Dari Desa ke Kampung


Selama sekitar sepekan mudik lebaran, dari kota Medan ke Rantau Prapat (Kabupaten Labuhan Batu). Pada siang hari pertama lebaran, saya lewatkan dengan aktivitas perjalanan silaturrahmi Idul Fitri dari desa ke kampung.

Pada hari kedua dan seterusnya, aktivitas perjalanan keluar masuk kampung, masih berlanjut. Tour ini sungguh melelahkan. Namun menyejukkan hati karena bisa bertemu dengan kerabat di kampung yang polos nan lugu, dan terkesan sangat ikhlas menyambut kedatangan saya.

Sejumlah desa yang dikunjungi umumnya merupakan daerah perkebunan sawit dan karet, yang kondisi jalannya sungguh menyesakkan dada, penuh lobang dan kubangan kerbau. Mobil yang saya setir sendiri, terpaksa penuh dengan lumpur. 

Bincang bincang dengan masyarakat di kampung, berbeda dengan para blogger yang hitech dan intelek. Masyarakat kampung yang hampir semuanya tak pernah mengakses internet itu,  umumnya lebih suka bicara perihal harga sawit yang kini merosot drastis.

Beberapa dari warga masyarakat yang saya temui ada juga yang paham ketika diajak bicara soal tetek bengek politik. Umumnya mereka mengeluh soal banyaknya jumlah parpol peserta Pemilu. Mereka cuma kenal parpol lama seperti Golkar, PDIP, PAN, PPP, Demokrat, dan PKS.

Hal itu terjadi karena Pemerintah dan KPU memang sangat lemah dalam hal sosialisasi Pemilu 2009. Masyarakat di pedesaan terpencil itu, kendati di rumahnya dilengkapi antene parabola, tetapi tak tersentuh media massa lain, semisal suratkabar.

Perjalanan silaturrahmi dari desa ke kampung itu, kendati sangat menguras tenaga, tetapi banyak pelajaran berharga bisa dipetik. Satu hal yang pasti warga desa selalu terlihat ikhlas dan tulus menyambut kedatangan tamu yang berkunjung ke rumahnya.

Tidak seperti masyarakat di perkotaan, yang kebanyakan sangat egois, agak prejudice, serta cenderung memperlakukan seseorang dengan baik, karena pertimbangan vested interested.

Untuk menumbuhkan kembali semangat kekeluargaan nan tulus, masyarakat kota sebaiknya perlu meluangkan waktu minimal sepekan (dalam setahun) berinteraksi dengan masyarakat di kampung….!

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 7 Oktober 2008, in Budaya, Kehidupan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 36 Komentar.

  1. ..wah, kalo saya, setiap hari-nya juga berinteraksi dengan masyarakat di kampung…secara saya emang tinggal di kampung.. he he

    @mikekono : heheheee, sejatinya sy jg orng kampung. I mean, slm bermukim di Medan, saya merasa kehilangan nilai-nilai kekeluargaan yg selama ini masih sangat kental terasa di kampung…..

  2. saya adalah orang kampung Bang..
    terkadang malah minder liat orang kota dengan gayanya yang jauh lebih high…

    @mikekono :kita sami sami wong kampung…… kl saya malah minder diskusi dgn easy yang sangat hitech dan intelect. ehm

  3. untungnya saya tak pernah diajak ngobrol politik sama orang kota. jadi gak terlalu tampak kalau pengetahuan saya hanya secuil😀

    @mikekono :begitulah ciri2 org pinter dan baik budi…..selalu rendah hati. jempol for u

  4. Selamat datang kembali di kota. Semoga semangat ketulusan orang kampung bisa menginspirasi Bang Agus dalam menghadapi hiruk-pikuk kehidupan kota.
    Ohya, welcome back to blog sphere!

    @mikekono : ya mbak tuti, semoga sj semangat ketulusan wong kampung bs menyadarkan kita semua yang berada di kota agar lebih friendly dan bersahaja. thanks mbak tuti

  5. itulah sebabnya knapa aq lebih suka jalan2 keperkampungan, tempat yg masih tradisional karena ada rasa saling menghargai yg masiy di junjung tinggi,pelajaran ttg kehidupan,N bersyukur akan apa yg telah didapat (^_^)

    @mikekono : pantes aja, wl tinggal di kota, Nina orangnya ramah dan sll hangat dalam berteman….

  6. wah, orang rantau prapat ya pak. saya asli Asahan🙂

    @mikekono : saya orang Sidikalang, famili banyak di Rt Prapat…..Asahan di mananya mas ?

  7. orang desa udah pinter bicara politik, jadinya malah menurun partisipasi politik.

    @mikekono : orang desa pinter bicara politik….tp baru sebagian kecil

  8. sy orang kampung mas tapi ingin ngerti politik bisa gak …?
    http://www.asephd.co.cc

    @mikekono :hmm…..soal ngerti politik, itu sih bukan soal orang kampung atau orang kota

  9. saya orang kampung juga, meski sdh tinggal di kota, tetap orang kampung…hehehe.
    Orang kampung kadang lebih mengena kalau mengomentari sesuatu, karena membumi..hehehe..kalau politikus kan mengawang-awang.

    @mikekono : botul lae……orang kampung lbh jujur dan apa adanya

  10. Saya bangga jadi orang kampung😀

    @mikekono : yesss….sy juga

  11. wah, seru tuh lebarannya, met lebaran yaks

    @mikekono : ya begitulah…..thanks sobat

  12. sangat setuju dengn kalimat terakhir..
    saya sangat berskukur dilahirkan di desa, karena kalo gk, saia gk akan bisa belajar hidup sederhana, mengenal kerbau mandi di kali, mengejar2 bebek dan ayam, memanjat pohon, main petak umpet diantara pohon pisang dan bermain lumpur di sawah ^^

    @mikekono : ya mengenang kembali saat saat indah di desa, bs membuat kita tersadar tentang jatidiri kita…..hingga kita tumbuh menjadi manusia yang selalu friendly dan tak arogan

  13. koq gak mampir kerumah saya kang …🙂

    @mikekono : iya, rencananya sih mau mampir, tp katanya Ade uda pulang dari kampung

  14. Huahaha….. ya ampyun….. di saat hari2 yang fitri itu masih sempat ya berbicara masalah2 yang berbau politik… Huehehe……

    Tapi omong2 saya belum pernah merasakan bagaimana rasanya pulang kampung. Setiap kali lebaran saya malah ke Jakarta sebab saudara2 saya yang lebih tua dan orang tua juga ada di Jakarta. Hmmm…. sepertinya asik juga tuh punya kampung….😀

    @mikekono : biasalah mas, kl ngobrol ngalor ngidul akhirnya semua mslh dibahas. wuiih, punya kampung, sungguh sngat menyenangkan sekali mas….., bs bernostalgia ke masa kecil doeloe serta bertemu dengan teman2 semasa SD dan SMP. benar benar asik

  15. Minal Aidin Wal Faidzin
    tapi beda Desa sama Kampung apa ya?😀

    @mikekono : sama-sama. antara desa dengan kampung, mungkin seperti city dengan town

  16. waaah…kemana saja…mudik lama sekali ya ?
    Semua juga orang kampung lah…semua dimulai dari kampung…kampung yang bersih,aman ,nyaman, hijau , gotong royong, saling membantu…akan jadi kota yang aman,nyaman,dan sejahtera …begitu semestinya. semua dimulai dari kampung…atau ndeso..

    @mikekono : iya neh Bunda hampir seminggu mudik….., betul bunda semoga semangat dan nilai nilai luhur kampung itu tak luntur walau sudah lama bermukim di kota.

  17. sampai saat ini saya lebih senang tinggal di kampung saya di Sedati ini.

    ternyata Parpol besar lebih dikenal di kampung yah,mas. mudah2 para elit Parpol besar itu tdk selalu memberi janji kepada masyrakat kampung.mudah2an.

    @mikekono : tinggal di kampung rasanya terkadang terasa lbh nyaman. ya mudah mudahan elite parpol itu tak cuma memberi janji2 kosong

  18. beli ketupat, sepiring gope. Biar telat, yang penting nyampe. Maafin ya!!!

    @mikekono : murah amat ketupatnya ya……., sm2 sy jg minta maaf.

  19. yang enak tuh kadang di kampung, kadang di kota, jadi bisa lihat dunia seutuhnya…
    di kampung pun biar kelihatannya damai, selalu ada saja itu yang namanya konflik terselubung dan lain sebagainya..
    he..2, saya orang kampung bro..

    @mikekono : ya, sekalian utk mewujudkan keseimbangan perspektif. thanks

  20. sungguh menyenangkan saat lebaran bisa tour dari kampung ke kampung, mas agus. kita bisa melihat dan merasakan geliat rakyat yang sesungguhnya. polos dan ramah.

    @mikekono : betul mas sawali, dengan tour ke kampung….kita berharap bisa mencontoh ketulusan sikap dan keramahan mereka

  21. Hay banngggg..pakabarrrrrrrr..kangennnnnnnn..hehehhe

    btw..

    Rasanya tidak perlu terlalu kekampung untuk mengetahui nasib orang kampung seperti apa..di sini bang..iya Jakarta..rumah orangtuaku..kemiskinan membuat orang tak merasa dia hidup di kota..punya anak delapan yang sama sekali tidak kenal huruf dan angka…miskin membuat mereka merasa sah untuk bodoh..untuk tidak mau tau apa itu politik..atau kenapa Laskar pelangi heboh di filmkan..mereka cuma bisa mengeluh kenapa harga minya bisa Rp 11 ribu seliter..atau mungkin betapa Rp 10000 sudah tidak bisa lagi makan enak dan kenyang puas…ahh..apalah arti internet bang..apalah arti koran ..kalo untuk perut saja mereka masih lapar…

    Orang kampung ..kalau memanmg sejahtera..Yessy rasa lebih baik dari pada orang miskin yang di Jakarta..

    Sorry,.semakin miskin orang jakarta..semakin bodoh mereka ..tetapi di saat yang bersamaan semakin sombong..dan semakin tak tau diri..

    Ini yang yessy rasakan setidaknya di lingkungan rumah Yessy sendiri…

    Gituh bang..

    Eh..Abang main ke rumah ompung ku gak di Tanjung Merawa??..atau ke rumah tanteku di Tebing tinggi?

    @mikekono : mestinya penduduk desa yang terlanjur merantau ke Ke Jakarta, tapi tetap berada dlm kemiskinan sebaiknya comeback sj ke desa. Sejelek jelek di desa masih banyak lahan kosong yg bs diusahai dan ditanami sayur mayur dan akan lbh sehat melakoni hidup sbg petani.
    btw, pas mau singgah ke rumah ompung Yessy di T Morawa, mereka tutup pintu, katanya tak kenal dan tak ada pemberitahuan sblmnya dari Yessy, Mikekono akan berlebaran…..heheheee

  22. Wah asyik banget tuh bisa berlebaran dan bersilaturrahmi dengan keluarga sekampung.
    Memang di manapun didunia ini, penduduk di kota kecil lebih tulus dan ramah. Menurut pendapat pribadi saya karena di kota besar banyak sekali kriminalitas jadi para penduduknya lebih berhati hati dan berjaga jaga. Sedangkan penduduk di desa lebih tulus karena biasanya mereka saling mengenal satu sama lain dan suka bergotong royong.
    Selamat datang kembali Bang dan selamat beraktifitas lagi. thanks and take care Bro.

    @mikekono : betul sekali mbak Yulis, sangat mengasyikkan berada di kampung. Kita cuma berharap agar nilai nilai kekampungan (ketulusan dan kegotongroyongan) itu bs kita aplikasikan ke dalam diri masing masing agar tak menjadi pribadi yg individualis dan arogan. thanks my sister

  23. wah saya ndak mudik… tapi sy masih sempat bertemu orang2 yang nggak hi tech.. bicarakan tentang kehidupan… ;D
    ntar bisa ni mo mudik… moga2 bisa merasakan nikmatnya desa🙂

    @mikekono : bicara tntng makna kehidupan sll diperlukan demi aktualisasi dan penguatan jatidiri. ya semoga bs merasakan nikmatnya suasana desa. thanks

  24. Mari kita menghindari stereotype bang, ga semua orang kampung minim pengethuan tentang teknologi, komunikasi atau politik. Itu tergantung lokasi kampung tersebut dan karakteristik penduduknya juga; dan tak semua orang kota egois atau penuh prejudice😀 . Sisi buruk memang lebih mudah dan cepat terlihat, alangkah baiknya juga sisi baik diperhatikan agar seimbang. Berkeliling untuk silaturahmi memang melelahkan tapi Insya Allah membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam hati, amien😀

    @mikekono : iya sih, tp secara umum mayoritas penduduk kampung pst lbh tertinggal dari segi teknologi dari penduduk kota. Buktinya dari sekitar 7 kampung yg saya singgahi tak ada rmh yg pny kmputer dan tak satupun menyediakan fasilitas warnet. Tp pendapat mbak Indira ada benarnya, diperlukan sebuah sikap yang melihat segala sesuatu secara objektif, bukan stereotype. thanks my sis

  25. welcome back ya …..

    jadi pengen mudik juga nih sehabis baca ini , hiks

    @mikekono : hehehee….mudik ke mana mbak ? sy justru bermimpi bs ke Holland

  26. masyarakat pedesaan yang belum banyak terkontaminasi teknologi,
    ketulusan mereka pun lebih murni.

    @mikekono : exatcly…….se7 dengan pendapat mbak Latree.

  27. Sepakat sepakat!! orang desa memang selalu sumringah menyambut tamu, ndak sok sibuk kaya orang kota gitu..
    ** berasa orang kota **
    hehe, mungkin saatnya kita lebih memikirkan kehidupan sosial selain dunia kerja dan kampus, hehe…

    @mikekono : sepakat dengan usulan adinda. Shei makin arif dan bijaksana sj skrng ya

  28. Selamat kembali di kota Bang Mike…Membaca tulisan ini saya merasa sangat beruntung menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang masih punya kampung halaman.

    Tapi, ngomong-omong, waktu Bang Mike keluar masuk kampung, trus ngobrol-ngobrol politik dengan orang-orang di kampung, Bang Mike diskusi politik atau kampanye untuk Pemilu 2009 neh…Hehehe

    @mikekono : ya, kita sm2 beruntung masih punya kampung halaman mas gus. ngobrol politik, ya sekalian kampanye juga lah…..heheheee

  29. wah ke Rantau Prapat yahhh..

    Saya sempat 3 tahun tinggal di sana..

    Sepertinya tournya sedikit kampanye yah tur?
    hehehhehe ^_*

    @mikekono : berarti Rt Prapat pny seribu kenangan ya buat turangku. kampanye yg educatif, kira kira begitulah

  30. kalau pulang kampung lagi, boleh ngikut ga?🙂
    sudah pengap sama suasana kota…
    hehehe

    @mikekono : mau ikutan, aahhh…jgn ngejeklah mbak.

  31. bangga aku jadi orang kampung, tinggalnya saja masih di dekat hutan

    @mikekono : hutan apaan, hutan mal kali ya

  32. dikampung bagi aku sangat menyejukkan, udaranya masih segar….salam kenal ya…

    @mikekono : betul sungguh menyejukkan, lam kenal jg

  33. Mas.. ahli POLITIK ya.. kata EASY
    http://www.asephd.co.cc

    @mikekono : ah, ngga kok, itu bisa2nya easy aja

  34. ic mah ga bisa mudik bang, ibu dah di pontianak, tapi kangen juga sih ma family yang ada di cimahi

    @mikekono : berlebaran di mana saja, sebetulnya sm sj. yng pntng silaturrahmi dgn segenap kerabat hrs terus diperkokoh……thanks Ic

  35. ketika mudik ke kampung halaman saya juga berziarah ke makam keluarga di desa terpencil. disana org2nya memang lebih ramah, berbeda sekali dgn suasana perkotaan.

    @mikekono : aha…., jadi pengalaman kita sama dunk ya mbak ida. maturnuwun

  36. sayah juga orang kampung bang mike,hanya sajah mejemput rejekina di kota..:)

    bersyukurnya tempat tinggal sayah pendatang semua jadi rasa kekeluargaannya tinggi da kaya sodara sendiri jadina…la wong klu lebaran pada mudik juga heheh..

    @mikekono : so, kt sama2 wong kampung toh. bedanya, di tmpt tinggalku kini, rasa kekeluargaan mulai menipis……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: