Sepakbola Olimpiade : Brasil Brutal


Saya sempat uring-uringan menunggu pertandingan semifinal Argentina vs Brasil. Pasalnya, TVRI Medan justru menampilkan acara berbeda saat pertandingan amat prestisius itu sudah berlangsung. Akhirnya cuma pertandingan babak kedua yang bisa utuh disajikan. TVRI Medan benar-benar tak tahu selera pemirsa…!

Untungnya, tiga gol tim tango Argentina yang meluluhlantakkan kedigdayaan tim samba, semuanya tercipta di babak kedua. Dua gol diborong menantu dewa sepakbola Maradona yang merumput di Atletico Madrid, Sergio ‘Kun’ Aguero, dan satu lagi hasil tendangan penalti Roman Riquelme.

Soal kalah-menang, itu hal biasa. Tapi menyimak permainan Brasil di semifinal olimpiade Beijing kali ini, sepertinya ada sesuatu yang hilang dari Ronaldinho dkk. Ciri khas tim Samba, yang selalu menampilkan permainan sepakbola menyerang yang menawan, sama sekali tak kelihatan.

Brasil di bawah komando pemain senior Ronaldinho dan pemain-pemain muda penuh talenta Pato, Diego, Sobis, dll, seperti bukan Brasil yang selama ini kita kenal.

Menghadapi Argentina di bawah kontrol permainan Riquelme & Mascherano di tengah serta si jenius Lionel Messi dan Aguero di depan, Brasil tak berdaya dan kehilangan akal melayani permainan menawan anak-anak didikan Sergio Batista itu.

Akhirnya ketika ketinggalan dua gol, pemain-pemain muda Brasil besutan Dunga itu, panik dan mulai menerapkan permainan brutal seperti biasa diterapkan pesepakbola di Liga Indonesia. Messi, Riquelme, Mascherano, dan Aguero, bolak-balik meringis kesakitan akibat ditebas secara kasar oleh para pemain Brasil.

Tidak mengherankan jika wasit kemudian memberikan dua kartu merah kepada pemain Brasil Thiago Neves dan Lucas Leiva yang membabat kaki Mascherano secara brutal.

Brasil yang begitu perkasa di babak penyisihan dan perempat final, saat berhadapan dengan Argentina, seperti baru belajar bermain sepakbola. Kedudukan akhir 3-0, bukti kedigdayaan Argentina.

Sangat jarang dan hampir tak pernah, di sebuah turnamen sepakbola tingkat dunia, Brasil kalah dengan angka mencolok seperti itu. Kekalahan ini membuat reputasi Brasil di Olimpiade sangat jauh tertinggal dibanding seteru abadinya Argentina. Brasil baru sebatas perunggu, sedangkan Argentina notabene merupakan juara bertahan sepakbola Olimpiade.

Kemenangan Tim Tango ini sekaligus merupakan pembalasan setimpal atas kekalahan dengan skor yang sama pada final Copa America tahun 2007 lalu.

Adios Argentinos, kalian layak menjadi jawara dan memperoleh medali emas sepakbola Olimpiade. Gracias Messi. You’re, numero uno.

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 20 Agustus 2008, in sport and tagged , , , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. Pertamax dulu deh ya biar gak kesalip😀

  2. Maradona…. hihi inget pesepak bola yg pendek dan unik itu… gak bisa jatuh deh walau udah mau nyium tanah hehe……..
    gak smpat nonton krna ketiduran… aw….
    Don’t cry for me argentinaaa….upss….kleru mas…
    Selamat buat team Argentina!

  3. Wow, soal sepakbola juga tak ketinggalan ya. Saluuuut dan 100 buat Rita.

  4. waw….. trnyata fans messi jga yah??? sma duonk…… aq bnr2 fans setiany ARGENTINA n’ Lionel Messi!! Hidup Argentina!!!

  5. Saya jg fans Maradona.
    Argentina yesss, Messi oke

  6. buat argentina jngn dlu tertawa di atas penderitaannya brazil,coba kalahkan jagoan saya nigeria di final baru bisa dikatakan hebat,hidup the eagle

  7. sekarang sudah boleh tertawa kan
    bener kata gue,
    akhirnya Argentina dpt medali emas
    Brasil aja remuk, apalagi Nigeria

    *Final olimpiade, Argentina vs Nigeria 1-0

  8. salut buat argentina,tapi ngga pke remuk bung nigeria dah ngasih perlawanan buktinya hanya kalah 1,selamat bung mudah2an diikuti argentina senior,sekarang mari dukung indonesia semoga di kejuaraan yang diadakannya sendiri bisa jadi juara ok friends

  9. Auf einen Nenner gebracht kann man sagen, dass es in übersinnlichen Bereichen viele Dinge gibt,
    die unser alltägliches Verständnis bei weitem übersteigen.

  10. In der Regel wird Hochdruck mit einer Kombination aus Lebensumstellung und Medikamenten behandelt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: