Caleg Monek…..


Daftar Calon Sementara (DCS) anggota legislatif untuk DPR-RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/ Kota pekan lalu telah diumumkan KPU pusat dan daerah serta telah disebarluaskan melalui media massa.

Para caleg yang tertera namanya di DCS itu, saat ini mungkin tengah dirundung perasaan gembira, sembari berharap namanya tidak kesandung masalah sehingga tak mengalami pencoretan oleh KPU atau parpolnya sendiri.

Namun di antara para caleg itu, ternyata banyak juga yang tidak terlalu happy, bahkan kini sedang pusing tujung keliling, menguras otak, dari mana dana kampanya bakal dicari. Mereka yang tengah uring-uringan dan harap-harap cemas itu adalah DCS yang termasuk ke dalam kualifikasi caleg monek alias modal nekad doang.

Disebut monek, karena mereka ternyata tidak memiliki bekal cukup untuk melakukan sosialisasi diri. Bisa jadi caleg monek ini terpaksa menggadaikan sepeda motor satu-satunya supaya bisa mencetak spanduk atau stiker bergambar dirinya.

Sejatinya mereka menjadi caleg sekadar trial and error, sebatas coba-coba, mana tahu nasib baik atau dewi fortuna berpihak kepadanya sehingga banyak pemilih nyasar mencontreng atau mencoblos nama atau parpol yang mengusung pencalonannya.

Ada juga caleg monek, yang berbekal modal kekuatan finansial sangat memadai, tetapi sayangnya tak didukung kompetensi dan kredibilitas untuk duduk sebagai wakilnya rakyat. Sosok yang nekad maju menjadi caleg tanpa dibekali ilmu pengetahuan tentang sosial kemasyarakatan & politik serta latar belakang kemampuan berorganisasi, juga cukup banyak jumlahnya.

Alhasil para caleg yang cuma mengandalkan tampang dan uang ini, saat duduk sebagai wakil rakyat, keberadaannya tak lebih sebagai pelengkap administrasi belaka….dan lebih sering duduk manis, tatkala rekan-rekannya berdebat soal APBN/D, Perda, RUU, dan sejenisnya.

Dan faktanya, memang terdapat beberapa oknum anggota dewan, yang tak pernah bicara apa pun, selama lima tahun duduk sebagai wakilnya rakyat. Dia terlanjur duduk sebagai anggota dewan dan untuk itu dia berhak menerima honor, walau cuma duduk membisu.

Jelang Pemilu, fenomena monek tersebut juga mewarnai sikap dan gaya parpol (baru). Salah satu elite parpol baru misalnya dengan gagah berani menyatakan partainya menargetkan 15 persen suara pada Pemilu 2009. Ahhh……yang bener aja, bung.

Meraih perolehan 2,5 suara saja, sebagai target minimal Parliamentary Treshold, susahnya bukan main, konon pula 15 persen. Duhhh, benar-benar monek dan asal bunyi……..!

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 10 Oktober 2008, in Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 28 Komentar.

  1. Minal Aidin Wal Faizin
    Mohon Maaf Lahir batin

    @mikekono : sama2 mas Indra

  2. semoga saja pemilu 2009 mampu menghasilkan wakil rakyat yang jujur dan bersih. itu juga sangat tergantung pada rakyat. usahakan tdk mencontreng calon wakil rakyat yang terindikasi korup, apalagi yang suka setor upeti dan penjilat, bakalan runyam negeri ini kalau kursi parlemen diisi tampang2 mafia senayan model begitu, haks.

    @mikekono : yas mas sawali, semoga rakyat bs mencontreng dengan penuh kesadaran dan pemahaman. mari sama sama kita perangi politisi busuk

  3. tadinya saya pikir dana2 kampanye itu dana dari partai bukan dari sumber pribadi. tapi waktu pulang mudik ke bangka kemarin, saya baru tahu kalau pada menggunakan uang pribadi😀.
    jadi ceritanya, didaerah saya itu, banyak partai-partai yang merekrut orang-orang kaya untuk jadi caleg. Nah, dengan begitu, biaya kampanye tidak perlu pusing, toh orang2 kaya itu berduit…

    cuma saya jadi bingung, kalo harus pakai uang pribadi, partai itu fungsinya apa sih ?

    @mikekono : dana kampanye memang berasal dari kantung pribadi. makanya caleg monek akan bangkrut dan semakin miskin bila gagal jadi anggota legislatif, jika dana kampanyenya dari hasil ngutang atau menggadaikan harta miliknya.
    parpol fungsinya sebagai sarana untuk bisa menjadi caleg,cabup, cagub atau capres. tapi ada juga parpol yang bs menjadi alat untuk ‘memperkaya’ oknum ketuanya (ini biasanya terjadi di daerah daerah).

  4. Modal nekad kalau punya visi dan misi yang jelas dan tidak mengusung kepentingan golongan pasti akan ada pendukungnya. Kalau modal nekad iseng2 berhadiah sih..kelaut ajeeee

    @mikekono : tapi kebanyakan uda monek, tak pula punya visi misi yang jelas. so, sprt adinda bilang……ke laut ajeee, heheheee

  5. jika kita harus sama2 merenung..maka di diri saya akan timbul satu kiblat atw pedoman..
    IQ,EQ,SQ…jika kita bisa memahami dgn sempurna arti dari 3 pedoman dunia akhirat tersebut,semoga kedepannya tdk akan ada ketimpangan di semua lini..termasuk profesinalisme salah satu lembaga..dewan dan orang orangnya contohnya.
    begitupun juga dalam kita menilai atau memprediksikan sesuatu atau bahkan menumpahkan argumen2 dlm bentuk tulisan, hendaknya juga berpedoman dalam 3 hal tsb diatas, agar tercapai suatu keseimbangan tanpa harus monologis, salam !

    @mikekono : thanks atas taushiyahnya yang menyejukkan. salam !

  6. woooo…mau nyaleg juga Bang Mike…?
    Pesan Ibu….hati hati,niatkan amanah,perkara menang eh..jadi enggaknya tidak usah dipikir.
    para monek itu berpikir,coba coba cari kesempatan untuk jadi anggota dewan,mereka pikir…enak,duduk manis,ngantuk ya boleh…mbolos ya ora masalah…tapi Gajinya GEDE….he..he…Pokoke kalo musim kampanye,,kita lihat tontonan menarik…saling cemooh,saling menjelekkan itu biasa…kasihan sekali negara kita,kok cuma mau diurus oleh para Monek..

    @mikekono : pesan Bunda patut dan mesti diamalkan para caleg itu. ya, kita semua mesti berbuat sesuatu agar pengurusan negeri ini jangan sampai jatuh ke tangan para monek itu. thanks Bunda

  7. Kalo saya mencalonkan diri kira kira ada yang nyoblos gak ya kang … ??

    @mikekono : kalau Rindu a.ka Ade yang jadi caleg, insya Allah akan banyak yg nyoblos. sebab Ade bukan caleg monek

  8. Caleg monek…. kecendrungannya emang begitu. Kemampuan seorang Caleg yang potensial akan tergeser dg Caleg monek.

    Plus + kecendrungan hampir semua media sudah kearah bisnis. Yah makin terbentuklah opini seolah2 Caleg Monek ini memiliki potensi dan merakyat dan bla-bla-bla…. Yah pokoknya sesuai dg pesanan deh. (Jdi berita pariwara/advetorial gitu..)

    Baru2 ini seorang teman saya nyalon jdi wakil walikota…. (untungnya dak jadi).
    Suatu ketika saya tanya apa tujuannya nyalon…
    Uhhh dg entengnya dia bilang ; ”Biar bisa bebas.. bebas uang, bebas waktu, dan bebas kemana-mana. Mau kemana aja bisa, biayanya ditanggung negara ”.
    Wah saya langsung tercengang dlm hati…. mendengar ucapan teman saya itu.
    Meski dia teman dekat saya, tapi setelah mendengar ucapan itu. Saya memastikan dlm hati utk tdk akan memilih dia…

    @mikekono : semoga rakyat akan semakin cerdas dan mampu membedakan mana caleg yang berkualitas dan mana pula caleg monek. tks

  9. Saya kurang tahu yang sebenarnya, tetapi pernah dengar dari beberapa teman dan keluarga di desa. Sekarang yang duduk di DPRD tuh yang dulunya pemalas dan penganguran. Jadi iseng iseng berhadiah mereka ada yang berhasil. Semoga setalah berhasil mereka pada ga malas lagi deh. thanks

    @mikekono : betul mbak yulis, ada beberapa wakil rakyat itu dulunya pengangguran. sekarang di musim caleg, orang sprt itu kembali muncul dengan harapan memperoleh keberuntungan menjadi wakil rakyat dengan honor gede. thanks my sister

  10. wah kalo dari awal salah seperti itu, kenapa mesti diajukan😀
    btw apakah selalu maju jd caleg harus mempunyai modal kampanye?

    @mikekono : kl tak ada modal kampanye, lalu bikin spanduk, stiker, baliho, sosialisasi ke desa, pake apa dunk mas arul ? btw, kalau punya modal minim….mestinya diimbangi dengan kualitas intelektual dan latar belakang berorganisasi yg bs dipertanggungjawabkan

  11. Ada juga caleg mokadak….. alias caleg bermodalkan muka badak…. alias nggak tahu malu…. udah nggak kompeten…. masih mau dipilih…. atau bisa jadi caleg mopingong… alias caleg pinter ngomong…… ada juga caleg pinal…. nah ini caleg pintar membual….. huehehe……

    @mikekono : heheheee, ada juga caleg motado alias modal tampang doang. caleg2 sprt yang disebut mas Yari di atas, jgn smp lolos menjadi wakil rakyat……!

  12. Moga impian kita punya pemimpin yang akhlaknya baik, jujur dan merakyat terkabul ya?
    Berusaha, ikhtiar dan berdoa

    @mikekono : doa mbak anny doa kita semua, semoga terkabul. amien

  13. bang..bukan cuma modal nekad..tapi juga modal duit…buat nyuap mulut mulut yang minta uang

    ahhh..kalo tentang politik gak pernah deh yessy punya pikiran positiv

    @mikekono : hehehee…..tapi kalau politiknya dari Mikekono, positif kan !

  14. walaupun sedikit pesimis dengan segala bunyi2an tentang pemilu, caleg dan apalah itu namanya…

    Harus berjuang meningkatkan rasa percaya diri terhadap bangsa ini, dan juga anak bangsa ini yang sekarang jadi caleg.

    Trus gimana cara memilih yang benar, calon pemimpin yang jujur?

    Di saat dekat pemilu semua “mereka” berubah jadi penebar senyum manis, apalagi kemungkinan ketangkap media, pasang tampang bijaksana dan tarik otot pipi sedikit, biar senyumnya pas.
    pfuuhhhh….

    @mikekono : payo turang, caleg dan elite parpol ramahnya musiman, hadir jelang Pemilu doang. memilih pemimpin yang jujur, mungkn bs dengan menelusuri track recordnya

  15. Met Lebaran Mas…
    Maap klo da salah2 kata yang Aya Sengaja ato gak
    moga mereka gak salah lagi
    @mikekono : ya sama2, tapi kayaknya ngga ada salah tuh

  16. ya ya ya… banyak juga yang nyalon jadi anggota legislatif tanpa menyadari dirinya berpotensi atau nggak (kompeten atau malah impoten). kalo ndak mampu, mending ndak usah nyalon lah. anggota legislatif kan kudu pinter menampung dan mengayomi masyarakat banyak tuh…

    @mikekono : wakaka…..impoten nih ye ? betul sekali mbak khofia, kl tak mampu, mending tak usah nekad nyaleg…..

  17. cuma mengandalkan tampang dan uang, lebih sering duduk manis,dia berhak menerima honor, walau cuma duduk membisu.
    duh..mendink ke laut aja deh yg model b’gitu

    @mikekono : setuju nin, mendink mereka nyari ikan di laut aja, jd nelayan. heheeee

  18. maaf lahir bathin
    kujungan balik.

    @mikekono : sama-sama. ehm

  19. Bang, mereka tampaknya (para Caleg) banyak juga yang dibujuk rayu, dan mereka tidak mengerti, sehingga runyam…kasihan juga.

    @mikekono : iya amangboru,….kalau mereka tak punya modal dana dan kompetensi memang patut dikasihani

  20. Betul, memang begitulah faktanya yang awak lihat, Bang Mike.

    Menurut awak, sepala, ditambah aja satu point pasal dalam UU tentang persyaratan jadi caleg tu.

    Bunyinya kira-kira seperti ini : MELAMPIRKAN SURAT KETERANGAN SEDANG TIDAK BERMODAL NEKAD DARI PSIKIATER/RUMAH SAKIT JIWA.

    Dasar pikirnya, yang sadarnya dia tak populer di masyarakat, udah gitu tak punya modal wawasan politik pulak, apalagi uang untuk biaya sosialisasi.

    Pekerjaannya aja tak jelas, makan dan tinggal pun masih menumpang sama orang tua/mertua, tapi tetap juga nekad jadi caleg. Itukan gejala awal kalok dia tu mengidap sakit jiwa.

    Cemana kira-kira usul awak ni, Bang Mike ?

    @mikekono : excellent…….usul yang orisinal dan brilian itu. usulan ini patut disejajarkan dengan gol kedua Diego Maradona saat menaklukkan Inggris 2-1 di perempat final World Cup 1986 di Meksiko. Gol yang belum ada tandingannya hingga saat ini.
    So, usulan itu juga sangat menarik dan cemerlang. Pantas dipresentasikan di depan KPU………., tp apapun awak ni kata, pemerintah dan KPU sprti biasanya….akan menganggpnya bak anjing menggonggong kafilah berlalu……..sakitlah kito budak budak kocik nih….

  21. saingan “bonek” suroboyo yakh?heheh…
    nyang begini neeh yang bahaya..dach ketauan dech maksud tersembunyinya untuk ikut percalegan…ati2 ajah klu nda lulus bisa “stress ato gila”
    sbenernya apa seeh yang mreka cari sampai sebegitu nekadnya untuk menjadi caleg?

    @mikekono : saingan ‘bonek’ iya kalee. iya deh semoga caleg gagal itu tak tertawa2 sendiri nanti. mereka mencari peruntungan, sprti ngikuti undian berhadiah, siapa tau berhasil ….

  22. Kl saya liat sekarang gejalanya emang gitu bang, caleg modal nekat, sama kyk artis2 skrg yg latah mo jd politisi.. plis deh, ngurus kehidupan pribadi aja ga becus gmn mo ngurus rakyat… semoga yg modal2nya ga jelas gini segera disadarkan sm yg maha kuasa. amin.

    @mikekono : iya da…..semoga mereka sadar sendiri atau dipaksa supaya segera sadar…..?

  23. Kadang2, q pikir bhw bagus juga jika minimum requirement nya ditingkatkan, misal minimal S1, pengalaman organisasi dan mempunyai penghasilan tetap.. Secara tugas dan kewajibannya kan mewakili kepentingan byk orang, dan punya kemampuan utk bawa masyarakat jd lbh baik, memanage byk hal.. Jadi, paling tdk, kudu setara dgn syarat utk jadi ‘management trainee’ di perusahaan2 besar…

    @mikekono : se7 mas ariefdj, mestinya caleg berpendidikan minimal S1. Cuma, Fraksi PDIP pasti tak setuju…….sebab ibu itu cuma tamatan SLTA. Hmmmm

  24. Kalau bersedia menjawab jujur, berapa orang sebenarnya dari deretan caleg itu yang punya niat memperjuangkan kepentingan rakyat? Mungkin cuma satu orang : Bang Agus Salim Ujung (insya Allah).

    Yang lainnya mah, yang dicari jabatan, uang, dan kekuasaan. Lha kalau untuk jadi caleg harus ngeluarin modal banyak, pasti dong mereka ingin ‘menarik’ kembali modal itu (plus bunganya). Dari mana menariknya? Ya dari menaikkan gaji diri sendiri, menyusun tunjangan ini-itu, cari uang sidang (meski nggak ikut sidang), minta suap sana-sini.

    Apa yang mereka berikan untuk rakyat?

    @mikekono : waddduuh…..ciloko empat belas nih, ekspektasinya terlalu tinggi, takut bikin kecewa. Insya Allah…..akan berusaha sesuai dengan harapan mbak tuti, tp kl tak bs, jangan keburu digebukin yo….mbak.

  25. INI PILIHAN SAYA
    http://denologis.wordpress.com/2008/10/15/pilihan-saya/
    ALASANNYA?
    baca di blog saya🙂

    @mikekono : numpang promosi aja toh, thanks uda mampir.

  26. lagi rame-ramenya jadi model dasar orang-orang yang tak tau malu memajangkan foto ditengah jalan atau dimana aja foto bisa dipajang dengan berpose tersenyum emangnya yang buat dia tersenyum itu apanya…..mungkin dia tersenyum melihat ulah lakunya sendiri kali ya………..

  27. # MUHAMMAD SAID. S.Ag
    # CALEG DPR RI PARTAI MATAHARI BANGSA (PMB) DAPIL GRESIK – LAMONGAN
    # Sebelum semua terjadi, mari kita sama2 introspeksi akan kekurangan dan keterbatasan kita masing2. Jangan pernah merasa paling pinter apalagi merasa paling benar sendiri. Segala sesuatu butuh penyelesaian yang arif dan memberikan solusi jitu dan “kepuasan” bagi semua. kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT dan benar2 bekerja
    menjalankan amanat RAKYAT, bukan untuk kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ???? zaman telah berubah. tantangan dan Issue global harus dapat kita jawab secara ilmiah. Mari kita bangkit !!!!!
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin
    yang “pinter” tapi minteri. Percayalah !!! masih ada jalan, jangan pernah menyerah sebelum bertarung dan jangan pernah skeptis banget dengan orang yang masih mau peduli dan punya niatan baik untuk berjuang ditengah2 morat-maritnya mental dan moralitas. Kalau semua ogah dan tidak peduli….justru ini akan menjadi kesempatan empuk bagi mereka yang memanfaatkan kesempatan.

  28. duh..rasanya saya tak mampu mengemban amanah jadi caleg

    sebenarnya bukan nekat, tapi diceburkan

    what should i do?

    kata orang-orang yang mendukung saya, “sudah..ikhlaskan saja semua pada Allah, berusaha saja yang terbaik.”

    saya tidak pernah mau berurusan dengan politik

    saya peduli dengan bangsa ini, tapi saya enggan menempuh jalur lewat legislatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: