Mestinya Bang Yos Biarkan Icuk


Jelang Munas PBSI, muncul berita Ketua Umum PBSI Sutiyoso, biasa disapa Bang Yos disebut-sebut akan menuntut Icuk Sugiarto karena brosur kampanye pencalonannya menggunakan logo PBSI. Icuk dinilai tak berhak memakai logo itu karena tengah menjalani skorsing hingga Desember 2008.

Sebaliknya mantan Juara Dunia bulutangkis tahun 1983 itu,  tetap keukeuh merasa benar dan berhak menggunakan logo tersebut, karena dirinya memang ingin menjadi Ketua Umum PBSI, bukan ketua partai politik.

Terlepas dari siapa yang benar di balik perseteruan panjang Bang Yos dengan mas Icuk ini, saya menilai kontroversi ini justru merugikan Bang Yos secara politis, dalam konteks image building-nya sebagai salah satu kandidat Presiden pada Pilpres 2009.

Sebaliknya Icuk Sugiarto, secara politis sangat diuntungkan. Sebab dirinya yang pernah sangat berjasa bagi perbulutangkisan Indonesia, justru terkesan dizhalimi dan dihalang-halangi untuk ikut dalam bursa kandidat Ketua Umum PBSI.

Padahal bisa jadi di tangan Icuk, yang sangat paham betul tetek bengek olahraga paling moncer di Indonesia itu, perbulutangkisan kita akan lebih maju. Seperti halnya wadah sepakbola Eropa (UEFA) lebih kreatif dan berkembang pesat sejak dipimpin seorang mantan pemain terbaik Eropa Michael Platini (Perancis), setahun silam.

Sikap Bang Yos yang terkesan tidak memberi peluang bagi Icuk untuk ikut serta sebagai kandidat dalam Munas PBSI, mungkin saja benar secara hukum. Tetapi secara politis dan kemanusiaan, langkah Bang Yos itu tidak populer dan bisa dinilai sebagai gaya politik masa lalu (set-back).

Sebagai seorang pemimpin yang arif wicaksono serta menjunjung tinggi demokrasi, mestinya Bang Yos memaafkan sekaligus membiarkan Icuk maju sebagai calon Ketua Umum PBSI.

Apalagi calon yang disebut-sebut didukung Bang Yos sebagai penggantinya adalah Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso. Dari hitung-hitungan kekuatan dukungan…..bukankah sudah hampir pasti Bang Yos bersama sejumlah daerah yang dibinanya selama ini pasti akan lebih solid dan mudah memenangkan kandidat yang direstuinya itu….?

Dalam konteks demikian, mestinya Bang Yos tidak lagi memandang Icuk sebagai ‘musuh’ yang mesti dihancurkan, melainkan sebagai ‘anak pintar yang nakal’. Sosok seperti ini seharusnya dibina, bukan ‘dibinasakan’……!

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 16 September 2008, in Politik, sport and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 29 Komentar.

  1. wah saya malah baru tahu ada konflik macam itu di tubuh PBSI…
    salam kenal balik ya…

    @mikekono : ahhh, masya ada konflik PBSI……ngga tau sih ?

  2. Urusan politik itu memang pelik…

    @mikekono : pelik karena yang mudah sering dibikin sulit ?

  3. whuehehe saya malah br tau berita ini. msh inget jaman sd dulu, bang icuk ini dibanggain banget, pahlawan indonesia yg karismanya ga kalah dgn Satria Baja Hitam ato Power Rangers. sayang sekali kl jalannya menjadi Ketua PBSI dihalangi seperti ini. saya tetap mendukung siapapun yg terpilih asal niat dan tujuannya jelas 🙂

    @mikekono : hueheee, pnggmr SBH dan PR rupanya ya.
    btw, begitulah bangsa kt, deoloe Icuk sudah mandi keringat membela Indonesia smp dapet juara dunia…….
    eh mau giliran mau nyalon jd Ketua Umum PBSI saja terkesan dihalang-halangi…..
    ahhhh…..ada-ada aja 😀

  4. duh setiap kali masuk blog abang ini, otakku dipaksa mikir yang berat-berat
    *beginilah kalo pengetahuan pas-pasan :D*

    baca ulang dulu biar ngerti…

    @mikekono : Ini soal keinginan mas Icuk pengen nyalon jadi ketua PBSI.
    Gitu aja mikirnya ntah ke mana-mana. Santai aja…….

  5. oh begitu ya bang?..
    *masih mikir mau komen apa*

    @mikekono : addduuuh…..jangan kebnykn mikirlah,
    ntar dismes sama mas Icuk loe. Heheheeee

  6. huff.. saya masih gak ngerti bagaimana seluk beluk didalam politik itu. kenapa seringkali saling bermusuhan? sering saling menjatuhkan? bahkan ketika sudah sama-sama menjadi anggota dewan yang terhormat pun mereka masih juga saling kasih bogem…

    @mikekono : waahhhh ini komen yg lumayan bagus kok.
    Mungkin mereka ‘berantem’ karena di hatinya tak ada lagi cinta, atau sering menafikan hati nurani

  7. ahahaha.. saya baru tahu pemilihan ketua PBSI aja pake jegal-jegalan.. emang posisi itu empuk ya? banyak duitnya ya?

    capek deeeeh…

    @mikekono : wahhh…..namanya jg kepentingan, hal sprt itu sering terjadi.
    ada yang mau ikutan bersaing, ada pula pihak lain ingin menjegal ?
    Setahu sy, di PBSI itu malah sering nombok ?.

  8. wee… kok dipaksa mikir sih?
    suwer.. saya betul2 ga ngerti dunia politik. tapi seneng kalau terlibat pembicaraan politik. tentunya saya hanya jadi pendengar bang.
    nah sekrang dipaksa memberikan sebuah argumen.. duh.. yang jelas, saya benci permusuhan..

    dalam hal ini, karena bang yos duluan yang memulai permusuhan, jadi saya setuju dengan ulasan yang abang tulis… bahwa gak seharusnya orang-orang seperti Icuk malah dianggap musuh apalagi dibinasakan 🙂

    @mikekono : heheheee…….benci permusuhan ya ?……
    Makanya saya tak menginginkan ada ‘benih-benih permusuhan’ di tubuh PBSI. Mestinya, siapapun yg memimpin, dipersilahkan sj, asal niatnya demi kemajuan perbulutangkisan kita.

  9. aduhh.. kepalaku nyut-nyut kalo bicara politik..
    tanggung jawab bang 😀

    @mikekono : he…..eh, ini soal politik di PBSI kok.
    Kalau pening, lapor sana ke PBSI. Heheheee

  10. wew menarik neh perseteruan di antara keduanya … 🙂

    @mikekono : sebetulnya yng ingn sy tekankan di sini, bang yos bisa merugi secara politis akibat perseteruan itu. Soalnya dia kan ingin menjadi capres.
    Mestinya beliau memberi kesempatan pd Icuk untuk ikut dlm arena persaingan. Jika itu dilakukan, akan jauh lbh elegan
    .

  11. aduh..suck with politic!!
    sono lah pada timpuk-timpukan..:p

    @mikekono : hehehee…..tenang aja. Antara Bang Yos dan Icuk, nggak sampe timpuk-timpukan kok. Cuma beda pendapat aja kaleee.

  12. iye nih.. salah satu contoh lagi dalam perseteruan konflik kepentingan yang gak bagus.. kesan yang tertanam adalah para kandidat2 tersebut memandang saingan2 ‘politik’nya itu sebagai MUSUH.. bukan sebagai LAWAN.. jadi, gairahnya lebih pada upaya yg dekstruktif ketimbang ‘sparing partner’ utk sama pembelajaran.. ….duh.. my kontri..my kontri… *sight*..

    @mikekono : setuju mas Ariefdj ! Mestinya Bang Yos dan Icuk bersaing secara fair, dan tdk dalam posisi saling menjatuhkan antara satu dengan yang lain. Maturnuwun

  13. ah seharusnya bang Mike aja yg jadi Ketua Umum PBSI … siapa tahu sanggup menjadi seorang pemimpin yang arif wicaksono serta menjunjung tinggi demokrasi … piye ??

    @mikekono :heheheee……., kl saya sih, mendukung mas Icuk saja.
    Tapi siapapun yg terpilih dipersilahkan saja, asal berniat memajukan PBSI.

  14. wah, jad repot kalau urusan organisasi olahraga campur aduk dg masalah politik. idealnya, sebelum program teluncurkan, masing2 pihak melakukan negosiasi agar tak terjadi kesalahpahaman. atau, bisa jadi sudah menjadi karakter bangsa kita yang suka menggunakan taktik menggunting dalam lipatan.

    @mikekono : ya begitulah kecenderungannya mas sawali, beberapa hal di negeri ini kerap dipolitisir dan dipersepsikan sesuai dengan kepentingan pribadi/ kelompok.
    Semoga hal seperti itu tak terjadi lagi di tubuh PBSI pd masa mendatang. Thanks

  15. Sebagai orang awam umumnya, namanya petinggi olahraga biasanya ya pejabata/manjatan pejabat. sementara para pforessionalnya atau mantan professioanalnya selalu dibangkucadangkan.

    Mungkin alasan klisenya sih biar dijadikan “gigi taring” buat mecari dana pendukung olahraga. Tanpa “gigi taring” memang susah menggigit duit biar dapat banyak.

    @mikekono : kini saatnya profesional dijadikan starter…. soalnya yg pinter nyari duit pun selama ini blm banyak buktinya bisa membuat olahraga Indonesia berkibar di dunia internasional. thanks mas kurt

  16. setuju ma pendapat bang mikekono di postingan di atas, hehe…!

    @mikekono : berarti Anda mendukung pencalonan Icuk juga ya ?

  17. Mestinya Olahragawan yang memimpin PBSI ya Bang? karena mereka mengerti tentang Perbulu tangkisan kalau Jendral TNI bukannya lebih baik mencalonkan sebagai Panglima ABRI? Sehingga the right man on the right place dapat membawa kesuksesan yang maksimal. terimakasih

    @mikekono : betul sekali mbak Yulis, seseorang seyogianya ditempatkan sesuai dengan bidang keahliannya : the right man on the right place.
    Thanks and take care sist

  18. tadi,, di TV, ada berita bang yos,,ngejenguk gugun gondrong,, wah dalam rangka apa yah ???? pejabat ngunjungin artis yang sakit… jadi bingung…

    @mikekono : Bang Yos ngunjungin artis…., wahhh bagus itu.
    Tapi mestinya wong cilik yang lg butuh THR juga prlu dikunjungi……Hehehehe

  19. Walah, Bang Yos ini kan mau nyalon presiden. Kalau sama saingan di PBSI aja udah gitu gasakannya, gimana besok sama rival capres ya? Mungkin begitu memang kebiasaan jendral, babat habis lawan tanpa ampun. Dulu pun, waktu jadi gubernur DKI yang kedua kali, pelantikannya sampai diselametin pake helikopter (karena dicegat demo).
    (*celingukan* ada pendukung Bang Yos nggak yaaaa …. ?)

    @mikekono : itulah yang saya herankan mbak tuti, seharusnya beliau konsentrasi saja dlm mempersiapkan strategi pencalonannya sebagai capres.
    Munas PBSI mestinya dibiarkan berjalan secara alamiah bahkan semua pihak perlu didorong untuk ramai-ramai ikut dalam bursa pencalonan.
    Bukankah yang mau nyapres, juga sangat bnyk jumlahnya ?

  20. Memang dalam permainan bulutangkis harus ada “serang dan tangkis” ya om Agus!, kalo ada yang menyerang harus ada yang menangkis 😀 Sampai dalam kepengurusan kayaknya juga dibutuhkan “serang menyerang dan tangkis menangkis”, yang satu mantan jenderal (sangat dekat dengan serang dan perang) yang satu mantan juara dunia b.tangkis (yang dekat sekali dengan tangkis menangkis), cocok lah tu Bang!!!, manusia memang banyak yang merasa hebat daripada bumi, langit dan gunung-gunung…, yang menolak ” ……..”,

    @mikekono : heheheee…..sepertinya pendapat daffa ada benarnya juga ya.
    Tapi tak perlulah sampai ada aksi serang dan tangkis. Kita semua kan bersaudara !

  21. Mungkin calon yang didukung bang Yos itu dianggap akan lebih menguntungkan bang Yos, kalo tidak mana mungkin bang Yos akan peduli :mrgreen:

    @mikekono : bisa jadi seperti itu ?

  22. Kalau saya mendingan Icuk. Setidaknya Icuk pernah berprestasi di tingkat dunia. Lha…. Bang Yos?? Preastasi Bang Yos yang tingkat dunia apa sih?? Huehehe…….

    @mikekono : seingatku, Icuk pernah jadi juara Dunia, Sea Games, PON, dan beberapa kejuaraan tingkat dunia lainnya.

  23. Bukan prestasi, tp kepemimpinan…toh terbukti selama masa kepemimpinannya bulutangkis indonesia dpt mempertahankan gelar emas di olimpiade.

    Yang jelas harus pinter nyari duit, karena subsidi negara untuk olahraga belum maksimal..Dan selama menjabat duit ber-MMan masuk kantong pbsi dan pengiriman atlit untuk tanding internasional juga cukup lancar. Toh kenyataannya bang yos memang cukup bonafit menjadi ketua.

    Yang sekarang kita lihat adalah realita. Icuk memang tau olahraga, tapi sebagai pemimpin?

    @mikekono : wuahhh…..kayaknya ketemu fans Bang Yos nih. Pendapat mbak ada benarnya.
    Tp di masa Bang Yos kita jg pernah gagal merebut Piala Thomas dan Uber…….
    Soal Icuk sbg pemimpin, itu kan cuma soal kesempatan. Tapi dia kan sudah mulai dipercaya sbg staf khusus Menpora.
    Berhasil atau tidak, tanya sama Menpora donk ! Heheheheee

  24. Icuk itu harusnya tau diri, dia kan bukan jenderal, cuma mantan atlet. Trus waktu dia menyabet juara dunia 1983, ketua umum PBSI nya sapa coba, kan jenderal tuh!

    Apa dia gak pernah baca verboden di kantor-kantor pusat induk/cabang olahraga bonafide tanah air : “YANG TIDAK JENDERAL DILARANG JADI KETUA UMUM !”

    Trus, apa dia gak minder nanti duduk satu meja sama para mantan jenderal yang pernah ketua umum PBSI seperti Tri Sutrisno, Surjadi, Subagio HS, Sutiyoso.

    Makanya sikap Bang Yos yang mau ‘mewariskan’ tahta Ketua Umum PBSI kepada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso itu sepatutnya dimaklumi. Dan itu sudah ‘sesuai’ (kesepakatan konvensional antar jenderal)

    Lagian, kalau tidak dipimpin jenderal, PBSI mana ‘pede’ cari duit atau sponsor ? Apa Icuk mau nyuapin PBSI dari kantong pribadi atau cuma nganggarin dana APBN aja?

    Dari dulu, kredibilitas pengurus olahraga kita kan sangat jeblok. Makanya gak usah heran, mencari sponsor olahraga lebih sulit ketimbang cari sponsor konser musik.

    Paling-paling yang bersedia jadi sponsor hanya karena ‘sungkan’ dan ‘takut’ sama ketua umumnya yang jenderal.

    Namanya aja jenderal, meski udah pensiun, ngaruhnya sangat kuat, lho.

    Ayo Jenderal…, maju terus…!

    @mikekono : wualahhhh, pendapat mas gus memang cukup beralasan dan ada benarnya juga. Benar, kepemimpinan para jenderal memang sangat kuat dan berpengaruh.
    Tapi, kan tidak ada jaminannya jika mereka dipercaya memimpin sebuah organisasi,
    otomatis akan meraih kemajuan.

  25. Waduh, ‘perang’ di PBSI kayaknya menjalar ke blog Mikekono nih. Siap-siap jadi wasit Mas Agus. Ati-ati, kalau di sepakbola, wasit sering ditinju sama pemain lho …. 😀 😀 (emang lapangan bola apa ring tinju?)

    @mikekono : iya nih mbak, tapi ‘perang’nya belum terlalu gawatlah, karena wasitnya fair.
    Semoga permasalahan pencalonan Icuk dalam Munas PBSI bisa disikapi dengan arif dan bijaksana.

  26. Semua akan menjadi lebih sederhana jika kepentingan dan ego pribadi bisa sedikit disingkirkan. Duduk bersama dan bicara secara beradab. Toh semuanya untuk kebaikan bangsa…

    @mikekono : begitulah semestinya mbak. Tapi antara dassein dan dassolen srngkali tak bs tune in. Mestinya kedua tokoh itu bs duduk bersama.
    Usulan yg sangat pas dan jitu. Thanks mbak indira.

  27. Mohon ijin mengutip tulisan anda di : http://www.icuk-badminton.com Terima kasih. 😀

    @mikekono : wow……dipersilahken, dengan senang hati. Thanks

  28. Saya juga heran, kok Bangyos demikian dendamnya sama Icuk, pdhl dulu yg ngorbitkan dia seb.Ketum PB PBSI kan Icuk juga? Mmg tdk ada yg langgeng, yg ada cuma kepentingan saja. Dalam hal ini saya sudah menilai kalau Bangyos sdh lakukan pembunuhan karakter (character assassination) terhadap Icuk. Padahal siapa sih Bangyos itu..?

  1. Ping-balik: Bulutangkis Duniaku » Blog Archive » Mestinya Bang Yos Biarkan Icuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: