang orang terkenal…tertangkap dengan bermacam macam kasus…wah….ngeriii..Semoga kami bisa diberi akhir jabatan yang baik,selamat dari hal hal yang tidak dikehendaki.

    @mikekono : iya Bunda, tetangga bs menjadi rujukan dipercaya. Sikap dlm bertetangga juga menjadi salah satu faktor dalam mengenali karakter asli seseorang. sekarang memang serba ngeriii dan penuh kejutan. sy haqqul yakin bapak akan selamat mengakhiri tugas dengan baik. amin ya rabbal alamin.

  32. kalo yg kutahu bisnis diatas bisnis .. lagi musim !
    http://www.asephd.co.cc

    @mikekono : sy kirain tadi bis di atas bis. hehehee

  33. baru tau ungkapan jeruk makan jeruk tu kayak gitu n_n
    kirain homo😛

    @mikekono : syukurlah adinda tau di tidak taunya. thanks

  34. mudah2an makin banyak ” maling teriak maling” akan ketahuan.

    @mikekono : semoga pak Antasari Azhar membaca blog ini, agar bs merealisir harapan mbak…..!
    thanks sist

  35. ngakak mbaca komen Shei…😀
    Siapa berbuat zalim, fasti akan menuai azab… ditangkep KPK cuman azab kecil dari Tuhan ketika di dunia.

    @mikekono : hahahaaa (ngakak juga). Semoga para maling itu sgr sadar dan sll takut pd azabNYA, selanjutnya taubatan-nasuha. trims

  36. Mudah2an bang, si politisi yang jeruk makan jeruk ini suatu saat menjadi “jeruk makan cabe rawit” **sambil ngelirik si cabe rawit di atas**, biar pedes dan kapok! Kalo nggak politisi macam gitu mana pernah kapok!😦

    @mikekono : heheheee……bener mas, jeruk itu perlu dikasi makan cabe rawit dari warungnya KPK, agar mereka kepedesan dan mengeluarkan air mata menyesali perbuatannya. kapok loe…..rasain, cabe rawit kok dimakan ?……hahahaaaa

  37. Jeruk makan jeruk, temen makan temen, maling teriak maling, lempar batu sembunyi tangan…dll..
    Asal jangan Bloger makan Bloger.. setuju???
    salam………

    @mikekono : setuju mas Indra. thanks

  38. apa dulu mereka sebenarnya “lurus” tapi setelah diumpan suap di depan mata menjadi belok?

    Mudah2an sih caleg2 sekarang ga gitu yahhh….
    Sekarang frontal memerangi korupsi, tetapi sewaktu duduk di kursi empuk itu, dan mengendus nikmatnya uang suap jadi ikutan dehhhhhh

    @mikekono : benar tur, awalnya lurus, ujung2nya bengkok. sering tak bisa membentengi diri dari pesona uang dan kekuasaan. bujurrrr……mejuah-juah

  39. wekz..hati2 aja..KPK sekarang gk bisa diremehin..tinggal tunggu tgl maennya aja tuh Bang Mikekono😉

    @mikekono :ihhhh….ngeri ahh…..mari sm2 kita tunggu tanggal maennya

  40. kirain ‘jeruk makan jeruk’ itu kiasan buat homb**** atau les****
    salah ya?
    aduh si jeruk… kupas deh!

    @mikekono : kiasan itu lbh tertuju pd orng2 munafik. jeruk…..jeruk……!

  41. iya, saya janji untuk diam dan melakukan introspeksi atas kesalahan kesalahan saya kang ..

    @mikekono : hehehee……..diam, tapi tulisan menyejukkan itu mengalir terus ya de

  42. Diam itu emas….kadang kala tidak mengumbar omongan adalah yang terbaik, betul gak mas…!!!!! daripada orang yang banyak bicara tapi tidak sesuai dengan kenyataan….

    @mikekono : betul sekali mbak Ayu, buat apa banyak mengumbar omong, jika tak sesuai dengan kenyataan. lbh baik sedikit bicara bnyk berbuat. arigatou

  43. sebaiknya yg berbuat salah tp blm ketangkep ga hanya diam. Jika mengaku pun mereka ga berani ya paling ga segera insyaf, jgn malah diterusin ato malah makin menggila.

    @mikekono :bener mbak ida, mereka yg sejatinya juga ‘maling’, mbok segera insyaf dan ingat akan ada hisab di yaumil akhir…..

  44. Analisis sahabatku yang satu ini memang makin tajam. Hajar terus, tegakkan moral anak bangsa.

    @mikekono : bahhhhh…….tumben pula sahabatku mau berkunjung ke sini ?
    saya pun masih sebatas ‘jeruk makan jeruk’ juga nih,
    bahkan teman Anda menyebut ‘maling’😥 hehehehe !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: