Mengabdi Bisa di Mana Saja !


Anggota DPR-RI dari PBR Ade Nasution hengkang ke Partai Amanat Nasional. Ketika dikonfirmasi, Ade membenarkan. “Iya, mengabdi kan bisa di mana saja,” katanya.(Kps, 21/8).

Manis nian ungkapan Bung Ade itu. Yeahhh, memang benar mengabdi bisa di mana dan kapan saja. Pertanyaannya, selama empat tahun lebih menjadi anggota dewan, sampeyan mengabdi kepada siapa ?

Saya tak kenal siapa Ade Nasution dan caleg-caleg lainnya yang ramai-ramai pindah parpol agar tetap bisa berkiprah di parlemen.

Sebagai bahagian dari rakyat Indonesia, saya sama sekali belum pernah mendengar kiprah dan kontribusi riil mereka buat rakyat. Nama mereka hanya terdengar sayup-sayup saat ramai-ramai menjelang Pemilu.

Setelah terpilih dan duduk sebagai wakil rakyat di Senayan, kerja mereka tak lebih sekadar Datang, Duduk, Diam, dan Dapat Duit (5D).

Banyak kader dan anggota parpol sengaja pindah partai agar beroleh nomor urut 1 demi menjaga peluang mempertahankan kursi di legislatif. Mereka gampang berganti kulit dan berperilaku bak bunglon.

Elite, kader, dan anggota parpol seperti itu, tak pantas lagi dipilih dan diberi mandat sebagai member of parliament, karena mereka sama sekali tidak memiliki konsistensi dan idealisme dalam berpolitik.

Mengabdi bisa di mana saja. Bagi kader dan anggota partai yang sudah pernah mencicipi empuknya kursi DPR, mestinya bisa menahan diri dan tak lagi ngotot untuk duduk, duduk dan duduk terus. Sudah saatnya para kader muda nan cerdas, kritis dan energik diberi giliran.

Pindah partai dengan dalih sebuah pengabdian, hanyalah sebuah kamuflase….!

(Karena mengabdi bisa di mana saja, aku lebih suka menuangkan ide-ide kreatifku lewat blog ini dan sesekali memberi pencerahan kepada para remaja di kampungku……aku sama sekali tak bermimpi menjadi anggota DPR, takut tak bisa bebas ngeblog dan khawatir telponku disadap KPK. He he he…)

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 21 Agustus 2008, in Politik, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. salam dari bandung
    saya sependapat dengan artikel anda

    kapan yaah paranormal dan pesulap terjun di dunia politik, tapi kalau pesulap bahaya kalau jadi wakil rakyat kalau korupsi susah di tanggkap KPK apaligi para normal bisa di santet bohh

    artikel terbaruku….. mimpi jadi presiden
    http://esaifoto.wordpress.com

  2. Oh ya, thanks udah mampir
    politisi kita slm ini sudah sering berperan jd pesulap dan paranormal….kacau dah

  3. 5 tahun lagi pindah kemana ya!, bahasa politik dinamika, bahasa lain opportunis, bahasa pujangga baru bunglon, bahasa revolusi penghianat, bahasa preman suka-suka gue, emangnya ada nasimu kumakan?!!, bahasaku…semua omongkosong.

  4. –kunjungan balik–
    hahah..ternyata mmg lbh enak hidup tanpa beban politik ‘n sok2an membawa2 alasan mengabdi…,mending begini sj biar bs ttp nge-blog..hehe..sy setuju *mengepalkan jari, penuh semangat*

  5. ya, lebih enak hidup miskin tapi kaya…he he he
    saat ini jd pejabat pun tak bs tdr nyenyak,
    sll ‘jantungan’ menghadapi pemeriksaan BPKP, Inspektorat, BPK, KPK, dll

  6. Semoga para wakil rakyat sekarang dan yg akan datang dibukakan pintu hatinya akan azab tuhan manakala mrk akan berbuat sesuatu yg merugikan rakyat. Amin.

  7. Amin…amin…amin ya rabbal alamin

  8. Di awal mereka menawarkan kebijakan ini-itu, amat meyakinkan namun gitu tercapai maksudnya yaa… yang pastinya kita gak tau apa yg terjadi, apa karena teori gak semudah melakukannya ( di lapangan) atau emang iming2 yg dilakukan hanya bual, janji kosong, semata hanya demi sebuah kursi… who knows??😀

  9. kl bukan untuk kursi,
    buat apa lagi
    sekarang sulit mencari politisi amanah dan concern pd rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: